RSS

[SPECIAL] The Way I Say “I Love You”

12 Jun

Annyeong^^

 

Special? Tepat sekali. Ini adalah FF special. Tribute buat Lola-ssi, salah satu author idola saya yang sudah bikinin FF yang bagus buat Shinmi dan Donghae. Ehehehe….FF ini sih masih banyak yang nggak sempurna. Tapi semoga bisa memuaskan Lola dan semua reader. Semua karakter di sini,,,DI LUAR Timeless Dream ya. Jadi jangan bayangkan Siwon yang ini sama dengan Siwon yang satunya lagi. Oke? Masih sama, tolong komennya ya. Berharga lho itu untuk perbaikan di project selanjutnya^^

 

 

Title    : The Way I say “I LOVE YOU”

Cast     : SUPER JUNIOR (Choi Siwon) and Park Yora

Rating : PG

Genre : Romance

 

cr: koreanindo.wordpress.com

 

-Because “I Love You” will be the precious words for us-

“Hyung, ayolah. Tolong aku kali ini saja.”

Seorang pria mendesah lelah dengan ponsel menempel di telinganya. Mendengarkan lawan bicaranya sama sekali tidak menyerah untuk sesuatu yang –baru kali itu—tidak bisa dilakukannya sendiri.

“Demi apa kau tidak menyerah juga?”

“Demi adikmu, Hyung. Kau kan tahu aku dan adikmu saling mencintai. Kau tidak ingin membuatnya bahagia?”

“Bagaimana caranya?”

“Bantu aku. Aku yakin caraku akan membuatnya bahagia. Aku sudah cukup merasa bersalah meninggalkannya dalam keadaan hamil. Kali ini aku ingin menebus kesalahanku,” bujuknya mencoba mencari simpati.

“Lalu bagaimana kau akan melakukannya? Kau bahkan sedang wajib militer sekarang.”

“Akan kupikirkan nanti. Yang penting, untuk yang satu ini, tolong aku, Hyung.”

“Choi Siwon, kau ini memang menyebalkan,”

“Terima kasih, Donghae Hyung. Kau yang terbaik.”

“Ya ya ya…aku tahu memang aku yang terbaik dan paling tampan.”

“Iya, Hyung. Ahahaha….oh iya. Nanti akan kutelepon lagi. Dan Hyung, semoga masalahmu dengan Shinmi-ssi cepat selesai dengan baik.”

Pria bernama Lee Donghae itu menyudahi pembicaraan mereka dengan nafas berat. Mendengar nama Shinmi disebutkan membuatnya ingat kembali akan semua hal yang sudah menimpanya. Beberapa bulan sebelumnya mereka sangat bahagia, tapi sekarang semua seolah bertolak belakang.

—–

 

~Lee Donghae POV~

Baik. Jadi dari mana aku harus memulainya. Siwon memang gila. Sial! Itu artinya aku lebih gila lagi karena bersedia membantunya. Bagus. Shinmi saja belum kutemukan, sekarang aku harus mencari lagi banyak hal. Umma, kenapa sifat tidak tegaanmu harus menurun padaku? Kenapa tidak pada Hyuk saja. Yah, setidaknya berikan sedikit padanya.

 

“Tuan, kami sudah berusaha mencari. Tapi pesanan yang bisa kami dapatkan hanya ini saja. Sepertinya, mustahil bagi kami mendapatkan sisanya di Korea. Saya sarankan Anda mencarinya di tempat lain.”

Wanita itu manis dan dia menjelaskan semuanya dengan sangat baik. Eh?? Tidak tidak tidak!! Lee Donghae, kau sudah punya Shinmi!!

“Baiklah. Ini,” jawabku kemudian memberikan secarik kertas padanya. Jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Itu bukan nomor teleponku kok. Aku sudah kapok melakukannya. Takut karma. “Saya sudah menuliskan nama orang yang akan mengambilnya. Saya harap pesanan itu siap saat itu. Waktunya juga sudah saya tulis di sana.”

Tanganku kemudian terulur menyerahkan credit card pada gadis itu. Siwon, kau tahu saja, gajiku tidak akan cukup untuk membantumu. Beberapa menit kemudian, gadis itu kembali lagi dengan nota pemesanan dan menyerahkannya padaku.

—–

 

“Kami bisa memenuhi yang lain. Tapi untuk yang satu ini, kami pastikan tidak bisa memenuhinya. Sepertinya jenis ini tidak bisa kami pesan sekarang karena kami bahkan tidak tahu di mana harus mencarinya.”

Sekali lagi harapanku untuk segera bebas tugas pupus. Siwon!! Tidak bisakah kau mencari hal lain untuk membuat adikku bahagia?

“Um, baiklah. Tak masalah. Hanya kurang satu jenis ini kan?” tanyaku memastikan.

“Iya, Tuan. Hanya kurang satu jenis saja. Tapi ini jenis yang sulit. Saya sarankan pada Anda untuk menggantinya dengan sesuatu yang lain.”

“Saya juga ingin. Tapi nanti maknanya jadi berbeda. Ya sudahlah, akan saya pikirkan lagi. Ini.”

Lagi-lagi aku menyerahkan secarik kertas dan menitipkan pesan yang sama seperti di tempat sebelumnya.

Dengan langkah gontai, aku keluar dari tempat itu dan melaksanakan tugasku sendiri. Mencari Shinmi. Yang ini jauh lebih sulit dari pesanan Siwon. Saya sarankan untuk menggantinya. Seandainya bisa, aku juga ingin. Tapi Shinmi tidak bisa digantikan. Karena maknanya akan berbeda untukku. Hhhh…..

—–

 

~Author POV~

“Bagaimana Hyung?” suara itu terdengar harap-harap cemas.

“Ya! Choi Siwon, kali ini uangmu tidak berguna karena pesananmu tidak bisa ditemukan dimanapun juga. Aku sudah berkeliling.”

Pria di ujung lain sambungan telepon itu hanya mendesah berat. Memikirkan apa yang harus dilakukan.

“Hyung, tolong beritahu aku yang kurang dan ciri-cirinya. Akan kucoba untuk mencarinya.”

Keputusan yang berani, atau terlalu condong ke arah nekat, sudah diambil. Bersamaan dengan itu, Donghae membuka situs pencarinya dan mendiktekan semua hal yang diperlukan oleh adik ipar tersayangnya mengambil risiko akan diteriaki lagi oleh Komandan Jo Kwon dengan alasan baru selain bengong dan kabur saat jam kerja, yaitu sibuk online.

 

“LEE DONGHAEEEEEEEEEEEE!!!”

“Upps, Siwon. Semoga kau sudah mencatat semuanya. Aku harus segera pergi sebelum aku benar-benar turun pangkat menjadi polisi lalu lintas,” katanya seraya menutup sambungan telepon kemudian duduk manis dan memandang si pemilik teriakan –Komandan Jo Kwon—tanpa rasa bersalah.

Di ujung lain sambungan itu, Siwon menggantikan posisi Donghae. Bingung. Bagaimana harus mencari yang dia butuhkan untuk melengkapi hadiahnya. Ingin mengutuk, tapi sayang imannya melarang untuk mengutuk apalagi mengumpat. Ditambah dia sendiri yang mencetuskan ide ini. Menggantikan kutukan yang tidak bisa keluar, dia hanya berterimakasih. Pada sisi romantismenya yang muncul mendadak dan membludak sekaligus mengingatkan dirinya untuk menyalahkan Donghae atas itu semua.

 

Dengan berbekal jadwal istirahat, Siwon memantapkan hatinya untuk mulai bergerak mencari benda terakhir dari rangkaian hadiahnya untung Park Yora, istri sekaligus ibu dari calon anaknya. Hanya dengan memikirkannya saja, Siwon tidak berhenti tersenyum tidak peduli dengan kesulitan yang menantinya untuk mewujudkan itu semua.

—–

 

~Choi Siwon POV~

Ayo Siwon, berpikir. Kira-kira kalau kau jadi benda itu, kau akan ada berada di mana? Jelas kalau benda itu pasti banyak di sekitar sini. Hanya saja pasti tersembunyi di suatu tempat. Oh Tuhan, kenapa aku seperti merasa mencari jarum di tumpukan jerami tanpa penerangan apapun. Aku benar-benar tidak punya ide bagaimana mendapatkannya.

Perlahan kususuri tempat yang biasa kami lewati saat lari pagi, berharap akan menemukan pencerahan. Tapi hampir setengah rute kulewati, mataku bahkan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan benda itu. Nihil. Benda itu berkamuflase dengan begitu hebatnya diantara rerumputan. Aissh….berikan aku sedikit lagi kesabaran dan energi untuk menemukannya.

 

Akhir dari rute. Kalau kuhitung, hari ini aku sudah melewati jalur ini satu setengah kali terhitung dari saat kompi kami lari tadi pagi. Itu belum dengan pulang nanti ke camp. Aigo….demi cinta…demi cinta. Tapi cintaku kali ini berat sekali. Hanya benda hijau saja sulitnya minta ampun.

Dengan sisa tenaga, aku mulai berjongkok dan menyibak rerumputan di ujung rute lari pagi kami. Semoga padang rumput yang luas ini tidak hanya luas tapi juga menyimpan benda itu di dalamnya. Ralat, seandainya benda itu ada semoga….eh?

Kurogoh lagi saku celanaku dan mengeluarkan secarik kertas berisi ciri-ciri benda yang kucari, hasil bantuan Donghae Hyung. Hmm..baik kita urutkan. Kecil. Umm…iya ini kecil bagiku. Kutelusuri catatan yang sekarang agak basah dan kumal itu dan mencocokkan hasil temuanku. Mengangguk puas sampai mataku tertumbuk pada satu fakta yang pasti membuat mataku melotot.

HIJAU

HIJAU

HIJAU

TIDAKKKKKKK!!!!! Harusnya ini hijau!! Tapi siapa pemilik sepatu nista ini? Siapa yang menginjaknya sampai bentuknya tidak jelas dan tidak hijau lagi begini?!!!

Lemas, aku jatuh terduduk di rerumputan melihat titik akhir pencarian yang tadi sempat kulihat sekarang malah menjauh begitu saja. Untuk pertama kalinya aku ingin bolos lari pagi saja besok.

Lelah, akhirnya aku memutuskan untuk berbaring. Tidak buruk berbaring di padang rumput dan seandainya ada Yora di sini, tentu akan sangat TIDAK buruk sekali. Pasti akan romantis. Yora….bagaimana keadaanya sekarang? Bagaimana bayi kami?

Tidak tahan dengan silaunya matahari, aku menoleh dan hey!! Gotcha!! Dengan semangat tinggi, aku bangun dan segera berjalan menuju arah ke mana mataku tadi melihatnya. Tanganku bergerak dengan sendirinya untuk mengambil benda itu dan memasukkannya ke plastik yang sudah kusiapkan.

Ah, saatnya pulang dan mengerjakan bagian akhirnya.

—–

 

~Park Yora POV~

“Yora, kau sudah bangun?” suara Umma terdengar dari balik pintu kamar. Aku memang kembali ke rumah Appa dan Umma karena Siwon harus ke wajib militer. Dia tidak mengijinkan aku sendiri apalagi bersama Yesung, khawatir akan keselamatanku dan bayi kami. Ayolah, Yesung kan sahabatku. Kadang aku merasa dia terlalu berlebihan juga sebenarnya.

“Sudah, Umma. Masuk saja,” jawabku dan mendudukkan tubuhku bersandar di kepala tempat tidur.

“Donghae Oppa mana?”

Wajar kan aku tidak bisa berhenti khawatir pada Oppaku yang satu itu. Mengingat dia sedang galau sekarang akibat hubungan cintanya yang sedang dilanda badai.

“Oppamu sudah pergi.”

Hah? Sudah pergi? Tidak salah?

“Aduh, Oppa. Sudah kubilang tunggu aku, kenapa jadi dia pergi dulu. Ah, heran,” omelku.

“Memang ada apa sampai kau kesal begitu?” tanya Umma kemudian duduk di hadapanku.

“Mau mengajaknya dan Shinmi-ssi untuk cek DNA lagi. Aku yakin kali ini hasilnya pasti bagus, Umma. Tapi Oppa malah pergi. Sibuk apa sih dia?” lanjutku menggerutu membuat Umma hanya geleng-geleng kepala.

“Sudahlah. Sekarang lupakan saja dulu itu. Oppamu tahu apa yang harus dilakukannya, semoga.”

Semoga…tahu sendiri Donghae Oppa kan sama saja dengan Eunhyuk Oppa. Sama-sama susah diandalkan kecuali untuk produksi air mata. Parahnya lagi, Donghae Oppa sebagai anak bungsu dari triplet kembar yang sangat hiperaktif agak susah membuat orang percaya padanya.

“Mandilah dulu kemudian sarapan. Umma tunggu di bawah ya.” Dengan itu, Umma meninggalkanku sendiri. Bingung. Bagaimana mungkin seorang Umma yang biasanya sangat perhatian pada semua anaknya tiba-tiba melepaskan Donghae Oppa begitu saja bahkan membuatku melupakan sejenak masalah hubungannya? Apa Umma juga tidak setuju dengan Shinmi-ssi?

—–

 

“Ini. Ada yang mengirimkan ini. Katanya untukmu,” kata Umma saat menyerahkan satu pot kecil…bunga? Err…aku juga tidak yakin.

Kupandangi Umma yang sekarang sibuk menekuni sarapannya. Hyukkie Oppa juga hanya diam melihat pot di tanganku.

“Yora-ya, coba lihat itu!” teriaknya heboh sambil menunjuk pot yang kupegang.

Penasaran, kuputar pot di tanganku.

Burnet

Burnet….Hati yang gembira. Semoga hatimu gembira saat menerima bunga ini

Burnet? Jadi nama bunga ini, burnet? Saat kuraba bagian bawah pot, sebuah amplop kecil ternyata tertempel di sana.

 

Annyeong, Yora-ya dan baby. Kau gembira?

Ini baru permulaan. Sekarang pergilah ke panti asuhan itu

 

 

Panti asuhan? Dengan cepat aku menyeret Eunhyuk Oppa yang bersiap-siap menyuapkan sesendok sereal ke dalam mulutnya. Tadinya dia sudah ingin protes, tapi melihatku melotot dan bersemangat dia hanya pasrah.

—–

 

~Author POV~

 

“Oppa, kita ke panti asuhan ya,” pinta Yora yang di telinga Hyukjae lebih terdengar seperti “Oppa, kita ke panti asuhan deh. Jangan membantah.”

Pria itu hanya mengangguk dan sesekali melirik adik bungsunya yang sudah tersenyum-senyum sendiri.

 

Saat akhirnya Hyukjae sudah memarkirkan mobilnya, Yora langsung meloncat keluar dan berjalan sangat cepat memasuki area panti asuhan. Kedatangannya disambut oleh segerombolan anak perempuan yang melambai gembira ke arahnya. Tanpa pikir panjang, Yora mendekati gerombolan anak perempuan itu. Dia masih mengenali salah satunya, dulu saat aksi amal Ayahnya –yang baginya adalah pembunuhan, karena semua barangnya disumbangkan pada anak-anak panti ini—gadis kecil itu yang menerima salah satu sepatunya.

“Onnie, ini.” Salah seorang gadis kecil menyerahkan sebuket bunga berwarna merah ke tangannya kemudian mereka semua berlari meninggalkan tempat itu.

Lagi-lagi Yora menemukan amplop kecil.

“Ambrosia. Artinya Cinta Lama Bersemi Kembali”

Penasaran, dibukanya amplop itu. Ingin tahu apa sebenarnya yang diinginkan Siwon.

 

Kau sudah sampai? Kau tahu kenapa aku ingin kau datang ke tempat ini? Karena di tempat ini cinta lamaku bersemi kembali. Yora yang kukenal adalah seorang gadis yang baik, rendah hati, dan sangat perhatian pada orang lain. Lalu tiba-tiba terjadilah hal itu. Kau ngambek karena barang-barangmu disumbangkan. Aku ingin sekali tertawa saat itu. Tapi kemudian kau ke tempat ini. Melihat bagaimana akhir dari semua koleksimu. Kurasa mereka tidak berakhir buruk, karena Jungsoo Hyung bilang kau tersenyum. Kau sudah bisa merelakannya kan? Saat itulah aku bangga padamu. Kau Yora-ku. Cinta lamaku bersemi kembali. Eh, tidak berarti aku berhenti mencintaimu sebelumnya. Sama sekali tidak, karena hari itu aku menyadari. Setiap hari, aku memperbaharui cintaku. Aku bangga padamu, Nyonya Choi^^.

 

Sekarang, kau ikuti saja petunjuk berikutnya. Love You.

 

 

Yora hanya termenung. Terpikir bagaimana konyolnya dia saat itu. Tapi mengetahui Siwon bangga padanya, Yora tersenyum. Dalam hati, dia begitu bahagia. Dia bisa menjadi istri yang dibanggakan. Sebagai hadiah, Siwon memperbaharui cintanya setiap hari. Itu artinya Siwon tidak pernah bosan padanya.

Pikiran Yora terseret kembali ke alam nyata saat tangannya digandeng seorang gadis kecil. Matanya yang bulat besar dan senyumnya merekah lebar membuat Yora sangat terpana. Diam-diam berharap semoga anaknya juga akan cantik seperti gadis itu, kalau anaknya perempuan. Gadis kecil itu kemudian menarik Yora mengikutinya menuju pagar dan baru berhenti di depan sebuah mobil yang Yora yakin siapa pemiliknya.

Bingung, Yora melihat kanan kiri dan menyadari bahwa mobil sekaligus dengan Hyukjae di dalamnya sudah tidak ada lagi di sana. Panik, dia mengeluarkan ponselnya. Dan tangannya berhenti ketika benda itu bergetar menandakan ada panggilan masuk dengan caller ID “Hyukkie Oppa”.

“Oppa di mana sih?” omelnya menyapa sapaan Hyukjae.

“Wow…sabar Yora-ya. Tadi Oppa menunggu di sana. Tapi Oppa diusir. Katanya kau akan dijemput. Oh iya, yang menjemputmu akan naik Audi hitam. Memang siapa sih dia?”

“Oh, kupikir Oppa sengaja meninggalkanku. Itu Siwon Oppa. Ya sudah, kalau begitu Oppa pulang saja. Oppa, gomawo sudah mengantarku ke sini,” jawab Yora sambil berjongkok dan mencium gadis kecil itu sebelum masuk ke Audi Hitam di depannya.

“Ya ya ya,,,sama-sama. Lain kali, tolong biarkan Oppamu ini menghabiskan sereal sebelum menarikku brutal, arachi?” goda Hyukjae membuat Yora tertawa ringan.

“Iya. Ya sudah, Oppa. Sampai nanti. Hati-hati,” kata Yora menyudahi pembicaraan mereka berdua dan beralih melihat pengemudi yang ternyata bukan Siwon, melainkan sopir keluarga mereka. Matanya beralih memandangi interior mobil itu dan berhenti pada kotak di sampingnya.

 

Tidak sekedar iseng –karena Yora melihat namanya tertulis di atasnya—dia membuka bungkusan itu dan mendapati satu pot kecil dengan bunga berwarna ungu muda. Sebuah kartu tergeletak di dasar kotak pembungkusnya.

Azalea….berhati-hatilah demi aku. Walaupun kau sedang mencari semua petunjukmu, tolong tetaplah berhati-hati. Jaga dirimu dan our baby. Untukku.

 

 

Yora beralih membaca sisi lain kartu itu dan mendapati tulisan tangan khas suaminya.

 

Hai, bagaimana sejauh ini? Senang? Aku merasa deg-degan menunggumu. Ayolah, selesaikan misimu dan kita akan bertemu.

Oh iya, pembawa pesan yang kupilih cantik kan? Semoga anak kita secantik itu kalau dia perempuan. Ah, aku jadi tidak sabar.

Maaf, aku tidak bisa menjemputmu. Tapi aku pastikan tidak lama lagi kita akan bertemu. Berhati-hatilah, Yora-ya.

 

Yora lagi-lagi tersenyum. Dia memikirkan hal yang sama dengan Siwon. Mungkin inilah yang disebut naluri calon orang tua.

Asyik memikirkan kejutan apalagi yang akan dia temukan, Yora tidak sadar bahwa mobil yang membawanya sudah berhenti. Dia tersentak kaget ketika sopir membukakan pintu untuknya. Sopir kemudian membukakan pagar untuknya masuk. Masuk ke dalam rumah kontrakan Siwon dan Yesung. Tempat mereka sering menghabiskan waktu saat pacaran.

Dengan kunci yang dia tahu disembunyikan di mana, Yora bisa masuk ke rumah itu. Tertawa saat melihat setangkai bunga kuning tertempel manis di pintu kamar Yesung. Di bawahnya tertempel memo kecil.

Hyacinth….Cemburu. Kau tidak tahu betapa cemburunya aku setiap kali kau menyebut nama Yesung..atau Yes saja. hhh…sekarang pergilah ke kamarku

Tawa Yora makin keras. Siwon tidak pernah berubah. Masih tetap cemburu pada sahabatnya, padahal dia sudah sangat menang dibanding seorang Yesung. Masih tertawa, dia melangkah menuju kamar Siwon dan terkejut saat membuka pintu. Taburan bunga Camellia menyambutnya. Lantai, bahkan tempat tidur. Matanya kemudian mendapati sebuah Ipod di tengah-tengah tempat tidur dikelilingi oleh bunga itu.

Dengan cepat, tangan Yora menyambar Ipod dan beberapa saat kemudian, suara Siwon terdengar di telinganya.

Camellia….Kerinduan untukmu. Yora-ya…aku begitu merindukanmu. Merindukan sikap manjamu, sikap perhatianmu, sikap feminimmu, semuanya. Ditambah, sekarang aku juga merindukan baby. Aku merindukanmu dan itu lebih banyak jumlahnya daripada jumlah bunga-bunga ini. Setiap hari…setiap saat.

Oh iya, aku sudah menanam sesuatu di halaman depan.

 

Yora, lagi-lagi, berjalan sangat cepat menuju halaman rumah. Benar, sebatang tanaman yang dia sama sekali tidak tahu sudah tertanam rapi. Tanahnya masih basah, menandakan Siwon belum lama meninggalkan tempat itu.

“Nyonya muda,” panggil sopir keluarga Siwon mengagetkan Yora.

“Iya? Kita harus pergi sekarang?”

“Kalau Nyonya muda sudah selesai. Oh iya, itu tanaman Flax. Tanaman itu akan tumbuh subur dan berbunga indah.  Mungkin itulah yang diharapkan Tuan Muda Siwon agar rumah tangganya juga akan indah. Karena Flax adalah lambang rumah tangga.”

Yora tersenyum kemudian berjalan mendahului pria itu menuju ke mobil. Beberapa saat kemudian mereka melaju menuju tempat terakhir.

 

“Salon? Siwon menyuruhku ke salon?” tanya Yora bingung sementara sopir keluarga Siwon hanya tersenyum dan membukakan pintu salon bagi Yora.

“Nyonya Choi Yora? Mari silakan. Kami sudah menunggu Anda,” sapa salah satu karyawan di salon itu kemudian menuntun Yora menuju ruangan tersendiri.

“Suami Anda sudah memesan semuanya. Anda tinggal menikmati saja. Silakan duduk di sini,” karyawan yang menyambutnya itu kemudian mempersilakan Yora untuk duduk dan beberapa karyawan lain langsung mengerubunginya.

 

Merasa santai, Yora menyandarkan tubuhnya menikmati semua perlakuan dari karyawan-karyawan salon. Bersyukur atas suami pengertian seperti Siwon yang menyiapkan banyak hal untuknya bahkan rela mengeluarkan banyak uang demi dirinya.

“Rangkaian bunganya bagus,” celetuk Yora melihat benda itu terpampang manis di hadapannya.

“Benarkah? Yang memilih memang pandai menyelaraskan semuanya,” jawab salah satu karyawan yang menangani kukunya.

“Aku setuju. Memang bagus sih,” jawab Yora.

“Itu bunga Anemone, mawar merah dan putih, heliotrope, dan allysum. Semuanya hanya melambangkan dua hal. Kecantikan dan cinta.”

—–

 

Yora melangkah keluar dari salon disambut oleh mobil yang sama tapi senyum yang berbeda. Sopir sebelumnya sudah digantikan oleh pria yang dia cintai. Choi Siwon dengan seragamnya mengulurkan tangannya dan menuntun wanita itu masuk ke dalam mobil kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang. Berusaha menikmati waktu yang hilang darinya. Sesekali tangannya mengelus lembut perut istrinya. Tempat kebahagiaan mereka berada. Bayi mungil Choi.

Berhenti beberapa saat kemudian, Siwon mengajak Yora makan siang sebelum melaju ke pemberhentian berikutnya. Tempat terakhir hari itu. Seakan sudah lama terpisah jauh, mereka berdua tidak berhenti saling menatap dan tersenyum sesekali membelai lembut wajah pasangannya.

—–

 

 

~Siwon POV~

“Donghae… oppa?” teriak Yora dan otomatis langsung kutolehkan kepalaku. Donghae Hyung. Ah, iya aku belum sempat berterimakasih padanya. Berkat bantuannya, semua ini bisa terlaksana.

Donghae Hyung mendekati kami. “SIWON?”

“Hyung,” sapaku. Belum sempat aku berterimakasih, Yora sudah mencecarnya dengan berbagai pertanyaan dan pernyataan. Tentang Shinmi dan entahlah… Begitu Yora selesai dan aku ingin berbicara, tiba-tiba muncul seorang wanita yang akhirnya membuatku lagi-lagi tidak bisa berterimakasih.

 

“Ayo, katanya kita mau nonton,” ajaknya menjauhkanku dari Donghae Hyung. Maaf, Hyung. Tapi lain kali aku pasti akan berterimakasih padamu secara langsung.

 

Sesekali aku melirik Yora yang duduk tenang di sampingku. Malam ini dia begitu cantik dengan gaun hitam dan mantel bulunya. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan aku benar-benar menikmati saat ini. Saat di mana aku melihat dan menyimpan bayangannya dalam memoriku. Jadi, aku tidak akan repot-repot lagi kalau sedang rindu saat liburan wajib militer usai.

“Siwon, ayo keluar,” kata Yora membuatku kaget. Keluar?

“Astaga! Acaranya sudah selesai. Dari tadi kau melamun terus,” sambungnya seakan menjawab kebingungan yang pasti sangat terlihat di wajahku. Aduh, aku lupa ekspresi wajahku sangat mudah dibaca.

“Maaf. Ayo.”

Kupeluk pinggangnya kemudian mengajaknya berjalan keluar dari tempat itu. Kami berdua memang sengaja memilih English Village untuk menikmati hari liburku. Berjalan bersama berdampingan seperti ini benar-benar sesuatu yang selalu kuimpikan dan akhirnya bisa kuwujudkan. Langkahku terhenti saat kami mendekati tiang lampu jalan. Kutuntun Yora ke bawah lampu. Dia cantik. Sangat cantik.

Kurogoh saku jasku dan menemukan kado terkahir yang menutup rangkaian kejutanku.

“Apa ini? Semanggi berdaun empat?” tanya Yora bingung.

 

Sebuah pigura dengan semanggi berdaun empat yang kucari sendiri di daerah sekitar camp wajib militerku. Tanaman yang membuatku harus berlari saat istirahat siang dan kembali terlambat sehingga akhirnya aku dihukum. Ingin bisa kusimpan sebagai bagian dari memori terbaikku, semanggi itu kukeringkan dan kuabadikan dalam pigura kecil.

“Yup. You’re rigt. Clover. Artinya, jadilah milikku,” jawabku. Yora tersenyum dan mendekap erat pigura itu di dadanya. Aku bahagia. Karena dia menyukainya.

“Sepertinya kau tertular Donghae Oppa.” Aku hanya mengangkat bahu dan tersenyum menatapnya.

Detik berikutnya, dia mengalungkan tangannya ke leherku. “Jadi Tuan Choi Siwon, beritahu aku kenapa kau sama sekali tidak memberiku bunga untuk ungkapan cinta,” sambungnya.

Kudekatkan badanku padanya dan memeluk pinggangnya makin erat. “Karena hal itu bagiku tidak bisa diwakilkan oleh benda apapun. Kata-kata itu terlalu sempurna dan aku ingin mengucapkannya sendiri. I love you,” bisikku kemudian mendekatkan wajahku dan mencium bibirnya lembut.

—–

 

“Yora, kita seperti tokoh utama di film klasik. Berpelukan dan berciuman di bawah lampu jalan,” candaku.

“Iya. Hanya kurang satu hal. Berdansa,” jawab Yora terkekeh.

“Oh, jangan khawatir. Kita sedang berdiri di samping rumpun Viscaria. Kau tahu, Viscaria itu…maukah kau berdansa denganku?”

Dia hanya tertawa. Kami berdansa tanpa musik di sana. Tapi siapa peduli. Tidak butuh musik untuk berdansa dengan wanita yang kaucintai kan?

 

 

-end-

 

 

AAAAAANG~ saya dibikinin ff lagi lhooo~ #PLAK

gara2nya ini author satu emang jago banget bikin ff rasa permen yang bisa bikin meleleh.. nih saya udah sukses leleh bagaikan mentega dipanasin di kompor (?). ya kan ya kan ya kan, bagus kan ffnyaa~ huhuhu i wish i had her writing talent… T.T

tapi gapapa, yang penting bisa punya temen dengan karya2 sebagus dia pun saya udah BANGGA banget. i love her, and kalo ga percaya how good her writings are atau mau cek karya2nya yang oke banget itu, langsung aja klik ini. dijamin ketagihan, 😀

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on June 12, 2011 in Super Junior, [SPECIAL], [THE SERIES]

 

Tags: ,

6 responses to “[SPECIAL] The Way I Say “I Love You”

  1. oepieck

    June 12, 2011 at 8:29 pm

    hwa~ ff ya bagus! ini buatannya babyhae bukan?
    kreatif banget bisa cari-cari setting yang pas dari [THE SERIES] terus dibikin cerita sendiri yang bisa dibilang [THE SERIES] banget.
    daebak!
    siwon so sweet banget ^^

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 12:22 pm

      iyaaa si babyhae aka shinmi syalalala~

      iya tuh, keren ya diaa.. huhu emang DAEBAK banget! uda cek blognya blm? coba deh, bagus2 juga loh! 😀

      makasi sayaang uda baca^^

       
      • oepieck

        June 14, 2011 at 8:38 am

        hwa~ asli daebak. bisa nyisip”in situasi gitu. keren keren keren

        udah eonni, tapi belum sempet baca.

        sama” eonni ^^

         
  2. ms.o

    June 14, 2011 at 5:48 pm

    astaganaga,,,,melongo aja dibuatnya,,,romantis abis, tapi g gombal,,,,ckckckckckc ,,she’s blessed,,,daebak banget ya oloh,,

     
    • lolita309

      June 16, 2011 at 10:29 pm

      she’s blessed… kata2 yg tepat sekali.. keren kan authornya? huhuhu

      mampir2 ya ketempat dia fransiscaisme.wordpress.com keren2 deh 🙂

       
  3. Chaeky

    June 15, 2011 at 6:40 am

    Aaaa~ gila keren bgt!
    Siwon romantis ><
    daebak onn, ffny keren..
    Pas bgt sama setting the series..
    Suka suka suka 😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: