RSS

BUTIRAN DEBU

19 Sep

Annyeong~!! Having a comeback setelah sekolah sebentar ke Korea sono~ huohohoho #congkak #pamer :p

Silakan dinikmati, semoga suka, saran dan kritik membangun sangat diterima! 😀

by: @lolita309

BUTIRAN DEBU

Written by: @lolita309

Starring: Cho Kyuhyun, Park Sol (OC)

 

 

“Kyuhyun kecelakaan, Sol! Dia meninggal di tempat–“

BRUK!

Belum sempat kalimat Jae-in, kakak ipar Kyuhyun sekaligus sahabatnya juga selesai diperdengarkan oleh voice message di ponselnya, benda putih itu sudah meluncur begitu saja dari genggaman Sol di dekat telinganya, jatuh ke lantai. Hal yang juga segera diikuti dengan tubuh gadis 22 tahun itu sendiri. Seluruh tubuhnya seketika terasa lemas. Sebuah film tentang kebersamaan mereka selama 6 tahun ini seakan langsung terputar di kepalanya. Kyuhyun yang adalah kekasihnya, tapi di saat tertentu juga bisa menjadi sahabatnya, tempat ia bisa bercerita apapun; kakaknya, dimana ia merasa selalu dilindungi dengan tulus; bahkan ayahnya, ayahnya yang kedua, dimana ia memperoleh kasih sayang dan saran-saran bijaksana, orang yang mampu mengontrolnya disaat ia hilang kendali… Kyuhyun adalah hidupnya.

Sol terjatuh, dan ia tak bisa bangkit lagi.

 

6 tahun lalu,

“Kenapa kamu menghindariku?”

Sol yang masih berseragam SMA terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh karena Kyuhyun menarik tangannya, “Aku nggak menghindarimu, Sunbaenim. Kenapa juga aku harus menghindarimu? Aku bahkan bukan siapa-siapamu.” Katanya sinis seraya bersikeras melepaskan tangannya.

Tapi Kyuhyun segera menariknya lagi, “Geureom, jadilah ‘siapa-siapa’-ku.”

 

5 tahun yang lalu,

From: sweetycho

‘Selamat tidur, Jagi.

Aku sayang kamu.’

 

Sol melempar ponselnya asal-asalan ke atas kepalanya di tempat tidur ukuran single itu. Hanya sekilas melihat ujung SMS dari pacarnya selama setahun itu saja ia sudah bete. ‘Aku sayang kamu’. Atau ‘Good night, Dear’. Atau ‘Kangen kamu, Sayang’.

‘Dear’ and never ‘Love’. ‘Sayang’ dan tak pernah ‘Cinta’. Sekali waktu, membuang gengsinya, Sol bahkan pernah mencoba ‘memancing’ dengan mengetik “Love you” super manis sebagai penutup SMS-nya. Tapi tetap saja… Kyuhyun kembali hanya membalas dengan “Aku sayang kamu”. Grrrr, terus aja sayang sama aku, nggak usah mencintaiku! omel Sol gemas dalam hati setiap kali.

Betapa ia ingat teman-teman sekelas prianya yang selalu ‘murah’ kata cinta pada pacarnya masing-masing. Padahal tak jarang di antara mereka bahkan belum ada beberapa bulan jadian. Yah, agak tak penting memang, tapi buat Sol ini topik penting! Kita sudah setahun, kurang apa sih supaya kamu mencintaiku??

“Kamu cinta nggak sih sama aku?”

Kyuhyun menoleh, nyaris tertawa menatap gadis yang kini berada dalam rengkuhan lengannya di ruang keluarga rumahnya itu. Di saat rumahnya kosong di hari libur, Kyuhyun memang hobi ‘menculik’ Sol untuk menemaninya. Dan mereka akan mengobrol apa saja, masak dan makan bareng, sampai sayang-sayangan seperti ini. “Memang menurutmu, ‘cinta’ itu apa sih? Sumpah aku nggak tahu, lho.”

Suer, Sol ngambek seketika! Dengan sinis ia melirik Kyuhyun dengan bersilang tangan, seraya menarik tubuhnya menjauh dari senderan pada cowok yang baru memasuki tahun pertama kuliah itu. Nggak pake sayang-sayangan lagi! “‘Cinta’ itu lebih dalam dari ‘sayang’, tahu!” Jawabnya ketus.

“Okelah kalau di awal-awal kamu memang hanya ‘sayang’ sama aku, tapi aku pikir seiring berjalannya waktu itu akan berkembang… Yang nyatanya nggak. Aku jadi ngerasa nggak jauh beda sama binatang peliharaanmu, kamu juga sayang kan sama dia? Tapi kamu nggak mungkin ‘cinta’ sama seekor kucing.” Lanjut Sol, makin ketus!

Dan kini, Kyuhyun sukses ngakak! “HUAHAHAHA! Perumpaanmu itu, lho… Haha–ups!” Biarpun ia segera berhenti setelah Sol menjitaknya jengkel, nyaris angkat kaki dari situ juga bahkan, biarpun Kyuhyun cepat menahannya. Ia kini tersenyum, yang kalau bukan karena lagi gemas setengah mati dengan cowok satu ini, pipi Sol pasti sudah sibuk memerah sana-sini. Charming banget!

“Iya, iya, sekarang serius, deh.” Janji mantan kakak kelas SMA-nya itu seraya menarik Sol lagi untuk duduk di sebelahnya, memeluknya dari belakang. Sol tak mampu menolak lagi. Karena memang dasarnya ia selalu suka dipeluk Kyuhyun, rasanya hangat… nyaman. “Oke, kalau kamu bilangnya begitu. Aku juga mengakui deh kalau memang ‘cinta’ itu lebih dalam dari rasa ‘sayang’. Tapi justru karena itu… kita–aku–nggak boleh sembarangan mengumbar kata ‘itu’, kan? Di saat aku sendiri, jujur, belum mendapatkan feel-nya. Kamu lebih mau jadi cewek kesekian, atau cewek pertama yang dapat kata ‘cinta’ dariku? Cewek yang kucintai?”

Sol diam. Ini menohok banget! Selama ini ia iri dengan pacar teman-teman cowoknya di sekolah, yang berhasil mendapatkan ‘cinta’ dari pacar-pacar mereka. Padahal tak jarang baru berapa bulan juga sudah putus. Yang nantinya teman-teman cowoknya itu akan punya pacar lagi, dan bilang cinta lagi pada mereka. Dan ternyata mereka hanya ‘cewek’ kesekian?? Cewek kesekian korban mudahnya obral ‘cinta’ seorang cowok. Ia jelas tak mau!

Melihat gadisnya tenggelam dalam pikirannya sendiri, Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya di pinggang Sol seraya mengecup puncak kepala si kelas 2 SMA, “Aku sayang sama kamu, banget, yang jelas nggak bisa disamain sama sayangku buat kucingnya Sungmin seperti katamu tadi. Dan kalau mau main ranking-rankingan, setelah ‘sayang’, ‘sayang banget’, habis itu ‘cinta’, kan? Makanya sabar, nggak tahu deh kondisinya bakal gimana, tapi mudah-mudahan kita pasti merasakannya satu sama lain suatu saat nanti. Untuk sekarang, yang penting kita berdua bahagia–kamu bahagia kan sama aku? Aku sih iya^^–jadi nggak perlu terlalu merasa terbebani, ya? Santai aja, just go with the flow. Pasti, pasti akan tiba saatnya.”

Sol masih diam. Diam yang jelas, kini sebabnya karena betul-betul kehabisan kata untuk menjawab. “Kamu katanya nggak tahu cinta itu apa, tapi ngejelasinnya pinter banget.” Akhirnya hanya itu yang bisa dia katakan sebelum akhirnya tak mampu menahan senyumnya juga. Ia gadis spesial, gadis spesial yang begitu beruntung mendapatkan cowok-anti-gombal yang spesial pula. Ia hanya tinggal menunggu, biarpun maaf ya Kyu, karena dengan ini ternyata kamu sudah berhasil membuatku ‘jatuh cinta’ lebih dulu.

Aku cinta kamu.

 

Dan Sol masih ingat betul, betapa ketika hanya satu bulan menuju masa pacaran mereka yang ke-2 tahun, ada satu hari ketika tiba-tiba Kyuhyun menggenggam tangannya begitu erat selagi mereka berdua menyeberang jalan. Sambil terus menatap ke depan, dengan suara kaku yang (mungkin) karena malu Kyuhyun berkata, “Hati-hati. Karena aku mencintaimu, tiap kali melihatmu yang begitu ceroboh rasanya nyawaku juga berkurang satu terus-menerus.” Sekarang ia menoleh, hanya demi melihat Sol yang terus menatapnya bingung seraya mengerjap-ngerjapkan matanya. Kyuhyun menepuk dahinya gemas. Bagaimana ceritanya dia bisa jatuh cinta pada gadis lemot begini sih?

Tapi itu kenyataannya, ia telah jatuh cinta. Pada gadis spesial di hadapannya. Sambil kembali menarik Sol untuk terus berjalan lagi memasuki kawasan Yeouido Park, tujuan date mereka hari ini, Kyuhyun pun kembali berkata, “Ngerti, nggak? Aku, cinta kamu. Jadi jaga dirimu baik-baik, dan jangan pernah tinggalin aku.”

Flashback end

 

Tapi kenapa sekarang kamu yang tinggalin aku, Cho Kyuhyun?? Kenapa sekarang kamu yang nggak menjaga dirimu dengan baik??

 

Setelah menelepon balik Jae-in yang ternyata diangkat oleh Sungmin, suami sahabatnya itu yang juga kakak tiri Kyuhyun—karena ia bilang Jae-in masih belum berhenti menangis karena shock, bahkan suara Sungmin sendiri betul-betul masih terdengar berat—mereka pun sepakat agar Sol tetap disitu supaya Sungmin saja yang menjemputnya untuk pergi ke RS melihat Kyuhyun. Sungmin memaksa, karena ia sudah bisa membaca akan seperti apa kondisi Sol pasca berita ini. Ia tahu dengan begitu jelas, sejelas ia juga selalu bisa melihat bagaimana kondisi Kyuhyun setiap hari pasca Sol memutuskan untuk kuliah di luar kota selepas SMA-nya. Tanpa Sol, hidup Kyuhyun seperti hilang arah. Itu yang padahal mereka masih konstan berhubungan biarpun hanya via alat telekomunikasi, dan Kyuhyun bahkan tetap punya kesibukannya sendiri bekerja sambil menyelesaikan skripsinya.

Sedang ini? Sol kini tahu kalau ia tak akan pernah bisa lagi berhubungan dengan Kyuhyun selamanya. Bahwa Kyuhyun telah meninggalkannya, juga selamanya. Melihat hubungan mereka selama ini… Sungmin betul-betul sudah bisa membayangkan.

Tanpa Kyuhyun, Sol layaknya anak kecil yang tersesat, karena itu ia harus membantunya menemukan jalan pulang.

 

2 tahun yang lalu,

“Sumpah, itu anak lagi apa, sih?? Kebiasaan banget, gue sudah SMS dari dua jam yang lalu tapi nggak dibalas-balas, Sungmin-ah…!!!”

Sungguh, Sungmin malas sekali merespon. Toh itu tak akan menyelesaikan masalah, karena sebelum Sol membalas, Kyuhyun akan terus seperti ini. Pulang kerja dan berguling-guling jengkel di kasur karena pacarnya selama 4 tahun itu tak bisa dihubungi. Kalau bukan karena mengerti keluarganya hanya tinggal di apartemen dua kamar, rasanya Sungmin sudah ingin sekali berdemo pada Paman Cho minta pisah kamar. Mana mungkin dua cowok dewasa—yang satu 24 tahun dan satunya lagi 22 tahun—masih tinggal sekamar sejak SD??

Ah, salah dia juga sih. Karena sekarang Sungmin juga sedang mati-matian menabung gajinya untuk melamar Jae-in pacarnya (yang berhasil ia temukan berkat jasa mak comblang pacar Kyuhyun ini juga), makanya ia sama sekali tidak berkeinginan keluar dari rumah dan tinggal sendiri seperti kebanyakan cowok-cowok Korea dewasa lainnya. Biaya hidup mahal, tahu!

“Sungmin-ah…!”

“Panggil gue ‘Hyung’!!”

“HYUNG!! Puas, lo??” Balas Kyuhyun cepat seraya BRAKK!! membanting pintu kamar mereka begitu saja dan keluar lagi.

Sementara Sungmin cuma bisa melongo. Lah, kenapa jadi gue yang kena?? “Orang gila!!”

 

Tapi pernah suatu kali, di saat Kyuhyun juga sedang kacau balau merana karena cinta begini Sungmin bertanya tentang apakah pernah sekali waktu terlintas di pikiran Kyuhyun kalau hubungan jarak jauh begini, di luar sana Sol ternyata punya pacar lagi atau apa. Karena berhasil memertahankan kepercayaan dan LDR sampai 2 tahun lewat begini, itu sesuatu sekali, kan! Dan di luar otaknya yang selalu jadi tak beres kalau sedang kangen berat seperti ini, Kyuhyun toh tetap mampu memberikan jawaban yang bagi Sungmin, sungguh ingin membuatnya tepuk tangan,

“Nggak. Sol-eun, geureon saram aniya (Sol bukan orang yang seperti itu). Lagipula seperti nggak ada orang lain yang bisa mengerti dan menerima gue sebaik dia, begitupun sebaliknya. Sol nggak akan bisa berpaling dari gue, seperti gue yang nggak akan bisa berpaling dari dia.”

 

 

Setahun yang lalu,

“Jjan~ Bagus kan?”

Jae-in membuka pintu apartemen yang baru ditempatinya bersama Sungmin 3 hari ini pasca pernikahan mereka seraya terus menarik tangan sang sahabat, Sol, untuk masuk danmenunjukkan tiap detil unit tempat tinggal yang biarpun mungil, tetapi begitu indah ini. Yah, apa yang kita harapkan dari kombinasi duo ‘tukang rapi-rapi’ macam Sungmin+Jae-in ini? Gua pun akan jadi begitu manis di tangan mereka.

“Uwa, yeppeo… Igeot do yeppeo… Uwaa, jeongmal… (Wah cantik… Ini juga cantik… Ya ampun…)”

“Geuji? Yeppeuji? (Ya kan? Cantik, kan?)”

Sol buru-buru mengangguk dari pertanyaan penuh rasa bangga sahabatnya itu. Dan di saat Jae-in kembali menjelaskan betapa pintarnya Sungmin memilih apartemen ini, dengan view ini, dan memberikan surprise padanya di hari pertama pernikahan mereka, tak henti-henti Kyuhyun memperhatikan ekspresi Sol yang juga terlihat begitu bahagia melihat setiap sudut kediaman manis sahabatnya ini. Pasti ia akan girang sekali kalau kami juga bisa memiliki unit kami sendiri, kekeh Kyuhyun dalam hati, membayangkan imaji-nya dan Sol suatu saat nanti itu.

Maka melihat mereka masih sibuk berdua begitu, buru-buru Kyuhyun mendekati si kakak semata wayang yang sedang sibuk di dapur membuat teh. Seraya terus memperhatikan si dua wanita–memastikan tak ada yang curiga dengan gerak-geriknya, ia berbisik, “Unit yang seperti ini, kemarin Hyung beli berapa harganya? Unit sebelah masih kosong?”

Flashback end

 

Maka begitu sampai di RS tempat Kyuhyun dilarikan dari kecelakaan motor yang dialaminya, hanya ada satu hal yang langsung dilakukan Sol: terburu-buru melompat keluar dari jok depan mobil Sungmin dan berlari secepat-cepatnya ke UGD tempat Kyuhyun katanya masih berada, atas permintaan keluarganya–Sungmin, terutama–hanya demi menunggu Sol yang entah kenapa sulit dihubungi. Dan untuk hal ini, Sol juga begitu mengutuk dirinya. Apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia mematikan ponselnya hanya demi membaca di perpustakaan tadi?? Padahal ia bisa hanya mengaktifkan mode getar saja, dan semua telepon maupun SMS akan tetap bisa ia terima. Apa yang telah kau lakukan, Park Sol? Apa??

“Sol-ah…”

Jae-in segera menyambutnya begitu Sol menghentikan langkah kaki bersepatu flat ala ballet shoes-nya itu setelah melewati pintu bertuliskan UGD besar-besar di hadapannya. Tapi Sol tak melihat apalagi mendengarnya, karena kini dengan langkah lambat-lambat hanya ada satu yang jadi arah matanya yang sudah kabur karena airmata: sebuah ranjang yang menampung seseorang berjaket cokelat penuh bercak darah. Jaket yang begitu ia kenal, bukan karena itu darinya, tapi karena Kyuhyun sangat menyukai dan selalu memakainya seakan ia tak punya koleksi jaket lain. Tapi sungguh, sampai pada titik ini pun Sol masih berharap kalau itu bukanlah Kyuhyun-nya. Pasti ada kesalahan, atau jangan-jangan keluarga Cho belum memastikan wajahnya? Wajahnya ditutupi kain, kan? Siapa tahu mereka hanya memiliki jaket yang sama… Ya, masih ada kemungkinan, Sol. Kamu hanya tinggal memastikan wajahnya, itu pasti bukan Kyuhyun. Pasti.

Dan sedikit demi sedikit pun langkah Sol semakin dekat dengan ranjang itu. Ia melewati kedua ibu Kyuhyun–yang kandung dan tiri, ibu Sungmin–yang menangis seraya berpelukan di kursi dekat situ. Ia melewati ayah Kyuhyun yang berdiri setegar mungkin di sebelah ranjang itu, bersandar di dindingnya. Beliau segera menyadari kedatangan Sol, pacar putranya sudah entah berapa tahun ini (yang jelas lama sekali), dan segera menyapanya, tapi lagi-lagi Sol tak mendengar. Di pikirannya hanya ada satu: memastikan. Membuka penutup itu. Kalau ini bukan Kyuhyun. Ini bukan Kyuhyun-nya.

“Igeot jangnan-iji? Igeot jangnan-ijyo, ahjussi?? (Ini bercanda kan? Ini bercanda kan, paman??)” Maka hanya satu pikirannya lagi yang mampu ia keluarkan ketika ternyata, setelah membuka penutup wajah itu, ia betul-betul menemukan wajah Kyuhyun-nya. Cho Kyuhyun, kekasihnya, dengan matanya yang menutup dan luka menghiasi seluruh bagian wajahnya. Terdapat luka benturan keras di dahinya, luka baret di nyaris seluruh bagian pipi kirinya, dan memar di ujung mulutnya. Bibirnya pun terlihat robek, tapi sampai pada detik ini Sol masih terus berharap ini hanya bercanda. Kyuhyun memang suka usil, kan?

Tapi begitu ayah Kyuhyun tak juga menjawab, tak juga semua orang yang ada disitu, kembali hanya Kyuhyun-lah yang menjadi tumpuan Sol. Ia menggenggam jaket cokelat itu erat-erat, bertanya pada si tubuh tak bernyawa, “Cho Kyuhyun, igeot jangnan-iji? Igeot jangnan-iji?? Cho Kyuhyun, ireonabogo daedaphaebwa!! (Cho Kyuhyun, ini bercanda, kan? Ini bercanda, kan?? Cho Kyuhyun, bangun dan jawab aku!!)” Histerisnya seraya mengguncang-guncang tubuh itu.

Sungmin yang sejak sampai disini lagi hanya bisa mengawasi Sol menemui adik kesayangannya, betul-betul makin tersayat hatinya melihat pemandangan di hadapannya itu. Seperti yang ia bilang, ia sudah tahu kondisi Sol akan seperti ini, tapi tetap saja melihatnya dengan mata kepala sendiri masih begitu memilukan. Teringat olehnya Sol saat ia jemput tadi…

 

Satu jam yang lalu,

Betul-betul tak sulit menemukan Sol karena ia tepat berada di tempat yang ia janjikan tadi saat di telepon. Padahal itu sudah satu jam yang lalu, tapi sepertinya Sol cukup bijak untuk memutuskan tetap menunggu daripada gegabah dan pergi sendiri. Sungmin segera turun dari mobil demi menyapa gadis yang belum menyadari kehadirannya karena kepalanya sibuk tertunduk dalam duduknya di tangga depan perpustakaan daerah Sinchon itu. Ia duduk memeluk kakinya yang terbalut rok panjang kuning muda dan menumpukan kepalanya di kedua lututnya yang terpaut. Perlahan ia mengangkat wajahnya saat Sungmin menyapa, hanya demi melontarkan tanya yang keluar begitu sengau dari mulutnya,

“Igeot… jangnan-ijyo? (Ini… bercanda, kan?)” Tanyanya, memaksakan senyum penuh harap disana. Miris sekali Sungmin melihatnya. “Igeot jangnan-ijyo, oppa?? Eo? Jangnan-ijyo… (Ini bercanda kan, oppa?? Ya kan? Bercanda…)”

“Geunyang kaja, Sol-ah (Ayo kita pergi saja, Sol). Nanti kamu lihat sendiri disana…”

Flashback end

 

Saat itu, memang hanya itu yang mampu Sungmin katakan. Hatinya terlanjur pilu, yang lebih pilu lagi kini. Pertanyaan yang sama… pikirnya, yang karena tak berhasil mendapatkan jawabannya dari manusia-manusia yang masih bernapas ini, ia memutuskan mengonfirmasinya sendiri pada yang bersangkutan. Tapi bukan begini, Sol… Dan kamu tahu itu, hanya kamu tak mau menerimanya…

“Kyuhyun… kami berencana mengadakan upacara nanti malam di rumah. Kamu datang, kan?”

Sol masih terdiam menatap langit, mencoba menahan tetes airmata yang entah kenapa tak juga habis biarpun ia sudah menangis sejadi-jadinya sejak tadi. Sudah 2 jam ternyata jika dihitung dari pertama kali ia sampai disini dan melihat Kyuhyun dengan mata kepalanya sendiri. Mengguncang-guncangnya, memukuli dadanya, mengancamnya, bahkan mencium dan mengelitikinya, tapi Kyuhyun tak juga bangun. Sampai tiba pada titik dimana Sol hanya bisa menangis, menangis, dan menangis di pinggir ranjang Kyuhyun sampai perawat menariknya untuk dipindahkan ke kamar jenazah. Tapi 2 jam penuh dan pabrik airmatanya tak juga kering?? Bandel sekali, aku sudah tak mau menangis lagi…

Maka memejamkan matanya (ia pikir dengan memejamkan mata itu akan menghalau airmata keluar), Sol pun mengangguk sekali. Jae-in segera menyuruh Sungmin mengantar gadis itu lagi untuk pulang, istirahat sebentar dan berganti baju sebelum kembali pergi ke upacara Kyuhyun, yang langsung ditolak Sol dengan sopan. Pulang saja, ia pasti bisa sendiri. Ia ingin sendiri, ingin mengutuk Pangeran Setan itu yang sudah berani-berani meninggalkannya lebih dulu. Sungmin, tahu kemungkinan apa yang akan terjadi jika membiarkan orang yang sedang linglung ini pulang sendirian, jelas ngotot memaksa mengantar. Tapi kali ini, Sol jauh lebih ngotot! Karena tak ada lagi yang ia kejar, tak ada lagi urgensi baginya untuk apapun.

Ia sudah terlanjur tersesat, dan tak tahu lagi kemana harus pulang…

“Bodoh… Si bodoh itu… Sudah kubilang jangan suka ngebut… Kalau memboncengku pasti nggak pernah mau ngebut, tapi kalau sendirian kayak kesetanan. Maumu apa sih, Cho Kyuhyun???”

“Karena kalau aku memboncengmu, aku membawa dua nyawa sekaligus, Sayang. Kalau aku sendirian, aku hanya membawa diriku. Aku jelas bisa menjaga diriku sendiri, tapi aku nggak mau ambil risiko kalau sedang bersamamu.”

Perlahan Sol menoleh ke kirinya (di Korea pejalan kaki berjalan di kanan, jadi mostly cowok akan berjalan di sebelah kiri gadisnya-author *yang uda pernah ke Korea* #plak :p), dan menemukan sosok jangkung Kyuhyun berjalan mengiringinya, dengan kedua tangan terkait ke belakang punggungnya santai. Ia kemudian menoleh hanya demi tersenyum pada sang gadis sebelum kembali menghadap ke depan dan memejamkan matanya, seperti ingin menikmati angin di awal musim gugur ini yang meniup rambutnya ringan.

Berkali-kali Sol mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya, sebelum akhirnya ia tersadar… sosok itu transparan. Ini hanya imajinasinya saja.

“Apaan ‘aku jelas bisa menjaga diriku sendiri’. Terus hari ini apa?? Palsu.” Cibir Sol seraya melanjutkan langkahnya keluar dari area RS itu. Tak apalah biarpun hanya imajinasi, pikirnya, anggaplah ini percakapan terakhir kita

 

 

END

 

…eh, END ga yaaa…??? kkkkk~

kalo ada yg nyadar, sebetulnya biar kata judulnya ‘BUTIRAN DEBU’, belum ada kata2 itu sama sekali kan? karena pada dasarnya sih… INI ADA EXTENDED VERSION-NYA!

yang akan di post tergantung pada respon^^ jadi yuk monggo dikomen, mau liat, atau mungkin ada yg bs nebak ga kalo extended version endingnya kayak gimana? atau suka dengan akhir yang (sepertinya) happy begini? (eh, ini happy ga sih? #plak :p)

Advertisements
 
7 Comments

Posted by on September 19, 2012 in Super Junior

 

7 responses to “BUTIRAN DEBU

  1. hwangminmi

    September 20, 2012 at 3:48 pm

    …linglung bacanya eonni .-. #eh
    yaaa karena judul dan isinya gak nyambung #halah #padahalgangertisastra kok rasanya kalo udah the end disini itu biasa aja ya… ._____.
    dan yaaaaaa karena eonni bilang ada extended versionnya, saiia dengan senang hati akan membacanya kok eonni XD
    yaaaa begitulah pokoknya, itadakimasu~ (?)

     
    • lolita309

      September 20, 2012 at 4:24 pm

      aihhhh, aku selalu seneng deh kalo kamu datang, selamat dataang~^^ gimana malaysia? kenapa sih kamu harus kuliah disana? #eh ._. iyaaa, nanti yah sayaaang dipost, makasi uda bacaaa, btw linglung knp? bingung yah? hahaha rasanya bakat nulis saya emang udah berkarat inih ._. gouchisousama deshita~ #loh

       
  2. cizziekyu

    September 20, 2012 at 8:58 pm

    Demi apa ini saya dibuat galau sama ni ff! Masa ceritanya cuma flashback ama scene Kyu mati yg ujung2nya bikin aku mewek 😥 Extended versionnya cepetaan!! ps : itu foto suami aku ganteng yah! Kawah bulannya kagak keliatan mantep bener :p

     
    • lolita309

      September 21, 2012 at 2:23 am

      buahaha, iyee soon-to-be-posted kok, tunggu aja^^

      iyaya cakep, dempulnya banyak itu, keren make-up artistnya #PLAK XD

      btw aku meninggalkan banyak jejak di wordpress-mu tuh, kamu (lumayan) talented juga… #ditabok :p

      hahaha makasi sayaang uda baca^^

       
      • cizziekyu

        September 21, 2012 at 8:45 am

        Err… Untuk dempulnya saya akui lah keahlian si makeup artistnya 😐 tapi tetap aja Kyu ganteng mau di dempulin ato kagak :p

        ya ampyun, it blog isinya karya gagal semua, mana udah kagak pernah d update pula, tapi jeongmal gomaweo mau ninggalin jejak kaki (?) dsna haha *chu*

        nyah, ntn SMTOWN kagak?

         
      • lolita309

        September 21, 2012 at 11:06 am

        engga kok, kamu cukup oke loh sebagai writer, tinggal dipoles dikit aja.. <– lagaknya kayak yg uda kago beud #PLAK XD

        tau nih, akhir2 ini galau…. tp kayaknya pengen deh. mungkin nanti siang aku ke PI sih…

         
  3. iwang~

    October 20, 2012 at 5:50 pm

    wew.. bru maen ksini lagi..
    kirain dah mogok nulis.. :p
    hehe..
    ternyata dah banyak ff yg mnunggu tuk dibaca dan ternyata yang nulisnya bru aja “having a comeback setelah sekolah sebentar ke Korea sono~”..kekeke~
    ehm.. sweet banget, cinta itu dalam tapi sbenernya simpel y..
    bacanya ringan beud..
    khasnya lola deh.. hehe..
    welcome back chingu~

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: