RSS

[THE SERIES] NAE IREUMEUN JO KYUHYUN – Part 3 (END)

10 Dec

NAE IREUMEUN JO KYUHYUN (NAMAKU JO KYUHYUN) – Part 3 [END]

(Part 1; Part 2)

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Kyuhyun


“Oppa, aku boleh lihat ijazah SMA-mu ga?” Dambi mulai melancarkan aksinya mengumpulkan berkas-berkas Kyuhyun dengan menghubunginya selama perjalanan ke sekolah.

“Eng?” Kyuhyun yang sedang mengelap meja ruang rapat senator terbingung-bingung sambil terus menahan ponselnya agar tetap menempel di telinga dengan bahu.

“Lihat nilai-nilai oppa jaman SMA dulu pasti aku jadi semangat biar pinter kayak oppa juga, boleh ya?” Bujuk Dambi. “Ya, oppa? Bawa malam ini ya? Kita belajar di rumah Chunnie lagi kan?”

“Iya, iya.” Jawab Kyuhyun akhirnya. Dambi nyengir-nyengir sendirian di kursi belakang mobilnya itu. “Udah ya, aku mau lanjutin kerja dulu. Kamu belajar yang bener di sekolah. Oke? Annyeong.” Tutup Kyuhyun.

***

“Appa, igeo.” Dambi menyerahkan sebuah map berisi berkas-berkas Kyuhyun yang berhasil ia dapatkan semalam. Biar putri pejabat ternyata anak ini bakat nyopet juga, buktinya selain ijazah Kyuhyun yang berhasil ia fotokopi diam-diam, ia juga berhasil mengambil KTP Kyuhyun dari dompetnya dan memfotokopinya juga. Tak lupa ia memfoto Kyuhyun dan mengedit latarnya agar terlihat seperti pasfoto. *author aja ga nyangka*

Jo Taewang tak menghiraukannya dan tetap menghirup kopinya, “Appa berubah pikiran. Kecuali kamu setuju appa mengangkat anak itu, appa tidak akan mengabulkan permohonanmu mensponsori anak ini kuliah.”

Dambi melongo, “Lho? Kok appa plin-plan begitu?”

“Mau atau tidak? Malam ini appa akan mengajak calon oppamu kemari untuk makan malam, tolong cepat putuskan.”

“Masalah appa apa sih?” Dambi mulai jengkel.

“Masalah kamu apa?” Jo Taewang memang selalu menerapkan demokrasi pada putrinya ini, kebebasan berpendapat tapi masih bertanggung jawab.

“Pemuda yang aku bilang itu memang potensial sekali, aset bangsa yang berharga.”

“Nah calon oppamu itu punya minat politik yang sama dengan appa, pemikiran-pemikirannya akan negeri ini betul-betul mengagumkan, dan dia yatim-piatu. Pantas kan appa mengangkatnya?”

“Aku mau pergi main.” Kata Dambi sambil berdiri dari kursi makannya.

“Tidak boleh, ajak saja teman-temanmu kemari. Biar mereka bertemu oppamu juga, pasti mereka akan suka padanya.”

Dambi langsung mendelik dan segera berlari ke kamarnya. Kedua ayah dan anak ini betul-betul tidak sadar kalau mereka sebetulnya sedang meributkan orang yang sama…

Malamnya,

Hm? Mataku terpaku pada sebuah motor sport biru dan mobil Bentley putih yang terparkir di bagian terluar garasi rumah Jo Taewang-ssi ini, begitu memasuki halaman rumah pejabat itu dengan mobil jemputan yang dikirim Jo-ssi untukku dan barang-barangku. Ya, rencananya mulai hari ini aku akan memulai hidup baruku dan tinggal disini, sebagai Jo… Kyuhyun. Wow, aku bahkan masih belum yakin mengucapkan nama tersebut. Ini mimpi bukan sih? Ini semua betul-betul berkat Siwon Hyung! Kekagumanku pada secret service memang tidak salah…

Oke, kembali ke masalah mobil dan motor mewah tadi. Mereka persis sekali lho dengan motor Yoochun dan mobil Junsu… Well, kelihatannya kendaraan mereka ternyata pasaran, ya, di kalangan atas…

“Silakan, Tuan.” Panggil seseorang sambil membukakan pintu mobil untukku. Aku pun seketika tersadar dari lamunan.

“Oh, ya.” Kataku sambil turun. “Jo-ssi neun… eodiisseumnida? (Jo-ssi dimana?)”

“Mari, saya antar.” Kata pria setengah baya dengan setelan jas hitam itu lagi sambil membimbingku masuk.

Rasa kagum pada ayah angkatku itu pun langsung tumbuh di benakku begitu memasuki rumah ini. Lihat saja, rumah ini bahkan tidak terlalu besar dan bermewah-mewah seperti rumah Yoochun, misalnya (rumah orang kaya aku hanya pernah memasuki rumah Yoochun saja sih). Dan perasaan ini… biarpun cukup besar, rumah ini betul-betul terasa homy dan tidak terkesan angkuh. Sepertinya seorang Jo Taewang betul-betul adalah pejabat yang jujur. Padahal jika ia mau, di dunia politik pasti penuh dengan ‘sumber-sumber uang’ yang bisa dengan mudah dikeruk.

“Kyuhyun-ah.” Sapa Jo Taewang sambil bangkit dari sofanya di ruang tamu. “Butler Cha, tolong panggil nona dan tuanmu di atas, suruh mereka turun makan.” Pintanya yang langsung dijawab bungkukan sang butler. Tu—tunggu…

“Tuan? Saya pikir Anda hanya punya seorang putri, Jo-s—” Jo-ssi langsung menaikkan alisnya, “—appa.” Koreksiku malu, sambil menundukkan kepala.

“Teman-teman putriku datang hari ini, mereka semua ingin bertemu denganmu juga. Mari kita ke ruang makan.”

Akupun berjalan mengikutinya dan mengambil tempat di kirinya di ruang makan.

“Kenapa kamu belum berhenti juga dari pekerjaanmu, Nak?” Tanya ayah angkatku saat mengobrol selama menunggu adik baruku dan teman-temannya. Aku mendongak.

“Oh, joisonghamnida. Saya… pikir An—appa—cuma bercanda waktu bilang itu…” Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. “Tapi omong-omong, jadi sekarang saya betul-betul sudah jadi anak keluarga Jo, Pak—maksud saya, appa?”

“Aigo, ne, JO KYUHYUN.” tekan ayahku sambil tersenyum. Jo Kyuhyun… Merdunya namaku kini terdengar… Hidungku sampai kembang kempis saking terharu mendengarnya. “Ah, mari kita minum kopi dulu.” Lanjutnya begitu melihat pelayan yang membawakan kopi untuk kami.

Tapi kemudian…

PRANGG!!

“Ouch, panaas!!” Teriakku begitu cangkir berisi kopi panas itu alih-alih mendarat di meja malah tertumpah di lengan telanjangku.

“Kyuhyun-ah!” Jo-ssi langsung bangkit dari duduknya dan menghampiriku.

“Joisonghamnida Tuan, joisonghamnida…” Kata si pelayan sambil membungkuk tanpa henti padaku.

Aku menggeleng. Aku seperti melihat diriku, Kyuhyun si cleaning service ceroboh saja. “Tidak, tidak apa-apa.” Kataku sambil masih meringis menahan sakit.

“Cepat ambil obat!” Suruh ayahku.

Si pelayan langsung berlari dan segera kembali dengan sebuah salep di tangannya. Ia memakaikannya hati-hati ke luka melepuhku. Tapi… kenapa rasanya…

“Panas, panas!! Aaww, ini panas sekali, sakit…!” Aku menggigit bibirku keras-keras.

Butler Cha yang baru datang langsung merebut salep dari tangan pelayan yang kebingungan itu dan mengoleskannya di tangannya sendiri. “Ini balsem…! Jiwoon, apa yang kau lakukan?? Tuan Muda, maafkan pelayan bodoh ini, Tuan…” Katanya sambil mengangkat lenganku dan mengipasinya. Disaat itu aku mendengar suara canda-ria remaja dari tangga dibelakangku. Sepertinya adik baruku dan teman-temannya sedang turun, tapi aku betul-betul terlalu kesakitan sehingga tak ada waktu menengok untuk melihatnya.

“Appa, ada apa?” Terdengar tanya manis seorang gadis. Hei, tapi rasanya suara ini familiar… Langkah kakinya terdengar lebih cepat, mungkin karena penasaran kenapa banyak orang merubungi satu kursi begitu saja, kursiku. “Apa itu oppaku? Oppaku kenapa?” Tanyanya sambil menyeruak kerumunan. Ia seperti khawatir, tapi mengapa terdengar begitu… palsu?

“Annyeonghaseyo, Jo Dambi imni—Kyu oppa??”

“Kyu op—MWORAGO??”

Keroyokan suara-suara lain yang sangat kukenal terdengar berteriak kaget. Aku mendongak dan menemukan keenam murid privatku.

“Ka—kalian? Kalian ngapain disini??”

“KYU?? Kamu ngap—omo, omo, jangan bilang kamu oppanya Dambi!” Tebak Changmin yang langsung diikuti tampang shock kawan-kawannya.

“Lho, kalian saling kenal?” Tanya ayahku bingung.

“Appa pasti belum membuka berkas-berkas temanku yang aku kasih tadi pagi kan? Bukalah.” Kata Dambi yang masih belum mampu menyembunyikan kekagetannya. Ia tak lepas-lepasnya memperhatikan lukaku, begitu juga teman-temannya. Mereka semua memandangku takut-takut, bahkan beberapa sudah sikut-sikutan di belakang. Ada apa sih ini?

“Ne, waeyo? Kamu tidak suka dia, Dambi? Bagaimana dengan kalian? Yoochun, Junsu, Saehyun, Minji, Changmin?”

“Ani, animnida, appa. Kalau dia, aku mau sekali ia jadi oppaku! Ya.” Akhirnya Dambi tersenyum, biarpun masih terlihat khawatir. Pasti ia sangat was-was dengan lukaku. Adikku baik sekali. Ayahku juga ikut tersenyum.

“Geu—Geureom, mari kita rayakan, terlahirnya Kyuhyun yang baru, JO KYUHYUN!!” Teriak Junsu si party-goer, agak gagap diawal. Ah, mereka pasti hanya masih kaget karena kebetulan ini.

Maka akupun tersenyum. Ya, aku yang sekarang adalah aku yang baru, Kyuhyun yang memiliki nama keluarga. Dan mulai sekarang aku juga akan bisa dengan bangga berkata: NAE IREUMEUN, JO KYUHYUN.

 

END

 

Merasa ada yang aneh dengan sikap Dambi dkk? Eeeemaang~ wkwkw :p

Semua akan terjawab di after story, tunggu ya^^ *wink*

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on December 10, 2010 in DBSK, Super Junior, [THE SERIES]

 

Tags: , , , , , , , ,

4 responses to “[THE SERIES] NAE IREUMEUN JO KYUHYUN – Part 3 (END)

  1. Oepieck

    December 10, 2010 at 10:53 pm

    Bgus onnie! Johayo!

    Itu changmin, junsu, ama yoochum kelakuan.a emank pada sarap y?
    Mereka (dambi dkk) emank agak aneh sh.
    Btw, dambi itu usia SMA y? Brarti waktu itu donghae nyium anak sekolahan dong? AAAA!! *apadeh.

    Pasti dtunggu lanjutan.a! ^^

     
  2. lolita309

    December 12, 2010 at 9:11 am

    Iyaaaa namanya juga donghae asal sikat aja. Wkwkw~ :p

    Ditunggu yaa saeng lanjutannya 🙂

     
  3. wiehj

    December 12, 2010 at 12:55 pm

    Ud baca smlem tpi bru bsa komen skrg..mian cingu,inet lemot smlem :p
    Dambi am appa nya nyadar ‎​Ĵчğå klu tnyta mreka ngomongin org yg sama..pasti pas taw,ekspresi mreka b2 lucuu dh.wkkwkwk
    Menantii after story nya!!crta kyu-jiwon jugaa ditunggu..
    Lanjutannya asap yah cinguu..lanjutan the series lain nya ‎​Ĵчğå asap 🙂
    Kerennn ff nya!!lanjutkannn!! ;p

     
    • lolita309

      December 12, 2010 at 12:57 pm

      Sippo sayang^^
      Gomawo supportnya, baca ff aku terus yaa 🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: