RSS

BUTIRAN DEBU (EXTENDED VER.)

21 Sep

Warning: ini bakalan PANJANG. BANGET. 21 halaman word. jangan ngantuk yak :p

Yap, seperti yang saya janjikan…… BUTIRAN DEBU EXTENDED VER.!!

BUTIRAN DEBU (EXTENDED VER.)

Written by: @lolita309

Starring: Cho Kyuhyun, Park Sol (OC)

 

 

 

“Kyuhyun kecelakaan, Sol! Dia meninggal di tempat–“

BRUK!

Belum sempat kalimat Jae-in, kakak ipar Kyuhyun sekaligus sahabatnya juga selesai diperdengarkan oleh voice message di ponselnya, benda putih itu sudah meluncur begitu saja dari genggaman Sol di dekat telinganya, jatuh ke lantai. Hal yang juga segera diikuti dengan tubuh gadis 22 tahun itu sendiri. Seluruh tubuhnya seketika terasa lemas. Sebuah film tentang kebersamaan mereka selama 6 tahun ini seakan langsung terputar di kepalanya. Kyuhyun yang adalah kekasihnya, tapi di saat tertentu juga bisa menjadi sahabatnya, tempat ia bisa bercerita apapun; kakaknya, dimana ia merasa selalu dilindungi dengan tulus; bahkan ayahnya, ayahnya yang kedua, dimana ia memperoleh kasih sayang dan saran-saran bijaksana, orang yang mampu mengontrolnya disaat ia hilang kendali… Kyuhyun adalah hidupnya.

Sol terjatuh, dan ia tak bisa bangkit lagi.

 

 

6 tahun lalu,

“Kenapa kamu menghindariku?”

Sol yang masih berseragam SMA terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh karena Kyuhyun menarik tangannya, “Aku nggak menghindarimu, Sunbaenim. Kenapa juga aku harus menghindarimu? Aku bahkan bukan siapa-siapamu.” Katanya sinis seraya bersikeras melepaskan tangannya.

Tapi Kyuhyun segera menariknya lagi, “Geureom, jadilah ‘siapa-siapa’-ku.”

 

5 tahun yang lalu,

From: sweetycho

‘Selamat tidur, Jagi.

Aku sayang kamu.’

 

Sol melempar ponselnya asal-asalan ke atas kepalanya di tempat tidur ukuran single itu. Hanya sekilas melihat ujung SMS dari pacarnya selama setahun itu saja ia sudah bete. ‘Aku sayang kamu’. Atau ‘Good night, Dear’. Atau ‘Kangen kamu, Sayang’.

‘Dear’ and never ‘Love’. ‘Sayang’ dan tak pernah ‘Cinta’. Sekali waktu, membuang gengsinya, Sol bahkan pernah mencoba ‘memancing’ dengan mengetik “Love you” super manis sebagai penutup SMS-nya. Tapi tetap saja… Kyuhyun kembali hanya membalas dengan “Aku sayang kamu”. Grrrr, terus aja sayang sama aku, nggak usah mencintaiku! omel Sol gemas dalam hati setiap kali.

Betapa ia ingat teman-teman sekelas prianya yang selalu ‘murah’ kata cinta pada pacarnya masing-masing. Padahal tak jarang di antara mereka bahkan belum ada beberapa bulan jadian. Yah, agak tak penting memang, tapi buat Sol ini topik penting! Kita sudah setahun, kurang apa sih supaya kamu mencintaiku??

“Kamu cinta nggak sih sama aku?”

Kyuhyun menoleh, nyaris tertawa menatap gadis yang kini berada dalam rengkuhan lengannya di ruang keluarga rumahnya itu. Di saat rumahnya kosong di hari libur, Kyuhyun memang hobi ‘menculik’ Sol untuk menemaninya. Dan mereka akan mengobrol apa saja, masak dan makan bareng, sampai sayang-sayangan seperti ini. “Memang menurutmu, ‘cinta’ itu apa sih? Sumpah aku nggak tahu, lho.”

Suer, Sol ngambek seketika! Dengan sinis ia melirik Kyuhyun dengan bersilang tangan, seraya menarik tubuhnya menjauh dari senderan pada cowok yang baru memasuki tahun pertama kuliah itu. Nggak pake sayang-sayangan lagi! “‘Cinta’ itu lebih dalam dari ‘sayang’, tahu!” Jawabnya ketus.

“Okelah kalau di awal-awal kamu memang hanya ‘sayang’ sama aku, tapi aku pikir seiring berjalannya waktu itu akan berkembang… Yang nyatanya nggak. Aku jadi ngerasa nggak jauh beda sama binatang peliharaanmu, kamu juga sayang kan sama dia? Tapi kamu nggak mungkin ‘cinta’ sama seekor kucing.” Lanjut Sol, makin ketus!

Dan kini, Kyuhyun sukses ngakak! “HUAHAHAHA! Perumpaanmu itu, lho… Haha–ups!” Biarpun ia segera berhenti setelah Sol menjitaknya jengkel, nyaris angkat kaki dari situ juga bahkan, biarpun Kyuhyun cepat menahannya. Ia kini tersenyum, yang kalau bukan karena lagi gemas setengah mati dengan cowok satu ini, pipi Sol pasti sudah sibuk memerah sana-sini. Charming banget!

“Iya, iya, sekarang serius, deh.” Janji mantan kakak kelas SMA-nya itu seraya menarik Sol lagi untuk duduk di sebelahnya, memeluknya dari belakang. Sol tak mampu menolak lagi. Karena memang dasarnya ia selalu suka dipeluk Kyuhyun, rasanya hangat… nyaman. “Oke, kalau kamu bilangnya begitu. Aku juga mengakui deh kalau memang ‘cinta’ itu lebih dalam dari rasa ‘sayang’. Tapi justru karena itu… kita–aku–nggak boleh sembarangan mengumbar kata ‘itu’, kan? Di saat aku sendiri, jujur, belum mendapatkan feel-nya. Kamu lebih mau jadi cewek kesekian, atau cewek pertama yang dapat kata ‘cinta’ dariku? Cewek yang kucintai?”

Sol diam. Ini menohok banget! Selama ini ia iri dengan pacar teman-teman cowoknya di sekolah, yang berhasil mendapatkan ‘cinta’ dari pacar-pacar mereka. Padahal tak jarang baru berapa bulan juga sudah putus. Yang nantinya teman-teman cowoknya itu akan punya pacar lagi, dan bilang cinta lagi pada mereka. Dan ternyata mereka hanya ‘cewek’ kesekian?? Cewek kesekian korban mudahnya obral ‘cinta’ seorang cowok. Ia jelas tak mau!

Melihat gadisnya tenggelam dalam pikirannya sendiri, Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya di pinggang Sol seraya mengecup puncak kepala si kelas 2 SMA, “Aku sayang sama kamu, banget, yang jelas nggak bisa disamain sama sayangku buat kucingnya Sungmin seperti katamu tadi. Dan kalau mau main ranking-rankingan, setelah ‘sayang’, ‘sayang banget’, habis itu ‘cinta’, kan? Makanya sabar, nggak tahu deh kondisinya bakal gimana, tapi mudah-mudahan kita pasti merasakannya satu sama lain suatu saat nanti. Untuk sekarang, yang penting kita berdua bahagia–kamu bahagia kan sama aku? Aku sih iya^^–jadi nggak perlu terlalu merasa terbebani, ya? Santai aja, just go with the flow. Pasti, pasti akan tiba saatnya.”

Sol masih diam. Diam yang jelas, kini sebabnya karena betul-betul kehabisan kata untuk menjawab. “Kamu katanya nggak tahu cinta itu apa, tapi ngejelasinnya pinter banget.” Akhirnya hanya itu yang bisa dia katakan sebelum akhirnya tak mampu menahan senyumnya juga. Ia gadis spesial, gadis spesial yang begitu beruntung mendapatkan cowok-anti-gombal yang spesial pula. Ia hanya tinggal menunggu, biarpun maaf ya Kyu, karena dengan ini ternyata kamu sudah berhasil membuatku ‘jatuh cinta’ lebih dulu.

Aku cinta kamu.

 

Dan Sol masih ingat betul, betapa ketika hanya satu bulan menuju masa pacaran mereka yang ke-2 tahun, ada satu hari ketika tiba-tiba Kyuhyun menggenggam tangannya begitu erat selagi mereka berdua menyeberang jalan. Sambil terus menatap ke depan, dengan suara kaku yang (mungkin) karena malu Kyuhyun berkata, “Hati-hati. Karena aku mencintaimu, tiap kali melihatmu yang begitu ceroboh rasanya nyawaku juga berkurang satu terus-menerus.” Sekarang ia menoleh, hanya demi melihat Sol yang terus menatapnya bingung seraya mengerjap-ngerjapkan matanya. Kyuhyun menepuk dahinya gemas. Bagaimana ceritanya dia bisa jatuh cinta pada gadis lemot begini sih?

Tapi itu kenyataannya, ia telah jatuh cinta. Pada gadis spesial di hadapannya. Sambil kembali menarik Sol untuk terus berjalan lagi memasuki kawasan Yeouido Park, tujuan date mereka hari ini, Kyuhyun pun kembali berkata, “Ngerti, nggak? Aku, cinta kamu. Jadi jaga dirimu baik-baik, dan jangan pernah tinggalin aku.”

Flashback end

 

Tapi kenapa sekarang kamu yang tinggalin aku, Cho Kyuhyun?? Kenapa sekarang kamu yang nggak menjaga dirimu dengan baik??

 

Setelah menelepon balik Jae-in yang ternyata diangkat oleh Sungmin, suami sahabatnya itu yang juga kakak tiri Kyuhyun—karena ia bilang Jae-in masih belum berhenti menangis karena shock, bahkan suara Sungmin sendiri betul-betul masih terdengar berat—mereka pun sepakat agar Sol tetap disitu supaya Sungmin saja yang menjemputnya untuk pergi ke RS melihat Kyuhyun. Sungmin memaksa, karena ia sudah bisa membaca akan seperti apa kondisi Sol pasca berita ini. Ia tahu dengan begitu jelas, sejelas ia juga selalu bisa melihat bagaimana kondisi Kyuhyun setiap hari pasca Sol memutuskan untuk kuliah di luar kota selepas SMA-nya. Tanpa Sol, hidup Kyuhyun seperti hilang arah. Itu yang padahal mereka masih konstan berhubungan biarpun hanya via alat telekomunikasi, dan Kyuhyun bahkan tetap punya kesibukannya sendiri bekerja sambil menyelesaikan skripsinya.

Sedang ini? Sol kini tahu kalau ia tak akan pernah bisa lagi berhubungan dengan Kyuhyun selamanya. Bahwa Kyuhyun telah meninggalkannya, juga selamanya. Melihat hubungan mereka selama ini… Sungmin betul-betul sudah bisa membayangkan.

Tanpa Kyuhyun, Sol layaknya anak kecil yang tersesat, karena itu ia harus membantunya menemukan jalan pulang.

 

2 tahun yang lalu,

“Sumpah, itu anak lagi apa, sih?? Kebiasaan banget, gue sudah SMS dari dua jam yang lalu tapi nggak dibalas-balas, Sungmin-ah…!!!”

Sungguh, Sungmin malas sekali merespon. Toh itu tak akan menyelesaikan masalah, karena sebelum Sol membalas, Kyuhyun akan terus seperti ini. Pulang kerja dan berguling-guling jengkel di kasur karena pacarnya selama 4 tahun itu tak bisa dihubungi. Kalau bukan karena mengerti keluarganya hanya tinggal di apartemen dua kamar, rasanya Sungmin sudah ingin sekali berdemo pada Paman Cho minta pisah kamar. Mana mungkin dua cowok dewasa—yang satu 24 tahun dan satunya lagi 22 tahun—masih tinggal sekamar sejak SD??

Ah, salah dia juga sih. Karena sekarang Sungmin juga sedang mati-matian menabung gajinya untuk melamar Jae-in pacarnya (yang berhasil ia temukan berkat jasa mak comblang pacar Kyuhyun ini juga), makanya ia sama sekali tidak berkeinginan keluar dari rumah dan tinggal sendiri seperti kebanyakan cowok-cowok Korea dewasa lainnya. Biaya hidup mahal, tahu!

“Sungmin-ah…!”

“Panggil gue ‘Hyung’!!”

“HYUNG!! Puas, lo??” Balas Kyuhyun cepat seraya BRAKK!! membanting pintu kamar mereka begitu saja dan keluar lagi.

Sementara Sungmin cuma bisa melongo. Lah, kenapa jadi gue yang kena?? “Orang gila!!”

 

Tapi pernah suatu kali, di saat Kyuhyun juga sedang kacau balau merana karena cinta begini Sungmin bertanya tentang apakah pernah sekali waktu terlintas di pikiran Kyuhyun kalau hubungan jarak jauh begini, di luar sana Sol ternyata punya pacar lagi atau apa. Karena berhasil memertahankan kepercayaan dan LDR sampai 2 tahun lewat begini, itu sesuatu sekali, kan! Dan di luar otaknya yang selalu jadi tak beres kalau sedang kangen berat seperti ini, Kyuhyun toh tetap mampu memberikan jawaban yang bagi Sungmin, sungguh ingin membuatnya tepuk tangan,

“Nggak. Sol-eun, geureon saram aniya (Sol bukan orang yang seperti itu). Lagipula seperti nggak ada orang lain yang bisa mengerti dan menerima gue sebaik dia, begitupun sebaliknya. Sol nggak akan bisa berpaling dari gue, seperti gue yang nggak akan bisa berpaling dari dia.”

 

Setahun yang lalu,

“Jjan~ Bagus kan?”

Jae-in membuka pintu apartemen yang baru ditempatinya bersama Sungmin 3 hari ini pasca pernikahan mereka seraya terus menarik tangan sang sahabat, Sol, untuk masuk danmenunjukkan tiap detil unit tempat tinggal yang biarpun mungil, tetapi begitu indah ini. Yah, apa yang kita harapkan dari kombinasi duo ‘tukang rapi-rapi’ macam Sungmin+Jae-in ini? Gua pun akan jadi begitu manis di tangan mereka.

“Uwa, yeppeo… Igeot do yeppeo… Uwaa, jeongmal… (Wah cantik… Ini juga cantik… Ya ampun…)”

“Geuji? Yeppeuji? (Ya kan? Cantik, kan?)”

Sol buru-buru mengangguk dari pertanyaan penuh rasa bangga sahabatnya itu. Dan di saat Jae-in kembali menjelaskan betapa pintarnya Sungmin memilih apartemen ini, dengan view ini, dan memberikan surprise padanya di hari pertama pernikahan mereka, tak henti-henti Kyuhyun memperhatikan ekspresi Sol yang juga terlihat begitu bahagia melihat setiap sudut kediaman manis sahabatnya ini. Pasti ia akan girang sekali kalau kami juga bisa memiliki unit kami sendiri, kekeh Kyuhyun dalam hati, membayangkan imaji-nya dan Sol suatu saat nanti itu.

Maka melihat mereka masih sibuk berdua begitu, buru-buru Kyuhyun mendekati si kakak semata wayang yang sedang sibuk di dapur membuat teh. Seraya terus memperhatikan si dua wanita–memastikan tak ada yang curiga dengan gerak-geriknya, ia berbisik, “Unit yang seperti ini, kemarin Hyung beli berapa harganya? Unit sebelah masih kosong?”

Flashback end

 

 

Maka begitu sampai di RS tempat Kyuhyun dilarikan dari kecelakaan motor yang dialaminya, hanya ada satu hal yang langsung dilakukan Sol: terburu-buru melompat keluar dari jok depan mobil Sungmin dan berlari secepat-cepatnya ke UGD tempat Kyuhyun katanya masih berada, atas permintaan keluarganya–Sungmin, terutama–hanya demi menunggu Sol yang entah kenapa sulit dihubungi. Dan untuk hal ini, Sol juga begitu mengutuk dirinya. Apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia mematikan ponselnya hanya demi membaca di perpustakaan tadi?? Padahal ia bisa hanya mengaktifkan mode getar saja, dan semua telepon maupun SMS akan tetap bisa ia terima. Apa yang telah kau lakukan, Park Sol? Apa??

“Sol-ah…”

Jae-in segera menyambutnya begitu Sol menghentikan langkah kaki bersepatu flat ala ballet shoes-nya itu setelah melewati pintu bertuliskan UGD besar-besar di hadapannya. Tapi Sol tak melihat apalagi mendengarnya, karena kini dengan langkah lambat-lambat hanya ada satu yang jadi arah matanya yang sudah kabur karena airmata: sebuah ranjang yang menampung seseorang berjaket cokelat penuh bercak darah. Jaket yang begitu ia kenal, bukan karena itu darinya, tapi karena Kyuhyun sangat menyukai dan selalu memakainya seakan ia tak punya koleksi jaket lain. Tapi sungguh, sampai pada titik ini pun Sol masih berharap kalau itu bukanlah Kyuhyun-nya. Pasti ada kesalahan, atau jangan-jangan keluarga Cho belum memastikan wajahnya? Wajahnya ditutupi kain, kan? Siapa tahu mereka hanya memiliki jaket yang sama… Ya, masih ada kemungkinan, Sol. Kamu hanya tinggal memastikan wajahnya, itu pasti bukan Kyuhyun. Pasti.

Dan sedikit demi sedikit pun langkah Sol semakin dekat dengan ranjang itu. Ia melewati kedua ibu Kyuhyun–yang kandung dan tiri, ibu Sungmin–yang menangis seraya berpelukan di kursi dekat situ. Ia melewati ayah Kyuhyun yang berdiri setegar mungkin di sebelah ranjang itu, bersandar di dindingnya. Beliau segera menyadari kedatangan Sol, pacar putranya sudah entah berapa tahun ini (yang jelas lama sekali), dan segera menyapanya, tapi lagi-lagi Sol tak mendengar. Di pikirannya hanya ada satu: memastikan. Membuka penutup itu. Kalau ini bukan Kyuhyun. Ini bukan Kyuhyun-nya.

“Igeot jangnan-iji? Igeot jangnan-ijyo, ahjussi?? (Ini bercanda kan? Ini bercanda kan, paman??)” Maka hanya satu pikirannya lagi yang mampu ia keluarkan ketika ternyata, setelah membuka penutup wajah itu, ia betul-betul menemukan wajah Kyuhyun-nya. Cho Kyuhyun, kekasihnya, dengan matanya yang menutup dan luka menghiasi seluruh bagian wajahnya. Terdapat luka benturan keras di dahinya, luka baret di nyaris seluruh bagian pipi kirinya, dan memar di ujung mulutnya. Bibirnya pun terlihat robek, tapi sampai pada detik ini Sol masih terus berharap ini hanya bercanda. Kyuhyun memang suka usil, kan?

Tapi begitu ayah Kyuhyun tak juga menjawab, tak juga semua orang yang ada disitu, kembali hanya Kyuhyun-lah yang menjadi tumpuan Sol. Ia menggenggam jaket cokelat itu erat-erat, bertanya pada si tubuh tak bernyawa, “Cho Kyuhyun, igeot jangnan-iji? Igeot jangnan-iji?? Cho Kyuhyun, ireonabogo daedaphaebwa!! (Cho Kyuhyun, ini bercanda, kan? Ini bercanda, kan?? Cho Kyuhyun, bangun dan jawab aku!!)” Histerisnya seraya mengguncang-guncang tubuh itu.

Sungmin yang sejak sampai disini lagi hanya bisa mengawasi Sol menemui adik kesayangannya, betul-betul makin tersayat hatinya melihat pemandangan di hadapannya itu. Seperti yang ia bilang, ia sudah tahu kondisi Sol akan seperti ini, tapi tetap saja melihatnya dengan mata kepala sendiri masih begitu memilukan. Teringat olehnya Sol saat ia jemput tadi…

 

Satu jam yang lalu,

Betul-betul tak sulit menemukan Sol karena ia tepat berada di tempat yang ia janjikan tadi saat di telepon. Padahal itu sudah satu jam yang lalu, tapi sepertinya Sol cukup bijak untuk memutuskan tetap menunggu daripada gegabah dan pergi sendiri. Sungmin segera turun dari mobil demi menyapa gadis yang belum menyadari kehadirannya karena kepalanya sibuk tertunduk dalam duduknya di tangga depan perpustakaan daerah Sinchon itu. Ia duduk memeluk kakinya yang terbalut rok panjang kuning muda dan menumpukan kepalanya di kedua lututnya yang terpaut. Perlahan ia mengangkat wajahnya saat Sungmin menyapa, hanya demi melontarkan tanya yang keluar begitu sengau dari mulutnya,

“Igeot… jangnan-ijyo? (Ini… bercanda, kan?)” Tanyanya, memaksakan senyum penuh harap disana. Miris sekali Sungmin melihatnya. “Igeot jangnan-ijyo, oppa?? Eo? Jangnan-ijyo… (Ini bercanda kan, oppa?? Ya kan? Bercanda…)”

“Geunyang kaja, Sol-ah (Ayo kita pergi saja, Sol). Nanti kamu lihat sendiri disana…”

Flashback end

 

Saat itu, memang hanya itu yang mampu Sungmin katakan. Hatinya terlanjur pilu, yang lebih pilu lagi kini. Pertanyaan yang sama… pikirnya, yang karena tak berhasil mendapatkan jawabannya dari manusia-manusia yang masih bernapas ini, ia memutuskan mengonfirmasinya sendiri pada yang bersangkutan. Tapi bukan begini, Sol… Dan kamu tahu itu, hanya kamu tak mau menerimanya…

“Kyuhyun… kami berencana mengadakan upacara nanti malam di rumah. Kamu datang, kan?”

Sol masih terdiam menatap langit, mencoba menahan tetes airmata yang entah kenapa tak juga habis biarpun ia sudah menangis sejadi-jadinya sejak tadi. Sudah 2 jam ternyata jika dihitung dari pertama kali ia sampai disini dan melihat Kyuhyun dengan mata kepalanya sendiri. Mengguncang-guncangnya, memukuli dadanya, mengancamnya, bahkan mencium dan mengelitikinya, tapi Kyuhyun tak juga bangun. Sampai tiba pada titik dimana Sol hanya bisa menangis, menangis, dan menangis di pinggir ranjang Kyuhyun sampai perawat menariknya untuk dipindahkan ke kamar jenazah. Tapi 2 jam penuh dan pabrik airmatanya tak juga kering?? Bandel sekali, aku sudah tak mau menangis lagi…

Maka memejamkan matanya (ia pikir dengan memejamkan mata itu akan menghalau airmata keluar), Sol pun mengangguk sekali. Jae-in segera menyuruh Sungmin mengantar gadis itu lagi untuk pulang, istirahat sebentar dan berganti baju sebelum kembali pergi ke upacara Kyuhyun, yang langsung ditolak Sol dengan sopan. Pulang saja, ia pasti bisa sendiri. Ia ingin sendiri, ingin mengutuk Pangeran Setan itu yang sudah berani-berani meninggalkannya lebih dulu. Sungmin, tahu kemungkinan apa yang akan terjadi jika membiarkan orang yang sedang linglung ini pulang sendirian, jelas ngotot memaksa mengantar. Tapi kali ini, Sol jauh lebih ngotot! Karena tak ada lagi yang ia kejar, tak ada lagi urgensi baginya untuk apapun.

Ia sudah terlanjur tersesat, dan tak tahu lagi kemana harus pulang…

 

“Bodoh… Si bodoh itu… Sudah kubilang jangan suka ngebut… Kalau memboncengku pasti nggak pernah mau ngebut, tapi kalau sendirian kayak kesetanan. Maumu apa sih, Cho Kyuhyun???”

“Karena kalau aku memboncengmu, aku membawa dua nyawa sekaligus, Sayang. Kalau aku sendirian, aku hanya membawa diriku. Aku jelas bisa menjaga diriku sendiri, tapi aku nggak mau ambil risiko kalau sedang bersamamu.”

Perlahan Sol menoleh ke kirinya (di Korea pejalan kaki berjalan di kanan, jadi mostly cowok akan berjalan di sebelah kiri gadisnya-author *yang uda pernah ke Korea* #plak :p), dan menemukan sosok jangkung Kyuhyun berjalan mengiringinya, dengan kedua tangan terkait ke belakang punggungnya santai. Ia kemudian menoleh hanya demi tersenyum pada sang gadis sebelum kembali menghadap ke depan dan memejamkan matanya, seperti ingin menikmati angin di awal musim gugur ini yang meniup rambutnya ringan.

Berkali-kali Sol mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya, sebelum akhirnya ia tersadar… sosok itu transparan. Ini hanya imajinasinya saja.

“Apaan ‘aku jelas bisa menjaga diriku sendiri’. Terus hari ini apa?? Palsu.” Cibir Sol seraya melanjutkan langkahnya keluar dari area RS itu. Tak apalah biarpun hanya imajinasi, pikirnya, anggaplah ini percakapan terakhir kita

‘Kyuhyun’ di sebelahnya hanya terkikik geli. Sol meliriknya gemas. Cuma bayangan saja tapi sifatnya sama persis! “Sudah deh, daripada kamu disini, lebih baik kamu balik ke tubuhmu sana. Kalaupun kamu bercanda, asal kamu bangun sekarang dan minta maaf sama aku, aku masih akan maafin, kok. Aku tutup mata, ya. Satu… Sekarang kamu baru bangun di ruanganmu nih.” Gadis itu mulai menghitung. Apa ini cara mengusir ‘hantu’ yang baru, ya?

Tapi bukan. Ini lebih kepada usaha mendapatkan Kyuhyun yang ‘berwujud’ manusia lagi. “Sudah, ya. Dua… Sekarang kamu sedang lari menuju kesini nih, mau ketemu aku… Dan ti… ga! Sekarang kamu sudah ada di belakang aku, kamu akan memanggilku.”

Sol masih memejamkan matanya. Tak ada yang terjadi. Perlahan, ia memejamkan matanya lebih erat lagi. Karena tak ia pungkiri ia betul-betul masih mengharapkan Kyuhyun…

“Sol-ah!”

DEG!!

Maka jantung Sol seketika berdegup kencang seiring panggilan seorang pria yang sampai ke telinganya. Ia masih terdiam mematung dengan mata yang alih-alih membuka, malah makin terpejam erat. Antara penuh pengharapan dan takut, takut kalau semua kembali hanya imajinasinya saja. Tapi perlahan ia memberanikan dirinya untuk berbalik, masih dengan mata terpejam. Dan…

“Op… Oppa…”

Mata Sol sudah sepenuhnya terbuka kini, hanya demi menyapa Sungmin di hadapannya yang makin bergegas mendekatkan jarak di antara mereka.

Sungmin, dan bukan Kyuhyun…

“Park Sol!” Respon Sungmin terengah-engah. Dia baru saja belari dari kamar jenazah di lantai 3 dan harus mengejar gadis ini yang sudah nyaris keluar area RS! Untung saja sepertinya langkah Sol cukup lambat untuk membuatnya belum juga meninggalkan RS ini dan pulang. “Ada sesuatu yang lupa kusampaikan padamu. Ini… dari Kyuhyun.”

Kyuhyun? Dia benar-benar bangun?? “Kyuhyun?? Mana dia?? Mana dia, oppa?” Tanya Sol senang dengan mata mencari-cari sampai ke balik bahu Sungmin. “Ya kan? Dia cuma bercanda, kan? Orang sepertinya nggak akan mati dengan mudah seperti itu, dia–“

“SOL!” Ledak Sungmin. Cukup Sol, cukup…

Sol terlonjak kaget. Ia belum pernah melihat kakak pacarnya ini marah sebelumnya…

“Bukan itu maksudku.” Sungmin kembali menurunkan nada suaranya. “Ini… ditemukan perawat di dalam kantong jaket Kyuhyun.”

Pria itu mengeluarkan sebuah amplop panjang yang terlipat dari dalam saku celana bahan-nya. Sol menerimanya. Amplop itu penuh bercak darah yang mengering, tapi ia bisa menebak kalau warnanya dulu pastilah putih. Ia membuka lipatannya, dan disitu baru ia mengerti kenapa Sungmin berkata ini dari Kyuhyun untuknya.

Di amplop dengan kop kantor pemasaran apartemen Palm Court Residence, area apartemen yang juga ditempati pasangan Sungmin dan Jae-in itu, tertulis TO: PARK SOL-SSI^^ dengan tulisan tangan Kyuhyun sendiri. Tak mengerti, ia buru-buru membukanya dan saat menarik kertas di dalamnya, tak sengaja CRING!! sebuah kunci logam jatuh ke lantai teras RS itu. Sol berjongkok untuk mengambilnya seraya membaca isi kertas itu, dan dalam sekejap, rasanya kolam airmata sudah terbentuk lagi di kedua pelupuk matanya.

 

AKTA KEPEMILIKAN

 

Dengan ini mensahkan bahwa sebuah unit apartemen tipe Acacia #332 adalah milik:

 

Nama: PARK SOL . CHO KYUHYUN

No. ID: 05.9930.xxxxxx

Kontak: kh.cho@naver.co.kr

 

Agar Akta Kepemilikan ini dapat digunakan semestinya, dan untuk memberikan hak guna sepenuhnya kepada pemilik di atas untuk menggunakan unit bersangkutan.

 

“I–ini…”

“Apartemen, satu lantai dengan milikku dan Jae-in. Sepertinya Kyuhyun akhirnya berhasil membelinya–biarpun setahuku awalnya dia mengincar unit tepat di sebelah atau di seberang kami, sih, sayang sudah beberapa bulan ini terisi–Oh, Sol…” Penjelasan Sungmin sekejap terhenti karena melihat gadis di hadapannya yang seperti tak mampu bangkit dari jongkoknya lagi. Ia memeluk lututnya sambil menangis tersedu-sedu di atas kertas akta itu, menggenggam erat kunci apartemen mereka.

Pemandangan seperti ini lagi… Cho Kyuhyun, lihat betapa kepergian lo sudah berhasil membuat anak gadis orang hancur berkeping-keping!!

Tapi Sol benar… Kenapa lo harus pergi sekarang, sih… Adikku…

Biarpun sebetulnya, bukan hanya karena itu alasan tangisan Sol kembali tercipta. Ia kembali teringat sesuatu tentang Kyuhyun…

 

6 bulan yang lalu,

“Selamat sudah diwisuda!”

CTASS! Kyuhyun menarik pelatuk alat confetti mini yang ia genggam dan segera, taburan kertas menghujani rambut berkepang satu milik Sol. Gadis itu memekik, biarpun segera tertawa lagi bersama sang pacar.

Bahagia. Ia bahagia sekali hari ini. Apalagi setelah acara wisuda tadi, dengan berani Kyuhyun meminta izin langsung pada orangtua Sol untuk mengajaknya pergi merayakan kelulusan ini berdua saja. Hanya makan dan ‘pesta’ kecil, ia berjanji akan memulangkan putri mereka malam ini juga. Benar saja, saking mengejar waktu, pukul 8 malam mereka sudah siap menutup hari itu dengan ‘pesta’ kecil yang Kyuhyun janjikan, di sebuah club yang bahkan sudah berada di Seoul lagi, bukan Incheon dimana kampus Sol berada.

“Eh eh, kan aku sudah lulus nih…” Si gadis tiba-tiba berkata. Kyuhyun yang sedang meminum CASS kalengan-nya segera menoleh dengan tatapan ‘Terus?’ yang seperti tercetak besar-besar di dahinya. Sol buru-buru menunduk malu, “Kita… nggak mau coba mikirin ‘masa depan’?”

“Brrsshh~!” Minuman yang sedang diminum Kyuhyun segera menyemprot lagi keluar. Ia sukses keselek!!

“Iiihhh, jorok!” Sol kontan marah-marah seraya membersihkan kedua lengan dan kakinya yang terkena semburan Kyuhyun karena tak tertutup si mini-dress putih. Mereka memang sudah terbiasa dan nyaman sekali bicara dengan santai seperti ini, tentang topik apapun–dari hubungan mereka sendiri sampai politik dan gosip selebritis! Makanya Sol merasa reaksi Kyuhyun agak berlebihan saja kali ini.

Cowok itu cuma nyengir, “Maaf, maaf. Ngomong-ngomong memang ‘mikirin masa depan’, maksud kamu mulai dari mana?”

“Geulsse (Coba kita lihat),” respon Sol, berpikir. Kyuhyun terkekeh melihatinya. “Ah, buka tabungan bareng! Seru kan? Jadi nanti kalau kita married–“

“Memang kapan kita married?”

Sol menoleh gemas, cowok ini, ya… “Tanya dirimu sendiri!” Semburnya.

Kyuhyun ngakak!

“Nah lanjut,” ia berkata lagi. “Jadi kalau kita married, kan bisa dibiayai dari situ juga, intinya nabung aja sih, entah sampai kapan.” Lanjutnya, niat nyindir.

“Tapi nanti kita ada perjanjian pra-nikah kan? Pembagian harta juga perlu, lho.”

“OPPA!!”

Kyuhyun tertawa lagi. Menggoda pacarnya ini memang hobi paling seru yang ia punya! Sol masih menggembungkan pipinya kesal, sebelum akhirnya Kyuhyun tersenyum seraya mengacak poni gadis itu dan mengangguk, “Geurae, besok kita ke bank, ya.”

 

Biarpun ternyata, ketika mengambil koran di pagi esok harinya, sebuah kejutan sudah menunggu di dalam kotak surat milik keluarga Park. Sebuah buku tabungan lengkap dengan capnya terbungkus rapi dalam amplop bertuliskan TO: PARK SOL-SSI^^ dengan tulisan tangan. Sol membukanya di tempat, dan rasanya ia sampai mau menangis karena terharu!

 

Jeil Bank

Park Sol . Cho Kyuhyun

No. Rekening: 1234.000.xxx

Alamat: Seoul, Garosu-gil, Apgujeong 3112

 

10/11/2010 KRW100,000

10/12/2010 KRW100,000

10/01/2011 KRW100,000

….

10/05/2011 KRW100,000

10/02/2012 KRW100,000

Saldo akhir KRW2,100,000

 

Sejak setahun lebih yang lalu, setiap bulan rekening ini diisi 100 ribu won… Sol cepat-cepat membuka kertas yang mengiringi datangnya buku bank tersebut.

 

Sol-ah, Kyuhyun-ida (Sol, ini Kyuhyun).

Kamjjak nollatji? (Kaget, kan?) Kali ini ternyata otakku lebih maju daripada kamu kk~

Sudah sejak pekerjaanku tetap, aku memutuskan membuka rekening ini dan mentransfer sepersekian dari gajiku untuk kita. Niatku sih nggak secepat ini kasih tahu kamu, tapi kemarin kamu ungkit-ungkit, sih… Yah, tapi nggak apa, lah. Hitung-hitung kamu juga jadi bisa ikut ‘menyumbang’ mulai sekarang haha.

Hari ini nggak jadi ke bank ya.^^

I love you,

CKH.

Flashback end

 

“Sol… Kamu nggak apa-apa, kan?”

Mencoba menghapus airmatanya, Sol pun menggeleng seraya bangkit dari jongkoknya tadi. Ia menatap Sungmin yang sudah terlihat begitu samar, mungkin karena kantong mata yang pastinya sudah membengkak di bawah kedua matanya.

“Ani, nan gwaenchana.” Jawabnya. Kedua lengan Sungmin sampai sudah berjaga di kanan-kiri tubuh gadis itu saking takutnya ia akan jatuh. Habis biarpun ia bilang baik-baik saja, tapi suara itu sudah gamang sekali!

“Geurae?”

“Um.” Angguk Sol yakin. Perlahan Sungmin menurunkan kedua lengannya. Dirangkulnya Sol selagi mereka kembali berjalan keluar. Anak ini harus secepatnya beristirahat, pikir Sungmin.

“Kamu betul nggak mau oppa antar?” Yakin Sungmin sekali lagi begitu mereka sudah berada di luar pagar RS, di pinggir jalan raya.

Sol menggeleng. Sungmin mengangguk mengerti, “Oke. Kalau begitu sampai ketemu nanti, ya. Hati-hati.”

Kali ini Sol mengangguk. Sungmin sudah berbalik ketika tiba-tiba ia mendengar namanya dipanggil. “Sungminie oppa.”

Ia menoleh, “Hm?”

“Bilang pada Kyuhyun, kalaupun dia bercanda, kalau dia bangun sekarang dan minta maaf aku masih akan maafin dia kok.”

“Sol…”

Sol tersenyum, “Hehe, bercanda kok.” Katanya. “Oppa, annyeong.”

Nggak, aku nggak bercanda, ujar Sol dalam hati tepat begitu ia sudah berbalik, siap meneruskan perjalanannya. Aku masih berharap Kyuhyun ada di dunia ini.

Maka sambil menyebrang jalan demi mencari taksi untuk mengantarnya pulang, ingatan Sol tetap tak lepas dari Kyuhyun. Film tentang mereka ternyata belum berhenti berputar. Kalaupun sudah habis, rasanya Sol juga akan terus memutarnya kembali…

 

1 bulan yang lalu,

“Wah, tempat tidur aja harganya mahal sekali… Oppa, apa menurutmu kita bisa punya tempat tinggal yang layak? Ah, daebak, orang dewasa itu hebat sekali ya, mereka bahkan bisa punya rumah dan segala isinya…”

Di dalam subway saat mereka baru pulang jalan-jalan dari COEX, Kyuhyun hanya bisa terkekeh ria melihat pacarnya yang heboh sendiri membaca sebuah katalog supermarket alat-alat rumah tangga yang tadi dibagikan seorang pramuniaga. Setiap halaman pasti ada saja yang dikomentarinya, sampai akhirnya ia stres sendiri dan menutup katalog itu keras-keras. Kyuhyun makin tak bisa menahan tawanya!

Ya, sejak kejadian ‘tabungan bersama’ 4-5 bulan lalu itu, sepertinya mereka memang makin bebas dan nyaman membicarakan progress hubungan mereka sendiri. Hanya bicara (yang lebih sering ke arah bercanda) kok, karena mereka sendiri tahu pernikahan yang sebenarnya belumlah akan terjadi dalam waktu dekat. Masing-masing merasa belum siap, apalagi Sol sendiri juga masih ingin mengejar mimpinya S2 di luar negeri.

“Memang menurutmu orang dewasa juga punya rumah tahu-tahu sudah lengkap beserta isinya, gitu? Kecuali memang betul-betul kaya, ya nggak, lah… Bertahap, tahu.”

Sol manyun, “Masalahnya adalah kita bisa punya rumah atau nggak? Tabungan kita masih segitu-gitu aja, sih… Eh, gajimu belum naik?” Tanyanya, santai to the max!

Kyuhyun mencibir, “Makanya kamu juga ikutan nyumbang… Bukan ngandalin aku naik gaji atau nggak.” Katanya seraya menyentil dahi sang pacar.

“YAA! Aku kan nggak kerja!” Balas Sol, memeletkan lidahnya sebelum kembali pada si katalog, berpikir keras. “Pokoknya barang utama yang harus ada itu kasur… Aku nggak mau tidur di lantai!”

Kyuhyun tersenyum penuh arti. Sepertinya ia mulai tertarik dengan pengandaian lucu mereka ini, biarpun kamu nggak tahu, aku sudah mengincar sebuah unit apartemen fully-furnished, Sayang… Kita nggak perlu memikirkan apa-apa lagi. “TV, TV perlu nggak?”

Sol menatap Kyuhyun tepat di kedua matanya, “Kita… nggak usah nonton TV nggak apa-apa, ya? TV sekarang mahal…”

“Okelah…” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya menjauh, seperti orang yang kembali berpikir, padahal hatinya terkekeh. “Ah, kulkas! Kulkas penting, tuh.”

“Oh iya, kulkas penting!”

“Mesin cuci?”

“Penting!” Sol cepat menjawab, sebelum akhirnya mengoreksi, “Eh tapi untuk sementara kita bisa ke tempat laundry koin dulu, kali ya? Masih berdua ini, kan? Masih sedikit bajunya…”

Dan Kyuhyun pun tak mampu lagi menahan tawa hanya dalam hatinya… “HAHAHA!”

Flashback end

 

Perlahan, Sol terkekeh sendiri mengingat itu semua. Kalau sekarang, dengan siapa lagi aku harus bercanda, berbagi semuanya, Cho Kyuhyun?? Bagaikan terbuat dari pasir, satu per satu bagian tubuh Sol rasanya seperti terbang setiap tertiup angin sejak ia tahu Kyuhyun telah meninggalkannya. Tanpa pria itu, ia hanyalah butiran debu…

Namun ironisnya, di saat ingatan masa lalu terus mengalir, ia pun mulai mengabaikan masa kini, apa yang tengah ia kerjakan, dimana ia sedang berada… Sol terus berjalan lambat menyusuri zebra cross, tanpa peduli lampu hijau telah kembali menyala.

 

Kemarin,

To: sweetycho

‘Aku boleh telepon sekarang, nggak? Rasanya aku mau nangis… T.T’

 

Alih-alih balasan yang Sol terima, Kyuhyun bahkan langsung meneleponnya saat itu juga! Padahal Sol meminta izin dulu karena ia tahu sekarang masih jam kerja, hanya saja rasanya sesak hati ini sudah akan merusak tubuh jika tak secepatnya dikeluarkan…

“Kenapa kamu?” Kyuhyun bertanya lembut, betul-betul lain dari ia yang biasanya.

Ini, ini juga salah satu poin yang Sol sukai dari diri Kyuhyun, ia tahu bagaimana menempatkan diri. Tak lagi hanya sekadar ‘cowok’ yang hanya tahu bermain-main, tapi ia telah menjadi seorang ‘pria’. Ia tahu kapan harus bercanda dan serius. Dan kali ini, ia bisa menebak masalah pacarnya cukuplah serius, karena biarpun sedang sedih, Sol tak pernah sampai minta mau menelepon seperti ini. Pasti ini penting, ketika Sol bahkan sampai membutuhkan orang lain hanya demi menangis…

“Tadi aku interview untuk beasiswa S2 lagi…” Ia memulai dengan suara berat, masih mencoba untuk tak meledak sekarang, sepertinya. “Tapi aku… kayaknya hopeless banget. Sungguhan kenapa sih aku bodoh banget kalau di-interview?? Padahal selama ini aku selalu pintar bicara di depan teman-teman, tapi kenapa kalau–oh ya ampun…” Sedu-sedan mulai terdengar dari speaker ponsel Kyuhyun. Sedangkan si empunya ponsel sendiri hanya diam, bukan karena ia tak ahu harus bicara apa, hanya saja ini belum saatnya. Di saat seperti ini, wanita sebetulnya lebih ingin ‘didengar’ kan? Maka itu.

“Aku… nggak tahu, deh. Sepertinya aku memang nggak bakat interview-interview begini… Ak-Aku… Aku tahu aku sebenarnya mampu… tapi aku nggak pernah bisa menunjukkannya…” Curhat Sol, susah payah karena mengimbangi tangisnya juga yang makin lama makin deras. Akhirnya di hatinya kini sudah seperti ada lubang untuk mengalirkan seluruh kecewa hatinya, kecewanya pada diri sendiri, keputusasaannya… “Aku ngerasa bodoh, berkali-kali aku sudah nyaris menggapai mimpiku, tapi tiap kali dipanggil interview… Hanya karena ini, aku selalu gagal lagi… Aku… betul-betul nggak tahu harus ngomong apa lagi buat diriku sendiri. Idiot interview–“

“Hei.” Baru disini Kyuhyun akhirnya buka suara. Ia tak suka Sol menjelek-jelekkan dirinya sendiri. “Nggak boleh gitu ah, coba kita ambil positifnya dari ini… Justru pengalaman di banyak wawancara begini bakal bikin kamu tambah wawasan kan? Kamu akan tahu apa yang nantinya ditanyain, jadi kamu bisa persiapan sebelumnya…”

“Aku sudah begitu tapi tetap aja kalau sudah ditanya aku langsung blank lagi… Rasanya… kalaupun aku berhenti berharap untuk sekolah lagi dan… mau bekerja pun, aku nggak akan diterima… karena aku pasti akan membuat kebodohan lagi pas di-interview… Idiot…”

“Tuh kan, lagi kan.” Tegur Kyuhyun lagi. “Kenapa sih kamu? Park Sol-ku itu gadis yang pintar. Bahkan jauuuuuhhhh banget lebih pintar dari seorang Cho Kyuhyun. Siswa berprestasi waktu SMA, lulusan terbaik, penerima beasiswa full waktu kuliah… jadi kalau sekarang kamu bilang kamu idiot, TERUS AKU APA??” Omelnya pura-pura dengan ekspresi suara yang lucu sekali.

Bibir Sol rasanya seperti sudah ditarik kanan-kiri untuk tersenyum saat ini, yang susah sekali ditolaknya! Sukses, memikirkan perkataan Kyuhyun tadi lagi, kini tak hanya senyum, perlahan suara kekehan mulai terdengar dari mulut mungil Sol. Mereka memang suka main ledek-ledekan, dan kali ini, biarpun dalam kondisi begini tapi pacarnya itu tetap pintar sekali menempatkannya!

Di seberang sana, menopang dagu pada meja dalam cubicle kerjanya, Kyuhyun pun kut menghela napas lega seraya tersenyum mendengar Sol sepertinya mulai berhasil memupuk kepercayaan dirinya lagi. “Nah gitu dong.” Katanya lembut.

Sol tersenyum lagi seraya kini mulai menghapus sisa-sisa airmata di pipinya dengan sebelah lengannya. “Tapi aku masih nggak tahu harus gimana kalau nanti ada panggilan interview lagi…”

“Belajar dari kesalahan, berlatih, lakukan yang terbaik. Jangan pernah berhenti berharap.” Jawab Kyuhyun tegas, sambil diam-diam melihat kanan-kiri, memantau situasi kantornya. Ah, aman.

“Nae salm-i haru haru kkumeul kkuneun geotcheoreom… (Dalam hidupku, setiap harinya aku seperti terus bermimpi…)” Tak peduli tatapan aneh dari cubicle-cubicle terdekat yang mendengar—yang penting bos tak ada!—out of the blue, tahu-tahu, pria itu pun mulai mendendangkan lagu dari soundtrack drama ‘Baker King Kim Tak-gu’ yang begitu disukai Sol dulu perlahan dengan suara merdunya.

 

Nae salm-i haru haru kkumeul kkuneun geotcheoreom, (Dalam hidupku, setiap harinya aku seperti terus bermimpi,)

Neowa hamkke majubomyeo saranghal su itdamyeon dasi ireoseolgeoya (Jika aku menghadapinya bersamamu, dengan cinta, aku pasti akan bisa bangkit kembali)

Na-ege sojunghaetdeon gieoksog-ui haengbokdeul, (Bagiku kebahagiaan yang ada dalam sebuah kenangan berharga,)

Himdeun sigan sogeseodo deo-uk ttaseuhaetdeon, (Akan lebih terasa hangat biarpun di saat yang sulit)

Huimangeun NEO-egen, jamdeulji anheun kkum… (Karena bagiMU, harapan adalah mimpi yang tak pernah tidur…)

 

 

Sol tersenyum, bahkan sedikit tertawa karena Kyuhyun yang mengganti kata ‘na’ atau ‘aku’ dalam lirik itu menjadi ‘neo’ atau ‘kamu’. Ia betul-betul ingin menyemangatiku…

Yah, biarpun belum sepenuhnya rasa percaya diri itu kembali, tapi setidaknya menumpahkan hatinya pada Kyuhyun kali ini telah membuat Sol lega. Ia memang pintar bergaul, tapi dalam hatinya ia selalu merasa tak punya teman. Kyuhyun-lah satu-satunya temannya, ralat, sahabatnya, orang terdekat dengannya yang bahkan kalau suatu saat nanti Kyuhyun tiba-tiba menghilang, ia pasti tak akan tahu lagi harus bagaimana…

Flashback end

 

BRUKK!

Masih menggenggam kunci apartemen yang seyogianya akan mereka tinggali bersama jika Kyuhyun masih hidup itu di tangan kirinya, tubuh Sol pun ambruk tiba-tiba di tengah zebra cross dengan rentang cukup lebar itu. Ia tak menangis, tapi pandangannya hampa. Tak ada lagi kekuatan untuknya berdiri, seperti selama berjalan tadi, seluruh tubuhnya yang bagaikan terbuat dari pasir itu telah terbawa pergi bersama angin. Hanya menyisakan butiran-butiran debu yang sudah tak mampu lagi membentuk dirinya seperti sedia kala…

Padahal baru kemarin, pikir Sol. Padahal baru kemarin aku berpikir bagaimana jadinya aku tanpanya. Ternyata seperti ini…

“Nona, apa yang Anda lakukan disitu?? Nona, HEI!” suara pejalan-pejalan kaki lain yang mulai panik dengan keberadaan seorang gadis di tengah jalan raya dengan lampu hijau masih menyala terang mulai terdengar di sana-sini. Mereka berteriak, tapi sungguh, Sol sama sekali tak mendengar. Ia malah mendengar suara lain…

“Sol-ah, kenapa mukamu begitu? Kamu terlalu shock kehilangan aku?”

Sol menoleh. Ah, bayangan Kyuhyun lagi. Dan betul-betul persis seperti aslinya, dia PD sekali! “Menurutmu?? Kenapa sih kamu nggak balik aja ke tubuhmu??”

‘Kyuhyun’ tertawa, “Maka itu aku disini, ayo kita pergi bersama. Kamu mau kan?”

Awalnya mata Sol membulat tak mengerti, sebelum akhirnya ia tersenyum. “Geurae.”

Sementara di kehidupan nyata, semua orang makin panik karena kini, sebuah van tengah melaju kencang ke arah Sol yang terduduk di tengah jalan. Baru sadar setelah melihat dari dekat, van itu pun dengan panik segera mengklakson berkali-kali, yang tentu saja, tetap tak terdengar bagi Sol. Ia terus tersenyum pada bayangan Kyuhyun yang ikut berjongkok di hadapannya, yang tentu juga, tak terlihat bagi orang lain. Hingga akhirnya…

CKIIITT!!

BRAKK!!

“NONA!”

 

END

 

Akhirnyaa…. this is the real END!!Gimanya, gimanya?? :3 Saran dan kritik are very welcomed! 😀

Advertisements
 
9 Comments

Posted by on September 21, 2012 in Super Junior

 

9 responses to “BUTIRAN DEBU (EXTENDED VER.)

  1. gaemchii_

    September 21, 2012 at 1:14 pm

    pertamaxxxx!!! komen menyusul, saya ninggalin jejak dulu yahhh

     
    • cizziekyu

      September 21, 2012 at 2:48 pm

      Argghhh ENDINGNYA ITU ENDINGNYAAAA!! Dengan bodohnya, aku masih berharap bakal jadi twisted ending, dmana kyu meninggal it cuma mimpi!

      Aku emang paling ga tahan kalo d ff karakter kyu dbikin romantis tapi humoris, cuek tapi care, udah bikin si cewe bergantung sama doi tapi akhrnya si kyu pergi, ujung-ujungnya pasti aku mewek!! Ga rela ga rela ga rela~

       
      • lolita309

        September 25, 2012 at 1:35 pm

        buhahaha, jadi ceritanya situ mewek nih disini? maap yaaak ga sesuai harapan~~ :p

        btw makasi uda baca (lagi)! XD

         
  2. hwangminmi

    September 21, 2012 at 4:17 pm

    yeyeye aku senang eonni senang aku datang XD hohoho~ <– balasan reply post sebelah, digabung aja sama komen yg ini biar seru~ #ding

    eonni gak senang aku kuliah di malay? hah? gak senang? #mendadaksewot #halah
    eh eonni, di sini ada society buat k-poppers lo~ *kayaknya biasa aja* *karena gapernah liat jadi agak histeris #halah*

    op op op oppam gangnam style~ XD
    *ceritanya intermezzo* #stress

    linglungnya ya karena ceritanya gak lengkap gitu lo eonni .-. tapi setelah baca yg ini ngerti kok jadinya~ #ngeles XD
    dan sebenernya… aku ngiranya ceritanya bakalan happy ending, entah kyuhyunnya jadi zombie atau gimana gitu #PLAK, tapi ternyata… kayak 'in heaven' .____. *padahal gak mirip jg*

    yaaa yg penting mereka berdua hidup(?) bahagia selamanya di sana~

    THE END (?)

     
    • lolita309

      September 25, 2012 at 1:40 pm

      aku juga senang kalo kamu senang aku senang kamu datang (?)~~~ XP

      ga, ga senang! mending kuliah ke korea kayak aku~~ #PLAKPLAK XDD
      ooh gitu, tp banyak anak indonesia disana? kamu kampusnya apa sih jadinya? jurusan apa?

      hahahaha tp bener ko, endingnya bs jadi kayak gini gara2 aku ngetik sambil nonton MV In Heaven yg full version.. hehehe yah dibeda2in dikit lah tapinya… soalnya disini tuh aku niatnya bikin image kunyun jadi setan! dia ngajakin orang ikut mati looh~~ mati sih ngajak2.. ._.

      anw makasi sayang uda baca \^^/

       
  3. upikipik

    December 12, 2012 at 11:36 am

    Lola eonni~ betapa kangennya diriku padamu :3

    Hah? Eonni seriusan ke Korea? O.O
    summer school kah?
    Kok g cerita-cerita sih? Koar-koar gitu kek, kan seenggaknya aku bisa titip oleh” dulu #eh :p
    Eh, maaf nih eonni, udah lama aku g singgah ke sini. Salah satunya karena waktu itu aq rutin cek kesini tapi eonni g update” T^T ternyata eh ternyata ngilangnya.a ke korea , Cerita” dong 😀

    Kisah di atas, #tunjuk2
    aku kok malah ngerasa lega y, waktu sol justru ikut mati. Mungkin malah justru kasian klo dia tetep hidup tapi terbayang” kyu gitu..

    Suka banget lola eonni, terutama scene” yang kyu ama sol pada bercanda atau ngambek”an. bener” menghibur dan sukses mbikin aku ikut ketawa.

    Kyu salah satu favorit eonni po? Sering banget karakter kyu dibikin gentle, super duper baik, dan independen. Aku suka karakter kyu yg kya gitu 😀

    Oh ya, the funniest scene:
    kyuhyun: “Sungmin-ah…!”
    sungmin: “Panggil gue ‘Hyung’!!”
    >> ngakak to the max XDD

     
    • lolita309

      December 16, 2012 at 9:48 pm

      kyaaaa diriku juga kangen sekali padamu naaakk~ *berpelukan* *mewek* :3

      Iyaaa, seriusan. Iya summer school, aku koar2 kok ditwitter… Malah aku yg bingung ko kamu gatau ya? #sokpenting #plak XDD

      iyaa gapapa kok, maaf yaa uda bikin kamu kecewa sampe mogok mampir huhuhu T.T abiis aku mandek bgt nih, ga ada waktu juga gara2 sibuk magang+skripsi #ehcurhat maafkan yaaa *bow*

      hihihi ini sebagian besar kisah nyata lho haha, jadi acara ngambek2an sama becandaannya beneran ada, cowok kayak gitu juga ternyata ada :p tapi bukaaaan saya sama sekali ga minat sama kedemenannya si chrisnagustyani itu #ditabokcizzie cuma lagi iseng aja nulis pake dia. emang banyak ya tulisan aku yg tokohnya dia? oke besok2 ga tulis dia lagi! BYE! #loh XDD

      sekarang aku malah lagi kesengsem sama pacarmu itu, kim saera~~~ >< makanya shock berat, mental breakdown pas berita kemarin *pundung*

      Anyway makasiiii banget uda baca+komen dear!^^

       
      • upikipik

        December 20, 2012 at 12:57 pm

        peluk juga 😀 #mengulurkan tissue

        wah, berarti aku yg g update, hehehe 😀 jarang buka twitter sih, hehe 😀

        magang dimana eonni?

        oooo, ihiy 😀 so sweet banget loh. pingin juga punya pacar kayak gitu :3

        eh, tapi eunhyuk ama iu cocok loh #eh

        sama-sama eonni :DDD

         
      • lolita309

        December 20, 2012 at 1:10 pm

        Aku magang di bank.. Tp di operasi perusahaanya loh ya bukan yg mejeng di depan counter gitu haha :p
        Kalo mau carii dong~ ayo uda SMA uda boleh pacaran ko :3 *siape lu ngizin2in anak orang?* :p
        Aaaaahhhhh pake disebut lg namanya.. *pundung lagi* iyaa cocok sih tp kenapa go publicnya hrs lewat foto seperti itu?? Kalo macem junhyung-hara itu kan lebih ‘nggenah’, diambil paparazzi pas lagi date.. Lebih sweet.. (-̩̩-͡﹏–̩̩͡)

        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: