RSS

[THE SERIES] DON’T CALL ME OPPA – Chapter 1

21 Feb

DON’T CALL ME OPPA

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Lee Donghae

babyhae as Lee Shinmi

Chapter 1. THE OBJECTION

“Ooh baby, baby, baby, oohh~” aku berlari-lari menuruni tangga sambil bernyanyi-nyanyi riang (dan nyisir, sebetulnya). Hari ini libur dan aku akan berkencan… Huaah, jeongmal haengbokhada^^

“Mengapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu~” sekarang lagunya bahkan sudah berganti. Ooh, bahkan ‘lagu beginian’ pun sekarang terdengar merdu di telingaku, apalagi kalau aku yang nyanyi begini #PLAKK!

Tapi ternyata hal itu tidak berlaku buat kembaran beda spesies-ku (dia monyet dan aku ikan, maksudnya). Ia buru-buru menghentikan gerakan tarinya dan mematikan iPod yang dipasang di speaker ruang keluarga kami.

“Ikan! Lagu apa-apaan sih, gerakanku jadi kacau semua gini kan… Ganggu banget ngerti nggak!” Omelnya. Oh ya, kembaranku ini koreografer, makanya wajar kalau kegiatannya di rumah ya nge-dance aja (selain makan-tidur sih, pasti), ngelanjutin kerjaan di studio, katanya.

“Ganggu gimana? Jadi pengen ikutan nge-dance ‘You know me so well’ ya? Halah, bilang nggak hobi tapi gerakannya hapal. Cih.” Cibirku nancep. JLEBB JLEBB JLEBB!

Eunhyuk langsung salting, “Hapal, nenekmu salto!” Heh? ‘Nenekku salto’? Nenekku kan berarti nenek dia juga, sudah gitu perasaan nenek kita sudah meninggal semua, lagian hebring amat itu nenek-nenek bisa salto… <— pake acara dipikirin, lagi. “Ini… Ini mah udah bawaan profesi, sekali lihat ya hapal, jadi bukan aku yang mau. Siapa dulu kakakmu ini, Dancing Machine Silver Hyuk!” Celotehnya PD. Tapi berhubung suasana hatiku sedang senang, aku tidak menggubrisnya. Pembelaannya bahkan terdengar seperti musik rap di telingaku… “Ah, daripada itu, aku lihat hari ini kamu happy banget nih. Gajian, ya? Boleh, nih.” Katanya melunak. Penjilat!

Tapi aku tetap tersenyum seraya menggeleng, “Bukan.”

“Kalau gitu naik pangkat?”

Aku masih menggeleng, “Bukan.”

“Naaah, mobil dinasmu diganti ya?”

Aku berpikir sebentar, “Umm… Maunya sih gitu, tapi… bukan juga.”

“Geureom… Mwo ttaemune? (Terus… Gara-gara apa dong?)” Ia menyerah.

“Yeo.ja.chin.gu.” Kataku, sengaja mengeja. Biar lebih keren aja. (Author: heh? (¬_¬) )

Tak diduga, kembaranku malah kembali menyalakan iPod-nya mengacuhkan jawabanku.

“Yaaa~ Hyukie, kasih selamat kek gitu… Nggak seneng ya adikmu punya pacar? Kamu kan udah punya Saera, masih iri aja sih?”

“Ngapain kasih selamat? Seminggu juga ganti lagi. Mahal suaraku, mahal!”

“‘Seminggu ganti lagi’ gimana? Aku aja seumur hidup baru pacaran sekarang!” Belaku nggak terima.

Glek! Hyukie menunjukkan tampang sweatdrop, “Engg… Terus cewek-cewek yang sering keliatan sama kamu itu siapa ya?”

Aku malah jadi ikutan mikir, “Siapa ya? Yah, mana aku inget namanya satu-satu, coba… Tapi mereka cuma temen kok, temen.” Jawabku sambil cengar-cengir, dan sekilas aku seperti mendengar suara pelan yang berkata: ‘Temen sih cium-cium’. Aku segera menatap Eunhyuk, dan dia lagi nyengir aja kok, ah sepertinya hanya perasaanku saja *lagi happy jadi ga pusing-pusing, padahal disitu siapa lagi kalau bukan si nyemot?*. “Santai aja bro, santai. Yang namanya pacaran itu kan maksudnya yang ada komitmen kan? Naaah, hubunganku yang pakai komitmen ya baru sama si yang ini aja nih…” Lanjutku akhirnya, menenangkannya. “Dan kayaknya aku bakal serius deh sama dia, tunggu undangan aja deh pokoknya^^”

“Yayaya…” Eunhyuk merespon seadanya. “Lapor Yora sana, pasti dia seneng deh kamu tobat.”

“Yaaah, segitu aja? Kamu nggak mau tanya namanya kek gitu?” Harapku. Kenapa si perak ini cuek-cuek aja sih sama pacarku? Padahal kapan lagi coba aku serius sama cewek?

“Aaah, ganggu! Geuraeseo, ireumi neun…? (Ya udah, namanya siapa?)” Tanyanya nggak ikhlas.

Aku menjawab dengan senyum terlebarku, “Lee Shinmi.”

***

“Lee Shinmi? Nama keluarganya ‘Lee’?” Tanya ayahku dengan nada suaranya yang memang selalu datar itu. Kami sedang berbicara dengan alur: Appa, aku mau bawa pacarku ke rumah untuk kenalan dengan kita semua secara resmi, boleh kan?-Bagus, appa senang akhirnya kamu mau serius memikirkan berumah tangga-Hehe iya dong, aku sepertinya mau kayak Yora sama Siwon, tunangan dulu-Bagus, siapa namanya?

Yak, begitulah. Dan begitu aku menjawab, ayahku langsung memberi respon seperti barusan. Aku mengangguk-angguk penuh harap.

Tapi ternyata… “Tidak bisa.” Lanjut beliau.

“HAAAH?” Teriakku seketika. “Kenaaapaaa?”

“Sudah tradisi kalau di keluarga kita tidak boleh ada lebih dari satu pernikahan se-marga dalam satu keluarga. Itu tidak baik. Appa beritahu kamu sekarang, daripada nantinya para tetua yang menolak kalian, itu lebih menyakitkan, Donghae-ya.”

“Appa…!” Kali ini adik perempuanku tersayang, Yora, yang bereaksi.

“Appa mulai lagi deh…” Noona-ku, Ryeoru, menimpali dengan nada bosan sambil mengelap bibirnya dengan serbet makan. “Dulu pernikahan Yora juga nyaris batal gara-gara pernikahanku gagal—biarpun akhirnya nggak jadi. Cuma gara-gara menurut tradisi, kakak perempuan harus nikah duluan. Dan sekarang, dia cuma mau nikah sama sesama Lee dan nggak boleh karena aku sudah lebih dulu menikah dengan sesama Park? Nonsense, appa!”

Aku seketika mendelik dan tersadar. Ya, noona-ku ini yang mengambil ‘jatah’ satu-satunya pernikahan sesama marga di keluarga kami… Park Jungsoo dan Park Ryeoru.

Park Ryeoru? Lagi-lagi ya, karena sebetulnya aku dan kedua kembaranku (Sungmin dan Hyukjae aka Eunhyuk), hanyalah anak angkat di keluarga Park ini. Setelah kedua orangtua kami meninggal sekitar 2 tahun lalu, bibi kami yang sekaligus nyonya rumah ini bersikeras meminta kami tinggal disini dan memanggil mereka eomma dan appa. Jadilah kami yang tadinya hanya sepupu dengan kedua putri keluarga Park itu, kini menjadi kakak-adik.

“Maaf Donghae-ya, dan Ryeoru. Tapi seperti biasa, tradisi tak akan pernah berubah.”

“Bagaimana… kalau tiba-tiba pasangan se-marga yang sebelumnya ada, tiba-tiba berpisah…?” Aku, tiba-tiba meracau. Aku sendiri juga tidak tahu, tapi kalimat itu seketika muncul begitu saja di kepalaku.

Ayah kami memandangku lekat, “Maksudmu, bercerai atau salah satunya meninggal? Ya, tentu artinya tidak ada ikatan lagi kan… Jadi boleh kembali ada pernikahan se-marga berikutnya.”

“Geureomyeon (kalau begitu)…” Aku kembali menimpali sambil beralih menatap deretan 3 wanita cantik keluarga ini: eomma, noona, dan yeodongsaeng-ku. “Noona, aku mohon bercerailah dengan hyungnim!!”

***

“MWO?? Michinnya?? (APA? Gila kamu ya??)” Park Jungsoo, atau yang biasa kupanggil Teuki Hyung sudah bersiap-siap meninjuku dengan menarik lengan kemeja panjangnya. Kami sedang berada di kafe sekarang, di pagi setelah makan malam kemarin sebelum kami semua ngantor, semua atas prakarsa Yora demi meluruskan segala macam masalah (yang kuperbuat) sekaligus berkenalan dengan pacarku itu. Aku sih iya saja, yah, tahu Yora lah ya, dia memang pecinta damai, kan… Lagipula siapa tahu ini betul-betul bisa mencarikan jalan keluar bagi masalah kami…

Dan tentang Teuki Hyung, orang ini memang paling sensitif kalau masalah pernikahannya sudah dibawa-bawa. Masalahnya, namdongsaeng-namdongsaeng iparnya macam aku dan Hyukie ini hobinya ya menjadikan pernikahan mereka semacam ‘tumbal’. Aku jadi ingat waktu pertama kali melihat Teuki hyung murka pada Eunhyuk ketika kasus Ryeoru noona dan Kangin dari Kim boys. Dan kini aku merasakan hal yang sama. Huuuh~ untung dia hanya tahu dari cerita karena kemarin sedang dinas luar dan tidak ikut makan malam aslinya, coba kalau dia melihatku langsung saat itu… aku tidak jamin hari ini aku masih bisa masuk kerja.

“Uwoo, uwoo, yeobo, sabar. At least kalau mau gebukin dia jangan disini, nggak enak sama pacarnya.” Noona-ku melirik Shinmi seraya menenangkan suaminya.

Yora langsung mendelik, “Eonni, apa-apaan sih ngomongnya! Shinmi-ssi, maaf ya, maaf, kakakku memang blak-blakan orangnya.”

“Aish, nongdam-iya, nongdam. (Bercanda kok, bercanda.)” Ryeoru noona membela diri.

Melihat mereka, Shinmi tersenyum seraya menggeleng, “Nggak apa-apa kok, Yora-ssi, Ryeoru-ssi, Jungsoo-ssi. Justru saya yang mau minta maaf kalau Donghae oppa sudah bikin masalah di keluarga kalian. Joisonghamnida.” Ia buru-buru bangkit dan membungkuk dalam di hadapan saudara-saudaraku.

“Eeh, nggak perlu, nggak perlu!” Mereka langsung buru-buru bangkit demi mencegah gadisku membungkuk lebih lama lagi.

“Dan nggak usah terlalu formal, pakai ‘aku’ juga boleh kok.” Yora menambahkan dengan senyumnya.

Sementara aku, hatiku yang terlalu rapuh itu (halah) langsung tersentuh, bagaikan teriris-iris sembilu (?) mendengar kedewasaannya dalam membelaku. Aku betul-betul tidak salah memilih wanita. Aku terus menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan tanpa pikir panjang langsung memeluknya begitu ia kembali duduk, “Jagi-ya, saranghae!”

Dan seketika suasana jadi merinding (terutama buat tiga saudaraku). Yora berseru “Oppa!” dengan nada malu, Teuki hyung mencolok-colok mulutnya seperti orang bullimic, dan Ryeoru noona hanya mampu menutupi wajahnya. Pasrah.

Ketika Donghae dan Teuki sudah pergi kerja,

“Haaahh~ akhirnya mereka berangkat juga…” Ryeoru meregangkan lengannya hingga ke atas kepala.

“Shinmi-ssi, jangan sungkan-sungkan sama kami ya, kami cuma mau ngobrol-ngobrol antar wanita aja kok.” Yora tersenyum seraya menyentuh punggung tangan Shinmi. Gadis itu mengangguk.

“Dan Shinmi-ssi, hari ini betul-betul libur kan—maksudnya, kami nggak ganggu kan? Habis kata Yora minggu-minggu ini sedang liburannya anak sekolah, dan biasanya guru-guru juga ikut libur kalau sekolah libur… Tapi kalau salah maklum aja ya, adikku suka sok tahu.” Ryeoru mencibir ke arah sang adik.

Shinmi, yang memang adalah guru honorer Bahasa Inggris di SMA, mengangguk sambil tersenyum kecil. “Betul kok, geokjeongmaseyo (jangan khawatir). Geundae… Ryeoru-ssi dan Yora-ssi, nggak berangkat kerja juga?”

Mereka bertukar senyum sebelum menjawab, “Sudah ada Teuki di kantor, dia bisa mengurus semuanya.” Ryeoru menjawab. “Dan Yora memang sedang cuti sebentar, kehamilannya masih rawan jadi memang butuh bedrest.”

“Hamil?” Shinmi menatap wanita mungil (tinggi Yora bahkan tidak sampai 160 cm) di hadapannya terkejut. Yora hanya memberi cengiran diiringi bentuk V dengan jarinya. “Tapi Donghae oppa belum pernah cerita, padahal dia harusnya excited banget kan kalau tahu bakal punya keponakan…”

“Iya, ini juga baru sebulan kok.” Yora mengklarifikasi sambil tersenyum. Terlihat rona bahagia di pipinya, juga matanya yang bersinar cerah selagi bercerita, betul-betul menyebarkan aura kebahagiaan. “Aku juga baru tahu seminggu ini, jadi masih takut pamali (?) kalau sudah keburu pengumuman dulu, makanya baru para wanita yang tahu: ibuku, kakakku, dan sekarang kamu. Bahkan ayahnya juga belum tahu. Hehe.” Ia mengelus-elus perutnya yang masih terlihat rata.

“Tapi pasti sulit, bukankah suaminya Yora-ssi sedang wamil…? Umm… Siwon… ssi?”

“Maj-ayo (betul), Choi Siwon. Wah, Donghae oppa pasti betul-betul sudah cerita banyak ya. Dan jawabannya… sudah biasa kok.” Lagi-lagi Yora menjawabnya sambil tersenyum. “Waktu dulu dia masih taruna di akademi polisi juga kami nggak ketemu berbulan-bulan karena dia asrama. Dan sejak aku resmi jadi dokter, panggilan mendadak sering datang yang akhirnya bikin kami jarang ketemu juga. Jadi nggak begitu masalah sih—yah, aku harap.” Ia menaikkan kedua bahunya.

Ryeoru tertawa sambil menoyor kepala adiknya, “Hahaha, kalau nangis kangen jangan ke rumahku aja pokoknya.”

“Amin.” Yora menangkupkan kedua tangan sambil mengedipkan sebelah matanya bercanda, sebelum kembali pada Shinmi di hadapannya. “Hajiman, untuk ukuran orang yang baru pacaran tiga bulan, sepertinya kalian sudah kenal masing-masing pihak dalam sekali ya… Kalian bahkan sudah berencana serius, apa Shinmi-ssi yakin? Eh, tapi aku no offense ya.”

“Umm… bagaimana ya? Mungkin ini silly, tapi… sejak pertama bertemu dengannya, hatiku seperti langsung berkata: Dia, dialah orangnya. Begitu.” Jelasnya sambil tertawa kecil. Ryeoru sudah nyaris stress mengetahui akan datang lagi satu orang lebay di keluarganya (cukup Yora dan Donghae, titik) ketika tiba-tiba kelanjutan perkataan Shinmi membuatnya bahkan sampai menoleh. “Donghae oppa sering nangis di hadapanku. Padahal biasanya cowok gengsi sekali kan meneteskan airmatanya…”

“Jamkkan-yo. Nangis?” Ryeoru langsung memotongnya.

Shinmi mengangguk, “Hm, tapi entah kenapa aku nggak ilfeel sama sekali. Karena dia nangis untuk menumpahkan unek-uneknya, meringankan beban hatinya dari entahlah masalah apa—walaupun seringnya tentang kedua orangtuanya yang sudah meninggal, sih. Aku malah bercandain dengan manggil dia ‘cry baby’ saking cengengnya itu, ‘cry baby Hae’.” Jelas Shinmi sambil menerawang, mengingat asal muasal panggilan sayangnya (Baby Hae) pada sang kekasih.

Ryeoru kembali menyanggah, “Tapi Donghae selalu ceria kok, dia bahkan punya rekor sebagai player, dan bawelnya itu lho… Untuk dia nangis, dan sering, aku masih belum bisa—”

“Berarti itu tandanya dia sudah percaya banget kan sama Shinmi-ssi…” Yora menyela seraya menoleh pada sang kakak. “Dia bahkan berani nunjukin sisi lain dirinya, yang padahal selalu mati-matian disembunyikannya dari kita… Uwa jinjja, keluarga macam apa kita? Kita bahkan nggak pernah aware ada anggota keluarga kita yang nyimpen semua perasaannya sampai kayak gitu…” kata Yora seperti menyesali dirinya.

Shinmi langsung meraih tangan wanita yang sepertinya seumuran dengannya itu dan menggenggamnya erat, “Bukan, Donghae oppa bukannya nggak percaya sama kalian. Aku rasa… dia hanya merasa nggak enak jika masih harus membebani kalian dengan perasaannya itu, considering kalau keluarga Park telah berbaik hati mengangkatnya sebagai anak pasca tragedi kematian orangtuanya itu… Begitu menurutku.”

Ryeoru berdecak, “Tapi kita kan keluarga, for the God’s sake!”

“Tapi aku sepertinya sedikit ngerti sih eon…” Yora kembali bergumam. “Aku pasti juga akan seperti itu kalau jadi Donghae oppa… Tapi yah, yang namanya kecewa karena dia masih begitu sungkan sama kita setelah selama ini, rasa itu tetep ada sih…”

Shinmi hanya mampu terdiam menatap dua wajah wanita-wanita cantik keluarga pacarnya itu, tidak tahu harus berkomentar apa. Karena jujur, biarpun ia sudah tahu semua hal tentang keluarga sang kekasih (terima kasih atas komitmen keterbukaan di antara dia dan Donghae), tapi ia sendiri juga masih merasa 3 bulan masihlah amat baru, terlalu baru baginya untuk sok-sok akrab, sok-sok dekat dengan orang-orang yang nantinya akan jadi keluarganya ini juga.

“Eh tunggu, tapi gimana perlakuan dia selama ini ke kamu? Maksudku, kamu tahu kan dia itu playboy cap ikan nemo? Nggak bisa lihat cewek nganggur sedikit aja, langsung disikat.” Ryeoru kembali menistakan sang adik ketiganya itu.

Shinmi hanya terkekeh mendengarnya, “Ya… Aku sadar, dan juga sering lihat gadis-gadis cantik bertebaran di sekelilingnya… contohnya ya Yora-ssi dan Ryeoru-ssi.” Yora dan Ryeoru yang tadinya sudah harap-harap cemas mendengar kelakuan saudara mereka, langsung gubrak seketika. Shinmi tertawa kecil, “Hehe, tapi memang sih, aku tahu kok betapa cewek-cewek senang berada di sekitar oppa. Donghae oppa memang tampan sekali, baik, anggota kepolisian pula. Kurang keren apa coba? Maka itu, aku sudah sepenuhnya sadar akan konsekuensi pacaran dengannya, karena sejak hari pertama aku mengenal ‘ikan badut’-ku itu, aku sudah tahu, kalau seterusnya, hari-hariku nggak akan pernah sama lagi…* But it’s okay.” Ia tersenyum.

Yora dan Ryeoru menatapnya melongo. Cewek ini… titisan malaikat darimana ya?

“Eonni da… (Kamu eonni…)” Tiba-tiba Yora bergumam.

Ryeoru dan Shinmi segera menoleh ke arahnya, “Eh?”

“Eonni da…” Yora mengulang perkataannya. “Shinmi-ssi, eonni da! Eonni, kamu dewasa sekali, kamu eonni panutanku…”

Ryeoru langsung mendelik sementara Shinmi menahan tawanya, “Heh, jadi maksudmu aku bukan eonni yang patut jadi panutan gitu hah?”

“No comment.” Jawab Yora singkat. Shinmi makin tak kuasa menahan tawanya. “Tapi jeongmal, Shinmi-ssi… Kamu wise banget deh. Betul-betul seperti sosok eonni…”

Shinmi tersenyum, “Tahu sendiri ikan kita itu childish banget kan… Harus ada seseorang yang mengimbanginya. Dan sepertinya… aku memang dilahirkan untuk keseimbangan itu.*”

Lagi-lagi Yora menatapnya takjub. Selama ini ia selalu hidup dengan wanita barbar macam kakaknya itu (Ryeoru: apa, siapa?? (¬_¬) ), dan tiba-tiba sekarang muncul sesosok kakak perempuan yang anggun dan dewasa, kakak perempuan yang setipe dengannya. Wanita ini, harus menjadi bagian keluarganya!

“Kita betul-betul harus meyakinkan appa dan para tetua untuk merestui Donghae oppa dan Shinmi-ssi, eonni… Kita betul-betul harus.”

Ryeoru yang diajak bicara hanya mampu terbengong-bengong menatap sang adik. Biasanya dia selalu tenang, tumben sekali dia begitu berapi-apinya sampai seperti itu?

TBC

Advertisements
 
23 Comments

Posted by on February 21, 2011 in Super Junior, [THE SERIES]

 

Tags: , , , ,

23 responses to “[THE SERIES] DON’T CALL ME OPPA – Chapter 1

  1. lolita309

    February 21, 2011 at 4:15 pm

    tribute kedua! buat reader setia, babyhae-ku, kado kelulusan dari kuliah juga ya hehehe :p

    (padahal tribute buat saera juga belum selesai, mian ._.)

    trus ttg judul, suer saya juga belum nemu judul yang pas, ada usul? :3

    oh ya, yang tanda * di kalimatnya shinmi, itu diambil dari perbincangan nyata lhoo hohoho~

     
  2. oepieck

    February 21, 2011 at 6:22 pm

    hwa~ keren”. akhirnya hae tobat! *plok plok plok
    suamiku dah g peduli ama hae lagi, hahaha~ ya kan, seluruh dunianya teralih pada saya! Huhahaha *ketawa setan
    baru kali ini ngeliat sisi kakak-adiknya Ryeoru ama Yora. Kekeke~ lucu”.
    trus, dibolehin nikah kagak tuh? Kan secara teknis mereka bukan satu keluarga inti..

    halah, nyante aja onnie, aku biasa” aja kok. gak usah buru”, ntar malah g asyik ceritanya 🙂

    eh, emang onnie baru aja lulus y?

    Oh, iya, buat babyhae, selamat atas kelulusannya, ^^

     
    • lolita309

      February 22, 2011 at 11:20 am

      masalah tentang teknis keluarga intinya, semua ada di part 2 yaa~ hoho

      eeeh, aku mah engga.. itu maksudnya tribut ini sekalian buat kado kelulusan juga ya… gitu 😀

      gomawo uda baca+komen sayang^^

       
      • Oepieck

        February 22, 2011 at 12:37 pm

        owalah~
        iya sama” onnie, ^^

         
  3. Iwang~

    February 21, 2011 at 7:03 pm

    Akhirnya bang donghae pnya tambatan hati yg sbenar2nya. .
    Kekeke~
    smangat bang. .
    . . .
    Serasa ada yg beda ama gaya bahasa.a. .
    Hehe. .
    Rada ngejlimet. .*sok bnget, pdhal bikin ndiri aja g bsa. . :P*. .
    Tapi tetep seru . .heu. .

     
    • lolita309

      February 22, 2011 at 11:22 am

      jia ilah donghae cikiciww *apadeh* :p

      hahaha, njelimet ya? ini POV-nya donghae sih, jadi maklum aja doi emang suka lebay bahasanya (mengkambinghitamkan orang)

      gomawo uda baca+komen sayang^^

       
  4. babyhae

    February 21, 2011 at 10:18 pm

    yooooo!!! saya datang!!!!!!!

    pertama-tama,,,,*deep bow* jeongmal gamshahamnida to Lola-ssi

    saya suka banget sama ceritanya. gaya bahasanya ringan, jadi buat orang yang baru selese ujian dan peres otak macam saya, ini sangat-sangat mudah dicerna. tapi nggak berarti yang dulu-dulu nggak bagus lho ya, yang dulu bagus kok…karya2 Lola-ssi selalu bagus 😉

    * oke…entah Lola tau dari mana,,,itu di sini saya guru honorer bahasa inggris? dunia nyata, saya guru honorer bahasa inggris. tolong jelaskan apa ini kebetulan? atau emang udah takdir?? wkwkwk…gila!! kaget bacanya. bisa sama gitu XD

    * Shinmi di sini,,,99% persis sama. Kau tau, saya berasa liat cermin dalam bentuk kalimat. Sifat, cara ngomong, bahkan cara berhadapan sama orang baru…99% identik. WOW!!

    * kalimat > saya mengenali beberapa kalimat di sini ahahaha….sepertinya itu adalah obrolan curhatan kita di komen…saya jadi bangga sendiri, kalimat saya bisa pas di sini^^

    * hubungan si kembar > di sini hubungan si kembar makin keliatan deketnya. seneng gitu bacanya, jadi bisa ikutan ngerasain gimana enaknya punya sodara kembar^^

    * teuki : salut!! sekonyol2nya dia, urusan rumah tangga selalu serius. cara gambarinnya juga oke. biar singkat, tapi jelas banget gimana emosinya Teuki. kerenn

    * buat Yora sama Ryeoru,,,tolonglah calon ipar kalian ini wkwkwk

    *buat Oepieck : terimakasih atas ucapannya^^

    Last, thank you so much, Lola. this is awesome. The most precious gift for my graduation *deep bow*

    P.S. astaga! komen saya berderet macam kereta api XD

     
    • lolita309

      February 22, 2011 at 11:54 am

      sama2… *ikutan bow juga*

      hehe gomawo^^

      * oh yaaa? wah sepertinya saya memang bakat cenayang hahaha XD

      * hehe, bagus deh kalo mirip sama aslinya kamu, tuh kan saya bakat cenayang lagi :p

      * DING DONG DAENG!! betuull~ itu adalah sesi curhat kita. dan kenapa pas, karena ya saya pas-pasin :p abisnya saya pengen banget itu muncul disini, biar sense of belonging-nya ff ini juga kerasa di kamu^^

      * yak, kalo masalah rasanya punya sodara kembar saya juga gatau sih, cuma mbayangin aja gimana kalo dua orang itu interaksi yaa~

      * sisanya saya sampaikan ke tokohnya masing2 ya hohoho^^

      hahaha, jawaban saya juga barerot nih jadinya -.- XD

       
    • Oepieck

      February 22, 2011 at 12:57 pm

      sama-sama, ^^

       
    • babyhae

      February 22, 2011 at 2:21 pm

      ahahah….cenayang yang satu ini DAEBAK!!

      iya nih, karena ada sesi curhat kita, jadi berasa ini FF emang special gitu ahahaha..keren deh intinya *tepuk tangan sambil ngajakin nemo* XD

       
  5. Zarararakuda

    February 22, 2011 at 3:00 am

    Mian onn jarang dateng.nasib anak kelas 9 T.T

    buset yora udh hamil?! Kapan kawin?! (menyelidik) saya cari dulu yee

     
    • lolita309

      February 22, 2011 at 11:59 am

      waah ada lagi anak kelas 9 (perasaan temen2 saya kok ya siswa ujian SMP semua -.-)

      hahaha, cari gih. hint: marriednya di ceritanya Kyu.

      semangat ujiannya yaa sayang, rajin belajar biar bisa masuk sma favorit!^^

       
  6. wiehj

    February 23, 2011 at 1:36 pm

    Saya ĿªGi abis ide bwt komen nee thor..
    Maap yah klu komen na bakal cman seiprit(?)
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Ngakak abis pas awal2,pas bag hae lge ngobrol am hyuk..hahahah,si hae babo bgtt..
    Baguslah intinyaa..hohoo
    Dinantiii klanjutan the series 🙂

     
  7. hwangminmi

    February 24, 2011 at 10:08 am

    keren waaa~
    sayangnya bias ku gak ada di ff ini *lirik kibum*

    pindah ke sungmin aja deh~ XD
    #dihajar

     
    • lolita309

      February 24, 2011 at 12:49 pm

      haha, iyaa ga ada.. tapi kayanya bakal ada lagi deh ttg kibum, aku uda kepikiran soalnya, mau ikutan maen? kkkk~

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: