RSS

[THE SERIES] BAHASA LANGIT – Part 1

15 Aug

“Ki-chan, jangan lewat jalan situ, daerah sana sebentar lagi mau hujan. Kita cari jalan lain aja ya pulangnya…”

Diriku saat itu seketika menghentikan sepeda dan menatapnya bingung, “Hujan? ‘Lagi’, ya?”

“Are (itu).” ia menunjuk langit di atas jalan yang biasanya kami tempuh sepulang sekolah setiap harinya. “Kurai, deshou? (langitnya gelap, kan?) Ayo kita cari jalan lain aja ya… A, kono michi ii? (Ah, jalan ini aja gimana?)”

Aku melihat ke langit di atas jalan baru yang ia tunjuk, memang cerah, lebih cerah dari langit di atas daerah yang biasa kami lewati tadi. Sudah sadar dengan kemampuan interpretasi bahasa langitnya, maka akupun akhirnya tersenyum, “Ii. Ikou! (Oke. Yuk!)”

BAHASA LANGIT – Part 1

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: SJ’s Kim Kibum

Hwangminmi/megumiTM as Minakami Megumi and Hwang Minmi

Minakami Megumi. Ya, nama gadis itu, teman masa kecilku. Dialah orang yang mengajariku bahasa langit, orang pertama yang membuka mataku kalau langit ternyata selalu berbicara pada kita sebelum berganti cuaca. Aneh? Aku geek? Oke, itu juga awalnya yang aku lihat pada gadis ini. Lihat saja penampakannya; masih kelas 5 SD tapi sudah pakai kacamata, rambut acak-acakan, setia dengan overall jeans-nya (tidak pernah sekalipun aku lihat dia pakai rok), pokoknya aku yang waktu itu masih kecil saja langsung tahu kalau tipe gadis seperti dia bukanlah tipe gadis ‘normal’. Haha, aku memang pendiam, tapi masalah menilai orang dalam hati akulah jagonya…

Tapi semua pandanganku berubah sejak ucapan anehnya tentang bahasa langit itu. Waktu itu aku yang baru pindah ke Jepang ini, sama sekali tak tahu kalau kota tempat tinggal baruku ini adalah kota dengan cuaca ter-absurd se-Jepang. Tak ada yang pernah tahu kapan akan hujan, kapan panas, kapan salju pertama turun, kecuali mungkin badan meteorologinya, sih. Dan pastinya… anak ini.

“Wah, mau hujan.” Gumamnya sendirian sepulang sekolah waktu itu. Ya, kami satu sekolah, satu kelas pula di SD baruku dan kembaranku, Ryeowook, ini.

Aku yang memang belum dekat dengan semua anggota kelasku itu seketika meliriknya aneh. Gadis ini… aku tahu pasti dia sekelas denganku, Minakami Megumi (gadis se-nyentrik dia, siapa yang tidak akan ingat?). Walaupun belum pernah bicara dengannya, aku pikir dia hanya sekadar nyentrik, ternyata dia memang betul-betul aneh, ya… Maksudku, lihat saja di luar! Panas, terang-benderang begini, bagian mananya yang mau hujan??

“Wook-ah, kaja.” Ajakku pada kakak—ya, biarpun tidak kelihatan begitu, tapi memang Ryeowook-lah si kakak dalam kembar kami—ku itu seraya menarik tas punggung hitamnya menuju tempat sepeda kami diparkir. Yah, setidaknya itu yang akan aku lakukan sampai tiba-tiba seseorang menahan tanganku. Si Minakami.

“Mau hujan lho… Ooame (hujan deras)…” katanya. “Cuma sebentar sih, tapi bakal deras banget, kasian adik kamu, kayaknya dia gampang sakit…”

“Eng… Jitsu wa, ‘oniichan’ dakedo (Eng… Sebenernya ini kakakku sih).” Ralatku, yang sepertinya tidak dipedulikannya. Aku menghela napas lelah, “Dou iu koto? (Kamu ngomong apa sih?) Ini terang lho, terang! Saki iku ne (Aku pergi dulu).”

“Matteyo! Hora, kozame… (Tunggu! Lihat, mulai gerimis…)” ucapnya sembari menengadahkan wajah dan telapak tangannya ke langit.

Seketika aku mengikuti geriknya, dan benar saja… hujan mulai turun, dan dalam waktu singkat, menjadi deras… walaupun akhirnya berhenti hanya sekitar 5 menit kemudian. Hujan deras, dan sebentar… persis seperti semua prediksinya.

***

“Aku mau jadi pembuat robot.”

“HEEEEEHHHH??”

“Minakami-chan, cita-cita macam apa itu? Kamu kan perempuan…” guru kami seketika menegurnya. Hari ini kami memang sedang membahas PR tentang cita-cita yang diberikan sensei kemarin. Sementara yang lain juga tercengang dengan cita-citanya yang tak umum itu, Megumi malah menatap mereka balik dengan pandangan bingung.

“Doushite? (Kenapa?) Apa perempuan nggak boleh jadi pembuat robot, Sensei?” tanyanya lugu. “Aku mau bikin robot yang bisa memperkirakan cuaca supaya bisa bantu penduduk kota ini sehingga nggak harus bergantung sama ramalan cuaca lagi…”

Guru kami tersenyum, “Itu cita-cita yang bagus, dan bukannya tidak boleh perempuan jadi pembuat robot, tapi coba kamu pikirkan lagi. Karena pasti ada cita-cita yang lebih cocok untuk gadis seperti kamu…” Katanya seraya mengelus lembut kepala Megumi. “Baik, kamu boleh duduk. Tsugi (berikutnya),”

Megumi kembali ke tempat duduknya yang berada tepat di sebelahku dengan wajah tertekuk sambil memeluk gambar robot yang ia tunjukkan tadi. “Memang apa salahnya jadi pembuat robot ya?” gumamnya pelan.

“Keren kok.” Pujiku tiba-tiba. Sejak hari ia membuatku terpana dengan ramalan cuacanya itu, kami memang jadi berteman baik. Dan kebetulan juga rumah kami searah, sehingga otomatis kami pun bisa berangkat, pulang sekolah, bahkan main bersama. Terkadang bertiga dengan Ryeowook atau biasa dipanggil Ryo saja disini, jika anak itu sedang ‘waras’ dan tidak bersikeras main rumah-rumahan atau masak-masakan dengan kami.

Ia seketika menoleh. “Hontou?”

“Um.” Anggukku sambil tersenyum. Jujur, aku memang kagum dengan cita-citanya. Pembuat robot perempuan… Itu keren sekali kan! “Aku juga rasanya jadi pengen buat robot deh. Nanti kita buat bareng-bareng ya.”

Dan sekejap, senyum lebar pun merekah di bibirnya. Ia mengangguk-angguk penuh semangat. Maka ketika namaku dipanggil, aku pun buru-buru meraih gambar robot yang ada di atas mejanya dan maju ke depan dengan semangat.

“Aku Ki, mau jadi pembuat robot.”

***

Sejenak, aku tersenyum-senyum sendiri ketika ingatanku melayang ke masa kecilku yang sangat menyenangkan di Jepang itu. Aku  Kim Kibum, atau Kin Kibom dalam pelafalan Jepang, adalah putra kelima dari Kim Jihoo, seorang diplomat asal Korea. Dan karena pekerjaan ayahku itulah, kami sekeluarga jadi sering berpindah-pindah menetap di berbagai negara. Namun tetap saja, bagiku Jepang-lah yang paling berkesan (berhubung karena di sana juga kami menetap paling lama, sekitar 3-4 tahun). Dan tentu saja karena kehadiran si master bahasa langit, Minakami Megumi.

Eh tunggu, bahkan sampai sekarang aku pun belum menjelaskan tentang bahasa langit ini ya? Wah, baiklah. Aku pun juga baru tahu tentang ini ketika sedang mengerjakan proyek pertama robot kami…

“Tunggu, jadi sebetulnya metode prediksi cuacanya itu gimana sih?” tanyaku sambil garuk-garuk kepala, putus asa membolak-balik semua barang-barang bekas yang berhasil kami temukan dalam proyek robot MeguKi #1 ini: roda tambahan sepeda, besi-besi tua, antena…

“Umm…” Megumi terlihat berpikir sebentar seraya menatap langit. “Ah, sou da. (Oh iya, betul juga.) Itu, kamu lihat awan-awan di atas itu kan? Kuncinya mereka. Kalau sekarang kan cerah, awannya menyebar. Artinya hari ini akan damai sejahtera (halah). Nah kalau tiba-tiba kamu lihat awannya mengumpul, mulai gelap pula, hati-hati tuh, mau ada yang turun dari langit. Kalau musim dingin ya salju, kalau bukan ya hujan. Gitu deh, hehe. Pengetahuan anak TK aja kan?” Katanya sambil nyengir memperlihatkan gigi serinya yang baru tanggal itu.

Aku berjengit, ‘Gitu deh, hehe’? ‘Pengetahuan anak TK aja?’ Apa-apaan itu? jadi maksudnya aku dan orang kota ini yang tidak bisa menebak cuaca, pengetahuannya secetek anak TK, gitu?

“Apa?” Tanyanya melihatku menatapnya aneh.

Aku menggeleng, “Nggak.”

Tapi lagi-lagi, seperti tidak mengindahkanku ia sudah menunjuk ke arah lain saja, “Wah, pas banget! Lihat langit di bagian rumah Tarou-chan disana! Mau taruhan nggak kalau disitu lagi hujan?” Ia kini menoleh ke arahku sambil tangannya tetap menunjuk langit di timur itu.

Aku ikut menatap langit di atas lingkungan tempat tinggal teman kami yang memang terlihat berubah kelabu tiba-tiba itu dari atas bukit di belakang sekolah ini. “Tarou-chan no uchi? (Rumah Tarou-chan?) Tapi kok disini enggak? Bukit ini kan dekat…”

“Itulah…” Cubitnya di pipiku. Aku buru-buru menepis tangannya. Aku tidak suka dicubit dan dipeluk, pokoknya diperlakukan seperti anak kecil! “Lihat di atas kita! Cerah kan? Langitnya seolah-olah terpisah dengan langit di tempat yang lagi hujan itu. Itulah serunya langit, seakan mengajarkan kita untuk teguh dengan pendirian kita sendiri, sedekat apapun orang lain yang mempengaruhi kita…”

“Kanda. (Aku pergi.)” Pamitku pelan sebelum keluar rumah seraya mencangklong ransel hitamku yang penuh dengan semua alat-alat robotika yang menjadi major kuliahku itu. Ya, aku akhirnya betul-betul mengamalkan cita-cita yang kukatakan demi Megumi waktu SD dulu, bahkan ketika akhirnya aku dan keluarga sudah kembali ke Korea seperti ini. Karena ternyata robotika, merakit robot, mesin, itu sangat menyenangkan sekali! Aku bahkan sangat berterima kasih pada Megumi yang telah mengenalkanku dengan cita-cita ‘langka’ ini.

“Eh, Kibum-ah, bekalmu nih!” Suara kembaranku yang melengking itu segera mampir di telingaku. Aneh, dia dengar saja suara pamitku yang kecil itu, padahal dapur kan letaknya di bagian belakang rumah. Maka dengan langkah gontai aku pun buru-buru melangkah balik dan menemuinya yang sudah tergopoh-gopoh membawakan bekalku dengan apron renda-renda yang masih terpasang di tubuhnya.

Aku memasang senyum setulus mungkin, “Thanks, Wook-ah.”

“Sama-sama! Semangat ya lombanya! Go go, Kim Kibum! Ye ye ye!” Ia masih tersengar berteriak-teriak begitu bahkan ketika aku sudah menyalakan motorku untuk pergi ke kampus. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala, yah, setidaknya bersyukur saja aku masih punya kakak yang masih sangat perhatian padaku sampai-sampai rela membuatkan bekal tiap hari untuk kedua adiknya (aku dan si bungsu perempuan, Saera). Biarpun terkadang aku suka mempertanyakan major kuliahnya yang mengambil Akuntansi, karena sepertinya, dari pada calon akuntan ia lebih cocok menjadi koki…

Ah, lupakan Ryeowook. Baiklah, kita kembali lagi ke topik. Tentang Megumi…sayang sekali aku sudah tidak pernah mengetahui kabarnya lagi. Sudah sejak keluargaku tiba-tiba harus pulang ke Korea karena masa tugas ayahku yang sudah habis di musim panas ketika aku baru kelas 1 SMP. Setelah sekitar 1 tahun berjalan, MeguKi #1 pun sudah setengah jadi (setelah kami juga bahkan sampai ikut ekskul robot di SMP kami ini demi mencari tahu cara membuat robot yang benar), dan di libur musim panas itu Megumi sekeluarga menghabiskan liburan mereka di Hawaii, dengan Megumi juga berjanji ia akan sekalian mencari bahan-bahan lain yang diperlukan untuk penyempurnaan MeguKi #1 kami.

Namun sayangnya, di saat Megumi sedang pergi itulah keputusan kepulangan kami sekeluarga didapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang memang selalu diam dan tenang ini sejak dilahirkan, aku pun ngambek. Bagaimana mungkin aku tiba-tiba pergi tanpa pernah bisa berpamitan dulu pada partner proyekku itu?? Tentu, ngambeknya pun aksi diam sehingga keluargaku akhirnya tetap tak menyadarinya juga karena sudah terbiasa dengan diamku itu. Di saat-saat seperti inilah aku jadi tiba-tiba benci dengan keadaan diriku sendiri yang tidak pernah bisa menumpahkan perasaanku pada orang lain…

SELAMAT DATANG PARA PESERTA KONTES ROBOTIKA NASIONAL TINGKAT PERGURUAN TINGGI KE-XI

INSTITUT TEKNIK SEOUL

Aku melihat sekilas banner besar-besar yang dipajang di atas gerbang kampusku ini sebelum meneruskan melaju di atas motorku melewati pagar yang terbuka lebar itu. Yup, lomba yang dimaksud Ryeowook di rumah tadi adalah ini, dimana aku memang mengikutsertakan diriku di dalamnya. Setelah menuntut ilmu selama 3 tahun di jurusan Teknik Robotika yang memang hanya ada satu-satunya di negeri ini di kampusku, aku akhirnya telah berhasil menyempurnakan rancangan MeguKi #1 yang memiliki tujuan sama namun dalam model yang jauh lebih maju sehingga akhirnya kunamakan Advanced MeguKi. Dan robot peramal cuaca inilah yang akan kutampilkan dalam kontes ini.

“Baiklah, babak penyisihan akan segera dimulai, ya. Untuk semua peserta silakan menempati meja masing-masing dan mempersiapkan alat serta bahannya. Penyisihan meliputi kemampuan merakit robot masing-masing dalam 1 jam DAN kesesuaian performa robot yang dihasilkan dengan deskripsi singkat yang sudah di-submit dalam formulir pendaftaran. Kurang sesuai sedikit saja atau performa yang kurang baik akan segera di-DIS! Wah, cukup berat ya. Baiklah, kita mulai sekarang saja.” Sang MC yang memakai setelan tuksedo lengkap itu berkoar-koar sebelum akhirnya terdiam sebentar untuk lebih meningkatkan tense yang ada. “Yaaak, junbi… SIJAK!”

Serentak, langsung terdengar suara riuh cetak-cetik komputer maupun bunyi alat-alat listrik yang dipakai peserta untuk merakit robot mereka. Aku pun tentu melakukan hal yang sama. Pertama-tama kupakai dulu bando hitamku demi menghalangi poni-poni rambut yang sudah mulai gondrong ini mengganggu pekerjaanku. Yak, kita masuk ke pengerjaan. Untuk penyisihan ini aku sangat percaya diri, karena lihat saja, pengalamanku menghadapi robot sejak SMP di Jepang membuatku sudah paham berbagai trik mempersingkat waktu perakitan. Kubuat Advanced MeguKi dalam parts besar sehingga lebih mudah dirakit namun tetap melewati screening awal kontes yaitu parts besar yang terjadi karena memang sudah setengah dirakit sebelumnya.

30 menit berlalu…

“Wah wah, sudah putar-putar mengelilingi banyak peserta lain, akhirnya saya menemukan sesuatu yang menarik: satu-satunya peserta wanita dalam sejarah kontes robot ini!” Suara lantang si MC lewat pengeras suara itu berhasil menarik perhatianku sejenak. Aku menengadah ke layar besar di hadapanku demi melihat sumber keriuhan tiba-tiba dari seluruh peserta lain dan penonton itu, sebelum akhirnya sadar kalau MeguKi ternyata lebih menarik dari kesempatan melihat peserta wanita itu. Tak penting, maksudku, wanita yang suka robot tuh seperti apa sih? Semua pasti sudah tahulah. Pasti setipe dengan semua mahasiswi teknik sini yang jumlahnya memang hanya segelintir itu: rambut pendek, tomboy, jeans dan kaos atau kemeja gombrong, juga sepatu keds. Intinya: tidak ada wanita-wanitanya. Haha, kebiasaan menilai-orang-dalam-hati ku masih terus berjalan ternyata.

“Agassi, siapa namamu?”

“Ne? Ah, Hwang Minmi imnida. Annyeong.”

“KWIYEOWO~” serentak suara baik dari penonton maupun peserta lain yang kebanyakan memang pria bergaung di seantero lapangan basket indoor ini. Ah sial, mereka berhasil mendapatkan perhatianku lagi. Maka aku pun kembali menghentikan pekerjaanku yang sedikit lagi rampung (tinggal memasukkan processor/otak robotku) dan menatap layar besar itu lagi demi membuktikan kalau mereka salah. Tentu saja, mana mungkin ada gadis imut–

“MEGUMI??”

Aaah… ani, ani, ani. Tidak mungkin… Dari mana aku tahu-tahu dapat nama itu di kepalaku, coba? Dari mana Megumi-nya?? Megumi, Minakami Megumi, teman masa kecilku dengan kacamata kuda, rambut acak-acakan, overall jeans-nya yang mirip montir, dari mana miripnya Megu-ku itu dengan gadis yang okelah, cantik ini? Eh, tadi Megu ‘siapa’ aku bilang? Ah, lupakan. Itu pasti hanya gara-gara aku sedari pagi memang sedang mengingatnya.

“Baik, memasuki semi final. Seperti biasa, hanya lolos sedikit orang–kali ini tepatnya 13–dari peserta penyisihan yang total tahun ini berjumlah 106 orang. Wah, penyisihan memang betul-betul ‘menyisihkan’, ya.” Buka si MC kembali setelah jeda istirahat sebentar untuk penilaian yang segera disambut tawa penonton. “Sekarang akan kami bacakan nama-namanya. Yang pertama, dari Universitas Korea, Robot Pelipat Pakaian… Ahn Ryeowon! Lalu dari tuan rumah, Institut Teknik Seoul… Robot Prakiraan Cuaca, Advanced MeguKi oleh Kim Kibum!”

Yeah!! Langsung terdengar suara riuh teman-temanku yang memang banyak mendukung disini. Jelas, kamilah tuan rumahnya. Dan biarpun aku cenderung pendiam, entah kenapa teman-temanku tetap saja banyak begini. Dan oh, sepertinya aku mendengar suara khas yang sangat aku kenal juga…

“Bum-ah…! Yeyeye sa-rang-hae Kim-Ki-bum! Go go Kim Kibum…!” Begitu aku menoleh ke belakang… sudah terlihat saja Ryeowook disana bersama Saera dan pacarnya, mantan musuh bebuyutan putra-putra keluarga Kim kami, Lee Hyukjae aka Eunhyuk. Yah, aku jamin dia pasti hanya dimanfaatkan untuk menyupiri ‘kakak imut’-ku yang memang tidak bisa menyetir itu, yang juga jadi keuntungan untuk adikku karena mendapat kesempatan lebih untuk pacaran. Saera melambai-lambai padaku begitu ia sadar aku sudah menemukan mereka. Aku membalas anggota keluarga yang kuanggap terdekatku bahkan dibanding kembaranku sendiri itu dengan senyuman.

“…Go Samdong, kemudian… wah, ini menarik. Satu tema dengan salah satu semi finalis juga, tentang cuaca, dari Universitas Sungkyunkwan… WeFo the Weather Forecaster oleh satu-satunya peserta wanita kompetisi ini: Hwang Minmi!”

“WOOHOOO!!” Serentak lebih riuh lagi suara dari saat namaku disebutkan menyeruak. Dan sekejap, keriuhan itu mulai berubah menjadi seruan mengumandangkan nama sang inventor berambut lurus kecoklatan: Hwang Minmi, Hwang Minmi…!

Sementara aku, di tengah keriuhan itu kepalaku seakan seperti diputar tanpa ampun. Tak henti-hentinya aku menatap gadis bernama Hwang Minmi itu lekat-lekat, dari atas ke bawah. Bagaimana mungkin ada orang lain dengan ide yang persis sama denganku?? Tidak banyak orang tertarik dengan prakiraan cuaca, apalagi sampai ingin membuat robotnya segala. Tidak ada kecuali aku…

…dan Megumi.

Di saat itu, seketika semua memori masa kecilku pun tumpah. Ya, hanya aku dan Megumi pemilik ide itu. Megumi… Megumi… Apakah itu juga jadi menjelaskan tebakan tiba-tibaku atas gadis itu saat pertama kali melihatnya? Kalau Hwang Minmi adalah… Minakami Megumi?

“Bukan. Namaku Hwang Minmi, berdarah Korea murni biarpun sekarang kewarganegaraanku Amerika Serikat. Aku sama sekali buta tentang Jepang, apalagi sampai bisa menjadi orang Jepang segala. Dan aku sama sekali tidak kenal dengan orang bernama Minakami Megumi. Jadi…maaf.” Ia menjawabku lugas dengan ujung bibir yang sedikit terangkat seperti ingin tertawa begitu mendengar pertanyaan blak-blakanku tentang apakah ia adalah Megumi ataupun minimal seseorang yang kenal dengan partner masa kecilku itu.

“Kalau begitu tentang latar belakang robotmu–“

“Maaf, tapi aku masih harus mengetes performa robotku untuk pameran singkat semi final ini. Tentang latar belakang dan lainnya bisa kamu ketahui nanti saat aku masuk final dan memberikan presentasi, bukan? Geureom.” Tutupnya, sangat percaya diri seraya menundukkan kepala sejenak ke arahku sebelum langsung berbalik kembali ke dalam venue kompetisi kami.

Sepeninggalnya, aku masih terdiam mematung di bawah pohon maple rindang di luar venue, tempatku memintanya untuk bicara sebentar ini. Betulkah…? Dia bukanlah Megumi? Tapi kenapa sepertinya hatiku masih tidak bisa menerima–

“Woohoo, badannya boleh tuh. Pintar milih juga kamu, Gu.” Tiba-tiba suara asal plus siulan seseorang sudah menegurku dari belakang. Aku segera berbalik dengan tampang jutek. Hanya ada satu orang menjengkelkan yang memanggilku ‘Gu’ dari kata ‘Gagu’ alias tidak bisa bicara. Dan dia adalah…

“Oppa, habis ditolak ya?” Tanya ingin tahu Saera segera menyusul ‘sapaan’ pacarnya padaku barusan. Yup, orang kurang ajar itu tak lain tak bukan adalah kembar nomor 2 dari kembar tiga keluarga Lee, Eunhyuk. Aku masih menatap pria dengan mulut penuh gusi itu galak. Untung dia pacar adik kesayanganku, kalau bukan sudah ku-lakban mulutnya, kuikat tali rafia, dan kubungkus kardus si monyet ini sebelum kukirim ke Kenya lewat FedEx.

Maka alih-alih menjawab mereka, seperti Kibum si anti-sosial yang biasanya, aku pun langsung ikut berbalik seperti Minmi tadi menuju venue, mencoba mengecek kembali kondisi MeguKi untuk pameran singkat karya yang merupakan materi babak semifinal ini.

“Kembali lagi dalam Kontes Robot Nasional Tk. Perguruan Tinggi ke-XI…! Bagaimana istirahat makan siangnya? Semua sudah makan? Pastinya sudah ya, dan para semi finalis kitapun juga tentu sudah siap dengan karya masing-masing yang akan diperlihatkan pada juri dan penonton.” Sang MC kembali memberikan pembukaan segar untuk kompetisi ini. Keriuhan mulai terdengar lagi dari para suporter yang menyerukan nama peserta dukungannya masing-masing, biarpun kini sedikit terjadi ketimpangan karena banyak suporter yang menyebrang jadi pendukung dari Hwang Minmi si peserta cantik. “Nah nah nah, sebelum mulai, saya akan membacakan lagi tugas peserta di babak semi final ini. Jadi di babak ini akan ada pameran singkat tentang fungsi dan performa robot masing-masing maupun fitur-fitur tambahannya bila ada, pokoknya segala yang bisa ditunjukkan pada juri dan penonton hanya dalam 5 menit saja, sudah termasuk waktu penghidupan karya, ya. Nantinya akan dipilih 3 orang saja untuk memasuki final. Wah, kejam sekali ini… 10 orang akan gugur, Saudara-Saudara.”

Tawa renyah kembali terdengar dari penonton.

“Ja, dimulai dari peserta nomor 1, Universitas Korea: Ahn Ryeowon dengan Robot Pelipat Pakaian-nya!”

Dan satu per satu, para semi finalis pun maju termasuk aku. MeguKi yang kurakit saat penyisihan tadi menampilkan performa prima-nya, meramalkan dengan spesifik kalau di akhir hari ini akan hujan dari jam mulai hujannya, sampai berapa lama hujan itu akan berhenti yang didapat dari hasil pengolahan temperatur siang ini lewat panel surya di kepalanya yang tersambung dengan termometer elektronik di dalam badan mungilnya, juga pantauan awan dari kamera yang kupasang sebagai kedua matanya. Penampilan MeguKi mendapat applause khusus dari para juri yang beberapa bahkan didatangkan dari Jepang sebagai pusat teknologi robotika dunia. Aku tersenyum bangga saat meraih MeguKi kembali dalam pelukanku seperti seorang ayah yang anaknya habis memenangkan kompetisi matematika. Sudah kukira sejak awal kalau ide Megumi memang akan menjadi brilian. Sayang sekali ia tak ada disini bersamaku… tapi jika nanti MeguKi menang, itu tentu merupakan andilnya juga.

Setelah lagi semi finalis lainnya maju dan menunjukkan kemampuan ‘anak-anak mereka’ yang memiliki beragam bentuk dan fungsi dari mulai berbentuk tumpukan kubus beroda biasa sampai ada yang mirip Gundam, sampailah akhirnya pada giliran Minmi si peserta wanita satu-satunya. Ia memeluk sebuah robot dengan badan berbentuk tabung yang besarnya sepertinya bahkan tak lebih dari sekaleng cola sebelum kemudian meletakkannya di atas panggung ketika ia sudah sampai. Aku tak henti mengikuti geriknya seperti yang sudah kulakukan sejak ia meninggalkanku begitu saja di bawah pohon maple tadi, bahkan ketika aku sedang berada di atas panggung memamerkan MeguKi. Wajahnya, suaranya… semakin kupikirkan ia semakin mirip dengan Megumi menghiraukan semua ke-geek-annya saat SD dulu, tapi kenapa gadis ini bilang ia berdarah Korea asli? Megumi jelas gadis Jepang tulen biarpun gerak-geriknya sama sekali tidak mencerminkan itu (maksudku, gadis Jepang yang ‘betul’ kan harusnya lemah lembut dan sebagainya). Kembar yang terpisah kah…? Ahh kenapa aku jadi sinetron sekali??

“Akhirnya… sampailah kita pada penghujung acara untuk hari ini: pengumuman 3 finalis yang akan berlaga kembali esok hari. Nah, setelah melihat semuanya tadi, menurut para penonton, siapakah yang akan masuk dalam 3 besar??” Lempar sang MC yang segera disambut seruan-seruan nama beragam dari para suporter. Riuh sekali lapangan basket indoor ini dibuatnya. Aku yang berkumpul dengan Ryeowook, Saera, dan Eunhyuk bahkan ikut menanti dengan cemas. Biarpun tadi aku terhitung percaya diri, tapi setelah melihat semua peragaan dari para semi finalis tadi, entah kenapa kini aku tak seyakin itu. Mereka semua, kuakui, hebat-hebat. Saera sampai menggenggam tanganku erat seraya memejamkan kedua matanya saking ikut tegangnya bersamaku.

“Finalis pertama… Universitas Daejeon. Pecko si Burung Penjaga oleh Jang Wooyoung!”

Pekikan kesenangan segera menyusul dari kubu para mahasiswa Universitas Daejeon yang jauh-jauh datang sebagai suporter, yang paling histeris tentu si pemilik nama sendiri. Aku jadi makin tegang melihatnya. Akankah aku, akankah aku…

“Kedua. Tuan rumah, Institut Teknik Seoul. Advanced MeguKi oleh Kim Kibum!!”

“WHOOOAAA!! Kibum, kamu berhasil, berhasil!!”

“OPPA…!!!”

Sekejap suara langsung terdengar bergemuruh dari semua teman-temanku yang menghampiriku untuk mengucapkan selamat. Ryeowook dan Saera serentak langsung memelukku erat-erat, sementara Eunhyuk hanya tersenyum seraya mengangkat jempolnya tinggi. Aku masih bengong, betulkah?? Betulkah??

“YIPPIE…!!” Adalah kata pertama yang aku serukan begitu sadar semua adalah kenyaataan. Aku berhasil, berhasil!!

“…Universitas Sungkyunkwan, WeFo the Weather Forecaster: Hwang Minmi!!”

Satu-satunya suara yang bersumber dari pengeras suara itu dengan cepat membuatku melupakan kesenangan yang barusan kurasakan. Aku segera menengok ke atas panggung tempat MC tadi baru saja mengumumkan si orang ketiga, dan buru-buru beralih ke sumber suara lain yang segera riuh menyusul pengumuman terakhir barusan. Kumpulan mahasiswa-mahasiswi Sungkyunkwan yang melonjak-lonjak kesenangan mengerubungi seorang gadis dengan atasan tanpa lengan berwarna hitam-merah nan cantik: Hwang Minmi.

Jadi dia… juga lolos? Robot dengan materi karya yang sama denganku??

“Tunggu.” Panggilku padanya yang sedang berjalan keluar dari area kampusku untuk pulang bersama kawan-kawannya. Gadis itu dengan cepat berbalik, sebelum dengan segera meminta teman-temannya itu agar duluan saja karena ia berniat meladeniku terlebih dulu.

“Ya?” Tanyanya lugas setelah dengan dingin menepis genggamanku di pergelangannya.

Aku kembali meraih tangan itu dan menolak melepasnya, sambil kedua mataku menatapnya sungguh-sungguh, “Aku tanya sekali lagi, Hwang Minmi. Apa kamu Minakami Megumi?”

Diam. Dan sungguh, dalam diam yang hanya beberapa kejap itu, untuk pertama kalinya aku ingin sekali mendapatkan jawaban ‘iya’ dari seorang gadis. Padahal aku bukan sedang menyatakan cinta, padahal aku juga tidak tahu darimana aku dapat keyakinan seperti ini, kalau ia adalah Megumi disaat tadi ia bahkan sudah sempat menolak mentah-mentah intuisiku itu. Tapi tidak bolehkah kali ini aku percaya dengan intuisi itu? Kalau ia adalah sahabat yang kutinggalkan…?

Tapi ternyata ia kembali tersenyum sinis, “Aku bilang BUKAN, Kim Kibum.”

Dan dengan itu saja, ia kembali pergi setelah dengan berusaha cukup keras melepas tanganku yang seperti ikut membeku dengan tubuhku di pergelangannya. Benarkah? Jadi dia benar-benar bukan Megumi?

“Oppa.” Terdengar pelan suara Saera beserta tepukannya di bahuku. Aku tidak menoleh, maka ia kini mencoba melongok dari balik punggungku itu dan menemukan Minmi yang sudah berjalan jauh. Seperti Saera yang biasanya, yang selalu cepat puas dengan kesimpulannya sendiri, adikku pun segera menghela napas begitu menangkap sosok gadis itu yang barusan masih terlibat pembicaraan denganku. “Oppa, kalau sudah ditolak ya sudah sih jangan dipaksa… Kok aku jadi ingat seseorang kalau oppa begitu…”

Ternyata dia masih yakin kalau sedari tadi aku sedang menyatakan cinta pada rivalku itu.

“Ingat siapa…?” suara Eunhyuk dengan cepat menyambar, seakan disentil. Yah, dulu ia memang sempat mengejar-ngejar adikku dan tak menyerah sampai benar-benar mendapatkannya.

Saera cepat mengunci mulut pacarnya dan kembali padaku, “Ne, oppa? Kasihan yeoja itu kalau oppa maksa terus…”

Sementara aku, seakan tidak mendengar mereka, malah berjalan begitu saja tanpa menjawab sama sekali. Karena dalam pikiranku kini hanya ada satu: aku kini harus bisa menelan nasib bahwa selamanya, kecuali jika aku bisa kembali ke Jepang dan menemukan Megumi lagi, aku sudah kehilangan kesempatan untuk bisa memohon maaf atas kesalahanku yang meninggalkannya tanpa sepatah katapun…

TBC

ahh, baru part satu udah nge-fail… buat megu sayaangkuuh, maaf yaa kalo ga sreg huhuhu T.T

Advertisements
 
30 Comments

Posted by on August 15, 2011 in Super Junior, [THE SERIES]

 

Tags: ,

30 responses to “[THE SERIES] BAHASA LANGIT – Part 1

  1. ms.o

    August 16, 2011 at 9:22 am

    first kah? ahahaha, alamat dapat piring cantik dari lola eonni..#ngarep..
    kim kibuuuummm,, dimana aja kapan aja, tetep jd orang yg irit bicara, trus wookie, eh, jd kembarannya mbum?
    keren ya kayaknya bs bikin robot, menyesal dulu g jadi masuk k teknik itu T.T #malah curhat…
    lanjutannya ditungguin nih eonn, hwaiting..

     
    • lolita309

      August 16, 2011 at 12:57 pm

      yupp, first! 🙂

      bukan, saya mah kalo kasih hadiah bukan pring cantik tapi payung cantik hahahaha XDD

      iyaaa wook jadi kembarannya kibum. ga mirip yah? huahahaha :p

      iyaa keren ya? kibum juga keren :*

      sipp sayang, makasi yaaa uda mampir.. luv you 🙂

       
  2. hwangminmi

    August 16, 2011 at 1:28 pm

    KYAAAAAAA!!!!!!!! >.<
    EONNI GOMAWOOO~~~~~~ #capslockrusak
    *peluk eonni 5 menit*
    *ambil tisu sekotak*
    *langsung peluk kibum 1 jam* (?)

    aduh jadi makin kangen mah sama kibum pas baca ini T^T
    kibum ayo cepet cari aku sampe ketemu~ :3
    #halah #apasih

    fail? gak fail kok eonni~
    baru kali ini aku baca ff yg ada hubungannya sama robot dan cuaca .-.
    apalagi ada aku disitu uwuuuu~ (?) #ganyambung

    sifat megumi disitu jg pas bgt sama aku (gak suka pake rok, aneh dalam artian gaje (?)), meskipun aku gak bisa meramal cuaca sih -..- #yaiyalah

    itu hwang minmi siapa ya? gak kenal .-. #bengong

    wah ada wooyoung~ (?) .-.

    ngomong apalagi yak? :3

    lanjutannya secepatnya ya eonni~~~~ XD

    sekali lg gomawo eonni~ :3 *lempar siwon* (?)

    yak, komen saiia gaje selalu disini -..-

     
    • lolita309

      August 16, 2011 at 8:20 pm

      (pertama-tama tangkep siwon yg dilempar megu di akhir komen dulu :p)

      naaah, sambil memeluk siwon, sayapun akan membalas semua komen panjangmuuuu~

      1. SAMA-SAMA sayaaaang~ you deserved it. makasih buat selalu menggaje disini :3 *peluk balik, tapi bentar aja* :p

      2. ho-oh diriku juga kanjen berat sama bumbumbum~ kamu uda pernah aku bilangin belom kalo kibum itu bias pertama aku? suer sebelum siwon berhasil mengalihkan duniaku ><

      3. aaa makasih dibilang ga fail, ini bukan gara2 kamu castnya kan? ngaku! hahahaha XDD
      tapi kalaupun emg ky gitu jg gapapa kok :3 tentang robot dan cuaca, saya juga bingung itu inspirasi darimana kkk~

      4. iya saya tau kok kamu aneh dalam artian gaje… jangan ngaku gitu ah huahaha XPP

      waah panjang! yaudadeh, sipp ditunggu lanjutannya aja yaa^^ makasi sayang uda baca 🙂

       
      • hwangminmi

        August 17, 2011 at 3:24 pm

        yak, saiia pun akan ikutan mereply disini huahahaha~ *evil laugh* *ditimpuk kyu* (?)

        kibum bias pertama eonni? beneran? O_O
        serius nih aku kagetnya (?)
        ah, pantesan aja ff eonni yg pertama eonni post disini main castnya kibum yak X)

        alasan gak failnya bukan gara” aku kok huahahaha~
        kalo ff eonni sama aku kan selalu bagus uwuuuu~ :3 <– tidak bermaksud menjilat supaya lanjutannya cepet dipost peace~ .__.v

        mengaku itu lebih baik daripada tidak mengaku (?)
        yg penting gaje itu baik yeah~

        sekian dan terimakasih

         
      • lolita309

        August 17, 2011 at 10:30 pm

        iyaaa beneraaan~~ yup, tul banget. itulah sebabnya ff kibum adalah ff perdana saya hahahahaha *ketawasetan*

        huahahaha menjilat pun tak apa kok… fufufu, aku senang dijilat2 (?) #PLAK

        baiklah, saya menyukai kegejean kamu kok kkkkk~ eh btw itu beritanya yesung mau kawin, eh, tunangan, dapet darimana???????

         
      • hwangminmi

        August 18, 2011 at 12:13 pm

        Eonni jangan ketawa setan ah, serem (?) ~(˘▿˘~) ~(˘▿˘)~ (~˘▿˘)~

        Kalo itu sih baca di tumblr orang, katanya udah di confirm tapi kayaknya cuma hoax sih .__.v
        Temen aku sampe nangis” gak jelas pula gara” itu -__-

         
      • lolita309

        August 18, 2011 at 9:20 pm

        siapa yang confirm? SIAPA, SIAPA?????????

        kalo aku ga bakalan ampe nangis sih, paling galau aja #eeeaaaaaa

        eh, tapi kenapa aku harus galau ya? emang udah saatnya nikah sih doi. gajadi (?) galau deh. daaaaahh~~~

        *gaje*

         
      • hwangminmi

        August 18, 2011 at 10:04 pm

        Yak, gak bisa ngelike FF yg ada di atas itu *nunjuk” FF tak bernama* #apaandeh
        -..-

        Katanya sih SMEnt, tapi gak mungkin kan ya kan ya kan? #apasih

        Eh eonni, udah baca statusnya Saehee di fb tanggal 5 agustus gak? *kayaknya sih nggak*
        Masa katanya pas kibum hiatus dia stress atau depresi atau semacamnya gitu gara” fans banyak yg nanya kapan dia balik gitu huwaaaaa (╥_╥) *mendadak galau*

        Kira” ini komen kepotong gak ya? .-.

         
      • lolita309

        August 18, 2011 at 10:15 pm

        ga kepotong koookkkk~~

        Ituu udah saya kasih nama…. silakan di LIKE huahaha

        ga mungkiiiinnnnn SM… masa sih? masa sih?? (tak disangka galau juga akhirnya)

        XD

        baca dari tweet kamu sih say… eh tapi aku agak meragukan deh. ‘SAEHEE’ itu tulisannya kan gini 새희 tapi akun fb (yang dibilang adeknya kibum itu tulisannya ‘SE-HEE’ 세희…. ) masa dia salah nulis nama sendiri?? ayo jangan galau dulu…….. *ingetin diri sendiri sebenernya T.T*

         
  3. oepieck

    August 17, 2011 at 8:30 pm

    yeyeye… kibum! kibum! kangennya aku padamu~!! :*

    lola eonni, ceritanya kibum banget, model melo drama gtu.
    yang jadi megumi itu reader bukan?
    bahasa robotiknya ajeb banget eon!
    sama sekali g fail kok!

    ryeowook muncul dengan karakter yang ramai dan dengan identitas mahasiswa akuntansi —> (ilmunya eonni diturunin ke wookie ya? kkk~)
    dan akhirnya saya bersama si monyet muncul! huahahaha!
    astaga mimpi apa ku punya kakak kibum suju XD
    image saya di sini rame banget ya?

    eunhyuknya jangan dikirin ke Kenya, kirim ke Magelang aja :p

     
    • lolita309

      August 18, 2011 at 2:49 pm

      saya juga kangen kibum-ah….. :*

      huahaha, iya kah? baguslah kalo cocok sama kibum dan bnrn ga fail 🙂

      iyaaaa itu reader… kenalan sana hihihi 😀

      abiiis ryeowook emang rame sih…. liat aja tweet-tweeetnya hahaha
      iyaaa setelah bersemedi di gunung akhirnya saya putuskan untuk memberi hak waris itu padanya kikikik~

      waduuh, iya ya kenapa ga kepikiran kirim kesana? kan lebih murah #PLAK :p

      makasi uda baca sayang^^

       
      • oepieck

        August 21, 2011 at 12:37 pm

        huahaha….. eonni ‘ndagel’ deh

        sama” eonni 😀

        btw, setelah nonton suami eonni di athena jadi pingin lihat siwon ‘kerja’ di ff [the series]
        adakah rencana bikin genre action? *winkwink

         
      • lolita309

        August 21, 2011 at 7:26 pm

        ada kookkk, tentang kerjaannya siwon ditunggu aja, nanti ada hubungan sama heechul-nya juga *eh spoiler :P*

         
      • oepieck

        August 21, 2011 at 9:05 pm

        hwaaak~
        author apa ini ember banget?
        hah, aku malah jadi penasaran
        emang heechul penjahat ya?
        apa dia cuma fotograger (bener ga sih?) yang g sengaja motret tindak kejahatan?
        ha? ha? ha?
        aduh, penasaraaan~
        jarang” heechul ngikut ke ff action kan ya?

         
      • lolita309

        August 21, 2011 at 10:08 pm

        heechul penjahat? apakah psikopat itu penjahat? *ups lagi* #PLAK :p

        dan action…. kayaknya ga action2 banget deh hahaha.

        yak selanjutnya kalo uda keluar aja yaaaa (kayaknya sih masi lama juga haha) 😀

         
      • oepieck

        August 22, 2011 at 4:36 am

        AAAA~!!!! eonni!
        hah! sekali lagi. author macam apa ini ember bangeeet???

        psikopat? masak sih? huwuwu~ jangan dong… 😦

        ok deh, aku tunggu

         
  4. chrisnagustyani

    August 17, 2011 at 9:35 pm

    Holla!!! saya datang!! tapi telat wkwk

    hmm, pertama-tama mau curcol dulu ah, saya lagi bete-bete kangen gimaa gitchuu sama si ibum…. kangen tapi jengkel ama die abisnya kagak muncul2 di 5jib, mana ga pernah bikin konfirmasi lagi sama fans2nya gitu kek…

    habisnya sebenarnya aku udah PENASARAN SAMA TAMPANG IBUM SEKARANGGGG!!!! pokoknya pengen liat dia nyanyi ama ngedance lagiiii….. *mellowplusgalau*

    tapi dengan adanya ini ff bisa mengobati ~0,05% rasa kangen aku ama ibum <<ditaboknyonyah

    jadi, ini masih nyangkut ama the series dong?

    itu si megumi amnesia ato apa sih?? kok ga kenal gitu ama kibum?

    ngakak pas si unyuk dibilang mulut penuh gusi wahahaha mana mau di paketin ke Kenya pake FedEx pulak, harusnya dikirim lewat kapal barang aja biar pas nyampe Kenya si Unyuk udah jenggotan+lumutan wahahaha udah ngakak duluan ngebayanginnya…

    ayo nyah cepet lanjutinpart 2nya aku penasaran….

    trus the series juga, yg cerita yora+siwon(+yesung), donghae+shinmi, hyuk+saera ato Kyuhyun+yoona+jiwon *halah* *wink*

     
    • lolita309

      August 17, 2011 at 10:46 pm

      iyaaaa saya juga bencibencirindu gitu pada dirinyaaaaa.. padahal doi kan punya twitter gitu loh, pas 5jib keluar ga ngetwit sama sekali, sampe sekarang. ToT

      tampangnya? ga berubah kok…. cuma keliatan lebih dewasa aja. aku terakhir liat sekitar juni kayaknya… nge-endorse brand flatshoes cewek gitu. tapi saya maunya ga cuma jadi model…… maunya balik ke SUJU aaaaaaaaaa~ *ikutan galau*

      ho-oh, masih nyangkut *angguk-angguk*

      laaah, dibilang itu bukan megumi jugaaaa~

      hahaha, iya tuh, pengen dibalikin ke habitatnya, biar ketemu monyet-monyet afrika yang lain LOL

      sipsipp, yang sabar yahhhh…. *ala syahrini*
      halah, itu nyebut2in nama cast, sebenernya cuma pengen maksudin cast-cast terakhir kan? huahahahaha #PLAK
      sip pasti ada lagi deh semuanya 🙂

       
  5. cizziekyu

    August 21, 2011 at 4:07 pm

    iya aku juga ada liat t piku endorsement, tapi rasanya kurang terpuaskan (?) kalo cuma liat poto, pngennya ya liat perform kibum huhuhu

    kalo bukan megumi trus sapa dong? *oonnyakeluar*

    ah nyonyah, tau aja maksud terselubung ane *kedipinmatagenit* wkwk

     
    • lolita309

      August 21, 2011 at 7:28 pm

      siapa aja boyeehhh~ #ditabok :p

      eeh btw aku baru sadar kamu abis ultah ya? huaaaaa saengil chukhahae, maap yaa telat^^

       
  6. cizziekyu

    August 21, 2011 at 8:31 pm

    hoa jangan diingetin dong nyah, aku jd inget lg kalo aku tmbh tua skrg #plakk

    hehehe gomawo ya nyah *lemparsempaksiwon*

     
    • lolita309

      August 21, 2011 at 9:39 pm

      eeehhh betewe kita masi seumur kaaan? *wink* :p

      hah, lempar sempak siwon? abis ngapain kamu sama dia aaaaaaaaaaa #PLAK

      XDD

       
      • chrisnagustyani

        August 22, 2011 at 12:04 pm

        iya kita kan sama-sama 92line~ tapi… kalo dibading sama temen2ku yang pada 93line, aku termasuk tua huaaaaa…..

        ga kok, kemaren sempaknya dipinjem sama Kyu makanya mau aku balikin (?) hahahaha

         
  7. salishyun

    August 23, 2011 at 6:19 am

    ckckck megu senang kali lah dia dibuatkan ff sama eonni, senyum senyum terus dari pagi sampai ff part 2 nya datang (?) giginya aja udah kering garagara senyum terus -_- *digebuk megu* *kabur* Lihat aja komen nya hampir sama panjangnya kaya 1 ff oneshoot #plak *sembunyi dibalik kibum*

    Tapi gapapalah daripada dia menggalauin kibum tiap hari -,- makasih ya eon udah mengurangi kegalauan megu~ :3 jadi aku gaperlu jadi badut ancol buat ngibur megu =)) #apaapaanini

    Baru pertama kali aku baca ff yang ngegambarin ryeowook dengan image kaya gini sampai aku…suka sama ryeowook *siap siap dilempar sendal sama kyu* (?)

    eonni lanjutin part 2 nyaaa aku mau baca ryeowook lagi *kibum: woy main cast kan gue!* (?) egp ya bum :p aku maunya baca ryeowooknya #abaikan

    Ceritanya bagus eon suka suka suka *gaya memey* *\(*\ˆ▾ˆ) *\(ˆ▾ˆ)/* (ˆ▾ˆ/*)/*

     
    • lolita309

      August 28, 2011 at 2:22 am

      ya ampun… aku terharu deh melihat persahabatanmu dengan megu, sampe rela jadi badut ancol (?) segala biar doi ga galau… uuuuuuunyuuuuu :3

      hehe makasi yaaa sayang uda baca ff buat megu ini…. hahaha^^

       
  8. wiehj

    August 28, 2011 at 8:52 am

    Ide ttg robot dan cuaca nya kerennn!! Unik bangettt 🙂
    uwahhh ad hyukie!!! *kegirangan* °•(>̯┌┐<)•°
    Kapan di merid-in ntu hyukie am saera? Klu klamaan nanti hyuk berpaling pada ku loh wkwkwk
    *oke,backtothemaintopic* kembalii ke kimbum dan megumi dan ff ini.. Kasian megumi 😦 pasti dy sedih kecewa marah pas tauk kibum pegi tanpa pamit.. Tp yah salahkan keadaan yg memaksa hrus spti ‎​ΐtu XD
    Si minmi ntu pas marah dan benci yeh am kibum?makae dy nda mau ngaku klu dy tuu megumi.. Iy gag iy gag iy gag?? 😀

     
    • lolita309

      August 30, 2011 at 12:14 am

      wuaaa makasi ><

      iyaa dong, kita selipin yah hyukie sedikit hahaha. ummm, married? masi jauh sepertinyaaa… sungmin aja belom huahahah

      TINGTONG! iihhh, kamu pinter dehhh~ *unyeng-unyeng* yup, itu minmi benci kibum makanya dia ga ngaku^^

      makasi uda baca sayangkuuhh :*

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: