RSS

TOKI WO TOMETE – Part 2

26 May

Tanpa sadar akupun segera mengambil ponselku, “Sahara? Jun da-yo (Ini Jun). Kamu tahu, aku MUAK selalu ditindas olehmu. Dan sekarang aku nggak akan tinggal diam lagi, silakan bawa seluruh temanmu, kita habiskan semuanya malam ini.”

Inilah caraku untuk tahu rasanya tinggal di RS, tanpa harus mengunjungi Chizuru…

TOKI WO TOMETE (HENTIKAN SANG WAKTU) – Part 2

(Part 1)

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Kim Jaejoong

“Ehem.” Dehamku begitu membuka kamar rawat Chizuru. Si empunya kamar yang sedang merapikan bunga di vas dekat jendelanya seketika menoleh untuk menyadari kehadiranku, sebelum tentunya langsung buang muka lagi dan bersiap berkata ketus.

“Kemarin aku sudah menyuruhmu pergi kan? Aku nggak suka ada kamu disini, Jun.” katanya, tenang tapi tajam, ekspresi yang sudah dilatihnya sejak bertahun-tahun demi kelangsungan hidupnya itu. Hanya kemarin saja ia tiba-tiba lepas kendali… yah, karena aku.

Tapi aku hanya tersenyum dan malah melanjutkan langkahku memasuki kamar itu. “Yah, sayangnya kamu nggak bisa ngelakuin itu sekarang, karena mulai hari ini, kamar ini jadi kamarku juga. Aku pasien.” Senyumku lebar seraya mengangkat pergelanganku dan menunjukkan gelang pasien disana.

Chizuru ternganga menatapku dan sepertinya sudah siap membalas ketika tiba-tiba, tepukan keras menghantam bahuku—yang berkat aksi keroyokan Sahara kemarin, sukses menjadi tiket masukku ke RS ini. PAKK! “AWW! Se—Sensei!” seruku saat mengetahui siapa pelakunya.

dr. Tanaka, nyengir lebar di belakangku. “Sou (Betul), Chizu-chan. Baik-baiklah dengannya, karena kini dia teman sekamarmu.” Katanya seraya PAKK, PAKK!! menepuk-nepuk bahuku lebih keras lagi. Ah, dia sengaja -____-

“Aww, Sensei!! Cedera saya makin parah lho ini!”

Chizuru akhirnya menghela napas pasrah, “Huffhh~ Bahumu akhirnya sampai klimaksnya ya? Karena berantem lagi? Pantas wajahmu juga babak belur begitu.”

Aku dan dr. Tanaka bertukar senyum mendengar perkataan Chizuru tadi. Biarpun masih dibalut nada yang lugas, tapi kata-katanya kini sudah melunak seperti biasanya.

“Jadi, aku boleh kan rawat inap di kamar ini?”

Chizuru mengangkat bahunya, “Bukan otoritasku.”

“YUHUUU!” seruku seraya segera berlari dan melompat ke atas ranjang baruku yang hanya dibatasi tirai dengan ranjang pasien Chizuru itu. Sebelum… “AWW!!” teriakku begitu bahu ini menghantam keras kasur di bawahnya.

“Baka yarou! (Dasar bodoh!)” ejek dr. Tanaka. Ia tertawa bersama Chizuru yang ada di sebelahnya melihat tingkahku. “Ya sudah, kalian rukun-rukun di kamar ini. Tapi… sepertinya kalian memang sudah akrab sekali ya? Seperti pacaran saja. Padahal seingatku baru bulan lalu aku mengenalkan kalian.”

Dan seketika… BLUSH! Aku yakin wajahku kini tak kalah dengan udang rebus warnanya. Aku bahkan tak berani menatap Chizuru—yang kuyakin pasti tenang-tenang saja digoda begitu, efek ‘latihan tenang’-nya bertahun-tahun ini. Dan suara tawa dr. Tanaka pun sukses makin membahana di koridor seiring keluarnya ia dari kamar kami…

Dan hari-hari selama aku di RS, dirawat di kamar yang sama dengan Chizuru, betul-betul hari-hari paling menyenangkan dalam hidupku. Sebagai mahasiswa rantau, memang tidak pernah ada yang menjengukku—aku bahkan tidak berani membayangkan reaksi kedua orangtuaku kalau tahu putranya malah sengaja menyodorkan dirinya pada berandalan demi bisa dirawat di RS yang sama dengan seorang gadis. Tapi karena itulah keluarga Chizuru juga jadi sangat memerhatikanku, seakan bukan hanya Chizuru anak mereka yang dirawat disana. Ketika mereka tidak berkunjung, mereka mempercayakan Chizuru padaku (yang akhirnya kusalahgunakan hahaha). Sumpah aku juga akhirnya merasakan betapa bosannya hidup di RS, maka itu aku selalu berusaha mengajak Chizu mengobrol, bermain, ada-ada saja yang kami lakukan demi membunuh waktu jika tidak ada pemeriksaan. Seperti hari ini…

“Kamu…” tiba-tiba saja Chizuru menatapku lekat-lekat seraya mengelus-elus dagunya, seperti berpikir. “…sebetulnya cakep lho.”

“HEH?” responku dengan tampang super bodoh.

Chizuru geleng-geleng kepala sambil mengibas rambut panjangnya, “Nih… tuh kan, kamu bagusan nggak pakai kacamata.” Lanjutnya seraya melepaskan kacamata tebalku dan tersenyum. Aku segera mengerjap-ngerjapkan mata karena tak terbiasa, tapi Chizuru sudah buru-buru mendorongku ke depan meja rias kamar rawat kami itu.

Dan aku akhirnya benar-benar berakhir sebagai target makeover. Chizuru bilang dia mulai jengah melihat rambut gondrongku, makanya dengan sukarela dia mengajukan diri untuk memotongnya. Dan harus dicat juga, dia bilang. Katanya, hari gini mana ada anak kuliahan rambutnya masih pure hitam? Aku sih iya saja, karena jujur aku belum pernah melihat Chizuru begitu excited seperti ini, yang akhirnya kuketahui kalau ternyata ia memang suka sekali mendandani orang dan sebagainya. Sisi lain dari dirinya yang tidak akan pernah kuketahui jika aku tidak dirawat juga di RS ini. Wah, aku makin tidak menyesali keputusanku memanas-manasi Sahara dkk untuk memukuliku waktu itu…

Ah, iya juga. Bicara tentang Sahara… “Anou sa, Chizu.” Panggilku ketika dia masih sibuk menjepit-jepit rambutku, persiapan memangkasnya.

“Hm?”

“Kamu… bukannya pacaran dengan Sahara, ya?”

Kress. Tangan Chizuru yang baru saja memotong satu bagian kecil rambutku tiba-tiba berhenti bekerja. Diam sejenak, sebelum akhirnya, dengan tenang Chizu kembali melanjutkan pekerjaannya dan menjawabku, “Nggak, kok. Aku suka sih sama dia, tapi kita nggak akan bisa sama-sama, kan. Yah, kamu tahu lah.” Jelasnya dengan nada sedikit berat, sepertinya dia memang benar sangat menyukai Sahara. Tapi bagus deh kamu akhirnya nggak sama dia, berandalan begitu. Dasar tampang menipu, pikirku seraya tanpa sadar menghela napas lega.

Chizuru terkekeh sambil masih meneruskan pekerjaannya. “Kenapa kamu hela napas begitu? Jangan bilang kamu suka sama aku juga.” Godanya seiring dengan kress, kress, kress. Helai demi helai rambut hitamku pun jatuh ke lantai yang kami alasi kertas koran itu.

“Uhuk, uhuk.” Aku yang baru saja minum langsung tersedak dibuatnya. Chizuru makin tertawa melihat tingkah saltingku.

“Hehe, but don’t get your hopes up high, dear. Kamu tahu aku, kan…” senyumnya penuh arti. Sungguh hatiku malah langsung sakit melihat senyumnya itu. Chizuru dan haknya untuk mencintai yang telah dirampas begitu saja…

“Demo (Tapi),” aku kembali bersuara setelah jeda berapa lama, Chizu bahkan sudah selesai memotong rambutku sekarang. Ia yang kini sedang mempersiapkan cat rambut kemasan untukku juga itu, menoleh. “…tentang Sahara, bukannya kamu tadi bilang kalau kamu sebetulnya juga suka sama dia? Biarpun aku nggak bilang kamu seharusnya nerima dia, ya—ah, lupakan—tapi… tapi kalau itu aku, aku pasti bakal sulit buat nolak dia. Maksudku, seorang Sahara, dan dia juga adalah orang yang kamu sukai…”

Chizuru tersenyum seraya kembali memulai aksinya padaku, kini cat-mengecat. “Ureshikatta. Tottemo ureshikatta. (Senang, kok. Aku senang banget waktu itu.)” Jawabnya sambil mengoles-oles rambutku yang kini sudah lebih pendek dengan cat rambut. “Raitou-kun itu cinta pertamaku, lho,”

BRR~ Aku langsung bergidik mendengarnya. Kamu belum kenal dia, Chizuru… Ya ampun, baru kali ini aku bersyukur kamu punya penyakit yang mewajibkan kamu menolak semua cowok, termasuk dia. (author: eh? -___-)

“…jadi kamu pasti bisa bayangin kan gimana senangnya aku pas tahu kalau dia ternyata juga punya perasaan yang sama? Dakara (makanya), aku sudah cukup puas dengan itu.” Lanjutnya dengan tersenyum manis.

Aku mengangguk-angguk sebelum kembali menanyakan hal yang sering mengganggu pikiranku juga semenjak mengetahui kenyataan tentang Chizuru, “Kalau begitu… Bagaimana dengan… menikah? Apa kamu juga…” sudah menggantungkan harapanmu untuk itu? lanjutku dalam hati, betul-betul tidak sampai hati menyampaikannya.

Kini, Chizuru terdiam.

Jangan bilang… Chizuru, Itu nggak mungkin, kan? Bukankah impian setiap gadis adalah… “Chizu—“

“Aku rasa bahkan hidupku pun nggak akan sampai umur menikah, sih. Hehe.” Jawabnya lagi sambil kembali melanjutkan kesibukannya dengan rambutku.

“Chizu…!” aku seketika memprotes jawabannya.

Dan ia hanya merespon dengan tersenyum. Terus tersenyum, seakan itu sudah menjadi kebiasaan baginya untuk menutupi segala masalahnya dengan senyuman…

“Nah.” Katanya seraya menepuk kedua bahuku, sekitar satu jam kemudian (yang bagiku seperti berjam-jam kemudian, lama sekali sih menunggu cat ini meresap dan mengeringkan rambut sana-sini… Bahkan Chizuru sampai sempat pemeriksaan segala. Aku jadi heran dengan wanita yang sanggup berjam-jam di salon, gimana bisa sih?). Ia kini menarikku duduk di ranjang rawat dan menatapku dari agak jauh, terlihat sangat puas dengan hasil karyanya. “Tuh kan, cakep. Tottemo, kakkoi desu yo. (Banget, keren banget lho.)” Pujinya sambil tersenyum lebar, puas sekali.

“Heh?” responku clueless. Beneran, sampai sekarang pun aku sama sekali belum tahu wujudku seperti apa. Chizuru buru-buru menyerahkan cermin besarnya padaku.

Dan…

“UWA! KAKKOI DA! Ore ima kakkoi da~! (KEREN! Aku sekarang keren banget~!)” teriakku stres menyadari betapa tangan ajaib Chizuru telah mengangkatku dari lembah hitam ‘nerd dan geeky’ yang selama ini selalu menjeratku. Melihatku yang masih terbengong-bengong, menepuk-nepuk pipi tak percaya, Chizuru tertawa. Perlahan ia melangkahkan kakinya untuk memelukku.

“Nggak ada penyesalan lagi bagiku… karena sekarang aku sudah punya sahabat yang dengannya aku bisa cerita apapun, tanpa rahasia. Jun-kun, arigatou. Dan jangan pernah tinggalin aku…”

 

***

 

Tapi bagaimana jika ternyata kamulah yang meninggalkanku, Chizu?

Dua hari setelah hari makeover itu, aku sudah diperbolehkan pulang dari RS. Dan biarpun aku sudah berkali-kali sengaja menabrakkan bahuku lagi ke dinding, jatuh dari tempat tidur dengan sengaja, dan banyak lagi usahaku untuk tetap tinggal disini, tapi tetap saja itu tidak berhasil membuatku sakit lagi, bahuku sudah sembuh total. Chizuru seringkali tertawa karena mengetahui maksudku itu, tapi percaya atau tidak, itu justru malah makin membuatku bersemangat ‘menyakiti’ diriku lagi hanya demi tetap bersamanya di RS ini. Yah, biarpun itu tidak bagus, tapi bagaimana lagi? Aku suka melihatnya tertawa. Dan di malam terakhirku disini, sebagai bentuk perpisahan sebagai teman sekamar (padahal aku sudah bilang kalau aku tetap akan mengunjunginya tiap hari), kami akhirnya memutuskan mengendap-endap ke loteng RS ini, tempat kami biasa melakukan rutinitas ini jika tidak bisa tidur di malam hari maupun ketika Chizuru tiba-tiba takut untuk tidur yang memang sering terjadi. Karena seperti katanya, ia takut tidak akan pernah bisa bangun lagi keesokan harinya…

“Andai aku bisa menghentikan waktu…” gumamku seraya menghubung-hubungkan tiap bintang sesuai rasinya dengan jariku. Ya, kami sedang melihat bintang. Aku tergila-gila pada bintang, yang kadarnya bahkan sudah sampai taraf pernah mencoba menghitungnya satu-satu. Dan akupun akhirnya menularkan hobi tentang bintang itu pada Chizuru.

Ia yang sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahuku segera menoleh, “Hm?”

“Entahlah, mungkin aku cuma nggak pengen hari esok datang.” …dan berpisah sama kamu, tambahku biar hanya dalam hati.

“Kalau boleh juga dari dulu aku mau berhentiin waktu.” Balas Chizuru. “Supaya aku bisa terus bareng-bareng sama orang-orang yang aku sayang… dan nggak perlu harus ninggalin mereka duluan.”

Aku seketika mendelik, “Yakin amat sih kamu bakal cepat mati. Abad 21 lho ini, pasti ada lah cara buat kamu sembuh.”

“Toki wo… tomete… ka? (hentikan… sang waktu… ya?)” Chizuru malah bergumam seakan tidak mendengarku. Aku misuh-misuh bete. “Jun-kun, ingat lagu yang kita ciptain sebelum aku operasi minggu kemarin? Gimana kalau judulnya ‘Toki wo Tomete’? Begini,

Toki wo tomete (hentikanlah sang waktu)…” ia mulai mendendangkan awal refrain lagu kami itu. Oh ya, kami memang kuliah di jurusan seni musik, jadi urusan cipta mencipta lagu sudah makanan sehari-hari.

“Umm…” aku memikirkan kelanjutan lirik lagu itu. “…zutto kimi no soba ni itai… (…karena aku ingin terus ada di sampingmu sampai kapanpun…)” yah, perasaan terdalamku.

…motto kimi wo dakishimetai… (…dan memelukmu lebih lagi…)” lanjutnya seraya memelukku dari samping.

Aku tersenyum sambil menatap langit. “Hitotsu, hitotsu, kagayaku hoshi tsunage nagara… (Sambil menghubungkan bintang yang bersinar satu per satu)” kataku dengan jari menunjuk bintang-bintang yang berakhir di ujung hidung Chizuru, menyentuhnya pelan. Ia tertawa. “Eien dake shinjiteta… (percayaku hanya pada keabadian…)”

Keabadian. Dan di dalam hatiku, waktu seakan memang sudah berhenti malam itu, menuju pada keabadian dimana hanya ada aku, Chizuru, dan bintang-bintang…

Maka ketika esok sorenya, tepat ketika aku yang padahal baru saja menyudahi rawat inapku di pagi tadi sedang memilih-milih buah sebagai bawaan menjenguk Chizuru (lagi, padahal baru beberapa jam lalu aku meninggalkan RS), tiba-tiba adiknya, Shizuka, menelepon sambil menangis meraung-raung.

“Oniichan, Chizu neechan, Chizu neechan…!”

BRUKK! seketika semua buah yang sedang kepeluk berjatuhan dengan bebas.

Aku ingat, kalimat terakhir Chizuru yang ia ucapkan begitu kami sudah menuruni tangga untuk kembali ke kamar, dengan tentu, ia berada nyaman di atas punggungku, seperti yang selalu aku syaratkan jika ia ingin jalan-jalan. Ia bergumam, “Kok aku ngerasa nggak akan ketemu kamu lagi ya setelah ini…”

Waktu itu aku memang langsung memarahinya, seperti biasa kalau dia sudah mulai ngelantur seperti itu lagi. Tapi kini ternyata, perkataannya menjadi kenyataan…

Kamu yang bilang supaya aku jangan meninggalkanmu, tapi kenapa sekarang malah kamu yang pergi??

 

***

 

CHIZURU!!

Seketika aku membuka mata, terbangun dari tidurku dengan lagi-lagi mimpi yang sama. Sudah setahun sejak kepergian Chizuru yang begitu tiba-tiba, dan aku masih saja memimpikan kebersamaan kami. Entahlah, mungkin karena di dalam hatiku, aku masih menyesali kenyataan bahwa ia pergi ketika aku tak ada. Padahal beberapa jam sebelum kepergiannya aku masih ada disana, bersiap meninggalkan RS. Beberapa menit sebelum kepergiannya aku bahkan sedang membelikan oleh-oleh untuk menjenguknya lagi! Kenapa harus dengan cara seperti ini?? Seperti takdir memang sengaja tidak menginginkan aku mengiringi kepergiannya. Kalau saja saat itu aku bisa tinggal sehari lagi… Kalau saja aku datang menjenguknya lebih cepat… Semua ‘kalau’ yang sama sekali sudah tak berarti sekarang.

Namun biarpun begitu, aku tak pernah menyesali semua mimpi ini. Mungkin ini cara Tuhan membesarkan hatiku atas semua penyesalan tadi, dengan terus mengingatkanku akan Chizuru. Maka tersenyum, aku pun bangkit dari tempat tidur dan menyalakan TV, bersiap memulai semua rutinitasku.

“Malam ini dikabarkan akan kembali ada bintang yang jatuh, sama seperti di malam persis setahun yang lalu. Bintang jatuh ini diprediksi akan muncul setiap tahun, dan jika prediksi itu benar, maka fenomena ini akan menjadi fenomena bintang jatuh pertama dengan kemunculan rutin dan dalam interval—“

Bintang jatuh? Malam persis setahun yang lalu?

Buru-buru aku pun menoleh ke kalender yang terpasang di dinding apartemenku itu. Hari ini, 25 Juni. Sehari sebelum peringatan setahun kepergian Chizuru. Berarti malam persis setahun yang lalu adalah…

Haha. Mematikan TV, aku  pun melangkah ke kamar mandi sembari bersiul-siul. Pantas saja, pantas saja mimpi tentang kebersamaanku dan Chizuru itu terus berulang. Ternyata permintaanku saat itu disaksikan oleh bintang jatuh… Permintaanku untuk dapat menghentikan waktu agar bisa terus bersamanya.

Karena biarpun di luar waktu tetap berjalan, tapi di dalam hatiku, waktu telah berhenti hanya sampai kebersamaanku denganmu…

 

END

Advertisements
 
30 Comments

Posted by on May 26, 2011 in DBSK, [SONGFIC]

 

Tags: ,

30 responses to “TOKI WO TOMETE – Part 2

  1. chrisnagustyani

    May 26, 2011 at 4:41 pm

    save spot dlu! Ntar baca+komennya 🙂

     
    • lolita309

      May 26, 2011 at 5:51 pm

      Yee, dasar hahaha

      Yaudah baca dulu sana kkk~

      Pada Kam, 26 Mei 2011 16:41 WIB

       
    • chrisnagustyani

      May 26, 2011 at 7:50 pm

      Loh loh loh?? End?? kok tumben nyah bikin angst??

      aku mikirnya kalo si Chizu ntar tetap hidup, kaya kata si Jun “Abad 21 lho ini, pasti ada lah cara buat kamu sembuh.” <– ya iyalah, transplantasi organ gitu nyah, kasian itu si Jun baru aja bahgia eh tiba-tiba… /sobs

      pas baca Jun itu rambutnya item+panjang+awut-awutan, kok jadi kepikiran Kyu waktu jaman Sorry-sorry yah?? hahahaha jauh amat ini mah dari Jaejoong nyangkut ke Kyu

      ayo nyah, publish FF lagi, mumpung lagi mood ini kan?? :)))

       
      • lolita309

        May 27, 2011 at 12:18 am

        nggak tumben kok… baru2 ini pernah post yoochun yg angst juga^^

        masalahnya aku suka cerita yang tokohnya mati2… gimana dong? #plakkplak :p

        huahaha, kyu? sorry,sorry bukannya rambutnya coklat say? yang ngacir kemana2 itu -___- tapi cakep kok haha

        amiinn.. doakan saja, lagi proses ini^^ makasi uda baca 😀

         
  2. Oepieck

    May 26, 2011 at 7:10 pm

    huhuhuhu~ chizu… chizu… chizu…!! *plakplak
    duh, kesian banget jaejoong. chizu apalagi, aku masih penasaran sama perasaan dia yang sebenarnya sama jaejoong. jadi pingin baca chizu view.a, itu klo lola onnie mau bikin *reader kebanyakan mau

    huahaha, fotoya jaejoong parah!! kayak bebek karet yang suka buat mainan pas mandi
    terus karakternya pekok pekok gimanaa gitu. cerita ini adakah kelanjutannya?? #menunggu… 😀

     
    • lolita309

      May 27, 2011 at 12:22 am

      dia nggak ada perasaan apa2 lho sama jeje… pure sahabat, kan dia udah bilang^^ bisa jaga perasaan gara2 hasil meditasi (?) bertaun2 (?) gitu lah, sukanya masih sama sahara, tpi ditahan juga 😀

      now that you mention that, setelah aku pikir2, iya kayak bebek karet kuning itu hahaha~ tapi belah mananya ya? tapi tetep aja ada feel kayak gitu! *geje* nemunya susah payah lho itu ckckck :p

      sayang sekali, ini oneshot dear.. makasi yaa uda baca^^

       
      • Oepieck

        May 27, 2011 at 6:38 pm

        yah, padahal saya berharap dia suka ama jun, dan sedihnya karena ini cuma oneshot, huwuwu TT____TT
        bikinin cerita DBSK yang lain ya onnie 😀

        emang persis bebek karet yang kuning entu. sebelah mana? bibir monyongnya itu lho! kwkwkwkw~ tuh kan ngakak lagi aku, huahaha

        setelah baca ini aku langsung download lagu toki wo tomete…. huwa~ pingin nangis…

         
      • lolita309

        May 28, 2011 at 12:56 am

        yaa sip! ada sih draft DBSK yang lain, tapi anehnya kok lagi ga kuat berbacot ria ya buat ngembangin? padahal depan-tengah-end nya uda ada… fufufu

        iyaa kaan? bagus kan lagunyaa? depannya ada sekilas bunyi ujan gitu lagi. suka deh ><

         
      • Oepieck

        May 28, 2011 at 8:59 am

        kapan pun jadi, saya tunggu 😀

        O? itu bunyi ujan? Kukira lagunya yang eror gak ada suaranya. Aku malah download yang langsung… *reader babo #mintaditabok

         
      • lolita309

        May 28, 2011 at 10:44 pm

        wakakaka, iya kayaknya emang lagunya yg kayak gitu kok… soalnya lyric buat minilyrics yg aku donload juga kosong bagian depannya… 😀

        ahh, jadi terharu.. #plakk
        ditunggu ya^^

         
      • Oepieck

        May 29, 2011 at 8:48 am

        sippo! 😀

         
  3. wiehj

    May 26, 2011 at 8:20 pm

    nah loh???? udah END?? ini cman 2part toh cingu??
    kukiraa bakal berpanjang-ria hahahahha XD
    hiksuuu, chizu nya meninggal.. kasian toh si jejung nyaa TT,TT mana belum sempet bilang ke chizu klu dy suka am chizu … 😥
    wlo sedih karna sad ending, ttep asik baca nii epep ^^
    crtanyaa bagusss (Y)

     
    • lolita309

      May 27, 2011 at 1:00 am

      hehehe, iyaa cuma 2 part, tadinya malah ga mau di split, tapi kalo kepanjangan (buat aku sih) kurang enak bacanya.. (iya ga sih? #plakk)

      waaa gomawo sayang^^

       
  4. GDictator710

    May 26, 2011 at 10:06 pm

    END? Heh? Kok sad ending la? ? ? Trus jae ama cpa dnk? Hiah crtanya keren la

     
    • lolita309

      May 27, 2011 at 1:05 am

      hehe, aneh ya aku bikin sad end hahaha *pengaruh lawaknya the series ini kayanya -___-*

      ga sama siapa2… hehe

      waaa makasi yaaa *chu* 😀

       
  5. chrisnagustyani

    May 27, 2011 at 5:38 am

    ah, coklat yah? *brb liat video perform sorry2*

    dan ternyata, olala! Saya pun bngung it rambut warna coklat apa htam -___- jangan2 aku bta warna lg hahaha

    kmrn wktu bca pke laptop poto si jaejoong *tunjuk2potodiatas* kagak muncul sih, mkanya jd kpkrn ama kyu, eh pas liat lg d hp trnyata… Ya ampun it poto jaejoong… Tdk bsa djelaskn dg kta2 hahaha…

    ayo nyah, saya kangen ama the series ni…

     
    • lolita309

      May 28, 2011 at 11:03 pm

      oke, coklat kehitaman lah, deal kita (loh? :p)

      huahaha, precious picture itu… keramat XP

      sipsip, bentar yah kalo otak saya lagi jalan… (jadi biasanya nggak jalan gt ya? kkk~ XD)

       
  6. babyhae

    May 27, 2011 at 3:14 pm

    mewek mewek….huweeee….apa ini?? sedihnyooo….

    tapi bener deh, Lola…itu Jaejoong korbannya konyol banget. nantang maut.

    gak bisa bayangin dia terpana liat cermin pas habis di make over XDD. Lembah hitam nerd? bwahahaha

    hentikan sang waktu?? *mewek lagi* huweeeee….ini keren. somehow, ini happy ending biarpun sad *reader stress deh*….cara untuk membesarkan hati…setujuuuuuuuuuuu

    KERENNNN

     
    • lolita309

      May 28, 2011 at 11:05 pm

      cupcup… #lempar tisu segulung 😀

      aaa~ GOMAWOOOOO sayang^^

       
  7. ReDe

    May 27, 2011 at 9:35 pm

    GREAT!!! JJANG, ONNIE!!!
    aq selalu suka sad ending, lebih mengena…hehehe
    aq gak nangis, tapi dalam hati perasaan q kayak kebawa dlm crta ini… Toki wo tomete…huwaaaahhhh, aq jadi suka sama lagu ini ^^
    yang aq suka dri part 2 ini :
    1. tingkah jeje yg lucu, polos, and dorky banget… waktu lompat ke tmpat tidur tanpa sadar kalo bahunya msh sakit hahahahah XD, sama wktu liat tampangnya sendiri di dpn cermin stelah dimakeover chizu… KKAOI… tampannya dirikuuu!!! bhuahahahahaha *jitak jeje, “dari dulu oppa itu udah cakep kaleee, baru nyadar yaa…ckckck* *ditimpuk fansnya jeje XP*
    2. mereka jurusan musik…omonaa, I LOVE MUSIC *lebay ^^v
    3. hobi jeje yg hubung2in bintang jadi rasi bintang…
    aq lgsg ngebayangin jeje mnghubungkan 5 bintang yg akhirnya jadi Cassiopeia…huwaaaaaa… *mewek lagi T_T*

    akhir kata… *apaan sih, emang pidato ==”*
    hebat, kereenn onnie, sugooooiiii… ^^
    bikin ff lbh bnyak lagi ttg DBSK doonnkkk… selang-seling ama suju…heheheh
    gamsahamnida *deep bow*

     
    • lolita309

      May 28, 2011 at 11:16 pm

      aaaa~ makasi review-nya… aku suka deh dikomenin detil begini^^

      bagus kaan lagunya? 😀
      huhu, aku juga sedih baca kalimat kamu yang bayangin JJ ngehubungin rasi cassie.. *mewek*

      kyaa ARIGATO^^

      iyaa diusahain yaaa~ ini sebenernya ada lagi draft ff ttg DBSK, tapi mandek.. huhuhu, doain aja yaa cpt publish *chu* 😀

       
  8. megumiTM

    May 30, 2011 at 12:32 pm

    Eonni~ (╥_╥)
    Keren bgt~~~~
    Akhirnya ada jg ff yg angst lg~ \(•ˆ▽ˆ•)/ <– salah emoticon #plak
    Entah kenapa jadi galau pas baca ini, apa gara" K****I ya? (╥_╥)
    *brb mojok(?) dulu* ~(˘▿˘~) ~(˘▿˘)~ (~˘▿˘)~

     
    • lolita309

      May 31, 2011 at 1:27 am

      aaaa~ gomawo ><

      huahaha, ini dan itu mah nggak ada hub.nya, lagi… udah relain aja, saya aja yg di jakarta nggak nonton oke2 aja. kamu mending ada excuse beda pulau jd ga bs nonton kkkk~ 😀

      okay? 🙂

       
  9. Zarararakuda

    June 5, 2011 at 4:19 pm

    Wah mian onn br komen,br pulang perpisahan:-D Tau aja aku jae biased 😛 sepeninggal(?) chizu,jae punyaku!!

     
  10. Zarararakuda

    June 5, 2011 at 4:21 pm

    Eh ya sekalian buat yg part 1 keren bgt!itu temen2 jae rabun semua gatau jae ganteng :@
    Kerenkerenkeren!

     
    • lolita309

      June 5, 2011 at 10:14 pm

      aaaa gomawo pujiannya, makasi ya^^

      cieee asik nih yang baru perpisahan. selamet ya uda lulus, chukhahae! 😀

      ambil, ambil jae-nya… silakan dipilih, dipilih… (loh?)

      kkk~ makasi uda mampir sayang^^

       
  11. Chaeky

    June 5, 2011 at 6:30 pm

    Kenapa endingnya gitu? Kasihan jaejoong 😦
    suka onn, ngena bgt sama aku 😦
    like this 🙂

     
    • lolita309

      June 5, 2011 at 10:16 pm

      kenapa endingnya gitu? ya karena memang begitu (?)

      hahaha, maaf yaa endingnya dibikin begini… tapi aku seneng deh kalo kamu suka, makasi ya 😀

       
  12. Carrie Cho

    June 16, 2011 at 3:52 pm

    whoaaaaaa, Je aku lebih suka kamu pake kacamata deeeh *SUEEEEEEEEEER
    hahaha
    kasian banget yah gagal jantung ._. ngga boleh deg-deggan >.< apalagi sampai takut tidur gitu ;AAAAA;
    Je, cari cewek lagi Je jangan sendiri je
    haha
    whooa aku selalu suka ff kakak 😉

     
    • lolita309

      June 16, 2011 at 10:45 pm

      heeehh? orang2 pada bilang itu foto keramat lho.. jeleknya minta ampun soalnya hahahaha

      cari cewe baru? kamu mau daftar? haha 😛

      aaaa~ makasi sayaang *chu* 😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: