RSS

[SONGFIC] IRREPLACEABLE

21 Jan

Huhuhu… tadinya mau diikutin lomba birthday Kangin tapi telaaaaatttttt padahal aku mau banget payungnya T.T

Tapi tetep harus komen ya^^ Gomawo~ng, dan cekidot ^^

 

 

Senyumnya seketika merekah melihatku turun dari tangga  dan berjalan menujunya dengan gaun pengantin putih yang cantik, dengan lengan terkait di siku ayahku. Aku segera menundukkan kepala, yang mungkin dilihat oleh orang-orang disini hanya sebagai pengantin yang tersipu malu, tapi tidak. Tidak… bukan itu. Aku hanya tak bisa menatap matanya, menatap mata Kim Kibum, pria tertulus yang pernah kukenal. Orang yang kusayangi, kakak tiri yang tak lama lagi statusnya akan segera naik menjadi suamiku. Aku… takut. Takut jika ia menangkap pancaran mataku, ia akan tahu kalau aku sebetulnya sama sekali belum bisa menerimanya. Karena memang benar, kisah ini sama sekali bukan tentangnya. Alih-alih, ini tentang seseorang, yang bahkan pria tertulus-ku itu pun tak akan bisa menggantikannya…

IRREPLACEABLE

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Kim Youngwoon aka Kangin, Lee Yoonji, Kim Kibum

Genre/Rating: Romance/PG

 

Namaku Lee Yoonji, putri pemilik jaringan pusat olahraga terbesar di Korea Selatan, Triumph. Ayahku memiliki nyaris 500 cabang Triumph beserta waralabanya yang tersebar di seantero Korea, yang membuatnya kemudian berada dalam daftar 10 orang terkaya negeri ini. Selama ini aku tak pernah begitu peduli dengan Triumph dan bisnis yang dihasilkannya, sampai ketika disana, aku bertemu dengannya. Kim Youngwoon.

Kim Youngwoon adalah petinju baru Triumph yang sedang dipersiapkan ayahku untuk menjadi ace untuk kejuaraan nasional tahun ini. Selain bisnis gym/pusat olahraga, Triumph memang rutin menjadi sponsor berbagai atlet independen yang tidak bernaung dalam persatuan olahraga Korea. Ia ditemukan orang kepercayaan ayahku dalam sebuah pertandingan tinju bawah tanah (underground boxing), sebagai si tak terkalahkan, juara Seoul, Kangin. Dan nama itu pula yang akhirnya tetap disematkan ayahku padanya, sebagai nama aliasnya dalam menghadapi kejuaraan nanti.

Ayahku sangat menyayanginya oppa, seakan ia tahu kalau ia baru saja menemukan sebongkah berlian yang masih terasah kasar. Berlian yang nantinya akan mendatangkan banyak keuntungan baginya jika ia mengasahnya lebih halus lagi. Dan bertolak belakang dengan image kasar ‘Kangin’ si petinju, Youngwoon oppa ternyata sangatlah manis. Tak butuh waktu lama dari saat kami pertama bertemu sampai aku akhirnya mengikuti jejak ayahku: jatuh cinta padanya. Gayung bersambut, oppa ternyata juga memiliki perasaan yang sama denganku. Singkat cerita, kami kemudian berpacaran.

Kenyataan kalau ayahku begitu menyayangi oppa awalnya membuatku begitu yakin ia akan merestui hubungan kami. Biarpun sayang, kenyataan ternyata tidak seindah itu. Begitu mengetahui aku memiliki hubungan khusus dengannya, appa pun segera bertindak. Dia sangat tidak rela putri tunggalnya berhubungan dengan pria tak berstatus macam kekasihku itu. Ya, biarpun aku tak ingin mengatakannya, tapi memang benar: ayahku ternyata hanyalah pengusaha tak berhati. Ia terlihat menyayangi oppa sebagai anak asuhnya, tapi ternyata itu hanya agar oppa menjadi atlet yang loyal bagi Triumph. Ia sama sekali tak berniat menganggapnya lebih, rencananya hanyalah ‘menggunakan’ oppa sampai ‘masa’-nya habis, kemudian ia akan membuangnya. Dan ia tentu, tidak ingin ‘calon sampah’ seperti itu bersama denganku. Menurutnya, oppa bukan levelku.

“Kawin lari? Kamu yakin??”

Kibum oppa menatapku aneh, seakan tak percaya dengan pendengarannya sendiri. Aku mengangguk. Di kamarku ini, kami memang hanya berdua, karena memang hanya Kibum oppa satu-satunya orang yang kupercaya akan mengunci mulutnya. Biarpun hanya oppa tiri, tapi Kibum oppa begitu menyayangiku. Ia satu-satunya orang yang tahu aku tetap berhubungan dengan Youngwoon oppa sejak appa menyuruh kami berpisah. Yang aku tak tahu adalah oppa memang menyayangiku, tapi bukan hanya sebagai adik. Ia menyayangiku sebagai seorang wanita…

Melihatku yang begitu yakin, Kibum oppa pun hanya bisa mengangkat bahunya dan berkata, “Terserah kamulah…” biarpun di wajahnya, sungguh rasa khawatir itu tak akan bisa ia tutupi…

 

***

 

“Hah? Kamu minta kita apa??”

“Ka… bur?” jawabku tak yakin. Kenapa oppa masih bingung? Apa permintaanku tadi kurang jelas? “Lari oppa, lari dari sini… berdua aja. Andwaelkka? (Nggak bisakah?)”

Youngwoon oppa menggaruk-garuk kepalanya yang kujamin tak sedang gatal, “Geulsse (Entahlah),” katanya. “Bukannya nggak bisa, sih… Tapi… kamu yakin? Aku nggak akan bisa menjanjikan apa-apa untukmu. Kita bahkan mungkin nggak akan punya rumah sendiri, hidupmu nggak akan bisa seperti sekarang. Dan kamu bahkan harus meninggalkan kamarmu yang nyaman, pembantu dan supir 24 jam, berganti kondisi yang nggak menentu, bahkan mungkin terkadang nggak ada makanan untuk kita—“

Tak ingin mendengar keraguannya lagi, aku segera meletakkan telunjukku di bibirnya, dan mengangguk. Aku bisa, oppa, kutatap matanya dalam, seakan ingin menyuarakan kenginan kuatku dalam pelarian kami ini. Aku akan mencoba. Angkat kaki dari kehidupan seorang putri seperti yang biasa kujalani, dan memulai hidup baru…

 

***

 

Betul-betul tak lama setelah itu, tanpa pemberitahuan apapun , kami benar-benar kabur. Dari Seoul, dari jangkauan appa, karena kami memang sengaja memilih sebuah kota terpencil di Gyeonggi-do yang tidak memiliki satu pun jaringan Triumph di dalamnya. Tak ada yang tahu kemana kami pergi, bahkan termasuk Kibum oppa. Aku meninggalkan semuanya: ponsel, kartu kredit… hanya menarik seluruh uang dalam tabunganku yang ternyata cukup besar. Appa, seperti bisa diperkirakan, selalu memasukkan uang ke dalam rekening yang bahkan seumur hidup tak pernah kugunakan itu. Aku sudah cukup bahagia dengan sebuah kartu kredit Gold yang limitnya bahkan seakan tak habis-habis biarpun sudah kugunakan semaksimal mungkin. Mungkin aku memang tidak berbakat jadi seorang putri, yang kini, aku syukuri. Artinya aku akan bisa dengan mudah beradaptasi dengan kehidupan baruku ini kan?

Tak lama setelah pindah, kami pun benar-benar menikah. Aku bahagia sekali. Youngwoon oppa mendapatkan pekerjaan sebagai kuli bangunan di proyek dekat sini, dan biarpun kami tinggal di apartemen yang sangat kecil, tapi kami senang karena berhasil mendapatkan harga yang murah. Selama beberapa saat, semuanya terasa biasa saja, hanya bahagia yang kami rasakan. Sampai kemudian sedikit demi sedikit keadaan ekonomi mulai mencekik… yang kusadar karena tabungan kami mulai menipis. Ya, ternyata selama ini kami hanya menghabiskan tabungan yang terbawa dari Seoul, sedangkan pekerjaan oppa… sama sekali tidak bisa diandalkan menopang hidup kami.

“Na wasseo. (Aku pulang.)”

Mendengar suara bass-nya, aku buru-buru meloncat dari atas sofa kumal yang secara aneh diletakkan di dapur sebagai tempat makan itu. Oppa mengecup keningku yang memeluk tubuh kekarnya sebagai bentuk sambutan sebelum memberikan beberapa lembar ribuan won Korea sebagai gajinya minggu ini. Aku hanya melirik sekilas, menyadari bahwa jumlah itu kira-kira hanya sepersepuluh harga selembar baju yang biasa kubeli di kehidupanku yang dulu. Aaargh, apa yang kupikirkan??

“Kamu… re-stok persediaan sereal dan ramyun kita? Uang dari mana?”

“Uhuk, uhuk!!” aku bahkan sampai tersedak kuah ramyun-ku sendiri mendengar pertanyaannya. Oppa sedang mencari mug-nya di lemari dapur untuk minum ketika ia melihat persediaan ramyun instan dan sereal kami tiba-tiba sudah penuh lagi. Gawat… dia nggak boleh tahu baru-baru ini aku menghubungi Kibum oppa hanya demi minta uang. Dia bisa mengamuk!

“Eng… aku… nabung?” jawabku seraya menaikkan alis. “Sisa gajimu kemarin-kemarin… aku tabung sebisa mungkin.”

“Geurae? (Betulkah?) Memang ada sisa?” tanyanya sangsi. Aku mengangguk cepat-cepat.

Berpikir sebentar, sampai akhirnya senyumnya lepas lagi, “Baguslah kalau begitu.” Aku buru-buru menghela napas. Fiuuuhhhh… “Ya sudah, kalau begitu uang yang sekarang ini, apa kamu bisa belikan beras dan sayur besok? Aku kangen makan nasi, hehehe. Tenang saja, nanti aku yang masak kok.”

Mendengar permintaannya, perlahan aku menunduk, “Maaf ya… aku belum bisa jadi istri yang baik. Nggak bisa masak, bikin ramyun saja aku baru belajar dari kamu. Makan kita tiap hari cuma sereal, ramyun, sereal, ramyun…”

“Heiii, aku nggak suka ah kamu ngomong begitu.” Youngwoon oppa buru-buru ikutan mengambil duduk di ‘sofa makan’ kami, di sebelahku. “Neo wanbyeokhago jalhae. (Kamu sempurna, dan kamu melakukan hal yang benar.) Ini kan namanya proses, nanti seiring waktu kamu juga bisa. Nae Buin-eun ttokttokhan mariya… (Buin-ku kan pintar…)” pujinya dengan senyum lebar. Semenjak kami menikah, oppa memang kerap memanggilku ‘Buin’ yang artinya ‘Istri’, yang membuatku juga jadi ikutan memanggilnya ‘Nampyeon’ atau ‘Suami’. Sisi unyu dari si Kuat Kangin itulah yang selalu bisa membuatku jatuh cinta padanya. Dia manis sekali ><

“Oh ya… Gimana menurutmu kalau aku underground lagi?”

Aku cepat menoleh, “Underground… maksudmu underground boxing itu? Disini… ada juga?”

Ia mengangkat alisnya, “Aku juga baru tahu, sih. Bagaimanapun pekerjaanku ini nggak akan selamanya… Pembangunan ini saja nyaris selesai. Hanya tinggal hitungan waktu sampai akhirnya aku menganggur lagi. Yah, nggak bisa bohong, underground akan menghasilkan jauh berlipat-lipat dari penghasilanku sekarang.” Jelasnya. Oh, matanya berbinar-binar. Jelas sekali ia sudah begitu rindu dengan ‘habitat’ alami-nya itu.

Tapi melihatku yang masih sibuk diam, makin tenggelam dalam sofa memeluk mangkuk ramyun-ku, oppa cepat-cepat menambahkan, “…tapi aku aku nggak akan pergi kok kalau kamu nggak setuju. Tenang saja.” Katanya seraya mengelus-elus rambutku dan kembali melanjutkan makannya. Seakan tak ada apa-apa, seakan obrolan kami tadi hanya obrolan biasa, membicarakan harga ramyun dan sereal naik ataupun tetangga sebelah yang baru melahirkan.

“Underground itu… bahaya, kan?” tanyaku pelan, ragu. Habis… yang namanya underground itu pasti berhubungan erat sama taruhan, bertarung sampai titik darah penghabisan… begitu kan?? Mana aku rela suamiku terjun ke dunia seperti itu lagi!

Tapi di luar dugaan, Youngwoon oppa tertawa. “Buhahaha!! Kwiyoun Buinnie. (Buin lucu, deh.)” Katanya seraya mencubit pipiku. Aku menggembungkan pipiku kesal. Orang lagi serius, juga!

Menyadari perubahan ekspresiku, ia segera berhenti tertawa dan menjawab, “Ya nggak, lah, Sayang…” ia mengacak rambutku ringan. “Iya, underground memang ilegal, namanya juga pakai taruhan. Dan nggak seperti tinju profesional, dia juga nggak pakai safety kit macam helm dan sebagainya. Tapiiiii, kita nggak perlu sampai mati juga, kali… Pasti itu kan yang kamu pikirkan? Tenang saja, hanya butuh KO. Dan kamu tahu aku, lah ya… Juara Seoul: Kangin. Si tak terkalahkan… dan Korea’s no. 1 handsome guy.

Aku yang tadinya sudah siap-siap mengangguk, segera memicingkan mata ke arahnya dengan tatapan: “Apa-apaan tuh…?”

Ia buru-buru tertawa, “Ih, tapi iya, kan? Hayo ngaku…” godanya seraya meletakkan mangkok ramyun-nya dan terburu-buru kabur.

“Aaahhh, oppa!” kejarku sambil melempar bantal sofa. Orang ini, ya… selalu bisa bikin blushing!

“Hehehe…” kekehnya sambil terus berlari, sebelum akhirnya berhenti tiba-tiba untuk menangkapku. HAP!! “Jadi iya, nggak?” tanyanya, dengan diriku dalam pelukan tubuh bidangnya.

Aku menatapnya, tersenyum. “Iya. Lakukan yang kamu suka.”

 

***

 

Bulan-bulan sudah berlalu lagi… dan benar saja, kini, setiap harinya oppa mampu membawa pulang jauh berlipat-lipat uang dari yang biasa ia berikan sewaktu masih hanya menjadi pekerja bangunan. Dan… nama Kangin pun kembali berkibar. Dengan aksinya, dari hari ke hari reputasinya pun makin naik di tengah para petaruh, nilai taruhannya pun makin tinggi, yang berarti kenaikan penghasilan oppa juga belum akan terlihat berhenti hanya sampai taraf ini. Di siang hari ia memang tetap mencari pekerjaan yang layak, karena tentu saja kami tak mau ini menjadi pekerjaan tetapnya, dan baru malam harinya ia pergi underground. Tapi setiap kali aku melihatnya yang biarpun harus pulang tengah malam, dengan lebam-lebam dan luka dimana-mana, tapi ia tersenyum begitu bahagianya, rasanya aku seperti harus memikirkan lagi keputusanku melarangnya terus melakukan ini…

“Wah, hari ini luar biasa, deh. Dia dari Seoul. Masih muda banget, aku tebak pasti nggak lebih dari 20 tahun. Tinggal diasah sedikit pasti bisa mengalahkanku. Aku betul-betul mengantisipasi sisi dia yang lebih dewasa lagi, aku pasti akan dengan senang hati melawannya lagi saat itu.”

Seperti malam ini, dengan mata berbinar-binar ia menceritakan lawan yang barusan dihadapinya. Dia bahkan tak peduli sama sekali dengan kondisinya yang pulang dengan bibir robek, pipi lebam, buku jari berdarah-darah… Dan aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik sambil membalut luka-lukanya itu lag—

HUEKK!! Aaahh, perasaan ini lagi…

Terburu-buru aku meninggalkan lengannnya yang barusan masih kubalut perban untuk berlari ke kamar mandi. Sudah seharian ini aku mual dan muntah-muntah… entah kenapa. Yah, aku punya kecurigaan sih…

“Buin!” panggilnya seraya secepatnya menyusul ke kamar mandi. Ia mengurut tengkuk dan mengelus punggungku supaya aku merasa lebih enak, “Kamu kenapa? Nggak enak badan? Sebentar ya aku beliin obat—“

“Nampyeon.” Aku cepat menahannya. “Sebentar. Jangan beli obat… bisa tolong kamu beli testpack? 3 merek ya. Boleh?”

“Testpack?” wajahnya terlihat bingung sebelum akhirnya… “Aaahh, ahhh!! Buin, kamu yakin??”

Aku mengangkat bahu, “Nggak tahu… makanya coba tolong kamu beliin, ya?”

Memberi hormat, ia segera menegakkan badannya, “Siap, Komandan! Mau 3, 5, 10, berapapun akan aku belikan. Jamkkanman gidariseyo~ng. (Tunggu sebentar… ya~ng.)” katanya kocak sebelum segera melesat pergi. Aku tertawa.

“Na wasseo…!” tak sampai 10 menit, ia sudah muncul lagi di hadapanku dengan tiga testpack dari tiga merek yang berbeda sesuai suruhanku, dan juga sekotak susu ibu hamil yang tidak kusuruh. “Ini, kata imo yang jual, ini bagus banget buat ibu hamil… Aahh, ayo Buin, cepat dicoba ya. Cepat, cepat…!!” suruhnya seraya mendorong-dorongku paksa ke arah kamar mandi. Aku mendelik. Orang ini, ya… Sampai sekarang aku masih sering dibuat bingung dengan tingkahnya. Terkadang dia begitu manis aku rasanya sampai bisa meleleh dibuatnya, tapi terkadang ia bisa juga bossy menyebalkan seperti ini.

“Nggak!” jawabku tegas. “Kamu nggak tahu, kan? Waktu paling tepat untuk tes kehamilan itu pagi hari, setelah bangun tidur. Makanya sekarang aku mau tidur… dan kamu, harap menunggu sampai besok.”

“Yaahh, Yoonji Buin! Buin…!”

 

***

 

“Jadi gimana, gimana?”

Keesokan paginya, ia seperti tak sabar menantiku keluar dari kamar mandi hanya demi mendengar hasil tesku.Dan sepertinya aku harus mengecewakannya, karena hasilnya… “Tiga-tiganya negatif, oppa…” kataku garing, menunjukkan dua stik dengan masih hanya satu garis pink dan sebuah kotak dengan hasil tetap juga hanya satu garis pink (untuk stik, positif ditunjukkan dua garis sejajar, dan kotak harusnya membentuk tanda plus +).

Youngwoon oppa segera terkulai lemas.

“He-he-he… Oppa maaf… Kayaknya aku salah kira deh… Maaf ya…” pintaku malu.

Oppa buru-buru mengacak rambutku, mencoba tersenyum, “Nggak apa-apa, kok. Ya sudah ya, sekarang aku pergi dulu, harus kasih lamaran ke perusahaan lagi, nanti pulangnya aku langsung ke ring jadi nggak pulang dulu. Ya? Jaga diri ya, Sayang.” Katanya seraya mencium keningku. Aku mengangguk.

Begitu oppa pergi, secepatnya aku pun meraih 3 ‘nasib buruk’ itu, berniat segera membuang mereka (dasar PHP!), ketika aku sadar… kini semuanya menunjukkan hasil positif!!

Haahhh?? Apa-apaan ini?? Tak ingin terburu-buru senang dan akhirnya mempermalukan diriku di hadapan oppa lagi, aku memilih kabur ke kamar sebelah dulu, meminta petunjuk dari seorang halmeoni yang kukenal.

“BABO!” baru datang, langsung semprotan yang kuterima… sebelum akhirnya ia tertawa, menunjukkan giginya yang ompong. “Hahaha, babo Yoonji-ya… semua testpack itu memang harus tunggu 3 menit baru bisa menunjukkan hasilnya… Kamu tadi baru tes langsung mau keluar hasil, ya jelas negatif semua…”

Mataku segera berbinar-binar, “Jadi sekarang…”

“Iya, kamu positif hamil. Selamat ya cucuku… sebentar lagi aku akan dapat cicit.”

WAAAAAAHHHH!!

 

***

 

“Oppa, Kibum oppa. Yoonji-ya, Yoonji. (Ini Yoonji, Yoonji.)” tak bisa menghubungi Youngwoon oppa sekarang juga (kami meninggalkan ponsel kami, dan belum punya uang untuk beli yang baru, ingat?), satu-satunya orang yang bisa kuingat untuk mengabarkan kabar baik ini hanyalah Kibum oppa, biarpun harus lewat telepon umum. Aku ingin sih mengabari appa, tapi… kalian tahu apa yang ia lakukan, bukan?

“Ah, Yoonji!” oppa cepat merespon. “Kemana saja kamu? Ada yang harus oppa bilang!”

“Aku dulu!” aku cepat menyela. “Oppa… aku hamil!! Aku hamil, oppa! Oppa akan punya keponakan!”

Sekejap, diam menyelimuti kami. “Op…pa?”

“A-Ah, eo, Yoonji. Chuk… Chukhahae. Chukhahanda. (Selamat. Selamat, ya.)”

“Gomawo, oppa…!!” jawabku ceria. “Nah, tadi oppa mau bilang apa?”

“Itu, Yoonji.” Kibum oppa seperti segera teringat. “Appa, appa sedang—“

TIT. Tiba-tiba saja telepon mati. Aku segera menoleh ke gagang telepon umum, “Yah, waktunya habis… Ya sudah nanti saja telepon lagi.”

 

Biarpun di ujung sana, Kibum sudah stres setengah mati, “Appa sedang mengincar Kangin, Yoonji… Appa sudah menemukan kalian…”

 

***

 

Aku akhirnya menghabiskan hari itu dengan berjalan-jalan di kota. Dan aku baru ingat, kalau besok adalah ulang tahun oppa, yang ke-28! Wah, pas sekali! Aku sudah punya rencana: aku akan mengagetkan oppa dengan memberikan kado yang berisi baju bayi, dengan tulisan “DADDY’S BABY”. Oppa pasti akan kaget sekali!

Dan setelah berkeliling kota, aku akhirnya menemukan baju itu. Okelah, alih-alih “DADDY’S BABY” seperti yang dulu pernah kulihat (dan sejak itu kuincar kalau nanti aku punya baby) di mal, aku menemukan sepotong baju bayi mungil berwarna pink bertuliskan “APPA AGI”, yang sebetulnya sih memang hanya terjemahan bahasa Korea dari baju bayi impianku itu (namanya juga nemu di pasar). Tak apalah, hitung-hitung menanamkan jiwa nasionalisme pada bayiku. Daehanminguk!

“Kok oppa nggak pulang-pulang ya…”

Aku mulai bicara sendiri lagi, kebiasaan yang entah kenapa tumbuh sejak aku sering ditinggal lama oleh Youngwoon oppa. Ini sudah jam 2 dini hari, di saat dia biasanya jam 12 pun maksimal sudah sampai rumah. Berkali-kali aku memandangi kotak yang dibungkus kertas kado pink dan pita merah di tanganku, kado yang segera ingin kuberikan padanya. Tapi kemana dia…?

TOK TOK!!

“OPPA!” aku terburu-buru melonjak dari sofa di dapur itu, tempat menunggu favoritku di apartemen kecil ini begitu mendengar suara pintu diketuk. Namun begitu membuka pintu… “Nampyeon—Eh, Kibum oppa??”

“Yoonji-ya!” serunya seraya cepat-cepat memelukku. “Kamu nggak apa-apa? Kangin, dimana Kangin??”

“Youngwoon oppa?” tanyaku bingung. “Tapi… tunggu. Kenapa oppa bisa menemukanku?”

“Aku membayar orang perusahaan telekomunikasi untuk melacak teleponmu tadi pagi! Tapi sekarang itu nggak penting, karena sekarang yang ingin kutahu adalah: apa ada anak buah appa yang mencarimu kemari minggu-minggu ini?”

Kuyakin keheranan pasti makin tersirat di wajahku, “Appa? Nggak… Kenapa, oppa?”

Tapi alih-alih menjawabku, oppa malah kembali bertanya, dengan pandangan takut di matanya, “Heoksi (Mungkinkah)… Kangin main underground lagi disini?”

Aku mengangguk.

Wajah oppa makin terlihat ngeri, “Apa dia cerita akhir-akhir ini ada lawan pemuda dari Seoul…?”

Aku kembali mengangguk, pelan.

“Oh shit!! Sudah kukira!! Pembicaraan tentang hari ini… Oh Tuhan, Yoonji, cepat tunjukkan aku jalan ke sasana underground Kangin! Cepat, cepat!!”

“Oppa, ada apa, sih…?”

“Pemuda itu adalah petinju baru temuan appa, dan beliau memerintahkannya menghabisi Kangin di ring, hari ini!!!”

Sekejap, rasanya nyawaku sudah tidak pada tempatnya lagi…

 

***

 

Penuh rasa cemas dan takut, aku ikut di dalam mobil Kibum oppa untuk menunjukkannya sasana tempat Youngwoon oppa biasa bermain. Youngwoon oppa hanya pernah sekali menunjukkanku tempat ini, sehingga kami bahkan berkali-kali tersesat hanya karena aku salah menunjukkan jalan. Aku makin kalut, dan jika aku kalut, aku akan menggigiti kukuku. Sudah jam segini… kenapa aku begitu bodoh sampai bisa lupa jalan??

“Yoonji, berhenti menggigiti kukumu.”

Tapi aku tak berhenti.

“Berhenti menggigiti kukumu!” akhirnya Kibum oppa lepas kendali juga. Aku terhenyak. “Tenanglah, Yoonji. Itu yang membuat kita nggak juga—“

“Itu…” tiba-tiba telunjukku sudah terarah keluar jendela mobil. Kami menemukannya…

Dan perasaanku seketika tak enak.

Benar saja, di dalam, aura suram seakan sudah menyelimuti tempat yang bahkan masih begitu ramai di tengah malam itu, yang akhirnya aku tahu kenapa. Di atas ring, terbaring sesosok pria dengan kaos dan celana kargo yang begitu kukenal. Wajahnya penuh darah dan lebam, tapi itu sama sekali tidak bisa menghalangiku dari mengenalinya… suamiku. Perlahan aku menaiki ring, dan semakin dekat, semakin aku pun bisa merasakannya… Youngwoon oppa… suamiku… sudah tak bernyawa. Kangin si tak terkalahkan, telah terkalahkan… Dan itulah sebab asli kesuraman orang-orang disini: bukan karena seseorang baru saja mati, tapi lebih karena ketika jagoan mereka mati, mereka akan kehilangan uang taruhan mereka.

Mengguncang-guncang tubuhnya yang tak lagi bisa merespon, aku pun hanya bisa berteriak di tengah malam, “NAMPYEON…!!”

 

***

 

“Selamat, dengan ini kalian resmi suami-istri.”

Helaan napas lega dan senyuman segera memenuhi ruang tengah rumah besar keluargaku ini begitu prosesi pernikahan ini selesai. Aku menoleh padanya, lelaki di sebelahku, yang terlihat begitu tampan dengan setelan tuksedo hitam dan dasinya. Saat ini kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku masih mau kembali ke rumah ini dan bahkan menikah dengan oppa-ku sendiri, di saat jelas-jelas pemilik rumah ini adalah dalang di balik terbunuhnya suamiku, yang aku bahkan tak bisa menuntutnya (seperti yang sudah pernah dikatakan, underground boxing adalah ilegal. Maka ketika kamu mati di dalamnya, kamu sudah tahu sendiri kalau itu adalah konsekuensinya). Tapi tenang saja, aku tetap membenci appa, kok. Kenyataan bahwa darahnya bahkan mengalir dalam diriku dan juga bayi yang kukandung bahkan seringkali membuatku jijik. Tapi sekali lagi, bayiku membutuhkan seorang ayah… seperti yang selalu dikatakan Kibum oppa.

Kibum oppa… Ya, Kibum oppa. Setelah kejadian itu, hari dimana Youngwoon oppa pergi tepat di tempat ia berasal, di atas ring, aku akhirnya tahu kalau Kibum oppa selama ini memang mencintaiku, tidak hanya sebagai seorang adik. Secara konstan ia mengunjungiku, mengurusku yang masih begitu shock, hingga pada akhirnya, menawarkan seluruh cinta yang ia punya untukku, dan juga bayiku. Begitu bertahap, seakan ia ingin aku tenang terlebih dulu sebelum mengejutkanku lagi dengan pernyataan cintanya.

Biarpun dia tahu aku tak akan bisa membalas perasaannya… Karena hati ini seakan sudah ikut terbungkus dalam kotak itu, kadoku untuk Youngwoon oppa yang ikut kubakar saat kremasi jasadnya. Terikat kuat dengan pita merah, dan pergi…

 

Hadirmu tak bisa menggantinya…

Meskipun kau berikan semua cinta

Tak akan ada lelaki seperti dia…

Shanty – Tak Akan Ada Lelaki Seperti Dia

 

END

 

Kenapa category nya [SONGFIC]? karena aku dapet ide ini dari videoklip nya Shanty yang judulnya Tak Akan Ada Lelaki Seperti Dia, seperti yang sebagian kecil liriknya aku tulis di atas^^ Here’s the link (karena ga tau cara masukin video ke WP hahaha (apa emang ga bisa ya?): https://www.youtube.com/watch?v=lTYT0d502JM

Have a look, and you’ll love it like me ❤

 

 

Advertisements
 
16 Comments

Posted by on January 21, 2013 in Super Junior, [SONGFIC], [SPECIAL]

 

Tags:

16 responses to “[SONGFIC] IRREPLACEABLE

  1. cizziekyu

    January 22, 2013 at 12:25 am

    Ihh kok ngenes banget yah??? Kangin oh kangin udh hidup mu jadi kuli bangunan ditambah ga berumur panjang pula…. tiba-tiba aku merindukan rambut blondemu (loh)

    As usual… bahasanya ringan khas nyonyah banget.. tapi ya aku ngerasa kok alurnya rada cepet ya? Jadi feel sdihnya kurang
    berasa.. dibandingin ff butiran debu yg kmrn…

    p.s : itu foto kangin yg diatas kinclong amat yak.. itu foto baru ya?

     
    • lolita309

      January 22, 2013 at 7:01 am

      Kyaaa! Padahal baru dipost semalem tapi uda ada yg dateng! *komatkamit mantra pemanggil reader* jangan2 situ lagi nganggur? #plak

      Ehehehe, kecepetan ya? Abiiis ketentuannya cm 2000-3000 kata, ya saya bingung T.T eh tp beneran kecepetan? Soalnya saya mikir malah kok kayaknya saya lumayan bertele2 disini *halah*
      Eniwei maaciiii kritik membangunnyaaa, sekarang kita masuk ke penghujatan karakter *loh
      Iya yak, setelah dipikir si kangun uda nguli, eh saya matiin juga. Ngenes amat nasibnya (-̩̩-͡﹏–̩̩͡) untung saya matiinnya ga dengan doi kejatuhan batu bata di proyek pas lagi nguli ya #eh
      Iyaaaaaa, tadinya saya juga mau kasih note: kangin cakep amat di foto yg atas yaaaakkk…….. TUMBEN.
      #PLAK :p
      Maaci uda baca sayang, besok bakal ada yg dipost lg^^
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

       
      • cizziekyu

        January 22, 2013 at 8:02 am

        kebetulan kmrn paket intrnet lagi aktif n notifikasinya masuk k email^^ berhubung ane blum tidur ya ane baca…

        emang buat lomba ff dimana sih nyah?? iya kok aku bingung ya kdang ada lomba ff yg syaratnya maksimal 3000 kata.. itu kan sama aja membatasi imajinasi kalo menurut aku.. selama ff nya ga membosankan mau 40an pages juga orang pasti ttp baca… iya nih kalo menurut aku alurnya kecepetan.. tau2 pacaran.. tau2 nikah.. tau2 nikah lagi sma Kibum… tau2 saya juga dilamar Kyuhyun *ngigau*

        ih ya ttp ga keren lah si uri Korean no. 1 handsome guy mesti mati diatas ring tinju illegal pula… kerenan juga mati di arena balap ato lapangan bola (?) mana itu ga disebutin yak identitas si cowok 20an taun asal Seoul?? kok aku ngebayanginnya aa iwon waktu muda??

        eh nyah aku barusan nonton I Miss You loh.. ternyata lumayan rame yak… Yucunnya ganteng disitu *telat*

        besok posting ff lagi?? situ lg produktif ya ahahahahahai… lagi senggang ya nyah?? ntar kalo posting aku lg deh first readernya ㅋㅋㅋㅋ~

         
      • lolita309

        January 22, 2013 at 6:01 pm

        Cieeee yg hapenya uda ganti android :3

        Di blog ff khusus SJ sebelah tuh.. #eh
        Tapi antara bener/ga sih, soalnya kan namanya juga one-shot, kalo kayak sampe 40pages kayak yg kamu bilang itumah mending bersambung aja.. Mayan banyak2in postingan blog #plak

        Aaahhh kamu, aku seneng deh dikritik mendetil kayak gitu, artinya kamu baca beneran ga cuma skip2, maaci banget yaaa sayaaang *ketjup* besok2 aku lebih perhatian ke alur deh :3

        Dan tentang kangin.. Iiiihh, itu uda skenario mati yang keren abis tau, ala2 fighter gimanaaaa gt >< dan kamu ngomong gt.. Aku juga skrg jd ngebayanginnya siwon ya si lawannya itu… waktu masih muda sih. #tabok
        Aaaahhh cupu nih bocah baru ntn IMY #dilempar eh tapi emang awalnya aja sih seru, aku suka banget child actors-nya, mainnya bagusan mereka dr yg tua2. Tp mulai beberapa episode akhir jd boring gt…..

        Dan… enak aja saya nganggur (pdhl emang iya XD) tp bukan ko, jd sebetulnya justru cerita yg bsk baru mau dipublish itu yg jd duluan, tp berhubung tokohnya siwon, pasti pada bosen jd saya seling dulu sm yg ini kkkkkk~

        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT

         
  2. cizziekyu

    January 22, 2013 at 6:18 pm

    cie yang balesnya via blackberry #gamaukalah

    ya kan itu cuma perumpamaan aja nyah… kalo nyampe 40pages juga namanya bukan one shot tapi long long one shot wkwkwk

    sbnrnya keren sih.. tapi kan di cerita nyonyah ga diceritain.. tau2 kanginnya udh ga bernyawa gitu aja.. kerennya ilang deh (?) aku jga jadi ngebayangin aa iwon gegara keinget sama foto shirtless siwon yg nyonyah kasih ituu….

    iya aku jga sama child actornya!! sapa namanya sih yg jdi young jung woo ituh? dia main di the moon that embraces to the sun jga kan, si pemeran sooyeon kecilnya juga main di ntu drama kan??? tapi alih2 suka sama sooyeon aku malah suka karakter si eunjoo anaknya detektif Kim itu hahaha.. aku baru nonton sampe ep 4 sih hahahaha *digeplak* tapi yg bikin aku nonton ituh krn ada si Yoo Seungho..

    nyonyah masih magang di tmpat yg kemaren itu yah??

    itu the series gimana? ga dilanjutin lagi gara2 yora udh meninggal ato gimana? 😥

     
    • lolita309

      January 22, 2013 at 6:32 pm

      Sebenernya jg pengen diceritain sih tinju2annya, tapi… balik lagi masalah 3000 kata *pundung* 0TL

      Ya sudah, lupakan. Aiiihh, kamu masih terngiang2 foto yg daku kasih kaann?? Original, ga kudu di sotosop kayak…… (isi sendiri) #plak

      Iyaaa doi yg main di haepumdal, namanya yeo jin goo, yg cewek juga, namanya kim so hyun. Tapi disini aku sih lebih suka akting ceweknya, bagus bgt! T-O-P G-DRAGON #eh maksudnya T-O-P B-G-T :p

      Eniwei kamu br sampe eps 4 yoochunnya emg uda keluar? Cuma nongol doang, sekali malah -.-
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

       
    • lolita309

      January 22, 2013 at 6:43 pm

      Aaaaahhh ternyata prtanyaanmu masih banyak! *berasa diwawancara* #tabok

      1. Iya, aku masih magang tempat kemarin ko^^ masih kuliah juga, masih skripsi, masih galau skandal unyuk kemarin… #eh
      2. Masih dilanjutin ko sayaaang, in fact, yg bsk aku publish, yg tg siwon, itu the series 0TL mian yak makanya aku publishnya nunggu karya lain selesai dulu biar ga pd bosen the seriesnya doi lagi doi lagi T.T
      Tapi berhubung sekarang aku lg produktif *amin mudah2 terus* aku jg lagi garap yg belom digarap ko. Cerita kamu, contohnya…. « Mulai mancing

      Begitu^^
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

       
  3. cizziekyu

    January 22, 2013 at 7:00 pm

    yasud mari kita lupakan aturan 3000 kata itu wkwkw…

    dan lupakan pula foto photoshopped itu!! /esmoniehesmosi/
    iye iye si Kyu ga punya abs !! tapi ttp ganteng teng tengggggggggggggg

    iya aktingnya bagus banget yak.. apalagi waktu dia nangis2 sampe sujud n bilang jalmothaesseo (bnr ga sih?) pas keluarga yg dibunuh appanya ngamuk itu… pas di the moon itu kan jatah aktingnya kurang jadi aku ga tllu merhatiin..

    kan dari ep1 emang udh ada yoochunnya? yang doi pelukan sama yoon eunhyenya… tapi gaya rambutnya keren, manly gitu…

    ya elah, masih ngegalauin iu~kunyuk ?? bukannya udh balikan sama aa iwon? ngapain ngurusin ntu jamur ungu???

    betewe aku juga lg bete nih.. si Kyu bikin weibo ga bilang2 mana doi ngarep2 pgn punya pacar orang China pulak….
    belum lagi galauin skripsi juga *tosbarengnyonyah*

    yah aku nungguin the series tau…. kan ff kmrn yg nyonyah publish jga bukan the series toh?? aku kangen sama park family n lee triplets loh.. kangen juga siwon jadi polisi (jadinya kan ngebayangin doi pas drama Athena sama Poseidon, bukan pas King of Drama) :p
    dan terutama… penasaran sama cerita itu tuh…. (aku ga mau bilang, ntar dibash ama dibully readers nyonyah yg lain ㅋㅋㅋㅋ~)

     
    • lolita309

      January 23, 2013 at 8:11 am

      Iya, di scene itu bagus, trus image nutup diri-nya itu dapet banget, dan karena karakternya nutup diri-nya itu kan dia jd jarang ngomong, jd aktingnya harus lebih maksimal dan dia bisaaaaa! Kalo yg jd eunjoo itu… tak ada yg bisa kuperhatikan selain idungnya. She needs a nose job. #plak « parah bgt :p

      Balikan kan bukan berarti pacar baru ditinggal, jd sekarang saya lg poliandri ceritanya……. #bleh eniwei kenapa jamur ungu?

      Ooohhh, aku tau itu, pernah liat ada sparkyu ngobrol di forum, bilang kyutoria is real gr2 komen kyu yg itu. Tapi yg bagus ada salah satu member forum yg bilang gini:
      “That’s because he was in China. When he is in Japan, he’ll say that he likes japanese girl. He’ll say the same thing in each country he visits… it’s a fanservice.”

      Gituuuuuu 😀
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

       
      • cizziekyu

        January 23, 2013 at 8:54 am

        oloh tega bener.. emang sih hidungnya rada2 gitu.. tapi kan aku suka karakternya.. yg awalnya ga suka sama kdtgn sooyeon n ummanya.. trus lama2 bisa nerima walau dia ga prnh blg lgsg
        .. ampe bela2in masuk kerumah jungwoo buat nanyain sooyeon.. btw dia masih ada ga sampe gede nanti?

        jamur ungu?? aku salah ketik itu.. mau ngetik jamur biru tapi tiba2 salah gegara keinget telur ungu ㅡ..ㅡ si kunyuk kan gaya rambutnya kaya jamur tuh.. trus warnanya biru.. tapi sekarang kayanya lebih cocok dibilang jamur rainbow deh.. doyan banget ganti warna rambut.. ga rusak apa ya tu rambut??

        iya aku juga tau kok itu fanservice.. kalo mereka ga lg promo di China jga ga mgkn lh anak sjm gencar2 weiboing gitu… tapi… tiap apapun statement Kyu yg nyangkut2 sma cewek China.. fans pasti ngehubunginnya sama Vic, dan aku ga sukaaaa >..<

        pdhl aku yakin kok anak suju udh pnya pacar semua (kecuali ryeong) tapi tetep aja beteeeeee…

        eh ini kok saya malah curcol yah kwkwkwkwk

         
      • lolita309

        January 23, 2013 at 9:21 am

        Masalahnya nanti bapaknya bakal mati gara2 nyariin sooyeon, yg aku bingung kenapa dia ga marah?? *ups spoiler :p*
        Tapi iya, dia masih ada ko sampe gede nanti, baik bgt, cuek2 care gt sama mamanya sooyeon, dianggep mamanya sendiri 🙂 trus tinggal bertiga sama jungwoo (yoochun) juga gr2 doi kabur dari rumah demi nyariin sooyeon 🙂

        Ooohhh pantes saya bingung.. Ini anak mau ngomong telor ungu apa gimana ya, tp kenapa jd nyambung ke kunyun..
        ENIWEI! Si sunny juga tiap hari warnanya ganti tuh, apa pake sasha kali ya? Tau kan yg tinggal semprot itu..

        Entah kenapa aku yakinnya sekarang lg pada jomblo (kecuali shindong), terutama si aa iwon berhubung akhir2 ini dia lagi gay-ish sekali, pasti ga ada yg mau HUAHAHAHA #slapped

        Gapapa ko curhat kan disini bebas ngapain ajaaa (ʃƪ‾▿‾) ayo sini peyuk peyuk :3

        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT

         
      • cizziekyu

        January 23, 2013 at 9:49 am

        wkwkwkwk gapapa spoiler.. abisnya aku jga ga doyan2 amat nontin drama… dari sekian byk drama yg aku tntn n bner2 selesai cuman the moon that embraces to the sun sama dream high ㅋㅋㅋㅋ
        yang lainnya pasti ga aku terusin nonton.. walopun aku tau endingnya dari temen2ku yg hobi ngespoil :p

        iya sunny juga ya?? kayanya Korea lg gandrung model rambut ganti2 warna gitu.. mana warnanya yg ngejreng n ala2 highlight gitu.. kalo aku sih bilangnya warna luntur wkwkwk..

        kalo semua lg single trus iu-kunyuk apaan yah? .<

        huhuhuhu nyonyah aku pengertian sekaliii *peyuk*
        kalo aku curhat sama temen aku mah mereka malah ngolokin aku… mereka udah bosan sama kegilaan aku sama Kyuhyun wkwkwkwk

         
      • cizziekyu

        January 23, 2013 at 9:53 am

        komen aku kepotong 😦 apa garagara kpanjangan yah ?

        ih suami situ tuh gay-ish banget.. mana sasarannya suami akoh pula.. dari peyuk2.. cium2.. ampe pegang2 pantat unyun pula iyuuuuuuuhhhh *tendangsiwon*

        si Kyu wktu interview apa gitu prnh bilang kaplo dy lagi single… tapi au ah gelap… mau dia punya pacar ato ga yang penting asal ga ketauan aja….

         
      • lolita309

        January 23, 2013 at 10:00 pm

        Uuuuu pukpuk, kamu belom gila ko tenang aja, soalnya kamu masih realistis, ga delusional kayak banyak fans2 sebelah.. Maybe that’s why kita cocok, kita sama2 ga masalah jelek2in bias masing2 asal emang bener hahahahaha

        HAAAAHH?? Pegang2 pantat apaaaannnnn???

        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT

         
      • cizziekyu

        January 24, 2013 at 1:24 pm

        emang afa fans2 yang delusional? setau aku sassaeng fans doang yg delusional wkkkkk

        hihihi kita emang cocok yah ? tapi biar gimana pun aku ttap gabisa suka sama bias nyonyah si cowok metroseksual ituhhh…

        ishhh… waktu perform dimana gitu aku lupa si iwon grepe2 pantat Kyu gitu… tau aja pantat suami aku bahenol, tapi ga harus didepan fans kan ???

         
  4. chaeky

    January 25, 2013 at 9:50 am

    Akhirnya onnie ngepost lagi °\(^▿^)/°
    Ahaha, pasti tuh udah bisa ditebak ceweknya kaya :p
    kibum kakak tiri? Darimana asal-usulnya? #abaikan
    Bagus onn tp alurnya kecepetan, baru mau sedih Kangin mati eh tiba2 udah nikah aja sama Kibum –”
    Kasihan si beruang mati tak berdaya #plak
    Btw, mereka miskin sekali jd ingat Kangin di wgm XD

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: