RSS

[THE SERIES/SPECIAL] SHE’S BEAUTIFUL

05 Jun

Kado kelulusan buat my dear lil sis. Selamat girl! Semoga diterima di SMA yang bagus, dan selamat menikmati^^

SHE’S BEAUTIFUL

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Lee Hyukjae aka Eunhyuk

Oepick as Kim Saera

 

Waktu pertama aku lihat dia… kayak tiba-tiba musim dingin ini jadi ke-fastforward langsung ke musim semi. Kalian tahu kan? Hangat, tunas-tunas tanaman mulai muncul, dan DEG, DEG, DEG, kayak ada perasaan deg-degan buat mulai sesuatu yang baru. Deg-degan tapi sekaligus juga excited. Persis, perasaan itu yang muncul di kali pertama aku mengenalnya.

“Anou… Sumimasen…”

Itu pertama kali aku dengar suaranya. Bukan di Jepang, ataupun dia yang orang Jepang. Dia orang Korea asli, murid sekolah musiknya Sungmin, kakak kembarku, walaupun ia memang lama tinggal di Jepang sih, persis seperti aku, Sungmin, dan kembaran kami satu lagi, Donghae. Waktu itu dia tiba-tiba menimpali aku dan Sungmin yang memang sedang mengobrol dalam bahasa Jepang di persiapan proyek musikal kami ini. Mendengarnya, maka aku dan Sungmin seketika menoleh, dan aku baru tersadar… kalau sejak tadi ada gadis seindah dia (hei, sejak kapan aku jadi gombal macam Donghae begini??) berdiri di belakang kakak kembarku itu.

“Kim Saera-ssi? Niga—”

“Nihongo ga wakaru? (Kamu ngerti bahasa Jepang?)” aku buru-buru memotong perkataan Sungmin, mencoba mencuri kesempatan bicara dengannya.

“Ah, hai. Aku dulu pernah tinggal di Jepang. Dan sebenarnya aku tahu kalau Lee Seonsaeng itu guru pindahan dari Jepang, tapi aku nggak pernah berani buat ngajak ngobrol beliau tentang itu…” ia menghela napas lega. “Kim Saera desu, onamaewa…? (Aku Kim Saera, namamu…?)” tanyanya, dengan mata berbinar.

Her eyes, her eyes, make the stars look like they’re not shining…

Seketika lirik lagu Just The Way You Are dari Bruno Mars itu terlintas begitu saja di kepalaku. Aku buru-buru menengok ke arah jendela yang dipasang tinggi dekat langit-langit gedung opera ini, mencoba mengetes kecocokan lagu itu dengan kasusku ini. Dan benar saja… langit malam ini penuh bintang, tapi di depanku kini betul-betul nyata  ada seorang gadis yang sinar matanya bahkan mampu mengalahkan sinar bintang-bintang itu! (Sumpah, aku kenapa jadi ketularan gombalnya Donghae begini sih??)

“Lee Hyukjae desu, Eunhyuk. Uwa, dozo yoroshiku, atarashii tomodachi! (Aku Lee Hyukjae, Eunhyuk. Senang berkenalan, teman baru!)” tanpa ba-bi-bu lagi aku buru-buru menyambut tangannya.

Dan sejak itu, apalagi setelah ternyata Sungmin memang menitipkannya untuk belajar tentang produksi musikal ini padaku, aku pun tak henti mengejarnya. Dan lagu itu seperti menjadi theme song aksi pengejaranku ini, mengejar cinta seorang gadis yang tidak pernah percaya kalau dia sudah begitu menyilaukan apa adanya…

 

***

 

“One-two-three-four, one-two-three-four—Ya, ya, ya, Dongwan-ssi, kenapa salah lagi, sih? Premier kita sudah dekat lho. Ayo mulai lagi dari pertama ya. Junbi… sijak!”

Itu aku, sedang melatih koreo para aktor dari proyek musikal kami yang akan mulai berjalan 3 hari lagi. Menjadi koreografer memang cita-citaku sejak dulu, makanya aku memilih jurusan Performing Arts semasa kuliah. Dan sungguh, aku tidak akan pernah menyesali pilihanku itu, terlebih karena…

“Eunhyuk-senpai, annyeong!”

Dia. Kim Saera. Terlebih karena Kim Saera, gadis ini, ternyata juga mengambil jurusan yang sama denganku, Performing Arts. Kalau bukan karena itu, tidak akan mungkin kami bisa bertemu. Sungguh aku bersyukur sekali!

Aku menoleh ke arahnya, dan SRINGG~ terlihat rambut ekor kudanya bergerak indah seiring langkah larinya yang mendekatiku.

Her hair, her hair, falls perfectly without her trying…

Ya ampun, lagu itu lagi. Kenapa lagu itu terus terputar secara otomatis begitu melihatnya sih? Berhenti bermain di kepalaku!

“Senpai?” ia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.

Aku seketika tersadar, “Oh, ya. Ya, ada apa?” Oke, salting.

“Apa yang bisa aku bantuin hari ini?”

Hyukie, tarik napas… Fuhh. Rileks, tenang, jangan terburu-buru, kalian baru kenal 3 hari. “Umm, kamu belajar tata panggung?” tanyaku. Ia mengangguk. “Lighting, blocking, sounding…” aku mulai berjalan sembari menunjuk tiap-tiap part pertunjukan ini yang kusebut. Ia mengikutiku seraya mengangguk-angguk. “…masih ingat? Biarpun kita major di hal yang berbeda, seperti misalnya aku dance dan kamu musik, tapi kita juga harus paham hal itu, supaya koordinasi dengan kru bagian lain tetap nyambung.”

Sekilas mengangkat wajah dari kegiatan catat-mencatat di notebook kuningnya, Saera tersenyum, “Sip. Eh iya senpai, mau tanya dong.”

“Hm?”

“Lee Seonsaeng mariya (Tentang Lee Seonsaeng),” mulainya. Aku mengerutkan dahiku. Sungmin? “Lee Seonsaeng… Apa beliau memang selalu se-kaku itu ya?”

Aku tak dapat menyembunyikan senyumku karenanya, itu memang kesan semua orang kalau baru mengenal kakak kembarku itu. Sungmin memang orang yang amat lurus, makanya jadi terkesan kaku dan cenderung… “Galak, ya?”

“Weh, banget.” Jawabnya seketika sambil geleng-geleng. Aku langsung tergelak. Anak ini jujur banget! Cute! “Tapi… aku malah kesian… Padahal umur-umur Lee Seonsaeng sama senpai itu kan harusnya lagi happy-happynya. Menikmati masa-masa terakhir sebagai young adult–”

“Heh heh, apaan tuh maksudnya? ‘Masa-masa terakhir’? Rasanya kok aku jadi tua banget…” Potongku tersungging, eh, tersinggung.

“Lho, memang kan? Kalau dibandingin sama aku sih…” Jawabnya lugas seraya berpikir, mungkin menghitung jarak usia di antara kami. Ia memang baru saja menginjak kepala 2, makanya gap umur kami memang cukup jauh, mungkin sekitar 5 tahun.

Tapi akhirnya aku tertawa kecil, menyadari betapa ‘bocah’ ini sangat mudah bergaul. Lihat saja, dia bahkan sama sekali tak canggung lagi meledekku yang bahkan baru dikenalnya! Tapi dari sini juga aku sadar mengapa dia mengalami masa-masa sulit bersama Sungmin. Tipe yang seperti ini pastinya selalu jadi langganan omelan cowok penuh etiket itu hahaha.

“Sungmin memang gitu kok. Yang penting kamu ingat aja, dia nggak pernah punya maksud buruk dibalik itu. Semakin kamu diomelin, berarti semakin ingin dia buat kamu terus maju, karena dia yakin kamu pasti bisa.” Jawabku.

Saera manggut-manggut, “Tapi kalau Lee Seonsaeng mau rileks sedikit pasti lebih bagus deh buat beliau… Kayak Eunhyuk senpai contohnya, ceria, santai… Bersinar deh, enak lihatnya.”

Dan sekejap, jiwaku seperti sudah tak ada lagi di tubuh. Melayang-layang… Dan oh, aku yakin hidungku pasti sudah kembang-kempis dibuatnya sekarang. Dari sini aku begitu yakin kalau ini awal yang baik bagiku dengannya, tapi ternyata…

 

***

 

Ia bengong lagi hari ini. Sudah beberapa hari ini ia terus bengong, tak seantusias dulu memerhatikan semua ‘kuliah praktek’-ku. Apa semua pelajaran dariku sudah mulai membosankan? Iya sih ini sudah 1 minggu, tapi masa sih?? Sepertinya aku memang harus bertanya langsung padanya…

“Sae–”

Drrt~ Drrtt~

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Belum sempat mendengarku, ia segera membuka benda yang ditempeli banyak stiker bunga kuning itu. Dan tak lama, tanda-tanda panik seketika tersirat dari wajahnya pasca membaca pesan singkat yang ia terima.

“Aa~ eotteokhae? Ung… Senpai, gimana penampilanku, nggak berantakan kan? Rambutku, rambutku? Aduh…” Tanyanya seraya mencoba merapikan dirinya yang bahkan tak terlihat kusut setitikpun itu.

Aku menatapnya bingung, “Wen irinnya? (Ada apa sih?)”

“Ani…” Jawabnya masih dengan panik. “Jawab… aja.”

Aku pun akhirnya menuruti permintaannya dan mulai memperhatikan dirinya dengan serius, mencari sekecil apapun hal yang mungkin tidak indah dari seluruh penampilannya.

Hal yang sia-sia. She’s so beautiful, and I tell her everyday…

Oke, lagu itu lagi. Sudah selama dia berguru padaku, line ini yang selalu terputar setiap aku melihat wajahnya! Dan sekarang ia tiba-tiba bertanya… Apa memang ini jalan yang diberikan Tuhan agar aku akhirnya bisa memujinya dengan leluasa? Sumpah dari dulu aku memang selalu ingin memuji kecantikannya, tapi sudah jelas kan, aku tiba-tiba berkata seperti itu, dan dia bisa-bisa dia langsung mencapku ‘oppa-oppa mesum menyeramkan’. Hiiy… ANDWAE! Tapi kalau sekarang…

“Senpai, gimana?”

“Yeppeune! Jeongmal, jinnja, neomu yeppeo! WANJEON yeppeuda!” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku seperti keran bocor. Menyadarinya, aku buru-buru menutup mulutku rapat-rapat dengan telapak tangan. Ah, bodoh!! Ketahuan banget naksirnya… -__-

Walaupun ternyata orangnya sudah tidak memerhatikanku lagi. Ia kini malah sudah berdiri sambil membetulkan kuncirannya, mencoba bertingkah senormal mungkin menyambut seseorang yang baru datang lewat gerbang utama gedung pertunjukkan ini. Seketika akupun juga ikut menoleh, mau tahu, siapa sih yang datang?

Dan itu… SUNGMIN?? Anak ini cuma mau ketemu Sungmin aja–

Sebentar. Sekejap aku pun mulai menghubung-hubungkan semua kelakuan dan perkataan Saera akhir-akhir ini dengan kenyataan barusan.

“Tapi kalau Lee Seonsaeng mau rileks sedikit pasti lebih bagus deh buat beliau…”

“Kemarin Lee Seonsaeng ajak aku main piano bareng-bareng. Senang deh beliau sudah mulai lepas dengan perasaannya.”

“Senpai, aku datang sama Lee Seonsaeng.”

“Hari ini Lee Seonsaeng aneh… Apa aku terlalu berisik?”

“Senpai, kalau cowok pendiam itu sukanya sama cewek yang bisa diajak serius juga ya? Temanku. Temanku suka sama cowok pendiam. Apa dia harus berubah?”

Satu demi satu, aku baru sadar kalau semenjak hari sebelum premier musikal kami, Saera selalu–baik implisit maupun eksplisit–membicarakan Sungmin. Perlahan akupun menertawakan kebodohanku. Temanku suka cowok pendiam… Itu bahkan bukan temanmu, Kim Saera. Itu kamu.

“Hyukie.” Sungmin menyapaku begitu sampai di mulut panggung tempatku dan Saera berada. Di sebelahku Saera sibuk membungkuk dalam menyambut kehadiran guru musiknya. Sungmin hanya mengangguk sekilas padanya sebagai jawaban.

Yah, disini setidaknya aku sadar kalau Sungmin sepertinya belum menyadari perasaan Saera itu. Aku masih punya peluang.

“Okelah, aku ke noona dulu deh di kantor buat diskusi lagi.” Pamit Sungmin setelah kami berbincang-bincang sebentar.

“Sip. Salam sama dia.” Jawabku yang diiringi anggukan Sungmin sebelum ia benar-benar pergi.

Kini, aku menatap Saera yang sudah duduk kembali di atas panggung. Ia terlihat menggembungkan pipinya, mungkin baru sadar kalau Sungmin bahkan tidak mengajaknya bicara sama sekali barusan. Tapi di mataku, bahkan wajah kecewanya itu terlihat begitu menyilaukan.

Temanku suka cowok pendiam, apa dia perlu berubah?

“Kalau aku, buat aku, nggak ada yang perlu kamu ubah dari diri kamu, Kim Saera. Jadilah pacarku.”

When I see your face… There’s not a thing that I would change, ’cause your amazing just the way you are…

 

***

 

“Maaf, senpai…” Lagi-lagi ia menolakku. Tahu nggak? Ini sudah tepat keempat belas kalinya aku ditolak olehnya sejak pertama aku menyatakan cinta dua minggu lalu. Ya, sejak itu, tiap hari aku menggunakan kesempatan bertemu dengannya di persiapan musikal untuk menyatakan cintaku yang hasilnya selalu sia-sia. Sebesar itukah tempat Sungmin di hatimu, Saera?

Aku menghembuskan napas lelah seraya menyerahkan dua lembar tiket yang baru saja kubeli dengan sebelah tanganku, “Ini. Best seats. Kita nggak pernah nonton hasil kerja keras kita sendiri dari tempat yang ‘layak’ kan? Nanti malam aku tunggu di depan gedung. Aku harap kamu datang.”

Saera tercengang menatap tiket yang kusisipkan di genggamannya. Dua tiket VVIP pertunjukan musikal kami yang ia pasti tahu amat sulit didapat karena harganya yang selangit, bahkan oleh kru. Aku membalikkan badan dan berjalan pergi seraya menetapkan satu hal dalam hati: ini yang terakhir, ini kesempatanmu yang terakhir, Kim Saera. Aku tidak ingin dicap saudara yang menusuk dari belakang, maka dari itu, nyatakanlah cintamu kali ini. Dan jika dia juga menyukaimu, maka aku bersumpah, aku akan menyerah. Aku akan menyerah.

 

“Halo, kembaran.” Sapaku pada Sungmin yang sudah duduk tepat di sebelah seating yang aku pilih untukku dan Saera. Sungmin yang merupakan music director musikal ini memang selalu duduk disana setiap hari Minggu, memantau kerja bagian sound yang dibawahinya. Sifat perfeksionisnya lah yang selalu memaksanya mengeluarkan uang demi tiket VVIP ini tiap minggu, karena hanya dari bagian sini jelek atau bagusnya sounding musikal ini bisa terdengar jelas. Yah, VVIP seats.

“Well, halo juga, kembaran.” Ia terlihat kaget sebelum akhirnya menyambut jabat tangan dan pelukanku seraya tersenyum. “Dan dengan siapakah saudaraku ini datang malam ini?”

Aku nyengir, “Hehe, masa sih kamu nggak mengenali dia? Satu-satunya pemagang kita, Saera-chan.”

Dan segera, dapat terlihat air muka Sungmin yang berubah begitu melihat Saera yang memang terlihat sangat cantik malam ini dengan dress yang ia gunakan layaknya penonton VVIP pada umumnya. Akupun mengenakan jas (pinjaman dari Donghae kok, mana punya aku ‘barang ganjen’ begini?) kali ini. Setelah formalitas sapaan sana-sini, kami pun sukses duduk dengan formasi aku dan Sungmin mengapit Saera. Well, aku sengaja.

“Ah, aku titip partnerku sebentar, niichan. Para aktor meneleponku, katanya ada sedikit masalah di belakang.” Kataku setelah beberapa saat pertunjukan dimulai. Bohong. Inilah kesempatan yang ingin kuberikan pada Saera, kesempatannya yang pertama dan terakhir. Sungmin menatapku bingung, tapi aku tak menghiraukannya dan segera ngacir pergi sebelum kembaranku itu sempat menolak-nolak lagi.

Kekakuan terlihat menyeruak dari kedua orang itu sepeninggalku. Yah, setidaknya itu yang bisa aku lihat dari balik panggung sini. Cukup lama kesunyian itu merebak, sebelum akhirnya terlihat Sungmin memulai pembicaraan. Saera terlihat tersenyum canggung seraya menjawab. Mereka pun berbincang-bincang—

“Eunhyuk-ssi, ngapain di sini?” teguran seorang pria tiba-tiba menggelegar diiringi tepukan keras di punggungku. Aku seketika melonjak kaget.

“Omo, kapchagiya! Minwoo-ssi!” dia salah satu aktor di musikal ini.

Ia terkekeh, “Hehe, tadi aku lihat dari panggung, Eunhyuk-ssi datang sama asistenmu itu ya? Siapa namanya? Um… Saera-ssi?”

“Iya, Saera.” Anggukku sekenanya sebelum kembali memata-matai dua orang itu.

“Eunhyuk-ssi, sedih ya kita sebentar lagi bakal sudahan.”

“Nggak, tuh.” jawabku datar karena masih sibuk mengintip. ‘Sudahan’ yang dia maksud adalah masa penayangan musikal kami ini yang akan segera berakhir 2 hari lagi.

“Ya ampun, galak amat koreo kita satu ini.” Protesnya jengkel. Aku tak menghiraukannya dan malah langsung bereaksi begitu melihat apa yang ada di ujung sana, tempat Saera dan Sungmin. Sumpah, baru saja aku melihat butiran airmata menetes dari mata indah asisten kesayanganku!

Sungmin, kamu benar-benar… Tanpa pikir panjang lagi aku pun segera berlari kembali. Sudah, sudah cukup, Saera. Sungmin dan segala kekakuannya pastinya memang tidak akan pernah cocok denganmu. Terimalah, kamu memang diciptakan untukku.

“Lagi ngobrol ya?” sapaku dengan suara sok riang.

Saera buru-buru mengusap matanya sebelum menoleh ke arahku dan tersenyum seakan tak terjadi apa-apa. “Um-hum.”

“Neon ureosseo (kamu abis nangis ya)?” tembakku langsung. “Ya, kembaran, apa yang kamu lakukan padanya? Bukankah aku bilang aku titip dia padamu tadi?”

Saera menarik ujung jasku sambil menggeleng, “Aniyo, tadi Seonsaeng abis cerita tentang almarhum orangtua kalian, dan aku tahu-tahu jadi mellow begini deh… namanya juga cewek.” Katanya sembari tersenyum. Cih, aku tahu bukan itu, Kim Saera. Tapi ya sudahlah, dengan ini, tak ragu lagi aku akan pastikan kamu memang untukku. Aku pasti bisa membahagiakanmu, membuatmu melupakan Sungmin.

 

***

 

“Aku sudah pernah bilang kalau kamu cantik, belum sih?” sapaku tiba-tiba padanya yang sedang sibuk memberi briefing terakhir bagi para figuran untuk hari ini, sambil biasa, nyengir-nyengir geje. Sejak kejadian Saera dengan Sungmin semalam aku memang langsung bertekad untuk tidak ragu-ragu lagi menyampaikan semua perasaanku padanya. Nothing to lose lah. Tabrak, hajar, bleh!

Saera menoleh dengan wajah terbengong-bengong sebelum akhirnya kembali berbalik seraya terkekeh, “Eh, ngelawak, dia.”

“Hei… beneran. Sudah lama aku mau bilang itu lho…” aku kini beralih ke hadapannya.

Ia membentuk senyum artifisial untukku, “Oke senpai, makasih.” Sebelum kembali berbicara dengan para figuran itu.

Aku mengangkat bahuku. “Aah~ Niga ireoljul arasseo (Aku sudah tahu kamu bakal kayak gini).” Kataku sebelum berjalan pelan-pelan meninggalkannya sambil bersenandung sesuai suasana tadi. Tentu saja, masih soundtrack aksi pengejaran cintaku untuk Saera… “I know, I know, when I compliment her she won’t believe me…

Dan ketika aku menoleh, terlihat Saera masih berdiri membelakangiku, yaitu menatap para figuran tadi, tapi kini dengan tubuh sedikit bergetar, seperti orang menahan tawa. Dan sekejap keriuhan pun melanda dari kubu sana, “Cieee… Saera-ssi pipinya merah lho!”

YEAH! Seharusnya memang dari dulu aku mengungkapkan yang sebenarnya…

“Saera?” panggilku demi menyerahkan absen aktor hari ini untuk ia rekap.

Ia menoleh seraya tersenyum, “Ya?”

DEG. Tiba-tiba duniaku seakan berhenti berputar, jadi statis karena penglihatanku.

And when you smile… the whole world stops and stares for a while…

Jreng. Kejadian lagi kan… Lagu ini lagi. Ya ampun kenapa aku nggak juga terbiasa sih? Tapi sumpah senyumnya itu lho, senyumnyaaaa~

“Senpai?” ia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Oh, ya. Ini, tolong rekap.” Kataku sambil memindahtangankan map itu.

Ia membalik-baliknya. “Oke, hari ini hari terakhir ya…” gumamnya seraya menjauh pergi. Tapi… tunggu. Ada sesuatu…

“Saera.” Panggilku lagi.

“Hm?” ia kembali menoleh.

“Jadi pacarku.”

Ia terlihat menahan tawanya dengan map tadi, “Haha, sekali lagi dapat payung cantik lho, Senpai.” Candanya. Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal, malu sekali. Tapi sejenak kemudian, terlihat senyum teretas di wajahnya. “Aku nunggu-nungguin lho hari ini, kirain nggak akan ada lagi. Um, aku mau. Jal butakhae (Please take care of me), Eunhyukie… oppa?”

Tak ada jawaban dariku. Karena lagi-lagi, arwahku sudah sukses melayang-layang berkat panggilannya tadi. Eunhyukie oppa… Dia memanggilku ‘oppa’… Dipastikan aku tak akan bisa tidur malam ini.

 

***

“Kamu cantik.” Pujiku sesaat setelah melihatnya keluar dari rumah dengan mengenakan hanbok.

Ia tersenyum, “Oppa juga ganteng. Tapi itu bukan jas pinjaman dari Donghae oppa lagi kan?” godanya sambil membetulkan dasiku yang belum rapi.

“Ya nggak lah, wisuda kamu masa aku pakai jas pinjaman Donghae lagi?” orang ini pinjam dari Teuki Hyung kok, tambahku dalam hati. *plak* :p

Tiba-tiba, kecupan manis sudah mendarat di pipiku begitu saja. Aku segera menatapnya kaget. Ia terkekeh, “Makasih ya, berkat belajar sama oppa, tugas akhir musikal-ku dan teman-teman jadi Best Project di angkatanku.”

Aku menggeleng, “Kamu mau sama aku aja sudah jadi ucapan terimakasih yang PALING besar.”

Ia tertawa sembari menggamit lenganku, “Ngelawak lagi dia. Nggak lah, aku mau jadi pacar oppa ya karena aku memang sayang… Eh, jalan yuk, sudah jam segini nanti telat.” Katanya seraya mengangkat sedikit hanboknya agar bisa melangkah lebih bebas. Tapi aku menahan jemarinya.

“Tunggu.”

“Ya?” ia menoleh. Dan cup, aku menempelkan bibirku sekilas di dahinya.

“Selamat hari kelulusan, Kim Saera. Dan… aku cinta kamu, Cantik…”

 

 

Yak, begitulah kisahku mendapatkan ‘bocah’ yang kupacari saat ini (ingat jarak umur kami yang sampai 5 tahun?). Biarpun sempat ada kerikil kecil tentang perasaannya pada Sungmin itu, tapi thanks to Sungmin yang sudah menolaknya, ia kini bisa jadi milikku kkkk~. Hahaha, nggak ding, di awal-awal perjalanan kami, aku dengan sangat hati-hati sekuat tenaga menjaga perasaannya tentang Sungmin. Tak pernah sekalipun aku membahas Sungmin di hadapannya, atau bahkan memberitahu kalau sebetulnya aku sadar ia pernah ada hati pada kakak kembarku itu. Ya, sampai sekarang pun dia tak pernah tahu tentang aku mengetahui perasaannya pada Sungmin. Tapi sudahlah, itu masa lalu. Yang jelas, sesuai resolusiku malam itu, setelah setengah tahun ini berjalan aku pun bisa dengan bangga menyatakan kalau aku telah berhasil membahagiakan dan membuatnya melupakan Sungmin. Dan rahasianya? Tak lain adalah:

“Jangan pernah ragu memuji orang lain, terutama orang yang kamu sayangi.”

Jika kamu merasa ia cantik, katakanlah padanya. Karena dengan cara itu juga aku pun akhirnya bisa mendapatkan gadis cantikku…

 

The Dancing Machine,

SILVER HYUK

 

END

 

PS: SEMUA READER boleh menganggap diri mereka sebagai tokoh di setiap ff^^ Tribute hanya sebagai kado, tapi bukan berarti tokoh itu menjadi terpaku pada 1 orang aja. Karena sekali lagi, oppadeul adalah oppa kita bersama, kan? 😀

 

btw, maaf yg lee triplets vs kim boys-nya ga maju2.. T.T

Advertisements
 
 

Tags: ,

32 responses to “[THE SERIES/SPECIAL] SHE’S BEAUTIFUL

  1. wiehj

    June 5, 2011 at 2:13 am

    uwahhh bagusss!!!
    suka am quote yg kamu kasi di part trakhir ntu cingu… ^^
    ihhhh, aq jd senyam senyum cengar cengir kayak org stress ini baca nee ff.. brasa jdi saera!! kyaa >,<
    kesengan bgtt dehh aq pasti klu nii epep kejadian bnera di khdupan nyata dg aq sbgai saera.. hhahahahah XDD
    bagus bagus bagussss.. lanjutkannn cingu~!! 😀

     
    • lolita309

      June 5, 2011 at 10:58 pm

      waaa gomawo sayang ><

      hehe, seru yah jadi saera? pasi bahagia banget dipuji tiap hari. semua cewek pasti mau deh 😀

      sipp, makasi sayang uda baca ^^

       
  2. megumiTM

    June 5, 2011 at 1:11 pm

    Eunhyuk’s POV? .__.

    Cuma bisa bilang, chukhahae(?)~ (╥_╥) <– #efekKIMCHI

    Bingung mau komen apa lg, blank~ (╥_╥)

     
    • lolita309

      June 5, 2011 at 11:01 pm

      yup, EH’s POV. 😀

      huahaha, masi ngegalau ini anak. yauda sabar ya nak.. cupcupcup (?)

      XP

      anyways makasi uda baca^^

       
    • megumiTM

      June 6, 2011 at 2:19 pm

      Yak, udah gak galau lg~
      -(‾▿‾)/ \(‾▿‾)-

      baru sadar kalo ini kerasa bgt unyuk(?)nya ~(˘▿˘~) ~(˘▿˘)~ (~˘▿˘)~
      Ah bahagianya jadi Saera~ (╥_╥)

      Eonni!
      Ayo nabung buat 5jib sama SS4 Indo *kalo jadi di indo*! \(•ˆ▽ˆ•)/

      Sekian dan terimakasih (?)

       
      • lolita309

        June 6, 2011 at 8:41 pm

        hahaha, seiring kepergian mereka, galau pun menghilang yaa ckckck~ XD

        oh yaaa? kerasa ya? aih~ berhasil dong saya bikinnya *bangga* #PLAK

        ayooo! semangat sayaang! kalo SS4 di jakarta, nanti aku ajak kelilingan (?) deh kkkk~

         
      • megumiTM

        June 6, 2011 at 9:02 pm

        Iya dong eonni, apalagi gak ada si kibum hohoho~ X)
        Siwon jg gak dateng kan, jadi buat apa galau~ <– #lho?
        ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

        Eh iya ni eonni?
        Ditraktir jg gak? :3 #PLAK
        ah yg penting nabung dulu
        -(‾▿‾)/ \(‾▿‾)-

         
      • lolita309

        June 6, 2011 at 9:30 pm

        justru, saya yang nyuruh itu biar siwon ga dateng, soalnya kan saya ga bisa nonton… kkkk~ #PLAK

        iyaa tenang ajaaa~ masalah traktir mah…. NGGAK kali yaa~ hahahahha XD
        sipp, nabung dulu sana, saya doain (?) deh 😀

         
  3. Zarararakuda

    June 5, 2011 at 4:35 pm

    SUNGMIN! T.T
    kok aku dari awal malah fokus ke bang mimin yah? T.T
    Kalo monyet mah biarin aja d habitat alaminya =.=

     
    • lolita309

      June 5, 2011 at 11:02 pm

      yee, dasar. kkk~ XD

      bang mimin pan uda diceritain duluan waktu itu.. 🙂

      makasi yaa uda baca^^

       
  4. Oepieck

    June 5, 2011 at 11:40 pm

    Eonni, makasih makasih makasih!!! joengmal gamsahamnida! *bow bow bow
    Lola eonnie satu-satu.a yang ngasih kado ke aku loh 😀

    jadi ini apa yang dirasakan si monyet… astaga, tu anak so sweet banget ya? gentle pula. tahu kalo aku.a suka ama sungmin terus masih kasih kesempatan dan bilang kalau gak mau nusuk dari belakang. keren banget…

    dan aku suka waktu dibilang cantik, sukaaa banget. serasa melayang gitu… (liriknya bruno mars ajeb dah)
    Terus waktu Eunhyuk bilang “Selamat hari kelulusan, Kim Saera. Dan… aku cinta kamu, Cantik…” entah kenapa deg deg-an sendiri xp

    sekali lagi makasih eonni. pasti berkat doa eonni juga aku bisa lulus dengan nilai yang bagus. gamsahamnida~ *deep bow
    >>pingin baca Saera’s view *plakk!

     
    • lolita309

      June 6, 2011 at 12:15 am

      sama2 sayang^^ maaf cuma kado kecil ini yang bisa aku kasih 🙂

      yep.. he’s a gentleman. aslinya juga kayaknya gitu, keliatan dari tingkahnya, gak kecentilan kkk~

      ya iyalah, aku juga suka dibilang cantik hahaha. i guess all girls would really like it if they are said to be pretty. 😀

      ciee, nilainya bagus yaa? asik deh, alhamdulillah^^
      ditunggu traktirannya! (loh?) :p

      makasi sayang uda baca, dan sekali lagi chukhahae^^

       
      • Oepieck

        June 6, 2011 at 7:25 am

        halah gapapa eonni, cuma dibikin FF pun sudah sangat berarti ^^

        iya gak kayak donghae (?) menurutku malah dia itu malu-malu kucing kalo sama cwe yang dia taksir. imut banget deh.. *senyamsenyumsendiri

        iya ni eon, hepi banget ini aku 😀
        traktirannya kapan-kapan ya, hehehe :p

        eh, lola eonni, bikin format (read more) gimana ya? #gaptek

         
      • lolita309

        June 6, 2011 at 11:36 am

        cieee, mau bikin wordpress yaaa? kkk~

        di bagian yang mau kamu kasih readmore, klik alt+shift+T

        atau

        di atas kotak ketikan itu kan ada tombol-tombol, kamu sorot aja satu-satu, cari yang tulisannya ‘insert more tag’. 😀

         
      • oepieck

        June 6, 2011 at 10:22 pm

        hehe, iya ni eonni. lihat blog wordpress lain jadi pingin bikin, kayaknya asyik juga. tapi sebenernya saya pusing lihat dashboard.a =_____=”

        makasih eonnie tutor.a 😀

         
      • lolita309

        June 7, 2011 at 1:35 pm

        entar juga biasa kok, asik wordpress sih, tapi kalo mau tau, blog yg paling asik tuh weebly. coba deh http://www.weebly.com 😀

        sama2 sayang^^

         
      • oepieck

        June 7, 2011 at 9:22 pm

        wah eonni tahu banyak ya?

        ne seongsaengnim 😀

        udah buka dan udah daftar, tapi sama, pusing =____=. nanti lah kalo udah terbiasa sama wordpress, weebly.a baru aku utek-utek, hehe.. ^^

         
      • lolita309

        June 10, 2011 at 7:33 am

        eh? weebly tuh sumpah gampang bgt lho say, tinggal drag and drop doang… bisa ketagihan main weebly kkkkkk~ 😀

        bukannya tau banyak, itu karena ada satu mata kuliahku yg ngewajibin mahasiswanya punya blog, trus ada dosen ngenalin weebly… dan emang user friendly bgt^^

         
      • oepieck

        June 12, 2011 at 8:48 pm

        owh… yayaya
        sayangnya yang g aku mudeng itu bahasa.a yang tingkat tinggi banget
        inggrisku kan masih pas-pasan TT______TT

         
  5. babyhae

    June 6, 2011 at 2:08 pm

    bwahahahaahah…

    1. Donghae muncul dikit banget tapi tiap muncul, jadi kambing hitam terus wkwkwkwk..#plakk

    2. Hyukkie pantang menyerahh!! daebak!! dan Saera….wow..tangguh

    3. Satu lagi moment Hyukkie-Saera, jangan-jangan Hyukkie bakal pinjem jas Siwon ahahahaha #plakkplakk

    4. suka sama pesennya. Jangan ragu memuji orang^^

    5. Series yang ini, kerasa Hyuk banget. bahasanya ringan, santai, dan beda dari yang Sungmin punya 🙂

    6. Oh iya, Hyuk di sini pengertian tapi juga gak nyerah lho buat dapetin Saera. it’s nice^^

    kerennnnnnnnnnn

     
    • lolita309

      June 6, 2011 at 8:51 pm

      aaaaaa~ poinnya banyak banget, seneng deh ><

      1. hahaha, hyukie-donghae kan emang suka (?) begitu #PLAK

      3. huahahaha, bisa-bisa-bisa~~~ XD

      5. aaangg~ gomawo^^ baguslah kalo cocok 😀

      GOMAWO SAYAANGG^^

       
  6. chrisnagustyani

    June 7, 2011 at 4:06 pm

    wah, aku telat bacanya huhuhu *salahkan ujian anatomi yg bgtu menyiksa*

    ini Eunhyuk PoV dri ffnya Sungmin kmrn kan? Aq lupa judulnya #plakk

    cie cie si monyet, pantang menyerah dia, ato lbh tptnya ‘gak tau malu’ stlh dtolak berkali kali hahaha, tapi usahanya berbalas kok, akhrnya bsa dpetin Saera 🙂

    buat si Oepick *tunjuk subjek tribute diatas* salam kenal, selamat ya udh lulus UN, ntar msk SMA kan? Senangnyaaaa… Ah jd pgn blik k SMA lg dh #plakk

     
    • lolita309

      June 7, 2011 at 6:21 pm

      aahh~ anatomi.. mendengarnya begitu keren, tapi nggak pengen juga sih, pasti serem kkkk~

      saya juga nih, pengen balik SMA lagi rasanya *sindrom ahjumma* T.T

      thx say uda mampir, ujiannya udahan? 🙂

       
  7. chrisnagustyani

    June 7, 2011 at 6:56 pm

    anatomi? Emang sekeren kedengarannya kok, emang DAEBAK! dbanding fisiologi, aku lbh suka anatomi *untuksekarangsih* cuman… Ya it dy, murni hapalan semua dg istilah2 yg bisa bkin lidah keseleo #plakk

    hoho, bsok ujian praktikum terakhr, stelah it, HOLIDAY! Hahahaha tepatnya sih udh gk ada kegiatan perkuliahan lagi, tapi tau dh kalo ada kegiatan riset <- hal yg plg aku benci

    eh, kok malah jd curhat masalh kuliah sih? =.=a
    aaa, pgn dh pke seragam lg trus nongol lg k SMA hahahaha…

    btw, kmrn ntn KIMCHI gak nyah?

     
    • lolita309

      June 8, 2011 at 10:10 am

      lah, anatomi apalan yak? ngapalin bagian tubuh gitu? ahh, asik bener deh kedengerannya~~~

      aku malah minggu depan baru mau UAS. BLEH. -__-
      hihi, gapapa sayang, malah seneng bisa curhatan masalah laen kkk~
      iyaaaa sepertinya saya juga masih cocok pake seragam SMA, ah, SMP pun sebetulnya juga masih oke kayaknya #PLAK

      nggak, neng… kata abang siwon ga usah, soalnya kan dia ga dateng gt… *digampar*

      XP

       
  8. chrisnagustyani

    June 8, 2011 at 7:25 pm

    iyah, apal mati, salah satu huruf aja, bisa bikin artinya beda, gmana gak ajeb2 gtu? Ni pas semester II bru ngafal saraf, pas semester III bru ngafalin otot ma rangka #bleh

    untung aja semester ini nilai aku lumayan, kmrn aja pas ujian anatominya aku plg tinggi loh #busung dada *dihajar* tapi tau dah nilai praktikumq ntar gmana huhu

    dan tau nyah? Tgl 18 nanti bkal ada ujian dadakan dari UI dg materi dari sem I ampe II ! Gmana gak botak th!

    hahaha.. Kmrn aku galau bgt, tapi sukur msh bsa live phone call…

     
    • lolita309

      June 10, 2011 at 7:40 am

      ya ampun… sepertinya berat sekali ya hidupmu.. sabar ya nak *teouk pundak*

      eciee yg paling tinggi~~ 😀

      live phone call? temen kamu ada yg nonton? senengnya^^

       
  9. chrisnagustyani

    June 11, 2011 at 1:55 pm

    iya ni nyah… huhuhu
    tiada hari tanpa belajar *gayanya*
    kagak juga ah, padahal tiap hari aku main #plakk

    tepatnya sih temennya temen aku yang nonton, hehe seenggaknya galaunya kurang dikit pas denger suara Kyu yang seindah suara malaikat itu hahahah

     
  10. Chaeky

    June 13, 2011 at 6:00 pm

    Yeah, hyuk emang udah ketularan gombalnya hae. Jgn sampe umin jg ditularin #plak
    gx rela mereka jadian, maunya sungmin T.T
    Overall, bagus onn, pas bgt sama karakter unyuk yg pas-pasan (?)
    buatin yg umin donk onn, kangen nih XD

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 8:16 pm

      hahaha, saera dari dulu emang uda mau aku jodohin sama kunyuk say… di ceritanya umin cuma biar seru aja kalo ada sesuatu dibalik persaudaraan mereka *ceilah* :p

      sipp, umin nanti dulu ya.. makasi uda baca sayang^^

       
  11. ms.o

    June 14, 2011 at 6:09 pm

    kerasa banget bedanya gaya bahasa siwon ma kunyuk,,#maap ya bang,,
    patut di tiru tuh semangatnya buat dapetin saera, di tolak lebih dari 10 x, kalo g sabar2 bisa nangis darah n gantung diri tuh,,wkwkwkw…suka ceritanya..

     
    • lolita309

      June 16, 2011 at 10:34 pm

      hahaha, keliatan beda banget ya? aku anggap itu pujian lho (loh?) :p

      betuul! kalo bukan kunyuk siapa lagi coba yang tahan maju terus pantang mundur begitu, ckck…

      makasi sayang, makasi juga uda baca+komen 🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: