RSS

[THE SERIES] AND THE STORY GOES…

15 Apr

Tanpa sadar Dambi meremas tas tangannya keras melihat kebersamaan sang kakak dan gadis yang baru saja resmi menjadi kekasihnya itu. Ia tidak suka, ia tidak suka ada gadis lain berada di sebelah oppa kesayangannya.

 

AND THE STORY GOES…

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Jo Kyuhyun

Tiga bulan kemudian,

“Oppa pergi sama aku.”

“Oh ya? Tapi Kyuhyun oppa udah janji nemenin aku beli barang-barang untuk baksos yayasanku bulan depan, lho.” Jiwon tersenyum penuh kemenangan. Sudah tiga bulan berlalu sejak hari resminya ia menjadi kekasih dari seorang Jo Kyuhyun. Dan semenjak hari itu juga, daripada kebersamaannya dengan si pacar, hari-harinya malah jauh lebih penuh dengan perdebatan sengitnya melawan putri bungsu keluarga Jo ini. Ya, adik Kyuhyun, yang entah kenapa sangat membencinya dan selalu cari gara-gara.

Dambi menatap pacar kakaknya itu tajam, “Oppa juga pernah janji mau traktir aku nonton, dan aku mau SEKARANG.”

“For the God’s sake, adik kecil… nonton kan bisa kapan aja!”

“Eonni sendiri, belanja kan juga bisa sendiri!” Dambi tak mau kalah. Sekarang nada mereka sudah sama-sama tinggi, manner putri keluarga terhormat masing-masing pun tanggallah sudah.

“Teman-temanmu kan banyak!”

“Aku maunya sama oppa!”

“Jiwon, Dambi, stop!!” Teriak Kyuhyun demi menghentikan debat kusir sang adik dan pacar. “Dengar, aku ga pergi sama siapa-siapa, oke? Lihat, appa ngasih aku banyak kerjaan, belum lagi tugas kuliahku. Nah, gini aja. Kenapa kalian ga pergi berdua? Dambi, kamu suka belanja kan? Lumayan kan kalian juga bisa lebih dekat, karena cepat atau lambat kalian toh akan jadi saudara… Geuron eottohke?”

Dambi dan Jiwon saling menatap satu sama lain, tapi kemudian… “MAKASIH!!” Ucap mereka bersamaan sambil buang muka. Dambi pun segera keluar dari ruang kerja Kyuhyun dan membanting pintunya. Sedang Jiwon, ia masih berdiri di hadapan meja kerja Kyuhyun, masih ngarep sebetulnya.

Kyuhyun menatap pacarnya itu, “Kamu juga, pulang aja ya, jagi. Kasian kalau disini terus juga aku ga akan bisa nemenin kamu.”

“Anterin… boleh?” Tanya Jiwon dengan puppy eyes andalannya. Kyuhyun menghela napas kalah.

“Ya udah, yuk.”

Mereka pun keluar dari ruang kerja Kyuhyun yang juga sekaligus perpustakaan itu dan berjalan menuruni tangga. Tapi bahkan sebelum mereka menginjak anak tangga ketiga, tiba-tiba pintu kamar yang tepat berada di depan tangga itu terbuka. Pintu kamar Dambi.

“Oppa ga pergi sama siapa-siapa kan katanya?” Sindir gadis itu dari belakang mereka.

Kyuhyun menelan ludah sambil pelan-pelan menoleh untuk menatap Jiwon dengan perasaan ga enak. Jiwon meremas tangan Kyuhyun yang memang sedari tadi digenggamnya, menahan amarah yang siap meledak. Bocah itu mengesalkan sekali aaarghh!!

 

***


“Eonni, ke salon yuk, udah lama kita ga perawatan bareng-bareng lagi… Kemarin Hyoseon-ssi sampai nanyain eonni, katanya sejak nikah belum kesitu lagi… Ya eonni ya? Yuk.” Rayuku panjang-lebar pada Yora eonni, kakak ipar kesayanganku itu lewat telepon. Ah, aku kangen sekali padanya!

“Saranghaneun Jiwonnie, maaf ya, eonni masih sibuk banget gara-gara cuti bulan madu kemarin. Kamu juga kasih hadiah honeymoon ga kira-kira sih sayang, eonni jadi kelamaan libur terus kerjaan numpuk deh—Im-ssi, boleh minta file pasien 405? Ah ye, gamsahamnida—nah jadi maaf ya adik cantik…” Ia kembali beralih padaku. Beberapa kali ia memang terdengar berbicara dengan orang lain seperti tadi selama menjawab teleponku, sepertinya memang sibuk sekali.

Aku menghela napas, “Jadi bisanya kapan dong eonni? Aku kangen banget sama eonni, setelah kalian nikah bukannya makin dekat aku malah makin jauh sama eonni deh kayaknya, tau gitu kalian ga usah nikah aja deh.”

Kakak iparku terdengar terbatuk-batuk di ujung sana, “Uhuk, uhuk, aduh, eonni sampai keselek minuman nih. Jangan bilang gitu dong sayang… Kalau eonni lagi senggang nanti eonni telepon kamu, atau kami berdua nginep di rumah deh. Ah, oh ya, kenapa kamu ga main sama Dambi? Kalau liat kamu sama dia eonni berasa ngeliat kita dulu lho waktu eonni baru pacaran sama oppamu, kalian pasti juga cepat cocok kayak kita dulu.”

Aku mendengus. Satu lagi orang yang menyarankan kami jalan bareng. “Makasih deh, eon. Tapi kayaknya aku dan dia emang ga akan bisa jadi seakrab kita, at least aku ga brother complex kayak dia.”

“Hahaha, jangan ngomong gitu, nanti kamu malah lebih sayang ke dia daripada Kyuhyun lho.”

“Idih amit-amit.” Aku merinding. “Kalau bukan karena dia adiknya Kyuhyun, biar kata dia anak presiden juga—”

“Ah, ye, dr. Hwan! Jiwonnie, eonni ada pasien UGD nih, nanti sambung lagi ya. Salam buat aboji sama eomoni. Annyeong.”

“Eo—eon—” tuuuut… Yora eonni memutus teleponku begitu saja. Huaaaa jahatnya~

Aku berputar-putar di ruang tamu, betul-betul bingung karena ga ada kerjaan. Kuliahku memang sudah mulai senggang di tahun akhir ini. Dan kenapa aku tak menelepon Kyuhyun? Karena dia pasti sedang kuliah lah… Bukan, bukan karena aku noona-noona yang pacaran sama namja yang lebih muda, enak saja. Tapi dia memang telat kuliah dua tahun jadi biarpun lebih tua setahun dariku, dia masih sibuk-sibuknya berkutat dengan kuliah, dan semester pendeknya (ya, dia bahkan mengambil semester pendek. Biar cepat lulus dan tidak begitu kelihatan ‘telat’, katanya). Oh ya, dan masih ada lagi satu kesibukannya… yaitu berbagai tugasnya sebagai putra presiden.

Ya, aku pacaran dengan putra presiden. Keren kan? Sudah pintar, tampan, putra presiden pula. Hihi, aku memang beruntung. *nyengir*

Ah, sepertinya tak ada pelampiasan lain. Aku akan pergi ke yayasanku saja, seperti biasa kalau aku sedang senggang dan tak ada kerjaan. Ya, aku memang punya sebuah yayasan sosial, dibuatkan oleh ayahku karena hobi sosialku. Jiwon Fund namanya. Sejak SMA aku mulai sering jadi volunteer dan aktif sebagai penyumbang dalam berbagai charity event, dan mungkin ayahku melihatnya, jadi diberikannyalah salah satu gedung kecil miliknya (Choi Corp., perusahaan keluargaku, memang bergerak di bidang properti jadi jika hanya satu gedung kecil saja pasti mudahlah bagi ayahku memberikannya), dibuatkan rekening (beserta isinya), dan juga didaftarkannya yayasan ini ke negara. Aku beruntung karena kakakku, Choi Siwon, suaminya Yora eonni tadi, sejak kecil memang tidak suka mengandalkan uang ayahku, jadi otomatis seluruh budget appa untuk hura-hura anaknya jadi jatuh padaku deh. Hehehe.

“Jiwon-ssi, annyeonghaseyo.” Sapa resepsionis di yayasanku. Disini aku hanya mempekerjakan 4 orang: satpam, resepsionis, dan 2 orang pengurus tetap. Sisanya, hanya jika ada event aku baru open recruitment untuk volunteer.

“Annyeong. Jeha-ssi dan Boram-ssi sudah datang?”

“Tentu, Jiwon-ssi. Tadi ada telepon dari satu panti asuhan yang meminta kita jadi sponsornya, jadi sekarang mereka sedang memeriksa data-data panti itu. Dan… oh ya, hingga hari ini sudah ada 20 volunteer yang mendaftar untuk baksos bulan depan.”

“Wah, bagus itu. Baiklah saya ke atas dulu ya menemui mereka.” Kataku yang dijawab anggukan hormat karyawanku itu.

Akupun melangkah ke lantai atas gedung yang memang hanya punya dua lantai ini. Tapi biar hanya 2 lantai, tetap saja gedung ini cukup besar sehingga kami punya cukup ruang untuk membentuk satu kantor yang layak.

“Annyeong.” Sapaku pelan begitu masuk ke ruang kerja pengurus yayasanku ini.

“Jiwon-ssi.” Sapa mereka balik. “Kebetulan Anda datang, kami sedang akan inspeksi lapangan untuk panti yang baru mengajukan permohonan sponsor, Chunhyang-ssi sudah memberitahu Anda?” Aku mengangguk. “Jadi… apa Anda mau ikut?”

Aku tersenyum dan mengangguk. Tentu saja, pas sekali aku sedang suntuk dan ingin jalan-jalan. Betul-betul timing yang tepat!

Mobil kami berhenti di depan sebuah rumah berarsitektur kuno dan cukup besar di pinggiran kota Seoul. Sayang, rumah ini sedikit kurang terawat sehingga kesan ‘tua’-nya lebih terasa daripada kesan ‘antik’-nya. Kami bertiga pun dipersilakan masuk setelah menjelaskan darimana kami berasal. Seorang halmeoni yang terlihat lembut segera keluar tergopoh-gopoh begitu mendengar kedatangan kami.

“Annyeonghaseyo, selamat datang di Panti Kasih Sayang. Aigoo~ ternyata kalian masih sangat muda-muda sekali.” Ia menyapa sambil menyalami kami.

“Hahaha, eomoni bisa saja.” Kami tertawa.

“Aigoo~ panggil saja aku halmeoni, eomoni terdengar muda sekali, aku sudah tidak semuda itu…” Kami semua tertawa mendengar perkataannya. “Mari, mari masuk.” Ia membimbing kami ke dalam rumah.

“Ini sudah jam tidur siang, jadi sehabis makan tadi kebanyakan anak langsung tidur, terutama yang kecil-kecil, jadi yang terlihat hanya yang besar-besar saja sekarang.” Ia menjawab tanyaku akan absennya anak-anak kecil di panti ini, sepanjang yang aku lihat. Aku mengangguk-angguk mendengar jawabannya.

“Kalau boleh tanya, ada berapa anak disini, halmeoni?” Tanya Boram.

“26. Kebanyakan masuk saat umur tanggung, antara 10-12 tahun. Anda tahulah, jarang ada orang yang mau adopsi anak yang sudah besar, sedangkan kami tidak mungkin menolak anak-anak baru. Jadi disaat anak terus bertambah, pemasukan sponsor kami tetap-tetap saja. Begitu, Boram-ssi.”

Aku dan kedua stafku mengangguk paham. Kamipun melanjutkan melihat-lihat seantero panti asuhan itu lagi sambil terus mengobrol. Melewati sebuah kamar anak-anak yang sedikit terbuka di lantai dua, aku melihat sesosok gadis dengan wajah yang familiar sedang duduk di lantai dengan tangan bertopang pada pinggir ranjang, mengelus rambut salah seorang anak yang sedang tidur. Wajahnya terlihat lembut sekali… seperti malaikat. Tapi itu… Dambi??

“Ah, cheogiyo, halmeoni. Gadis yang di dalam kamar itu…?” Aku menepuk bahu nenek pemilik panti ini sambil menunjuk ke dalam kamar itu. Ia melirik sebentar ke dalam kamar sebelum kemudian tersenyum dan menjawab,

“Oh, itu nak Dambi, ia salah satu donatur tetap panti ini, dia juga sering datang berkunjung dan bermain dengan anak-anak, terkadang membawa teman-temannya juga. Anak-anak disini sangat menyukainya, baik sekali nak Dambi itu, padahal usianya masih muda, Jiwon-ssi.”

Aku mengangguk-angguk, tapi masih ada satu yang mengganjal pikiranku… “Em… Geundaeyo, Dambi-ssi neun… apa ia berasal dari suatu instansi atau partai… begitu?” Tanyaku. Dia anak presiden lho… Apa halmeoni ini sama sekali tak tahu?

“Eh?” Halmeoni itu malah terlihat bingung dengan pertaanyanku. “Aniyo… Semua donasi nak Dambi bersifat personal, terkadang bahkan masih berbentuk kumpulan uang kecil, betul-betul seperti hasil tabungannya sendiri, atau mungkin patungannya dengan teman-temannya… Maka dari itu perhatiannya betul-betul terasa bagi kami, Jiwon-ssi.”

Oh ya? Seorang Dambi? Wah, betul-betul tak menyangka…

“Annyeong, dongsaeng!” Aku tersenyum-senyum menyapa Dambi yang baru pulang dari kampusnya. Ia memandangku yang sedang duduk di sofa rumahnya sambil masih bersandar di bahu Kyuhyun itu ngeri.

Maka alih-alih menjawab, “Eonni salah obat ya?” Tanyanya sarkastik.

Aku tetap tersenyum. Ayo, katain aku apa aja… Aku udah liat aslinya kamu kok, kamu sebetulnya tak se-menjengkelkan itu… Hahaha.

Ia makin bergidik melihatku, “Oppa, pacarmu kenapa tuh? Serem ih.” Katanya sambil mempercepat langkahnya menuju tangga untuk naik ke kamarnya. Aku membiarkannya, dan masih tetap tersenyum. Kyuhyun ikut-ikutan melihatku aneh.

“Ada apaan tahu-tahu kamu baik sama Dambi?”

Aku menatapnya dengan pandangan sok tersinggung, “Hei, perhatikan bicaramu, Tuan Muda. Aku memang selalu baik sama dia, adikmu itu yang terlalu galak sama aku.”

“Yah, setidaknya yang aku lihat kalian itu saling menjahati satu sama lain.”

“Satu-satunya kejahatan yang aku lakukan sama dia adalah aku, pacaran sama kamu.” Aku menusuk-nusuk dadanya dengan jariku.

Kyuhyun menyentuhkan jarinya di hidungku sambil tersenyum, “Kalau begitu, silakan jahati adikku selamanya.”

“EvilKyu.” Kataku di depan wajahnya. Ia tersenyum dan menarik tanganku melingkari pinggangnya, kemudian mencium bibirku lembut. Aku membalasnya, tempo ciuman kami lambat laun berubah menjadi begitu dalam dan intens. Sampai…

“Ohok, ohok.”

Kami menoleh.

“Oh, hai, saeng.” Sapaku lagi. Jadi jelas kan siapa itu? Yap, satu-satunya hambatan hubungan kami, the one and only Jo Dambi. Tapi aku tersenyum. Udah ga jaman keras dilawan keras, apalagi setelah aku tahu kalau dia punya jiwa sosial yang sama denganku. Kalau menurut mata kuliah Business Ethics yang aku dapatkan tentang Holism Theory oleh Gustaffsson, selama dua orang punya intersect atau perpotongan kepentingan yang sama, segalanya pasti bisa diusahakan. (waktu mulai nulis, author lagi hobi makul ini, maap yak wkwk :p) Dan jiwa sosial kami, itulah intersect dalam memperbaiki hubungan kami ini. Yah, biarpun kasusnya agak beda sedikit–secara ini bukan tentang bisnis–tapi sepertinya itu bisa dicoba terapkan lah.

Maka aku membuka tas tanganku dan mengeluarkan satu strip permen pelega tenggorokan dari dalamnya, lalu menyerahkannya pada Dambi. “Igeo. Kamu sakit batuk, saeng?” Tanyaku masih dengan tersenyum.

Ia menatapku melongo. “Aish, menyebalkan sekali.” Katanya sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya dan berlalu dengan menghentak-hentakkan kaki.

“Woohoo, choigoya (kamu yang terbaik).” Puji Kyuhyun sambil bersiul melihat caraku memperlakukan Dambi barusan.

Aku menaikkan alis tebal turunan di keluargaku itu, “Baru tau?” Kyuhyun menjitakku kesal. Aku tertawa, “Ini baru permulaan, Jo Kyuhyun sayang. Aku, pasti akan memperbaiki hubungan kami. Tapi aku butuh bantuanmu.”

***

Aaarrghhh nenek sihir itu makin lama makin bikin aku kesaaal~!

Aku mengacak-acak rambutku sendiri di dalam mobil selama lampu merah. Memikirkan pacar kakakku itu saja sudah membuatku moodku terjun bebas seperti ini. Dan sekarang apalagi maksudnya itu? Pura-pura baik padaku? Jangan harap aku bisa tertipu!

Saranghaneun Dambi-ya, oppa-ya ige. Saranghaneun Dambi-ya—

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Hm, apa? Oh, ini. Aku memang sengaja menyuruh kakakku merekam suaranya untuk kujadikan ringtone, biarpun skenario rekaman awalnya bukan seperti ini sih. Skenario awalnya begini: oppa dongsaeng Dambi-ya, saranghae. Maeil maeil oppa deo saranghae~ (adikku Dambi-ya, oppa sayang kamu. Tiap hari oppa makin sayang kamu~)

Tapi oppa-ku yang ‘berkepribadian ganda’ itu (habis memang seringnya dia terlihat sopan dan pintar, tapi kalau lagi ngeselin, bahkan kata ‘setan’ pun tidak akan cukup mendeskripsikannya, ia iblis) menolaknya mentah-mentah. Pasti sisi iblisnya yang lagi kumat deh saat itu. Tapi tentu saja ia tidak akan pernah mampu sepenuhnya menolak permintaanku, kamipun akhirnya sepakat kalau ia boleh buat skenario sendiri, tapi tetap harus ada kata-kata saranghae, Dambi-ya, dan oppa. Jadilah ringtone tadi, hehe *victory!*.

Maka akupun langsung memasang handsfree dan menekan tombol accept di ponselku.

“Yeoboseyo?”

“Dambi-ya, jigeum eodiinni?” Suara kakakku terdengar terburu-buru sekali.

“Di jalan. Museun isseoyo (ada apa), oppa?”

“Mau bantu oppa? Tolong datang sekarang juga ke XXX ya, nanti oppa jelaskan semuanya kalau kamu sudah sampai, oppa tunggu. Annyeong.”

“Op—Ah… Dambi sayang oppa…” Ucapku lemah mengetahui telepon sudah keburu ditutup. Tuh kan, sejak pacaran sama ratu iblis itu oppa-ku bahkan menghilangkan segala ke-unyu-unyu-an (?) persaudaraan kami. Tak pernah ada lagi kata sayang, kalau ada kesempatan pun ia sebisa mungkin menghindar. Ya, persis seperti barusan. Hei, tapi kalau dia ratu iblis, berarti cocok dengan oppa-ku dong? AH, ANDWAE!!

Tanpa pikir panjang aku langsung memutar arah menuju tempat yang disebutkan oppa-ku tadi. Ada apa ya? Kenapa oppa kedengaran terdesak sekali? Apa, atau siapa yang bisa membuat oppa-ku, seorang Jo Kyuhyun, Hanguk-ui Adeul (Korea’s Son), se-terdesak itu?

Aku menghentikan mobilku di depan sebuah pemukiman kumuh yang sepertinya tujuanku ini. Jinjja… Aku masih di Seoul kan? Aku bahkan tak pernah tahu di kota yang sangat glamor ini masih ada pemukiman yang sangat memprihatinkan seperti ini…

Maka akupun turun dari mobil dan melihat sebuah van dengan lambang JF di sisinya, juga terparkir di dekat mobilku. JF? Jiwon Fund? LSM milik Jiwon eonni? Pantas saja, satu-satunya orang yang bisa membuat oppa-ku se-kelimpungan itu, tidak lain dan tidak bukan ya putri kaya ini *kayak dia ga kaya aja :p*. Tapi ngapain juga oppa bawa-bawa aku segala? Lupa kali dia kalau kami musuhan?

“Dambi! Kamu datang.” Oppaku setengah berlari menghampiriku yang masih ternganga sana-sini melihat keadaan kampung kumuh itu.

“Oppa… Ini dimana sih?” Tanyaku stres. Ya ampun, aku kira yang kayak gini cuma ada di sinetron-sinetron kampungan yang suka ditonton imo-imo (bibi-bibi)-ku di rumah aja. Ternyata…

Kakakku menatapku aneh, “Gimana bisa kamu sampai kesini kalau ga tau ini dimana?”

Aku mencubit lengannya pedas, “Jangan bercanda deh, oppa!”

Ia meringis yang diselingi kekehan juga, “Aish, makanya kamu tuh nanyanya jangan retoris. Ya ini perkampungan kumuh lah, Yosot-dong namanya. Ayo, eonni-mu sudah nunggu di sana. Ternyata personil yang disiapkan LSM-nya kurang makanya kami mau minta tolong kamu juga. Dongsaeng oppa kan baik, makanya oppa yakin kamu pasti mau bantu. Ya kan?” Oppaku tersenyum sambil merangkul bahuku.

Sementara aku, masih kurang sreg dengan salah satu kata yang diucapkan oppaku tadi, bertanya sinis, “Eonni… nya siapa? Aduh aku kurang dengar tadi, oppa. Eonni-nya siapa ya yang oppa maksud?”

“Grrr… Iya iya, ralat: ‘pacarnya oppa’. Puas kamu? Haduuhh, kapan sih kalian mau baikan? Bisa mati muda oppa dikelilingin cewek-cewek sarkastis macam kalian. Hih.”

“Ya udah, putusin aja Jiwon eonni-nya, oppa. Gampang kan? Dijamin oppa bakal panjang umur, sehat sejahtera.”

“Dambi!”

Aku cuma memeletkan lidahku sambil berlari mendahuluinya ke arah sebuah tenda temporer yang aku yakin milik LSM pacar oppaku. Tapi aku berhenti di depannya, jelas aku tidak akan masuk sendirian, bisa-bisa aku dimasak di atas kuali hidup-hidup sama si nenek sihir itu.

“Jagi-ya. Nih, Dambinya.” Kata Kyuhyun oppa yang sudah berhasil menyusul sambil memeluk pacarnya itu dari belakang dan mengecup leher telanjangnya (rambut Jiwon eonni digelung habis ke atas soalnya).

“Kerja oi, kerja~” sindirku, sok pura-pura tak melihat kelakuan mereka.

Jiwon eonni menoleh seraya tersenyum (yang rasanya mau membuatku muntah, ada apaan sih sama yeoja ini, sok baik). “Dambi-ya.” Sapanya. “Mau bantu teman-teman eonni, ya?”

Aku hanya membuang muka, malas. Jadi dari tadi aku sampai buru-buru ngebut kemari hanya demi ketemu dia lagi, nih??

“Umm… Gimana kalau eonni ajak kamu lihat-lihat daerah sini dulu? Setelahnya kamu boleh pilih deh mau bantu atau ga, oke?”

Aku menatap kakakku yang sekarang sudah sibuk melotot menyuruhku berkata ‘iya’ itu. Haahh, kalau bukan karena oppa, jangan harap deh.

“Iya.” Jawabku akhirnya, seraya berlalu begitu saja dengan Jiwon eonni yang langsung mengikuti dari belakang.

***

Aku menatap gadis berambut panjang lurus di depanku itu seraya masih terus berusaha menjajari langkah cepatnya. Tapi… Oh ya, aku lupa!

“Oppa, titip basecamp ya, love you!” Seruku pada Kyu oppa yang masih berdiri di dalam tenda markas sementara kami itu. Ia tersenyum seraya melambaikan tangannya dan berbisik ‘Hwaiting!’ untukku. Yah… Dia memang yang paling tahu kalau menghadapi adik kesayangannya ini memang sangat butuh semangat yang membara-bara. Baiklah, hwaiting!!

Dan lagi, aku menghadapi gadis ini. Sendirian. Ya ampun, sabar-sabar sehari ini aja, Jiwon… Demi perdamaian selamanya. Nggak mungkin kan kami terus bermusuhan? Sedang berita pacaran kami saja sudah menyebar dimana-mana, apa kata dunia kalau tahu ternyata adik dari putra kebanggaan presiden Korea ini membenciku?

“Jadi ini namanya Yosot-dong, perkampungan kumuh di Seoul yang serba extravagant ini. Aneh ya? Tapi memang begitulah kenyataannya… Miris.” Aku memulai segala guide-ku selama mengitari kawasan ini dengannya. Dambi hanya diam, biarpun jika kuperhatikan, air mukanya perlahan berubah begitu melihat-lihat keadaan menyedihkan kampung ini. Aku tersenyum. Stage one CLEAR.

“Hari ini adalah baksos kami yang kedua disini… Sebelumnya pernah diadakan kunjungan dan ditetapkan kalau tempat ini tidak bisa dibantu hanya dalam sekali jalan—eh, adik, itu jangan dimakan ya sayang… Ini noona punya kue…” Aku buru-buru memotong perkataanku sendiri begitu melihat seorang balita yang sedang mengais-ngais tanah sendirian dan memasukkan tangannya yang kotor penuh tanah itu ke dalam mulutnya.

“Nah, tangannya sudah bersih ya… Ini kuenya…” Aku memberikan biskuit yang kubawa dalam tasku begitu selesai membersihkan tangannya dengan tisu basah. Ia tersenyum senang dan memakannya dengan lahap selagi aku memangkunya.

“Ya gini deh, Dambi, saking kekurangan makanannya, mereka—”

“Orangtuanya dimana sih, eon??” Tiba-tiba Dambi langsung memotong ucapanku penuh emosi. “Masa mereka ngebiarin anaknya di luar gitu aja nggak ada yang awasin? Nanti kalau ada kendaraan gimana? Itu tanah lho, tanah yang dia makan…! Rasanya aku mau lapor ke appa—”

Tes. Tes.

Butir-butir airmata seketika ikut jatuh seiring gerutuannya yang kian panjang untuk orangtua anak itu. Aku buru-buru bangun sambil masih menggendong anak tadi, ingin memeluknya. Tapi Dambi malah berbalik seperti tidak ingin dipergoki sedang menangis olehku. Khas putri penuh harga diri seperti dia.

“Eng… Pokoknya aku betul-betul harus bilang ini ke appa, kalau masih ada lingkungan se-menyedihkan ini di Korea. Oppa juga, kenapa oppa nggak ngapa-ngapain sih? Dia tahu ini kan? Kok kayak tutup mata—aaah, haraboji, mau kemana? Sini, sini, aku bantu…” Ia cepat-cepat menghampiri seorang kakek ringkih yang sedang bersiap menuruni gubuk panggungnya itu.

Dengan telaten Dambi menuntunnya sampai ke posko kami tadi, ternyata kakek itu ingin mengambil jatah bantuannya. Dambi pun menolongnya lagi membawa sekardus penuh sembako kembali ke rumahnya, biarpun harus dengan susah payah karena ia menolak dibantu oleh siapapun, termasuk kakaknya sendiri. Kyuhyun oppa terlihat takjub biarpun dengan wajah sedikit khawatir melihat sang adik bertingkah seperti itu. Tentu saja, menuntun seorang jompo dan mengangkat-angkat kardus sekaligus, sendiri, tanpa minta bantuan siapapun, aku pun juga betul-betul belum pernah melihat putri presiden kita ini dalam wujud seperti itu…

Selesai dengan kakek yang ditolongnya, mata Dambi beredar ke sekeliling area pemukiman kumuh ini. Aku membiarkannya saja (jangan pernah ganggu Dambi ketika ia sedang ingin diam, itu pesan moral yang kudapatkan setelah mengenal adik pacarku ini. Sumpah, kamu nggak akan pernah mau merasakan dibentak olehnya. Sakiiitttt~) dan malah mengajak ngobrol seorang penduduk situ ketika tiba-tiba, dan tak disangka-sangka…

“HUWEEE EONNI~” ia menangis seraya menghambur ke arahku yang masih memangku balita tadi.

Aku awalnya kaget, sebelum akhirnya tersadar. Breakdown. Ya, Dambi sudah mencapai titik breakdown-nya. Seperti yang kukira, tidak sia-sia anak ini menjadi putri seorang presiden yang sangat dicintai rakyatnya, karena darah jiwa sosial itu pun juga kental ada padanya.

Maka aku pun segera bangkit dan memeluknya. Dambi tidak menolak, maka akupun lebih yakin, ia telah menerimaku.

“Huweeee eonni… Hiks, hiks…” Tangisnya sesenggukan.

Aku mengelus-elus rambutnya sabar, “Cup cup… Kenapa, kenapa? Coba bilang sama eonni.”

“Hiks, mereka… mereka kasihan banget… itu rumah macam apa, itu baju macam apa yang mereka pakai… Mana pemanasnya? Kalau musim dingin mereka gimana?? Eonni~ huhuhu…” Jelasnya sambil berusaha menghapus airmatanya yang tak kunjung reda. Aku mencoba mendengarkan dengan baik. “Oppa… Oppa juga… Kenapa sih oppa diam aja ngelihat yang seperti ini?? Padahal oppa tahu, oppa sering temenin eonni kan? Tapi kok… Tapi kok…” Ia akhirnya menyerah mencoba memberhentikan tangisnya, dan tinggal lelehan airmata itulah yang menyuarakan emosi hatinya…

Aku makin mempererat pelukanku, “Sstt… Sudah ya, sini dengar eonni. Oppa-mu bukannya tutup mata atau apalah itu seperti yang kamu kira… Hanya aja dia tahu kalau yang namanya menghapus kemiskinan itu nggak semudah ngebalik telapak tangan… Kalau kayak gitu sih nggak bakal ada dong yang namanya negara miskin atau negara dunia ketiga.” Jawabku sambil tersenyum menatap matanya. “Lagipula, kamu ingat kan kalau oppa-mu juga dulunya berasal dari lingkungan kayak gini? Makanya biarpun sulit, tapi dia pasti sudah punya rencana tentang kira-kira bagaimana menghadapi kemiskinan seperti ini…”

“Eonni… tahu masa lalu oppa?” Tanyanya kaget.

Aku mengangguk ceria, “Full version. Dari season 1 sampai season terakhir. Hahaha.” Jawabku bercanda. Dambi masih menatapku tak percaya.

“Dan eonni… nggak apa-apa dengan itu? Eonni kan…”

Aku langsung menangkap maksudnya. “‘Dengan itu’ apa? Oppa-mu cuma ‘anak pungut’? Atau oppa-mu dulunya miskin? Nggak, karena yang aku pacarin kan dia yang sekarang, putra presiden, Jo Kyuhyun.” Aku mengedipkan sebelah mataku bercanda. Dambi terlihat tidak suka. “Hehe, ya nggak lah. Waktu awal tahu kenyataan itu, aku memang sedikit kaget. Tapi justru dari situ, aku menangkap kejujuran dia, maksud dia buat serius sama aku–karena kalau nggak serius, buat apa dia umbar-umbar masa lalunya yang kelam itu?–yang akhirnya, alih-alih ninggalin dia, malah bikin aku tambah kagum sama oppa-mu itu. Kamu beruntung punya oppa kayak dia, dan aku tahu pasti kalau dia sayang kamu lebih dari siapapun di dunia ini.”

“Ya, sebelum eonni datang.” Potongnya cepat dan pahit.

Aku menggeleng, “Salah besar. Justru aku yang sering iri sama kamu, tiap hari dia kelimpungannya setengah mati kalau kamu nggak pulang tepat waktu, nggak kasih kabar kalau pergi, persis bapak-bapak yang punya anak gadis. Tiap kali ngomong sama aku, pasti selalu ada selipan ‘cerita Dambi’-nya. Adaa~ aja pemicunya. Lihat geng 6 anak SMA di mal bilangnya mirip kamu dan teman-temanmu dulu lah, lihat tukang bungeoppang (kue bentuk ikan) bilang kamu suka itu lah, banyak lagi deh. Makanya begitu kamu juga sering ngajak aku ribut, aku selalu ladenin karena dalam hatiku, aku cemburu setengah mati… Yang akhirnya aku sadar itu salah, karena pastinya, kita berdua punya porsi masing-masing di hati oppa-mu itu. Kamu sebagai adik yang tak tergantikan, dan aku pacar. Dilihat dari manapun, arti kita jelas berbeda.” Aku menutup penjelasanku sambil tersenyum.

“Eon… ni…”

Aku terkekeh, “Kenapa? Terharu ya?”

Mendengarku, Dambi langsung mengubah ekspresinya seraya mengibas rambutnya dan berbalik, “Nggak sih. Tapi sekarang eonni boleh resmi jadi pacar oppa-ku.”

Aku tertawa sambil mengejar dan menggamit lengannya, “Gengsi nih yaa~ Oh ya, aku pernah lihat kamu di panti Kasih Sayang lho, makanya aku tahu kalau kamu juga pasti suka acara sosial begini. Dan sekarang JF jadi sponsor tetap di panti itu. Kalau kamu mau pergi kesana, bilang-bilang aku ya biar kita bisa pergi bareng.”

“Jadi kerjaan eonni kayak gitu ya?”

Aku sudah akan menjawab bangga bahwa ya, aku pecinta sosial, keren kan? Seperti itu, ketika tiba-tiba Dambi menambahkan, “…stalking aku.” dengan juluran lidahnya sambil berlari kabur menuju sang kakak dan langsung memeluknya erat.

Kyu oppa yang total clueless atas apa yang terjadi seketika menatapku bingung, minta penjelasan. Aku hanya tertawa dan membalas dengan bentukan bulat menggunakan telunjuk dan jempolku sambil berbisik, “Success-ida! (Kita sukses!)”

“Jika ada perpotongan interest yang sama antara dua pihak, sekontras apapun perbedaan latar mereka, their business will still likely to go well.” –Gustaffsson, Holism Theory

Yeah! Holism Theory rocks!

END

PS: Jiwon kuliah bisnis di Stanford Business School Seoul, makanya mata kuliahnya “ajaib” begitu. Dan tentang judul, author betul-betul nggak tau lagi mau kasih judul apa, daripada ujung-ujungnya untitled lagi hahaha 😀

Advertisements
 
34 Comments

Posted by on April 15, 2011 in Super Junior, [THE SERIES]

 

Tags: ,

34 responses to “[THE SERIES] AND THE STORY GOES…

  1. Oepieck

    April 15, 2011 at 1:56 pm

    hwa~ daebak!
    kukira bakal jadi perang dunia ke3 diantara mereka. ternyata bisa akur juga. ide yang bagus mempersatukan mereka lewat baksos.
    selamat buat kyuhyun yang akhirnya bisa bernafas lega!! *plok plok plok!

    Quote-nya keren onnie, – sebeda apapun itu kalo punya satu kesamaan, mereka bisa bersatu – like it!

    btw, kangen banget ama junsu, yoochun, ama changmin. mereka bakal keluar lagi ga? 😀

     
    • lolita309

      April 15, 2011 at 5:38 pm

      pengennya sih gitu sebenernya, mau beberapa cerita nyeritain perang mereka dulu, trus baru baikan di cerita lain. tapi ternyata, berhubung THE SERIES tokohnya banyak, harus bagi2 jatah juga.. maap yak kyu-jiwon-dambi.. :p

      hahaha, iya, cuma quote itu soalnya yang nancep dari semua isi mata kuliah bersangkutan hahaha XD

      nggak tau… rilis ff yg ada kyu-nya aja aku nggak tau kapan lagi, tapi ini lg ngetik ff jaejoong, bukan bagian the series sih hehe 😀

       
      • Oepieck

        April 15, 2011 at 6:51 pm

        wah, berarti kata” itu terngiang” terus di telinga onnie, hahaha… 😀

        gak papa onnie, aku tunggu. cuma kangen sama mereka. gak the series gpp.

        oh iya onnie, kalo bikin FF yang ada saera-nya, dibawah namaku boleh minta tolong ditambah hal” seperti : “reader boleh membayangkan diri mereka sebagai saera.”
        kyak gitu, boleh ga? takutnya kalo ada salah paham. lagian saya ngerasa agak gak enak sama reader yang mungkin seorang jewel. Boleh g?

         
      • lolita309

        April 15, 2011 at 9:00 pm

        hahaha, soalnya pas ujian keluar, jadi inget banget deh hoho~ XD

        boleh kok boleh… bagus sarannya. nanti semua yg tribute aku kasih begituan juga deh, makasih ya sayang^^

         
      • Oepieck

        April 17, 2011 at 10:08 pm

        kya~ onnie baik banget deh! muah! muah! *hoeek :p
        makasih onnie 😀

         
  2. megumiTM

    April 15, 2011 at 6:23 pm

    Keren unnie~~~ ><
    Tapi bahasanya agak… Berat gitu ya (?) ._.a

    Untung deh mereka berdua sama" punya jiwa sosial, kalo nggak si kyu yg tampangnya udah tua jadi makin tua ntar (?) XDD #plak

    Dambi gak ada pasangannya unnie? ._.

     
    • lolita309

      April 15, 2011 at 7:08 pm

      hahaha, gara2 teori itu ya? XD

      “kalo nggak si kyu yg tampangnya udah tua jadi makin tua ntar” <– NGAKAK!!

      hehe, nggak tau, pengen sih tapi bingung mau dipasangin sama siapa (?)

      ada ide? 😀

       
  3. chrisnagustyani

    April 15, 2011 at 6:49 pm

    Jegerrr…

    akhirnya ada lagi ff tentang Kyu.. tapi apa itu??
    *tunjuktunjukscenedisofapasdambibarudatang*
    aisshh cemburu mampus dah saya!!!! aishhhh!!! aisshhh!!! *acakacakrambutgemas*

    huhuhuhuh maafkan saya yang menggalau, asli seminggu ini saya benar-benar menggalau multifaktor dah….

    overall, mengesampingkan scene kisseu tadi dan dengan beranggapan kalau Jiwon itu adalah saya *pedetingkatdewa* ni cerita bener-bener bagus!! gak kebayang aja kalau Dambi bisa berpikiran sedewasa itu! emang sih dari awal juga aku tau kalau Dambi itu bukan tipikal cewe manja, tapi ya tetap kebayang aja dah pokoknya *komenmacamapaini*
    idih itu si jiwon kuliahnya aje gile dah.. emang beneran ya dia kuliah di stanford bussiness seoul?

    oh ya nyah.. FF saya yahhhh…… *evilsmirk*

     
    • lolita309

      April 15, 2011 at 9:06 pm

      hahaha~ dsini, anggaplah dirimu Jiwon nak, nanti kalo uda ada cerita kamu, baru anggap diri kamu dia. hehehe XD

      eh btw yang di tempat baksosnya juga ada acara cium2 tuh :p

      hehe, gomawo^^ btw pikiran dambi yg mana maksud kamu? aku pikir semua orang kalo liat karater dambi bakal jadi jengkel loh…

      nggak kok, nggak ada cabang stanford di seoul, aku emang sengaja bikin dia kuliah bisnis, kan dia mau nerusin appanya^^

      iya iyaaa sabaar~ hehe XD

       
      • chrisnagustyani

        April 16, 2011 at 2:50 pm

        uwa… jangan diingetin lagi dong ama adegannya *mewek*

        gak kok, aku gak jengkel ma Dambi, malah aku lebih bisa ngerti ama kondisi Dambi yang suka sama Kyu, tapi mesti liat kemesraan KyuJi…
        Aku udah punya feeling (?) kalo Dambi itu bukan orang jahat sejak FF My Name is Jo Kyuhyun (bener gak tuh judulnya? suka lupa sama judul masalahnya heheh)

        ayo ditunggu kelanjutan ffnya… Fighting juga buat UTSnya ya nyah…

         
  4. wiehj

    April 15, 2011 at 11:23 pm

    bagusssss !!!
    emang bener tuuuh,klu keras dilawan keras gag bakal ad habisnya..harus ad salah satu yg melunak 🙂
    setujuu am Holism Theory ntuu !! klu punya 1 ajaa kesamaan interest ato kepentingan ato apapun ntuu,pasti ujung2nya bakal bisa get along..
    kerennn dehh nii ff (Y)(Y)(Y)
    huwaaa,suka bgttt am karakter kyu disini..cowok impian bgtt dah..hahahhaha

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 8:08 pm

      BETUUUL! 😀

      hahaha, tengkyu tengkyu^^

      kyu cowok impian? impiannya dambi sama jiwon iyaaa… hahaha 🙂

      anyways, makasi sayang uda baca 😀

       
  5. Chaeky

    April 16, 2011 at 3:33 pm

    Suka onn suka 😉
    yeah, coba ada adegan perang mereka lagi disini, pasti lebih seru XD
    DAEBAK, aku tunggu the series yg lainnya 😉

     
    • lolita309

      April 18, 2011 at 1:18 pm

      iyaa, aku juga sebenernya pengen ada perang2an tuh.. sayang waktunya yang ga ada hehe 🙂

      makasi sayang^^

       
  6. Zarararakuda

    April 16, 2011 at 5:24 pm

    Mian telat,lg TO 😥
    #cemburu tingkat dewa
    WOI JIWON NGAPAIN LU MELUK-CIUM KYU?!PERGI LU JAUH2!!
    Ini bgs,tp bikin emosi,onn!

     
    • lolita309

      April 18, 2011 at 1:23 pm

      hahaha sabar buu, bukannya kamu sukanya siwon yaah?

      ;D

      “bagus tapi bikin emosi’ ? hehe maaf yaa ._.

       
      • zarararakuda

        April 19, 2011 at 3:58 pm

        ehm saya kyuhaewonchulkangminyes biased!!!!!! #slapped

        sesuju sama megumiTM, dambi-umin!!!!!!!!!!
        biar dambi sama mimin, aku dapet icul….

         
      • lolita309

        April 20, 2011 at 8:50 am

        heh? kamu mau icul? itu si icul lagi aku obral di post #cumannanya lohh.. daftar sana hihihi

        yaah sungmin uda ada jodohnya… jadi buat MinBi biased maap yaaa :p

         
  7. babyhae

    April 16, 2011 at 7:23 pm

    Wah, sudah jadi anak presiden sekarang? enaknya pacaran sama anak presiden tampan *nglirik polisi playboy di sebelah #plakk* wkwkwkwkwkwk

    sungguan deh, ini cara paling ampuh buat berdamai, cari kesamaan. Dan untungnya kesamaannya bagus. Beramal. Yang kasian tuh, yang si anak kecil ngais tanah itu T__________T

    sungguh-sungguh ingin menerapkan kuliah ya, Lola? bahkan semua isi hukumnya pun lengkap lho ahahahaha…salut deh

    kangen nih sama pairing yang satu ini, lengkap dengan adeknya XDD. akhirnya muncul juga^^

     
    • lolita309

      April 18, 2011 at 1:10 pm

      udah, udah… huahaha, cakepan pak polisi kok, apalagi pak polisi saya #PLAKK!

      hehe, tapi engga kok, saya sendiri juga ngakuin donghae yg paling cakep di SJ, biarpun sayang sekali ‘ukurannya’ tidak mendukung huahaha XD *ngeledek lagi, mian -__-*

      makasi uda baca sayang^^

       
      • babyhae

        April 18, 2011 at 1:31 pm

        polisi anda juga tampan….’ukurannya’ juga mendukung….donghae kan ‘mungil’ *halus banget ini bahasa* wkwkwkwk

        sama2, Lola…apa sih yang nggak dibaca kalo Lola yang bikin..selalu bikin terpesona hehehehe

         
  8. megumiTM

    April 17, 2011 at 6:24 pm

    Umm.. Sungmin? ._.a #abaikan
    Kayaknya mending sama yesung deh ._.a #apasih
    Ah gak tau ah unnie, bingung -_-

     
    • lolita309

      April 18, 2011 at 12:37 pm

      jiaaa~ kalo henry, gimana? sama2 maknae gt kan… tp berhubung henry bukan tim inti jadi ya…. dibikin ga yaa? hahaha #stres

      XD

       
  9. choivaavaa

    April 17, 2011 at 6:41 pm

    suka sm quote d ats. Ngena bgt nich story,trutama pas bagian dambi-jiwon di Yosot-dong(bnr nich,perkampungannya kyk gini La?). Mreka tu bnr2 brhti mulia.cwex kaya,tp g mnja,mlh pduli ma org2 kcil.patut d contoh.like this story..lola TOP dech..

     
  10. Zarararakuda

    April 20, 2011 at 5:29 pm

    Ok the almighty(?)PARK SHINJI is in for kimichul!:-*Ah aku g tau diri nih,senin UAN malah OL #sigh doain ya lola onn-semua~

     
    • lolita309

      April 21, 2011 at 12:08 pm

      hahaha, semoga berhasil yaa~ soal matematikanya gampang kok aku uda liat bayangannya kkkk~ :p

      SEMANGAT!

       
  11. megumiTM

    April 21, 2011 at 12:51 pm

    Dambi sama sungmin sebenernya gak gitu cocok sih (?) *mungkin*
    Unnie… Mau nambah karakter lg? .__.
    Ntar aku lupa cerita” yg dulu lg gara” orangnya kebanyakan… T^T
    #apasih #abaikanaja
    Ditunggu “don’t call me oppa chap 6” nya ya unnie~~ ^^

     
    • lolita309

      April 25, 2011 at 12:43 pm

      huahaha, iya deh (mungkin) nggak nambah karakter lagi.. paling bikin cerita diluar series, abis takut orang2 pada bosen bacanya the series mulu 😀

      iyaa sayang, lagi proses penulisan nih, UTS-nya baru selesai soalnya, maaf lama banget *bow*

       
  12. Iwang~

    April 22, 2011 at 9:50 am

    ha~
    again, dah baca lama bru bisa komen…
    hheu..
    sama ama komen yang diatas, kangen ama pair kyuwon(?)..
    jdi penasaran pas lola (gpp manggil.a lola?)bilang mau bwt kyu selingkuh~
    g kebayang gmn selingkuhnya kyu,..
    kyu ma jiwonkan dah lengket gitu…hohoo~

    pas teuki2 ampir/udah selingkuh aja… udah ngeJLEB bnget,,

    dtunggu next ff the series.a…
    hhe..
    oia satu lagi aku juga kangen maa lee triplets..

     
    • Iwang~

      April 22, 2011 at 12:23 pm

      ng..maksudnya kim boy vs lee triplets..
      hee

       
    • lolita309

      April 25, 2011 at 12:50 pm

      gapapa banget manggil aku lola^^

      hahaha, itulah~ kira-kira gimana seorang kyu bisa selingkuh? nantikan jawabannya disini! (loh?) masih lama sih tapinya. huhu T,T

      iyaa, aku juga kangen sama lee triplets vs kim boys.. ada rencana mau ngilangin english versionnya sih, aku udah nggak sanggup lanjutin cerita dalam inggris, lagi nggak mood. ditunggu aja yaa~ T.T

      gomawo uda baca^^

       
  13. Pea

    June 13, 2011 at 4:24 pm

    Huaaa eoni…aku dateng,…hikss *eonni: ini siapa ya?
    eonni masih inget sama aku kan, kalo enggak nanti ta tabok lho *eh becandaaaa…
    jiaahhh, cerita Kyu udah ada lanjutannya horaaayy… wohaaa makin seruuu, itu DAMBI-nya buat yesung aja deh, kan dia belom punya pasangan? *ngedip2

     
    • lolita309

      June 13, 2011 at 8:14 pm

      hahaha, masih inget ko sayaaaang 😀

      yesung? biarpun emang masih bingung dambi sama siapa sebenernya, tapi kalo yesung… kayanya engga deh kkkk~ :p

      udah ada yang lain lagi lho cerita Kyu, udah baca belum yg GOLD DIGGER? 🙂

      makasi uda baca sayang^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: