RSS

[THE SERIES] SOULMATE – Chapter 1

08 Jun

Yora dan Siwon. Kalau mendengar nama pasangan ini, pasti yang terbersit adalah pasangan mature, sweet, penuh pengertian, cuma punya Yesung sebagai sumber masalah, pokoknya semua yang (mudah-mudahan) baik-baik. Tapi apa memang begitu? Well, pikir lagi, kawan. Karena pada kenyataannya, baik Yora maupun Siwon juga manusia biasa: Yora dengan segala sifat kewanitaannya yang selalu menyimpan kenangan masa lalu, dan Siwon dengan cemburunya yang amit-amit itu. Dan ini adalah fragmen dari salah satu problem terbesar mereka selama berhubungan, tentang kembalinya cinta masa lalu Yora setelah sekian lama…

 

SOULMATE – Chapter 1

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Choi Siwon

B2ST’s Son Dongwoon

Chapter 1. SOULMATE

“Happy anniversary.” Siwon menyerahkan sebuah kotak panjang berbungkus beludru hitam dengan pita emas seraya tersenyum lebar ke hadapan tunangannya.

Yora, sang tunangan menyambut kedatangannya di kafe itu dengan mata berbinar. Ya, hari ini adalah tepat hari jadi pacaran mereka yang keempat, dan memang sudah sejak ulang tahun pertama mereka selalu merayakannya di kafe ini. Gadis itu merentangkan tangannya lebar-lebar demi memeluk tubuh bidang Siwon.

“Hei, sudah-sudah, manja deh tunanganku ini, peluk aja lama banget.” Goda Siwon dengan tangan juga masih memeluk perawakan mungil Yora.

Mendengarnya, gadis itu pun buru-buru berancang melepaskan tubuhnya dari Siwon. Tapi ia pun tak kuasa menahan senyumnya dan tertawa kecil ketika mengetahui kalau ternyata ia tak bisa keluar dari rengkuhan sang tunangan. Polisi muda itu sukses memeluknya dengan sangat erat dan posesif, “Eng… Pak Polisi, sebetulnya yang nggak mau lepas peluknya itu siapa ya?” Candanya.

Keduanya pun tertawa lepas sebelum akhirnya benar-benar melepas pelukan satu sama lain. Mereka pun duduk berseberangan, dengan sebelah tangan saling menggenggam di atas meja. Masing-masing tak berhenti saling pandang dengan atmosfer penuh cinta, yang sukses membuat iri para pengunjung kafe yang lain dan juga pelayan disana. Di mata Siwon, selalu seakan hanya ada Yora seorang, begitu juga sebaliknya.

“Kita… sudah berapa lama ya nggak ketemu?” Yora akhirnya memecah pembicaraan.

“Umm… Dua minggu? Tiga minggu? Terakhir waktu peresmian yayasan Jiwon kan? Kita kalau nggak dipaksain ketemuan mana akan ketemu, Jagi.” Senyum Siwon.

“Hum.” Yora mengangguk-angguk. “Kamu sibuk sih… Eh, aku juga sih.” Tambahnya buru-buru begitu melihat alis tebal Siwon yang sudah sukses naik sebelah, mengernyit sebelum tertawa dan mengulurkan tangan demi mengelus rambut ikal kecoklatan Yora.

Seorang dokter dan polisi. Betul-betul pasangan yang ‘kalau tidak dipaksakan tidak akan bisa bertemu’. Mereka pun sadar hal itu.

“Oh ya, buka dong kadonya.” Pinta Siwon setelah pelayan yang mencatat pesanan mereka sudah beranjak.

Yora mengangguk seraya meraih kotak yang terbungkus anggun itu. Pelan ia membuka pita pembungkusnya, sebelum menemukan sebuah kardus putih dengan aksen hijau yang harum dari dalamnya.

“Aigner Spring!” Seru Yora riang seraya menyebutkan merek parfum favoritnya. “Gomawoyo… Kok kamu tahu sih punyaku sebentar lagi habis? Wah…” Katanya sambil kembali membungkus kado itu dan menatap Siwon penuh ucapan terimakasih.

Mata Yora yang tulus. Itulah yang selalu Siwon suka dari gadis ini. Padahal yang dia berikan hanya sebotol parfum yang Siwon tahu pasti Yora mampu membelinya sendiri. Tapi mata itu benar-benar tulus ikut berucap terimakasih seiring dengan suara yang keluar dari mulutnya.

“Kalau aku…” Kini giliran Yora mengeluarkan hadiahnya. Ia pun berbalik sebentar sebelum kembali menatap Siwon, namun kini dengan sebuah bando pita besar di kepalanya, “…hadiahnya aku. Hehehe, hari ini kamu boleh minta aku apa aja asal nggak yang aneh-aneh. Mau bayarin makan disini, boleh… Bersihin kontrakanmu sama si Yesung, boleh… Masakin kamu nanti malam, boleh banget!” Serunya seraya terkekeh.

Siwon tertawa terbahak-bahak, “Kamu kehabisan ide kadoin aku ya?”

“Habis Tuan Muda Choi sudah punya segalanya.” Yora memicingkan matanya. “Nggak apa-apa kan kalau aku cuma begini?”

Siwon menatapnya teduh, “Buat aku, kamu diam disitu dan ada buat aku aja sudah cukup… Aku mohon jangan pernah berubah.”

 

***

 

“Na wasseo (Aku pulang)…” Ucap Yora begitu memasuki rumahnya sepulang dari anniversary date-nya dengan Siwon. “Eomma, dapat salam dari Siwon, katanya maaf dia nggak bisa mampir, dan lihat deh, aku–”

PRANG!! seketika botol parfum yang baru saja dihadiahkan Siwon, yang tadinya mau dipamerkan Yora pada ibunya pun jatuh dan akhirnya pecah berkeping-keping, seakan menjadi pertanda akan apa yang terjadi pada hubungannya, seiring pandangannya yang beradu dengan seseorang di ruang tamu rumahnya. Pria dari masa lalunya, belahan jiwa yang ia pikir tidak akan pernah kembali…

“Dong… woon-ah?”

 

10 tahun yang lalu,

“Lihat tuh, adikmu sama Dongwoon, sudah yang kayak bakal pisah selamanya aja.” Ibu Yora menyenggol si-kelas-2-SMP Ryeoru yang sedang sibuk SMS-an dengan ponsel barunya seraya menunjuk pada sepasang anak yang saling bergandengan tangan sambil bertatapan seakan tidak ingin meninggalkan satu sama lain itu. Gadis itu hanya melirik sekilas keadaan mereka sebelum mengangkat bahu dan kembali berkutat dengan si ponsel.

“Biarin aja, eomma. Mereka kan bukan anak-anak lagi.”

Sang ibu mengernyit, “Bukan anak-anak gimana? Mereka kan masih 12 tahun.”

“Itu cuma umur tertulis, eomma. Tahu sendiri mental Yora sudah sok kayak orang dewasa. Pokoknya FIX adik kecilku sudah hilang semenjak Yora ulangtahun yang ke-10.” Jelas Ryeoru seraya meringis, mengingat betapa sakiiiit tiap kali kata-kata ‘Jangan kayak bocah deh, eonni’ keluar dari anak yang bahkan lebih kecil darinya itu.

“Oh iya. Dongwoon juga terlihat sekali dewasanya, apalagi setelah ayahnya meninggal dan Dongwoon harus menjaga ibunya sendirian.” Timpal ibu Yora menyetujui perkataan putri sulungnya itu.

Ryeoru mau tak mau kini pun beralih dari ponselnya, menatap kasihan dua bocah yang selalu memproklamirkan kalau mereka berdua adalah soulmate itu. Ia bergumam pelan, “Ya, padahal sekarang selain ibunya, Dongwoon cuma punya Yora. Begitu juga sebaliknya…”

 

Di tempat Yora dan Dongwoon,

“Kenapa sih kamu harus pergi?” Tanya Yora cilik pada belahan jiwa tersayangnya itu dengan wajah tertekuk, berusaha keras menahan tangis. Nangis? Nggak banget, dia bukan bayi!

Dongwoon menatap gadis di hadapannya itu dengan perasaan bersalah, “Entahlah… Eomma cuma bilang kalau setelah appa pergi, kita nggak bisa tinggal di Korea lagi…”

“Masalah imigrasi itu ya?” Yora mengira-ngira. Sahabatnya itu memang blasteran dengan ibu warga negara Turki, dan dia pernah baca kalau anak seperti itu memang memiliki kewarganegaraan ganda. Tapi apa itu maksudnya berhubung ayah Dongwoon sudah meninggal sekarang, ia sudah bukan warga negara Korea lagi? Dan tidak boleh tinggal disini lagi?

Dongwoon, satu-satunya orang yang mengerti jalan pikiran Yora yang kadang memang terlalu maju itu, menangkap tanya sang soulmate, “Iya, sepertinya. Tapi tenang aja,” ia menyentuh pipi chubby Yora. “…aku juga pernah baca kalau nanti, setelah besar, anak-anak seperti aku akan boleh pilih mau tinggal dimana. Disaat itu aku pasti kembali kesini. Yaksogiya (Janji).”

“18 tahun…” Gumam Yora pelan. “Di umur 18 tahun lebih tepatnya.”

“Um.” Angguk Dongwoon. “6 tahun lagi, aku pasti kembali kesini. Janji, ya?” Katanya seraya menawarkan kelingkingnya pada gadis kecil itu.

Tapi alih-alih menyambutnya, Yora malah melengos pergi dari situ, meninggalkan Dongwoon dan jari kelingkingnya yang sudah terangkat di udara, “Siapa juga yang mau tunggu kamu selama itu.” Katanya sinis sebelum berlari menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.

Kenal baik perangai sok tegar Yora, bocah lelaki itupun buru-buru mengejar sang sahabat yang kini sudah dengan sukses mengunci kamarnya. Dongwoon mengetuk pintu kaca yang didalamnya ditutup tirai itu tanpa kenal lelah, berusaha membujuk pemiliknya keluar.

 

Sementara di bawah,

Ryeoru remaja menatap adegan yang barusan berlangsung di depan matanya itu dengan wajah terbengong-bengong. Apa-apaan tadi itu? Ada cowok menawarkan kelingkingnya, dan si cewek sok kuat dengan pura-pura nggak peduli dan malah meninggalkan si cowok. Dan sekarang, ia mengalihkan telunjuknya ke lantai atas, tepat di kamar Yora, si cowok sibuk menggedor-gedor pintu sang cewek berusaha memberi penjelasan. Ini kenapa…

“Eomma, ngerasa nggak sih mereka makin kayak sinetron?” Ryeoru masih menggeleng-gelengkan kepalanya, takjub dengan polah ‘ajaib’ dua bocah yang bahkan baru lulus SD itu.

Sang ibu yang memang pendiam, hanya tertawa kecil melihatnya…

 

Kembali lagi ke kamar Yora,

“Yora, ayolah, aku juga sedih kan…”

Yora yang bersandar di dinding dekat pintu kamarnya menjawab ketus, “Siapa yang sedih, sih? Aku kan bilang nggak akan tunggu kamu, itu artinya aku nggak sedih sama sekali!”

“Yora, kita soulmate kan?”

“Soulmate apa yang tinggalin belahan jiwanya sendirian? Pokoknya aku nggak akan tunggu kamu. Aku nggak akan tunggu kamu!”

“Dongwoon-ah… Ayo, sudah waktunya pergi, Sayang…” Suara ibu Dongwoon yang sepertinya baru datang tiba-tiba terdengar dari lantai bawah.

Yora dan Dongwoon seketika tersentak mendengarnya. Mereka sudah harus berpisah?

Tapi Yora kembali menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh terlihat lemah! “Itu, ahjumma sudah panggil kamu. Pergi sana.”

“Yora–”

“Pergilah, aku nggak apa-apa kok. Aku kan sudah bilang kalau aku nggak akan tunggu kamu, jadi nggak usah repot-repot pulang 6 tahun lagi. Aku rasa di umur segitu aku pasti juga sudah bisa punya teman, nggak kayak sekarang, cuma punya kamu.” Potong Yora lugas. Terlihat sekali nuansa sindiran dalam tiap kata-katanya, yang justru menunjukkan bahwa dibalik sifat sok dewasanya, masih pula tersimpan sosok asli seorang Yora, bocah yang masih berusia 12 tahun itu.

“Aku tetap akan kembali kok.” Ucap Dongwoon pelan, merasakan sakit hati yang dirasakan Yora. Yora memang sulit berteman disebabkan sifatnya yang terlalu dewasa itu. Anak-anak lain selalu merasa Yora sulit didekati, apalagi diajak bermain. Katanya, sayang sekali waktu dihabiskan buat kegiatan ‘nggak mutu’ dan ‘nggak guna’ seperti main boneka atau lari-larian di luar, lebih baik dia membaca di rumah. Hanya Dongwoon yang bisa mengerti dan mengimbangi dirinya karena itu Yora merasa menemukan belahan jiwanya dalam diri bocah lelaki itu.

“Aku nggak akan tunggu kamu.” Balas Yora, masih dingin.

“Aku PASTI akan kembali.”

“Aku TETAP nggak akan tunggu kamu.”

“Dongwoon-ah, ayo sayang.” Ibu Dongwoon tiba-tiba sudah muncul saja di depan kamar Yora, ia merangkul putranya untuk mengajak bocah itu pergi, yang tentunya juga didengar Yora dari dalam.

Gadis cilik itu makin dalam dilema. Apa cuma sampai sini? Apa cuma sampai sini? Pikirannya beradu, tapi lagi-lagi egonya ternyata lebih kuat. Ia kembali menggeleng kencang, ia harus kuat, harus kuat!!

“Yora…” Suara Dongwoon mulai memelas, memohon sahabat kentalnya itu untuk keluar, untuk menemuinya sekali lagi saja, untuk terakhir kali.

“Aku nggak akan tunggu kamu, aku nggak akan tunggu kamu!”

“Yora, aku betul-betul mau–”

Yora menutup telinganya kuat-kuat, “Aku nggak akan tunggu kamu, aku nggak akan tunggu kamu, aku nggak akan tunggu kamu!!”

Tap, tap, tap.

Suara berat orang menuruni tangga akhirnya terdengar, bahkan oleh Yora yang berada di dalam kamar seiring kesunyian yang tiba-tiba merebak.

“Aku nggak akan tunggu kamu… Aku nggak akan tunggu kamu…” Suara Yora mulai bergetar, menyadari kenyataan bahwa itu adalah langkah kaki sahabat karibnya untuk meninggalkannya. Meninggalkannya ke tempat yang jauh… Turki, yang seingatnya dari pelajaran geografi, bahkan berada di benua yang lain dengannya. Tempatnya pasti ribuan kilo jauhnya dari sini! Bagaimana kalau dia kangen? Bagaimana kalau ada yang mengganggunya? Siapa yang mau membelanya lagi??

Perlahan, Yora pun bangkit setelah berhasil mengatur napasnya agar lebih tenang. Diam-diam dia ingin mengiringi juga keberangkatan Dongwoon, biarpun hanya dengan mengintip dari balik pagar. Klekk, ia pun membuka pintu kamarnya, dan seketika kakinya menendang sebuah kertas yang diletakkan tepat diatas keset kamarnya.

Yora cilik segera berjongkok untuk mengambil kertas itu, dan baru sadar kalau ada pemberat yang menindihnya supaya benda itu tidak pergi kemana-mana. Dan ketika Yora mengangkat rantai pemberat itu… barulah terlihat kalau itu adalah kalung dengan liontin pipih seperti koin yang dipecah dua. Bingung, Yora pun buru-buru membaca kertas yang mengiringi datangnya kalung itu.

 

“Aku pasti kembali. Jaga kalung ini ya, aku punya pasangannya lho. ๐Ÿ™‚ -DW

PS: Tungguin aku dong, kita soulmate kan?^^”

 

BRUK!

Seketika Yora jatuh terduduk dengan bertumpu pada lututnya. Dan Tes… Tes… Satu persatu butiran air mata pun membasahi kertas yang masih dipegangnya itu. “Bodoh… Siapa juga yang mau tunggu kamu… Aku nggak akan tunggu kamu, tahu…” Gumamnya dengan airmata yang kian deras. Tangisan yang sedari tadi mati-matian ditahannya dengan alasan dia bukan lagi bayi itupun akhirnya pecah juga. “Aku nggak akan tunggu kamu, aku nggak akan tunggu kamu… Aku pasti tunggu kamu…”

Flashback End

 

“Aku senang kamu masih mengenalku.” Kata Dongwoon sambil tersenyum pada Yora yang sengaja duduk cukup jauh darinya di sofa ruang tamu keluarga Park itu.

Yora hanya membalasnya dengan senyuman sinis. Memang, dari penampakan luar dia sama sekali jauh dari Dongwoon yang dulu. Lihat saja, nyaris tak ada lagi gurat-gurat khas orang Korea di wajahnya, entah hilang kemana tergantikan paras tegas khas Turki yang Arab-Eropa.

Padahal dulu, memang sih biarpun tidak terlalu banyak juga, tapi setidaknya masih terlihat dari parasnya kalau darah Daehanmingguk memang mengalir dalam tubuh bocah kecil Dongwoon. Tapi tadi, entah kenapa, somehow Yora tahu saja kalau itu Dongwoon. Hatinya yang berkata…

“Maaf aku baru bisa kembali sekarang.” Lanjut Dongwoon lagi melihat diam Yora.

Gadis itu pun akhirnya sadar kalau sangatlah out-of-manner baginya mendiamkan tamu begitu saja. Well, sebenci apapun Yora pada Dongwoon, ia adalah tamu kan?

Maka, tersenyum artifisial, Yora pun menjawab, “Nggak apa-apa kok. Apa kabar, kamu?”

“Aku baik.” Jawab Dongwoon bersemangat, senang melihat akhirnya ada respon halus dari sang sahabat (atau mungkin MANTAN sahabat?). “Kamu? Bagaimana kabarmu? Eomma titip salam. Dan… oh ya, apa… aku sudah bilang kalau kamu tumbuh dengan sangat baik? Kamu cantik sekali.”

Diam. Tiba-tiba suasana jadi canggung pasca pujian dari pria berambut coklat itu. Yora hanya menelengkan kepalanya tanpa respon, merasa aneh dengan pendengarannya. Cantik, memang sudah sering ia mendengar pujian itu, tapi untuk mendapatkannya dari pria yang kini menjadi orang asing lagi baginya… Itu…

“Eh… Aduh, ngomong apa sih aku ini! Maaf Yora, aku hanya terlalu senang kamu mau meresponku… Maaf, maaf sekali!” Dongwoon menundukkan kepala seraya mengepalkan tangannya, merasa bodoh sekali.

Yora yang hatinya masih beku merespon dengan tenang dan kembali, senyum artifisial, “Nggak masalah kok, makasih ya. Kabarku baik, salam balik untuk ahjumma kalau kamu kembali lagi kesana.”

“Aku nggak akan kembali kesana lagi kok.” Ralat Dongwoon cepat. Yora kembali menoleh bingung. Dongwoon tersenyum seraya sudah siap menjelaskan ketika tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari tampilan Yora. Lehernya yang putih terhias kalung… dengan liontin sebutir mutiara kecil yang cantik, bukan separuh logam pipih ala koin yang diberinya dulu.

Stop it, Dongwoon! tegur pikirannya keras. Kamu bahkan nggak tahu apa dia bahkan pernah memakainya atau nggak! Dan kalaupun ya, nggak mungkin juga ia masih memakainya sampai saat ini kan? Ya, Dongwoon juga tahu itu. Tapi tetap saja, ia ingin mencari kebenarannya…

“Kalung dariku… apa masih kamu simpan?”

Sejenak Yora tersentak, sebelum akhirnya menggeleng mantap, “Sudah hilang, maaf ya.”

Bohong. Kebohongan besar. Kalung pemberian Dongwoon adalah ‘benda keramat’ bagi Yora, dimana dulu, sebelah hatinya pernah ia titipkan. Bahkan hingga kini ketika ia telah melepasnya demi melupakan Dongwoon, ia tak pernah sanggup untuk membuangnya. Tapi tentu saja ia tak akan mengatakan itu.

Wajah Dongwoon terlihat kecewa, tapi kemudian ia menggeleng seraya tersenyum, “Ani. Gwaenchana. Justru itu, sebetulnya, alasan aku baru bisa kembali sekarang, mendukung pernyataanku bahwa aku nggak akan pernah kembali ke Turki lagi, adalah karena aku sibuk menyelesaikan semua masalah kewarganegaraan dan imigrasiku. Aku ingin, saat kembali kesini semua sudah usai, sehingga aku nggak perlu meninggalkan kamu lagi untuk kedua kalinya. Dan sekarang semua betul-betul sudah usai, aku sudah resmi kembali menjadi warga Korea. Karena itu, Yora,” panggilnya seraya merogoh kantong celana bahan hitamnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sana.

“…izinkan aku mengganti kalung kita yang dulu dengan cincin ini.” Ia membuka kotak kecil yang setelah Yora lihat bertuliskan Harry Winston dan memang berisi cincin bermata berlian pink yang cantik itu, seraya berlutut di hadapan gadis yang dicintainya. “Menikahlah denganku, Park Yora. Kita soulmate kan?”

 

TBC

Advertisements
 
30 Comments

Posted by on June 8, 2011 in Super Junior, [THE SERIES]

 

Tags: , , ,

30 responses to “[THE SERIES] SOULMATE – Chapter 1

  1. GDictator710

    June 8, 2011 at 12:18 pm

    Omo omo ada dongwoonx! Ah suka sekali anak B2ST ikt berpastisipasi! Keren la! Sukaaaaaa bgt ama arab #ditabokdoojoon
    aduh gmna y si won n yes tau ada woonie?
    Jgn lm2 ya la publisx

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:24 am

      waa seneng deh kalo kamu suka ๐Ÿ˜€

      gimana yaa~ hehe, jawabannya ada di next chapter^^

      sipp, doain aja ya biar cepet, makasi uda baca ๐Ÿ™‚

       
  2. Oepieck

    June 8, 2011 at 9:28 pm

    Baca judul soulmate kirain cuma nyeritain siwon-yora-yesung doang. Maka.a kaget waktu tau ada dongwoon. Terus terang dia masuk ke kategori member favoritku di B2ST, hehe… ^^

    tapi kenapa dia harus jadi orang dri masa lalu yora? Duh, hatiku terbelah antara siwon dan dongwoon.. *yesung: aku enggak nih? *plak!

    Kisah masa kecil.a asli so sweet banget. Selalu berangan” punya kenangan kayak gitu, sayang masa kecil sudah berlaku… *sigh

    Btw, aku suka banget ama cara lola eonni bikin cerita yang latar waktunya diacak kayak [THE SERIES] ini. Jadi waktu dihadapin ke masa lalu, jadi penasaran gimana bisa jadi kayak yang di masa depan. Keren keren ๐Ÿ˜€

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:28 am

      hehe, dia juga yang paling aku suka di B2ST loh, lebih tepatnya emang aku cuma suka dia hahaha

      jiaaaaa~ bingung kan yaa? tapi kalo saya sih pilih abang siwon lah yaa, lebih mature! tapi kalo yora gatau deh, saya kan bukan dia kkkk~ :p

      ah, masa kecil situ belum terlalu lama berlalu… masih bisa mulai yg baru, saya nih uda lewat bgt JLEB JLEB JLEB -___-

      Hahaha

      Aiihh, seneng deh kalo kamu suka. sebenernya sih alasan yg lebih tepat adalah karena saya ababil jadi sukanya lompat2 waktu hahahaha ๐Ÿ˜›

      makasi sayang uda baca ๐Ÿ™‚

       
      • oepieck

        June 12, 2011 at 7:17 am

        jiah! tapi dia emang ganteeng banget ya? bisa”.a mirip arab gitu, kwkwk~

        eonnie ngomong gitu aku jadi bingung ni ama jalan cerita.a ntar gimana. bakal panjang kayak don’t call me oppa gak nih?

        hahaha, iya ya belum kelewat lama ๐Ÿ˜€ … tapi eonni, masa-masa semasa onnie itu yang menurutku masa paling menentukan buat cari pasangan hidup, iya ga sih? *pikiran anak kecil

        *ternyata autor.a ababil =___=”

        sama-sama eonni ๐Ÿ˜€

         
      • oepieck

        June 12, 2011 at 8:04 am

        oh iya, eonni mau ujian ya?

        fighting eonnie! aku doain biar sukses! good luck! ๐Ÿ˜€

         
      • lolita309

        June 12, 2011 at 4:57 pm

        iyaa! ganteng banget, kalo masalah yg kayak arab, aku sih sering becandaannya sama temenku, bilang kalo dia ketuker di RS pas lahir hahaha, abis mak-bapaknya nggak ada arab2nya, pribumi korea -____-

        hahaha, iya kayaknya sih emang bakal panjang gitu haha

        hah, pasangan hidup? iya sih HAHA takut mepet kalo nyarinya nanti2 XD
        untung saya udah secured, tinggal pertahanin aja #plakplak :p

        aaaaa makasi sayaang, cupcup muahmuah! makasi yaaa amiinn sukses! ๐Ÿ˜€

         
      • oepieck

        June 12, 2011 at 7:59 pm

        kwkwkw~ ketuker di RS, pribumi korea.. eonni, eonni, ada-ada aja…

        wah, kudoa’in langgeng deh! ntar kalo nikah undang-undang ya? ๐Ÿ˜€

        sama-sama eonni, sukses!!

         
      • lolita309

        June 13, 2011 at 12:15 pm

        yaah, untuk sementara didoain biar langgeng dulu aja, masalah undangan mah gampang hahaha *ini kita kenapa jadi ngomongin ginian sih? -____-*

        SIPP! Gomawo^^

         
  3. megumiTM

    June 8, 2011 at 10:17 pm

    EEEHHH!?!? <– lebay~ โ”(โ€พ.โ€พ")โ”โ”Œ("โ€พ.โ€พ)โ”Œ

    Siapa tu dongwoon? Gak kenal ~(ห˜โ–ฟห˜~) ~(ห˜โ–ฟห˜)~ (~ห˜โ–ฟห˜)~ #PLAK

    Aku lupa kalo yora-siwon pasti punya masa lalu masing", soalnya mereka, err… Apa ya? .__.a

    Mian eonni komennya agak gaje, besok ujian sih~ hohoho~ <– udah tau ujian masih baca ff jg (โ€พ_โ€พ")

    Dan seperti biasa, DAEBAK eonni~ \(โ€ขห†โ–ฝห†โ€ข)/

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:31 am

      GUBRAKK! Haduuhh, kurang gaul ini anak kkkkk~ :p
      beneran gatau neng? anak B2ST itu… (B2ST gatau juga lagi #PLAK)

      Apa? Hayo apa? *ancem pake pisau biar ngomong* #plakplak

      saya juga mau ujian nih say~~ huhuhu doakan saya ya… T^T

      aaaa, GOMAWO ^^

       
      • megumitm

        June 11, 2011 at 11:03 pm

        Yah , baiklah .__.
        Aku hanya seorang manusia biasa yg masih menunggu Kim Kibum kembali ke Super Junior (โ•ฅ_โ•ฅ) #lho? #PLAK

        B2ST ya?
        Cuma tau lagu Mystery, membernya cuma tau Gikwang itupun gak tau yg mana huahahaha~ #ditimpuk
        Lagipula aku gak tertarik sama B2ST tu ~(ห˜โ–ฟห˜~) ~(ห˜โ–ฟห˜)~ (~ห˜โ–ฟห˜)~ #gakadayangnanya

        Kasih tau gak yaaaa~~~ XD #ditimpuklagi

        -The End- (?)

         
      • hwangminmi

        June 11, 2011 at 11:10 pm

        Ah, baru tau kalo sekarang bisa ngelike postnya dari hp .__.

        Oh iya, good luck (?) buat ujiannya eonni~ \(โ€ขห†โ–ฝห†โ€ข)/

         
      • lolita309

        June 13, 2011 at 12:17 pm

        jiaaaah~ yauda gapapa, ga penting juga kok buat kamu tau B2ST yg mana *digaplok b2uty*

        cupcup, doi katanya ikutan 5jib kan? sabar yaa~ ๐Ÿ˜€

        heh, kasih tau! XD

        aaang~ tengkyu sayaaang~ doakan aku yaa~ ๐Ÿ™‚

         
  4. chrisnagustyani

    June 9, 2011 at 6:19 am

    wah, ini jd flashback the series ya?

    kyaaa!! Ada Dongwoon! Aku suka Dongwoon! Dongwoon-ah!! *gajetingkatdewa*

    nah nah, dilema pasti t Yora, kalo aku jadi Yora, aku pasti pilih Dongwoon #digamparnyonyah

    ayo next partnya ya nyah…

    p.s : FIX ntu apa nyah?

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:36 am

      Yoi sayaaang ๐Ÿ™‚

      aaaa saya juga suka Dongwoon! waah ga nyangka banyak yg suka DW juga disini ><

      bener, dilema tingkat dewa *ikutan gaya dia -____- haha*

      siip, doain aja biar cepet publish ya ๐Ÿ™‚

      FIX itu maksudnya fixed, pasti, udah ditetapkan. gitu loh. lagi happening bgt ekspresi itu di kampusku hahaha. misalnya: FIX hari ini gue ga masuk!

      gt… *loh, jadi belajar yg engga2? -___-) #PLAK

      makasi sayang uda baca ๐Ÿ˜€

       
  5. wiehj

    June 9, 2011 at 11:12 pm

    huwaaaa, ada dongwoon!!! senangnyaaa~ *wlobiaskubkandytpiaqb2uty* ^^
    haduuuh, tnyta sblum akhirnya merid mreka pnah dpet halangan hambatan pengganggu jg tohh.. kirain hidup si yora-siwon adem ayem tenag2 ajah hhahahahhahha
    ngakak pas ryeoru bengong cengo liad klakuan adeknya am woonie~ sinetron scene!!masi bocah pdhal hahhahhahaa
    next part asap plis cingu ๐Ÿ˜€

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:38 am

      iyaaa aku tau kok kamu b2uty, temenku juga DIE HARD b2uty makanya aku keracunan biarpun akhirnya cuma suka DW aja ๐Ÿ˜€

      iyaa, pada ga nyangka ya? kirain mereka adem ayem aja kali ya hihihi~

      sipp, doain cepet publish aja ya, makasi uda baca^^

       
  6. zarararararakuda

    June 12, 2011 at 2:40 pm

    WOOOOOOOWWWWWWW SAYA TELAT LAGI….
    eciecie yang sama dewe….. ada kesempatan nih sama kuda…. hahahaha #epillaugh
    betewe parfumnya lumayan tuh….. $.$ dijual lumayan hahaha kecuali kalo yang palsu 10rebuan ahahaha #gaje

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 12:20 pm

      gapapa nak, lebih baik telat daripada nggak sama sekali #PLAK

      iya nih, selamet ya ada kesempatan ama kuda *gak tulus* *digampar*

      hahaha, tapi aigner spring beneran ENAK banget loh wanginyaa~ huhuhu berasa di taman kembang (?)….. ~(ห˜โ–ฟห˜~) ~(ห˜โ–ฟห˜)~ (~ห˜โ–ฟห˜)~ #gakpenting

      makasi sayaang uda baca^^

       
  7. Chaeky

    June 13, 2011 at 5:56 pm

    Johta, akhirnya ada jg konflik buat nih couple. Gx asyik donk kalo damai2 aja XD
    ehm, Dongwoon panteslah saingan sama siwon. Padahal aku kan suka Gikwang #abaikan
    asik bgt punya temen masa kecil seganteng dongwoon XD
    eh, dongwoon dateng2 langsung ngelamar aja, arab nafsuan tuh #plak
    lanjut onnie, asap ya *wink*

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 8:13 pm

      iyaaa soalnya saya suka dongwoon jadi pengen aja dimasukin hahaha

      arab napsuan? NGAKAK kelas berat! XD

      sipp, ditunggu aja yaa sayang, makasi uda baca ๐Ÿ™‚

       
  8. Carrie Cho

    June 16, 2011 at 3:13 pm

    tidak selamanya dan tidak ada yang sempurna dalam hidup /plak
    hahaha sumpah deh kebayang Ryeoru waktu cangak liat Yora sama Dongwoon yang bak sinetron hahaha
    mukanya cangak, mulutnya nganga gitu, telunjuknya ngga kontrol wkwkwk

    tapi oke punya sih masa lalu Yora ._. aku juga berharap bisa punya jodoh-jodohan gitu
    kekeke
    apa jadinya yah kalau Siwon yang notabene cemburu tau? .__.

     
    • lolita309

      June 16, 2011 at 10:47 pm

      betuuull! ๐Ÿ˜€

      hahaha, yaudah anggap aja kamu Yora disini say, seru ya. ๐Ÿ™‚

      apa jadinya yaaaa? siwon selain cemburu juga dewasa kok, jadi pasti reaksinya udah bisa dikira. ๐Ÿ™‚

      makasi sayang uda baca, ch.2nya uda keluar tuh, tapi maaf kalo gagal banget ๐Ÿ˜ฆ

       
  9. ms.o

    June 30, 2011 at 11:43 pm

    annyeong,,si arab nih, dateng2 maen lamar aja,
    inget wooy, tunangan orang ituuh,,wkwkwk

     
  10. babyhae

    July 8, 2011 at 12:20 pm

    saya datanggggggggggg!!! astaga!! saya baru sempet ke sini T____T
    maafkan saya *lap ingus XD*

    Whoaaah!!! Yora waktu SD = cinta fitri wkwkwk..sinetron banget. bener deh, umur 12 bener-bener sangat dewasa. Giliran unnie-nya sibuk sama gadget baru, dia malah gandengan tangan sama so-called-soulmate wkwkwkwk..astaga
    dan sifatnya itu lho…gak beda jauh sama yang sudah dewasa..dahsyat!! wkwkwk

    Kaget ada Dongwoon nyelip di sini. biasanya cuma denger antara 15+5 nama (suju+dbsk), kadang ada SHINee, ini tiba-tiba ada Dongwoon ehehehehe

    meluncur ke ch. 2 ahhh^^

     
    • lolita309

      July 8, 2011 at 6:45 pm

      hah? cinta fitri? sinetron bgt ya wkwkwk~ XP

      hehe, peran pembokat (?) aja kok, jadi abaikan saja~~ #PLAK
      engga deng, saya emang kesengsem ama itu bule arab, cakep banget! (bukan B2UTY tapinya, suka DW aja hehehe :D)

      makasi bangetttt sayang uda menyempatkan waktu buat baca ><

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: