RSS

STILL A PRINCESS

28 Aug

“Aku dan keluargaku akan pergi.”

“Pergi? Kemana? Liburan? Pasti kembali kan?”

Changmin menggeleng, “Pergi dari Seoul. Pergi dari pusat pemerintahan ini. Pergi dari… kehidupanmu. Selamanya.”

Myunghwa menatap pria itu dengan wajah shock, “Pergi dari… kehidupanku? Selamanya? Apa maksud–”

“Kamu mengerti maksudku, Myunghwa. Sudahlah, sudah cukup selama ini kita berpura-pura. Kamu dan aku, selamanya nggak akan pernah bisa bersatu. Dan kamu tahu itu, melebihi siapapun.”

JGERR!! Seakan mendengar bunyi petir terkeras, Myunghwa masih dengan wajah penuh penyangkalan menggeleng mendengar semua perkataan Changmin, “Maksudmu tentang… gelar kebangsawananku?” Tanyanya dengan bibir bergetar pada kata terakhirnya. Ini lagi. Ia benci sekali tiap kali harus bermasalah dengan orang yang dicintainya hanya karena masalah ini. Selalu dan hanya ini! “Kalau memang benar itu, AMBILLAH! Ambillah, aku nggak butuh menjadi putri kalau itu berarti harus berpisah sama kamu!”

“Hei, dengar!!” Kini kedua tangan Changmin sudah mencengkram erat kedua bahu kekasihnya–atau ralat, kini mantan kekasihnya–itu. Tapi sungguh, di dalam hatinya sebetulnya juga menolak keputusannya ini… Namun bagaimanapun, mereka tak bisa terus seperti ini. Harus ada yang berani memulai melihat kenyataan yang ada! Dan itu dirinya… “Dengar, Jung Myunghwa. Kamu, nggak baik untuk aku. Untuk keluargaku. Jadi jangan selalu hanya memikirkan dirimu sendiri dan terimalah itu!! Aku pergi.”

Setelah menghempaskan bahu Myunghwa begitu saja, dengan dingin Changmin pun betul-betul berbalik dan pergi. Tegarlah, Shim Changmin, pikirnya. Ini hal yang benar, kamu melakukan hal yang benar. Tapi kenapa hatinya masih tidak bisa menerima keputusannya sendiri ini??

Sepeninggal Changmin, Myunghwa hanya bisa ternganga menatap punggung orang yang paling dicintainya, melebihi dirinya, gelarnya sendiri itu. 5 tahun… setelah 5 tahun ini, setelah selama ini mereka memang selalu berpura-pura buta dengan kenyataan bak dongeng Aladdin masa kini ini, haruskah ia memang juga mulai membuka mata? Tapi tak dipungkiri, rasanya sakit sekali… Maka BRUK! perlahan ia pun terjatuh di atas trotoar jalan itu. Lututnya lemas, airmata seakan tak bisa berhenti mengalir dari pipinya. Sedikit demi sedikit mengaburkan pandangannya akan sosok Changmin yang mulai menghilang… seakan isyarat kalau ia juga telah pergi dari hidupnya. Menyerah dengan takdir.

 

STILL A PRINCESS

(Based on a true story)

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Shim Changmin

 

“Apa kamu percaya sama reinkarnasi?”

Changmin menoleh dengan pandangan bingung pada kekasihnya, biarpun mau tak mau jadi berpikir juga demi menjawab tanya tiba-tiba itu, “Umm… nggak sih. Aku percaya kalau hidup memang cuma sekali, makanya kita harus hidup dengan sebaik-baiknya. Live our lives to the fullest.” Ia tersenyum. “Wae?”

Myunghwa mengayun-ayunkan kakinya yang terjulur di bawah bangku taman yang mereka duduki itu, menatap pemandangan hamparan bunga yang indah di depan mereka, “Di istana selalu diajarkan kalau nantinya kita semua akan tereinkarnasi. Sejak kecil aku hidup dengan faham itu biarpun selalu dalam state percaya nggak percaya.” Bukanya. Changmin makin menatap gadis cantik itu intens, mencoba menerka apa yang akan ia katakan. “Tapi baru setelah bertemu kamu tiba-tiba aku merasa ingin sekali kalau itu memanglah apa yang akan terjadi. Reinkarnasi, aku ingin sekali itu benar-benar terjadi. Dan berharap ketika dilahirkan lagi nanti, kita berada dalam kasta yang sama. Sama-sama jadi pengemis pun aku rela, asal di kemudian hari kita nggak perlu menghadapi hal yang sama seperti sekarang.”

Kaget sejenak dengan pengakuan gadis yang dicintainya itu, Changmin pun akhirnya memaksakan diri tersenyum seraya menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku. “Apa itu artinya kamu mulai sadar kalau dengan seperti ini, kita memang nggak ditakdirkan untuk bersama?”

Myunghwa buru-buru menoleh dengan gelengan cepat, takut sang kekasih salah paham dengan maksud perkataannya itu. Tapi Changmin cepat-cepat tertawa lagi, “Jadi pengemis itu nggak baik, lho. Dan lagi memang kamu pikir enak? Aku sih nggak mau kalau harus jadi pengemis bareng-bareng begitu. Hahaha.” Katanya seraya mengacak rambut hitam Myunghwa, mencoba mengubah mood yang ada dengan canda.

Biarpun seketika, tiba-tiba saja di saat itu ia juga jadi ingin mengubah keyakinannya yang dulu. Tiba-tiba saja ia juga jadi ingin mempercayai kalau reinkarnasi memang betul-betul akan terjadi, dan mereka akan kembali terlahir menjadi dua orang pada derajat sosial yang sama…

 

 

Myunghwa menatap makanan yang dibawakan para dayang untuknya dengan wajah enggan. Ia masih memikirkan perpisahannya dengan Changmin, dan itu jelas membuat selera makannya melorot drastis. Hanya sampai sini kah?? Betul-betul sudah tak adakah yang bisa mereka usahakan untuk hubungan ini??

Tapi ia tahu, Changmin memang hanya mencoba untuk realistis. Karena memang mereka bukan sedang berada dalam dongeng Aladdin, si miskin yang akhirnya menikah dengan putri Sultan. Changmin tak punya lampu wasiat dengan jin yang bisa mengabulkan segala permintaannya. Sebesar apapun cintanya pada Myunghwa, tetap saja tak akan pernah bisa menyulapnya tiba-tiba jadi seorang bangsawan kerajaan yang pantas bersanding dengan seorang putri. Selamanya. Tapi dengan mengetahui itu semua, haruskah ia juga jadi dipaksa untuk menelan bulat-bulat takdir yang sudah tergariskan?? Apakah ia betul-betul harus menunggu reinkarnasi-nya dulu baru bisa bersanding dengan orang yang ia cintai??

Tidak. Tidak, Myunghwa! Kalau kamu memang betul-betul mencintainya, kamu harus tetap berjuang. Selama ini kamu belum pernah memohon restu langsung pada raja dan ratu kan? Mungkin saja jika kali ini memohon dengan sungguh-sungguh, mereka akan merestui. Ya, ya, sekarang semua ada di tangannya!!

Maka terburu-buru, sampai menabrak semua barang-barang di kamarnya, malah, Myunghwa pun tanpa menyentuh makanannya juga segera membereskan tampilannya di depan kaca sebelum cepat-cepat kabur demi menghadap kedua orangtuanya dan menyampaikan keinginannya itu. Ah, tapi melihat semua barang-barang yang jatuh akibat buru-burunya itu, ia jadi teringat sesuatu. Awal keterlibatannya dengan seorang Shim Changmin…

 

 

5 tahun yang lalu,

BRUKK!! Tanpa aba-aba, tiba-tiba ada seseorang tersandung tas yang memang diletakkan Myunghwa di bawah kursinya itu. Dan BRAK-BRUKK-PRANG!! Hal itu sukses berlanjut pada serangkaian benda-benda yang melayang dan terjatuh berantakan begitu saja baik dari atas meja yang juga ditabrak si pelaku sampai kotak makan dan sumpit stainless yang juga sedang dipegangnya.

Myunghwa mengernyitkan keningnya mendengar ‘konser tanjidor’ dadakan itu, sebelum akhirnya ia menoleh pada si tersangka utama. Dan seketika mulutnya pun berhasil terbuka lebar karena kaget. Shim Changmin, murid kelas sebelah yang populer karena sifat supelnya. Orang yang juga sudah cukup lama diam-diam dikaguminya itu.

Biarpun dengan cepat Myunghwa segera tersadar dan buru-buru bersikap anggun layaknya ia yang biasanya lagi: seorang putri.

“Ya~ Changmin-ah! Apa yang kamu lakukan, sih? Ya ampun Myunghwa, kamu nggak apa-apa kan? Nggak ada barang cowok ini yang terlempar ke kamu, kan?” Seru Rena, teman dekatnya yang tadi memang sedang makan siang bersama di mejanya itu. Myunghwa segera menggeleng dan tersenyum demi menyatakan ia tak apa-apa.

“Ya maaf, deh…” Balas Changmin seraya memungut lagi kotak makan dan sumpitnya yang sudah tergeletak di lantai, sebelum akhirnya berlutut dan meletakkan dagunya di atas meja Myunghwa. Menatap gadis itu dari dekat. Close-up! “Maaf ya, Myunghwa?” Pintanya dengan ekspresi mata ala Puss in Boots di film Shrek.

Blush! Myunghwa yakin merah mukanya sekarang pasti tidak kalah jika dibandingkan dengan warna kepiting rebus. Dia sudah akan tergagap menjawab ketika tiba-tiba, Rena sudah kembali menyelanya, “Heeii… jangan dekat-dekat!” Tegurnya seraya mendorong dahi cowok jangkung itu dengan jarinya. Changmin memajukan bibirnya seraya mengusap-usap bekas jari itu di dahinya, protes. Tapi Rena tak menghiraukannya, “Ngomong-ngomong, kamu ada apa kesini?”

Pria yang memang berteman dengan semua orang di sekolah itu seketika melupakan betenya dan malah nyengir bangga, “Aku dipindah kesini dong. Hebat kan?”

“Bukan karena ayahmu sengaja menyelipkan namamu di daftar kelas ini saat wali kelas kita sedang nggak lihat, kan?”

Changmin kembali mencibir sindiran Rena, “Ya nggak lah. Ayahku itu guru paling objektif di sekolah ini. Aku dipindah semata-mata karena nilaiku naik, tahu. Apa kamu nggak lihat ranking ujianku yang langsung melesat jadi 30 besar kemarin itu?” Jelasnya bangga.

“Itu bukan karena ayahmu juga memanipulasi sistem ranking kita, kan?” Goda Rena lagi sambil menahan tawa. Senang sekali rasanya meledek anak guru satu ini.

“YA!!”

“Hei, sudah-sudah.” Myunghwa seketika berdiri dan melerai mereka. Ia kini menatap Changmin sambil tersenyum dengan senyum terbaiknya yang memang sudah dilatih sejak kecil oleh pengasuhnya itu. “Selamat datang di kelas ini, ya… Shim Changmin?”

Changmin segera membalas senyum gadis itu dengan senang, “Um, Shim Changmin. Mohon kerjasamanya ya, Putri Myunghwa.”

 

 

Putri Myunghwa…

Changmin berhenti sebentar dari kesibukannya mengangkut barang-barang pindahan keluarganya ke dalam kontainer demi melihat sebuah tayangan yang disetel pada TV di etalase toko barang elektronik milik tetangganya. Sebuah wawancara berita dimana Myunghwa yang memang merupakan representatif keluarga kerajaan sedang berbincang dengan reporter mengenai pembukaan istana untuk umum setiap akhir minggu. Tapi ini kan siaran ulang… pikir Changmin. Kenapa harus pas sekali ketika ia sedang memaksa diri melupakan Myunghwa, melupakan kebersamaan mereka, sih??

Tapi berbicara tentang kebersamaan mereka… Ia juga tahu sih kalau ini memang bukanlah pertama kalinya pembicaraan tentang ‘masa depan’ hubungan ini menjadi topik sandungan bagi mereka. Dan buktinya, selama 5 tahun ini, sejak SMA, mereka selalu bisa melaluinya kan? Dari dijodohkannya Myunghwa secara tiba-tiba begitu istana mengetahui hubungan mereka, makin diperketatnya penjagaan bagi gadis itu agar ia tak bisa sembarangan bergaul lagi, sampai teguran resmi dengan cap stempel istana (bayangkan, cap stempel istana! Bukan sekadar cap pos biasa!) yang datang ke rumahnya dan ditujukan agar Changmin tak lagi berhubungan dengan putri bungsu raja itu. Selama ini, sesulit apapun mereka terus berusaha bertahan. Changmin terus meyakinkan Myunghwa kalau mereka akan baik-baik saja… tapi kenapa tiba-tiba sekarang ia yang menyerah??

Dan seketika ia teringat lagi dengan semua hal yang membuat mereka terus bisa bangkit tiap kali tersandung masalah, hal-hal yang selalu berhasil membangkitkan lagi kegigihan mereka mempertahankan ini semua, ketulusan cinta mereka…

Maka buru-buru meletakkan kardus besar itu di dalam kontainer yang terbuka, Changmin pun segera berlari lagi ke dalam garasi demi mengambil motornya. Tidak, sekarang pun ia juga tidak boleh langsung menyerah! Ia harus segera kembali pada Myunghwa!

“Changmin-ah, eodiga?? (Changmin, mau kemana??)” Seru sang ibu begitu melihat putranya keluar dari garasi mengendarai motor kesayangannya.

Changmin tersenyum sebelum meng-gas motornya, “Kita nggak jadi pindah, eomma! Aku akan membuat masa depan, doakan aku!!”

Karena memang pasti masih ada masa depan untuk hubungan ini. Pasti!

 

 

“Kalau dipikir-pikir… sepanjang hubungan kita, rasanya tiada hari tanpa berlari, ya…” Terawang Myunghwa seraya tersenyum pada Changmin yang sedang meminum Pocari-nya, mengingat-ingat rutinitas mereka sejak berpacaran di kelas 3 SMA, setiap kali ingin pergi berdua itu. Berlari dari kejaran semua pengawal Myunghwa. Yah, seperti yang barusan mereka lakukan juga.

Changmin hanya tersenyum tipis sambil terus meneguk isi kaleng minumannya, “Seperti penggambaran atas memang yang sedang kita lakukan, kan? Berlari dari kenyataan. Kenyataan kalau memang nggak akan ada masa depan untuk hubungan ini.”

“Changmin…”

Tapi pria itu buru-buru menutup ‘celoteh galau’-nya tadi dengan tawa seraya mengacak rambut sebahu Myunghwa, “Just saying. Sampai kapanpun, aku akan terus memperjuangkan ini, bahkan ketika kamu mungkin sudah menyerah. Kalaupun memang nggak akan ada masa depan untuk hubungan ini, aku akan membuatnya. Aku pasti akan membuat masa depan untuk kita berdua. Karena aku mencintaimu. Mencintaimu seperti aku mencintai negara ini! Ingat itu ya, Jung Myunghwa!!” Janjinya dengan nada riang dan suara keras yang sukses membuat seluruh pengunjung minimarket menoleh ke arah mereka.

Myunghwa sukses tersipu malu, “YA~” serunya. Tapi di dalam hatinya, sungguh betapa ia beruntung bisa menemukan seseorang bersama Shim Changmin ini, dan berada di sisinya. Di saat itu juga ia tahu, memang dengan bersama Changmin-lah bahagianya.

 

 

“Putri Myunghwa!! Anda tidak serius dengan ucapan tadi, kan? Anda bercanda, kan??”

Myunghwa menggeleng dengan senyum mantap pada kedua orangtuanya, “Aku nggak sedang bercanda, eomma. Aku serius.”

“Putri…! Panggilan macam apa itu?? Dan bahasa tidak sopan apa yang Anda gunakan itu?? Ah, kepalaku…”

“Ratu, ratu!” Para dayang segera ribut menghampiri nyonya mereka. Myunghwa menghela napas lelah, terlalu banyak drama di istana ini, pikirnya. Maksudnya, kenapa ia bahkan tak boleh memanggil ibunya sendiri dengan akrab seperti dulu?? Semua aturan protokoler istana ini, ia memang selalu menyukainya, tapi entah kenapa sekarang terasa begitu menjadi beban… terutama bagi hubungannya dan Changmin.

“Sudah, semua tenang!” Akhirnya suara yang dinanti-nantikan keluar juga: titah sang raja. Myunghwa menelan ludahnya dengan susah payah. “Kami hanya mengharapkan kesopanan Anda, Putri Myunghwa. Jika Anda masih menghormati kesakralan istana ini.” Pintanya (atau mungkin lebih tepat: ‘suruhnya’?) lugas.

“Baiklah, Ibu Ratu, Ayahanda. Seperti yang aku bilang tadi… aku ingin agar Ayahanda dan Ibu merestui hubunganku dengan Shim Changmin… Butakhalkke. (Aku mohon.)” Ulang Myunghwa lagi, kini dengan emosi yang sudah tertata dan tidak seperti ‘ajakan bertengkar’ lagi. Kembali pada kebiasaan seumur hidupnya itu: sopan dan anggun.

Sementara ibunya, permaisuri, sudah mulai lagi dengan gelengannya ke arah sang raja, pria dengan tingkatan tertinggi di Korea itu hanya berdeham penuh wibawa sebelum berkata, “Alasannya? Karena kalian akan menikah?”

“Ye.” Angguk Myunghwa tanpa keraguan sedikitpun. Biarpun ia dan Changmin sebetulnya belum pernah sampai pada bahasan itu, tapi biarlah! Siapa tahu bisa lebih membantu.

“Putri…!”

“Ibu Ratu, tolonglah!” Balasnya cepat pada sang ibu itu. “Tolonglah, tolong.” Ia bahkan sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi selain permintaan tolong. Karena ia memang tahu ini tak akan mudah. Dan setidaknya, jika ada yang memberinya dukungan, satu orang saja, tentunya itu pasti akan sangat menyenangkan…

Yang tentu saja hanya mimpi baginya. Mana ada orang di istana ini yang akan mendukung keinginan putri mereka untuk menikah dengan hanya seorang rakyat jelata?

“Tidak, Putri. Maaf sekali.” Kata raja akhirnya. Myunghwa segera menatapnya dengan tatapan kecewa.

“Tidakkah 23 tahun masih terlalu muda untuk menentukan masa depannya sendiri, Ayah??”

“Tidakkah pria itu tahu kalau sebagai rakyat jelata, mencintai putri negaranya secara personal terhitung sebuah kejahatan moral?”

Myunghwa shock. Ia seperti merasakan deja vu…

 

 

“Apa mencintaimu adalah sebuah kejahatan bagiku?”

“Chang-goon, museun–“

Tapi Changmin kembali tertawa kecil lagi, yang tetap terlihat sedikit pahit, sih. “Habis, entah kenapa aku merasa seperti itu. Seperti buronan negara saja. Padahal apa sih yang aku lakukan? Aku hanya sangat mencintaimu! Salahkah??”

Myunghwa menggeleng, “Kamu nggak salah. Sama sekali nggak salah. Aku bahkan nggak tahu apa jadinya aku kalau kamu nggak muncul di kehidupanku yang monoton ini. Terima kasih, terima kasih. Dan jangan pernah berpikiran begitu lagi ya?”

Changmin kini betul-betul tertawa begitu melihat kekhawatiran berlebih kekasihnya itu. Ia segera merengkuh kepala gadis itu dan mengecup dahinya penuh sayang, “Nggak kok.” Jawabnya, sudah kembali riang seperti Changmin yang biasanya. “Hanya saja, kalau memang mencintai seorang putri sepertimu adalah kejahatan, saat ini juga aku dengan sukarela menerima vonis itu. Aku bersalah.”

 

 

“Saya mohon, biarkan saya masuk!” Pinta Changmin, kini dengan sudah berlutut di hadapan penjaga gerbang istana kediaman putri yang paling dicintainya itu.

“Tidak bisa! Silakan datang lagi di akhir minggu nanti ketika istana dibuka untuk umum.”

“Tapi saya teman Putri Myunghwa, saya mohon!” Pintanya lagi. Dan seketika, kedua penjaga itu langsung saling menatap. Teman putri mereka?

“Lapor, ada seseorang yang mengaku teman Putri Myunghwa di gerbang, masuk atau tidak?” Bisik salah seorang penjaga itu pada microphone kecil di pipinya. Ia kemudian terlihat mengangguk mengerti. “Ah, ye, laksanakan.”

“Maaf.” Katanya, kini telah beralih pada Changmin kembali. “Anda tetap tidak boleh masuk.”

Changmin segera menundukkan kepalanya kecewa, tapi begitu melihat pintu gerbang yang memang sedikit terbuka itu, ide seketika terbit di otaknya. “Ah, Myunghwa-ya! Ya, Myunghwa, na-ya, na!! (Myunghwa, ini aku, aku!!)” Serunya sambil melambai-lambai ke arah dalam istana.

Sekejap, kedua penjaga itupun juga menoleh demi memberi hormat pada putri mereka ketika Changmin, memeletkan lidahnya, cepat-cepat melompat masuk dengan menginjak punggung dua pria itu, menjatuhkan mereka.

“Joisonghamnida! Gamsahamnida!” Teriaknya dari dalam seraya terus berlari. Dalam hatinya, tak sia-sia ayahku seorang guru olahraga!

 

***

 

“Kejahatan… moral?” Seakan tak percaya dengan pendengarannya, Myunghwa dengan perlahan mengulang perkataan sang ayah itu. Bagaimana mungkin mencintai seseorang saja bisa jadi sebuah kejahatan?

“Ya.” Jawab raja. “Tidak sepantasnya–”

“Maaf, Ayahanda, Ibu Ratu, tapi aku dan Putri Mahkota Ga-eul mendukung permintaan restu Putri Myunghwa.” Tiba-tiba suara tenang seseorang sudah menggema di ruang kerja raja itu.

Semua orang dalam ruangan menoleh. Dan begitu pintu digeser, tampaklah kakak Myunghwa satu-satunya, putra sulung raja saat ini, Pangeran Mahkota Yunho bersama sang istri yang sedang hamil besar. Putri Mahkota Ga-eul tersenyum pada Myunghwa sebelum ikut melangkah masuk bersama suaminya.

“Hwangteja! (Pangeran Mahkota!) Apa maksud pernyataan Anda tadi??”

“Sepertinya cukup jelas. Ayahanda, Ibu, biarpun aku baru akan dilantik minggu depan, tapi secara adat aku sudah menjadi raja sejak Ayahanda menyerahkan tampuk itu di pernikahanku dengan Putri Mahkota, bukan? Maka dari itu, dengan segenap otoritasku, kumohon agar Ayahanda dan Ibu Ratu memberi restu pada Putri Myunghwa dan kekasihnya. Butakdeurimnida. (Aku mohon.)” Katanya seraya mulai berlutut dan bersujud pada dua orangtuanya itu, yang segera diikuti sang istri dengan susah payah. Raja dan ratu cepat-cepat berdiri kaget, dengan ratu juga langsung menghampiri dan mengangkat menantunya, takut terjadi sesuatu dengan calon pangeran yang sedang dikandung Putri Mahkota.

“Putri Mahkota, apa yang Anda lakukan?? Cepat bangkit, ayo.” Tuntunnya.

“Yunho, cepat bangkit.” Perintah raja seraya kembali duduk dan membuang muka, merasa pusing dengan pemberontakan tiba-tiba juga dari putra kesayangannya ini.

“‘Yunho’?” Ulang Myunghwa, sedikit sinis. “Jadi sekarang kita sudah bisa bicara seperti keluarga?”

“Myunghwa! Tetap sopanlah sedikit kalau kau masih ingin kami merestuimu! Ini salah satu alasanku tidak menyukai pergaulanmu dengan rakyat biasa itu, mereka membuatmu kehilangan tata krama!”

Tertegun, Myunghwa segera berdiri dan membungkuk dalam, “Joisonghamnida.” Katanya. “Tapi… apa betul ayahanda sedang mempertimbangkannya?”

Raja memegang keningnya dengan sikut tertumpu pada lengan kursi, terlihat tertekan sekali dengan keputusan yang akan ia buat. Karena sebetulnya ia juga tahu bahwa permintaan Myunghwa memang bisa saja dikabulkan. Kakaknya adalah Pangeran Mahkota, calon bayi kakaknya pun diprediksi juga adalah laki-laki. Semua kondisinya Myunghwa sebagai bukan penerus tahta telah terpenuhi, dan sebetulnya tak ada aturan yang melarang bukan penerus tahta menikahi rakyat biasa. Keberatan mereka memang hanya semata keberatan orangtua saja, kepicikan yang takut darah biru keluarga kerajaan tercemar dengan darah rakyat jelata. Tapi pertanyaannya, apakah ia mau terus menjadi raja yang picik?

“Sesuai hukum negara, Myunghwa sudah cukup umur untuk menentukan masa depannya sendiri, Ayah, kita–”

“Aku tahu, Yunho. AKU TAHU. Aku telah lebih dulu menjadi raja bahkan sebelum dirimu lahir. Jadi kau tak perlu mengguruiku.” Potongnya tegas. Yunho segera mengunci mulutnya lagi seraya melirik Ga-eul yang menggenggam tangannya, mencoba menenangkan suaminya itu juga. Raja kembali tenggelam dalam pikirannya sebelum akhirnya, “Baiklah, jika pria Shim Changmin itu berani datang kemari–”

“Putri Myunghwa, Putri Myunghwa!! Gawat, ada yang mengaku teman Anda dan menerobos masuk istana begitu saja! Sekarang para pengawal sedang mencoba mengusirnya, tapi ia bersikeras ingin bertemu dengan Anda!”

Mendengarnya, Myunghwa pun segera berlari begitu saja keluar kediaman ayahnya. Entah kenapa ia yakin itu Changmin. Itu pasti Changmin!

Dan benar saja… Begitu keluar, ia segera bertemu dengan sosok Changmin yang masih sibuk meronta-ronta dalam pegangan dua pengawal istana berseragam jas hitam-hitam. Pria yang dicintainya terlihat begitu kacau, rambutnya acak-acakan, penuh keringat, pasti sudah lama ia sibuk mencari dirinya di antara banyak kediaman-kediaman di lingkungan istana ini, sambil juga tentu sibuk berlari dari kejaran para pengawal sebelum akhirnya berhasil tertangkap. Tapi entah kenapa, Changmin yang gigih itulah memang sosok yang di mata Myunghwa selalu tampak berkilauan. Dan tanpa sadar airmatanya pun menitik…

“Lepaskan…” Pinta Myunghwa pelan seraya menghampiri pria yang sepertinya sudah nyaris lemas itu. Changmin pun cepat mengangkat wajahnya begitu mendengar suara yang begitu ia rindukan beberapa jam terakhir ini.

Pria itu menutupi kelelahannya dengan tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang rata, “Hai, Putri. Tolong jelaskan pada mereka kalau aku memang benar temanmu–Oops!” Katanya sebelum limbung dan nyaris terjatuh, biarpun akhirnya ia tetap bisa menahan agar terus berdiri, dan pastinya, tertawa lagi. “Hehe, aku hanya sedikit capek, kok. Istana besar sekali, ya.”

Mendengarnya, Myunghwa yang sudah khawatir setengah mati segera menghela napas lega. Seperti yang ia kira, kekasih yang selalu ia banggakan ini tak akan semudah itu menyerah dengan takdir mereka…

 

 

“Dengan ini, saya, Shim Changmin, secara resmi menyampaikan keinginan saya menikahi Putri Myunghwa. Mohon restu Yang Mulia.” Changmin membungkuk penuh hormat di hadapan rajanya, segera setelah ia sudah merapikan diri dengan pinjaman baju dari Yunho yang memang sejak awal mengetahui hubungan adiknya dengan pria ini, telah mendukung mereka berdua.

Changmin masih dalam posisi membungkuknya biarpun cukup lama raja terdiam tanpa keputusan apapun. Sementara Myunghwa hanya bisa terdiam, karena ia sendiri juga kaget dengan permohonan resmi Changmin ini. Bagaimana mungkin mereka bahkan punya ide yang sama untuk tiba-tiba melontarkan kata pernikahan di saat selama 5 tahun berhubungan ini hal itu tak pernah sekalipun mereka bahas? Yah, jangankan pernikahan, selama ini hanya dengan memikirkan cara-cara lain untuk lolos dari pengawalan ketat Myunghwa dan berkencan dengan lancar pun rasanya sudah sibuk sekali…

“Ayah, sepertinya Ayah sudah cukup lama berpikir…” Yunho akhirnya menegur sopan, seraya melirik kasihan pada calon adik iparnya yang sudah sedikit gemetar karena terlalu lama membungkuk itu. Malang sekali nasibmu, Nak. Berjuanglah, dukungnya dalam hati.

Raja pun kembali berdeham. “Baiklah.” Bukanya. Changmin perlahan kembali pada posisi tegaknya semula. “Shim Changmin, aku telah menerima maksudmu. Dan sesuai janjiku pada Myunghwa barusan, jika kau berani datang kemari dan memohon langsung padaku, aku akan merestui kalian berdua.”

Sekejap, wajah Myunghwa dan Changmin pun langsung terlihat cerah. Mereka menganga tak percaya seraya langsung menoleh ke arah masing-masing, berpegangan tangan dengan riang. Ternyata memang ada jalan untuk hubungan ini…!! Mereka berhasil menang terhadap takdir!!

“Hanya saja,” namun seketika, sambungan dari raja kembali menghentikan kebahagiaan mereka. ‘Hanya saja’? Dengan cepat semua orang pun kembali menatap raja mereka. “Dengan menikahi rakyat biasa, dengan amat terpaksa Anda juga harus bersedia melepaskan tahta Anda, Putri Myunghwa.”

“Ayah…! Apa maksudnya? Ayah mengusir Myunghwa??” Yunho cepat bereaksi yang didukung wajah khawatir istrinya juga di sampingnya.

Sang raja menggeleng, “Tidak. Bukan aku yang mengusirnya, tapi peraturan istana. Sebagai calon raja, tentu kau juga tahu tentang kondisi ini, Yunho. Itulah mengapa awalnya aku sangat menolak hubungan mereka.”

Sejenak, semua orang yang berada di dalam ruangan itu: raja, ratu, dua putri, satu pangeran, dan satu rakyat biasa, semuanya terdiam dalam suasana yang begitu intens. Tidak ada yang berani bicara, semua mata kini tertuju pada Myunghwa sebagai ujung tombak keputusan berikutnya. Karena sekarang semua memang ada di tangannya, akankah bersatu dengan orang yang ia cintai tapi kehilangan tahta, gelar, semua hal yang sudah melingkupinya dari kecil, atau tidak merubah apapun, tapi harus mengucapkan selamat tinggal pada kekasihnya?

Sementara kini Changmin yang hanya bisa terdiam. Karena sebetulnya ia sama sekali tidak ingin merampas apapun dari kehidupan kekasihnya itu, tapi ia amat sangat tahu apa jawaban yang akan Myunghwa berikan…

“Ya, tentu. Dengan senang hati. Aku bersedia melepaskan tahtaku, Ayah. Terima kasih.” Jawabnya seraya tersenyum, seakan tanpa beban sekali. Biarpun ia tahu suatu saat nanti mungkin ia akan menyesal, tapi biarlah. Setidaknya jika nanti ia menyesal, ia akan menyesal bersama orang yang dicintai dan mencintainya…

 

***

 

Dan tak lama, hanya seminggu kemudian tepat sebelum pelantikan Pangeran Mahkota Yunho menjadi raja, Myunghwa dan Changmin pun menikah dengan masih menggunakan adat kerajaan. Prosesi pernikahan itu sendiri dihadiri oleh keluarga Changmin yang betul-betul membatalkan kepindahan mereka, dan dilaksanakan secara khidmat. Kedua mempelai terlihat sangat bahagia sebelum akhirnya di akhir hari, tepat setelah pelantikan Yunho sebagai ‘Raja Sungyoung’, mereka akan menempuh satu prosesi lagi. Prosesi final dari seluruh rangkaian pernikahan seorang putri dengan rakyat biasa yang diliput besar-besaran seluruh media itu: prosesi penghapusan gelar putri.

“Dengan ini, saya Raja Sungyoung, menghapus gelar keputrian atas diri Jung Myunghwa. Setelah hari ini, yang bersangkutan tidak diperkenankan lagi mengikuti segala prosesi sakral kerajaan, tinggal di dalam istana, dan diwajibkan mengabdikan diri sepenuhnya sebagai warga sipil Republik Korea Selatan.” Yunho sebagai raja baru membacakan titahnya dengan suara yang sedapat mungkin ia coba untuk terdengar tetap berwibawa. Karena sesungguhnya, berat sekali baginya menjalankan ini. Bagaimana tidak? Tugas pertamanya sebagai seorang raja adalah menghapus gelar adiknya sendiri…

Myunghwa tetap tenang dalam posisi berlututnya selama pembacaan titah itu, mengenakan pakaian dinas putri-nya untuk terakhir kali, lengkap dengan tiara dan segala lencana kerajaan. Dan begitu bangkit, hal pertama yang ia lakukan adalah tersenyum seakan menyatakan kalau ia akan baik-baik saja pada sang kakak. Tapi sementara ia begitu tenang, semua pihak lain yang menyaksikan itu terlihat menitikkan airmata, terutama sang ibu, kakak ipar, dan juga para dayang yang telah hidup bersamanya sejak kecil. Tak pernah terbersit dalam pikiran mereka sebelumnya, kalau Putri Myunghwa yang selama ini selalu seperti matahari di dalam istana dengan sifatnya yang cerah itu, akan tiba-tiba pergi begitu saja ke dunia bebas, meninggalkan semua kesenangan duniawinya sebagai putri raja…

Satu per satu, Myunghwa pun berlutut di hadapan keluarga kerajaan sebagai ucapan selamat tinggal terakhirnya sebagai seorang putri. Ia hanya tersenyum, terus tersenyum tiap kali ada yang menangisi kepergiannya. Semua prosesi itupun dengan lengkap bahkan ditayangkan sebagai siaran langsung di TV-TV nasional. Dan dengan begitu, selepas prosesi, kini Myunghwa pun bukanlah lagi seorang putri.

“Terima kasih ya, karena kamu telah datang waktu itu.” Kata Myunghwa pada Changmin yang kini telah menjadi suaminya, memaksudkan pada hari perpisahan mereka yang ternyata berujung menjadi hari lamaran resmi Changmin pada rajanya itu. Kali ini mereka sedang berada dalam mobil menuju rumah baru mereka, tempat mereka akan memulai segalanya dari nol lagi pasca upacara penghapusan tahta itu.

Changmin tersenyum seraya mengelus rambut istrinya, “Hanya itu hal yang bisa kupikirkan untuk memenuhi janjiku membuat masa depan untuk kita. Betapa bodohnya aku yang malah sempat melupakan itu… Justru aku mau minta maaf karena dengan bersamaku, kamu harus melepaskan gelarmu dan segala–”

CUP! Dengan kilat Myunghwa segera menutup permohonan maaf Changmin yang sudah kesekian kalinya untuk hal yang sama itu dengan sebuah kecupan di bibir. Ia menggeleng pelan, “Aku masih seorang putri kok.” Katanya yang segera disambut kernyitan bingung Changmin. “Untukmu.” Lanjutnya seraya mengedipkan sebelah matanya penuh canda.

Changmin hanya bisa tertawa seraya meraih leher Myunghwa, memeluknya dengan lengannya yang bebas dan tidak digunakan untuk menyetir. “Kamu masih, selalu, dan akan terus menjadi seorang putri bagiku. Putri Myunghwa, selamat atas kemenangan kita atas takdir. Aku mencintaimu.”

 

END

 

PS: Based on true story, hanya sebatas ide cerita yang berasal dari Putri Sayako dari Jepang yang berani melepas tahtanya hanya demi menikah dengan cowok biasa. Sisanya fiktif karena saya sendiri gatau juga perjalanan cinta mereka hahaha XDD

Advertisements
 
14 Comments

Posted by on August 28, 2011 in DBSK

 

Tags: ,

14 responses to “STILL A PRINCESS

  1. Iwang

    August 28, 2011 at 9:39 am

    Wah. .keren~
    smua kputusan ada resiko.a y. .hhe. .
    Smpet bngung yg ttg reinkarnasi, kirain bkalan ada crita bda jaman, oala, .
    Hhi. .

     
    • lolita309

      August 29, 2011 at 11:12 pm

      waa gomawo ><

      iya dong, ibarat kata pepatah akuntansi (eeeaaa XDD): high risk high return. makin gede resikonya makin berharga yg kita dpt 🙂

      hehe, engga, itu mah biar agak dramatis aja~ #PLAK 😀

      makasi uda baca iwang-ssi^^

       
  2. wiehj

    August 28, 2011 at 10:56 am

    Sweet!!! Untung nya changmin brubah pikirannya 🙂
    Wlo pun gelar putri nya ilang, tp hub keluarga myunghwa am appa omma oppa nya gag akan hilang kan.. buat ap jd princess tp hidup serasa terkekang? Mending jd rakyat biasa yg bahagia hahahhahaha *sokbijaksana* #plak 😐
    Btw aq ngbayangin yunho jd raja gt, feel nya dapet bangett!! Auranya terpancar skali wuakakkaka

     
    • lolita309

      August 29, 2011 at 11:20 pm

      iyaa untung berubah pikirannya bareng hahaha

      ecieee, bnr2. tp tetep aja rasanya saya sekalii aja pengen deh nyicipin jd putri… haha XDD <– ngarep :p

      ya kaaaann??? emang ada aura2 keluarga kerajaan tuh anak, apalagi ditambah foto itu, blaahh~ *.*

      makasi uda baca wie^^

       
  3. gaemchii^^

    August 28, 2011 at 9:07 pm

    pas baca “based on true story” lgsg bertanya-tanya, kirain true storynya nyonyah #plakk

    ah, jd pngn googling ttg princess sayako ^^

    pengen dong kaya si myunghwa, tapi changmin’a diganti sama Kyu 😀
    emang ya dmana2 cinta bsa mengalahkan segalanya, sampe ga peduli lg sama status sosial gt 🙂

    nyah aku ngu lnjtan the series ini! #dirajamnyonyah

    p.s : itu foto yuno nya ganteng gila! *mimisan* #abaikan

     
    • lolita309

      August 29, 2011 at 11:24 pm

      buhahahah~ uda jelas dari pembukaan uda pake putri2an, ya kaliiii itu sayaah -___-

      haha XDD

      hu-uh, coba search deh. aku nonton pas prosesi penghapusan tahtanya itu aja terharu bgt huhu T.T

      eeeiii, pgn? emg km princess? (princess syahrini. #PLAK :p) <– geje, lupakan

      iyaiyaaaaaaaaaaaaaa~ hihihi

      iyakaaan ganteng…. huhuhu ada bakat pangeran emang tu anak kayanya.. ._.

      makasi uda baca sayang^^

       
  4. salishyun

    August 29, 2011 at 5:55 am

    singkat padat dan jelas yah eonn mantep -_-b

    Kenapaaaa ya aku gapernah jatuh hati sama main cast, selalu aja jatuh hati sama karakter cast sampingan. Dibahasa langit aku sukanya ryeowook, disini sukanya yunho. Takdir (?) ┐(‾.‾”)┐ ƪ(‾▿‾)ʃ┌(“‾.‾)┌

    Langsung ngakak pas yunho bilang gini —> ”Malang sekali nasibmu, Nak. Berjuanglah” lawak aja kedengerannya kalau dia ngomong kaya gitu #garing #krik #abaikan

    Eonni ini selalu bisa bikin cerita biasa jadi gabiasa (?) diksi nya eonni keren ^^b jyaaaaaa lolita eonni daebakk \(´▽`)/

    P.S: biasanya megu komen duluan, nah aku gantiin megu sementara garagara dia gabisa online (?) hehehe #gapenting *kabur*

     
    • lolita309

      August 29, 2011 at 11:45 pm

      singkat padat dan jelas(?) hahaha saya mah alhamdulillah aja yahh…. #PLAK :p

      hihi, baguslah berarti kamu bakat jadi peran figuran (?). haha kidding XD

      wuaaaa makasi sayaang~ btw diksi apaan yak? <– mata kuliah b.indo saya gagal soalnya

      :p

      ecieeee yaudah bagus2, teruskanlah nak kalian berlomba ngomen di tempat saya hahaha *ketawa setan*

      makasi sayang uda baca^^

       
  5. hwangminmi

    August 29, 2011 at 9:47 pm

    yeah happy ending wuhuuuu~ XD #apasih

    eh ciee salsa-hyun udah rajin komen sekarang :3 #PLAK #dibunuh

    aduh eonni aku suka deh sama main cast cowoknya *o* #PLAK #PLAK #PLAK #kibummaudikemanain (?)

    emang kalo kerajaan kayak gitu ya sistemnya? .-. baru tau (?)

    sekian deh, nyasar ke post sebelah duluu~ XD #PLAK

     
    • lolita309

      August 29, 2011 at 11:47 pm

      loh, saya juga biasa buat yang happy ending kok… (pengecualian buat ff perdana yg kibum mati hahahah *ngakak* XDD)

      nugu? changmin? ihh, sukanya yang maknae2 yaaaaa~ (kyu: woi, maknae SJ gue woi!!)

      iyaaaah, at least di jepang gitu say, kan ini true story hehe^^

      makasi uda baca yaaaa~

       
  6. chrisnagustyani

    August 30, 2011 at 8:24 am

    eh, ada video prosesinya ya? Pengen dong liat, tapi kapan2 aja #plak

    iya aq udh searching, sayang mreka nikahnya pas udah tua (?) ya? Jd udh dewasa n pemikirannya udh matang… Coba kalo msh muda, msh labil, pasti seru (?)

    ngeremehin nih? Aku princess tau… Princess di hati Kiyuu~… Eh, ato di hatinya Hae? ato Yesung? ato tiga-tiganya? *mulailabil*

    iya, tapi ada jga kan fto editan kyuhyun yg pke seragam kerajaan ky gt, it juga ganteeengggg~ *tetepmujibiaspertama* kkk~

     
    • lolita309

      August 30, 2011 at 4:10 pm

      waktu itu juga aku liatnya di tipi, on the spot loh, berarti di utube juga pasti ada kan hahaha

      iyaaa uda tua, mau 40 taun gt. kalo masih labil mah dijamin baru seminggu uda nyesel pengen balik istana lagi kali huahahah XDD

      loh loh loh, ini kenapa jadi banyak??? eh btw aku baru liat yg kyu di immortal song sm jungmo itu, yg ngerock… makeupnya bagus yak. kayaknya si kiyuu emang bagus pake eyeliner deh… tp saking close-upnya dishoot, itu pipi parutan tetep aja keliatan huhahahah XDD

      editan kyu pake baju kerajaan? ada yah? *brb cari*

       
  7. chrisnagustyani

    August 30, 2011 at 8:14 pm

    kkkk~

    kalo saya jadi putri kerajaan trus nikah sama kyu yg org biasa (?) biar muda n labil juga ga nyesel kok ngelepas gelar n keluar istana, asalkan tetap dapat warisan hahahaha eh tapi emang masih dapat warisan ga ya kira2 it si princes Sayako?

    yah, saya mlh lg ga updet berita laki sendiri nyah #gubrak iya it pipi parutannya biar di kasih tambalan (?) brapa lapis juga tetep aja keliatan wajah bulannya kekeke~ kya yg d inkigayo it jga pas perform superman, pas d close up keliatan bgt bkas jerawatnya sampe bkin aku ilfeel sndiri hahaha…

    iya ada tuh, foto si Kim jeong hoon buat film Princess hours trus bagian wajahnya di teplokin sama muka si Kiyu~ :p

     
  8. oepieck

    September 8, 2011 at 6:41 pm

    eh keren eh…
    eonni, sering” bikin cerita lepas gini ya 😀

    si changmin imut banget, apalagi pas di kelas sama waktu meronta” ditangkap pengawal
    kata”nya itu bikin ngakak, eonni daebak deh ^^

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: