RSS

Diary of The Future (Mirae’s Diary) – Part 1

02 Dec

DIARY OF THE FUTURE (MIRAE’S DIARY*)

*’Mirae’ means ‘future’ in Korean

Written by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: SJ Eeteuk

 

Plukk!!

Sebuah buku jatuh tepat di atas kepala Mirae yang sedang menyebrang jalan melalui zebra-cross. Ia buru-buru menangkap buku itu sebelum terlanjur jatuh ke jalan, dan kemudian menengadah ke atas sambil masih mengelus-elus kepalanya yang sakit setelah kejatuhan buku tadi. Hanya ada langit… Ya iyalah, dia kan di tengah-tengah jalan raya, pohon pun tak ada yang naungannya sampai kemari. Lalu, dari mana buku ini?

Mirae membolak-balik buku tersebut dalam perjalanannya ke McDonald’s yang tepat berada di seberang jalan untuk makan siang. Ia memang terbiasa makan siang di restoran fast food semenjak ibunya meninggal dunia, dan baru memasak malam harinya ketika sang ayah pulang (yang tidak setiap malam pulang juga) dan mereka bisa makan bersama. Ia cukup mahir memasak, sungguh, hanya baginya, untuk apa memasak jika hanya dirinya sendiri yang merasakannya?

Sebuah jurnal? Mirae bertanya pada dirinya sendiri sambil menyeruput cola-nya. Ia masih mengobservasi buku misterius yang jatuh dari langit tadi. Sudahlah, aku pikirkan nanti saja akan kujadikan apa, pikirnya sambil memasukkan buku itu ke dalam tas dan mulai menggigit burger-nya.

***

“Appa ga jadi pulang lagi?” tanya Mirae kecewa via telepon. Sudah dua hari ayah-nya menunda kepulangannya dari kunjungan kerja ke luar kota yang rencananya hanya akan berlangsung 3 hari itu. Padahal makan malam sudah memenuhi meja, siap menunggu dihabiskan oleh sang pemilik rumah dan sang putri. Mirae tidak menunggu penjelasan ayahnya dan segera mematikan telepon, ia kesal sekali.

Ia masih sibuk bersungut-sungut ketika menyadari buku yang menjatuhi dirinya tadi siang tersembul dari dalam tasnya. Ia mengambil jurnal itu.

“Diary.” Tiba-tiba kata benda itu keluar dari bibirnya. Ia tidak pernah menulis diary sebelumnya, tapi kejadian hari ini, dikhianati sang ayah untuk kesekian kalinya, telah membuatnya betul-betul merasa membutuhkan seseorang—atau sesuatu—untuk diajak berbagi. Dan berhubung ia tidak punya siapa-siapa—sahabatnya, Go Ji Eun, sudah terlalu sering mendengar keluhannya tentang sang ayah, kasihan jika ditambah-tambah lagi—, maka ia akan mencoba menulisnya dalam jurnal ini.

Oke, senang bertemu denganmu, Diary. Namaku Mirae, Yoon Mirae, ia menulis di atas tempat tidurnya. Seperti yang kamu lihat, appa kembali tidak pulang. Aku tahu ia sengaja menyibukkan dirinya sendiri semenjak umma pergi, tapi tidakkah ia sadar bahwa bukan hanya dia yang sedih karena kepergian umma, tapi aku juga? Aku benci appa, tetapi juga merindukannya di saat yang sama. Kalau bisa, rasanya aku ingin ia pulang sekarang juga…

Teman barumu, Mirae.

Ia meletakkan pulpennya dan menyadari malam sudah larut. Mirae pun menarik selimutnya dan tertidur pulas…

 

“Heh? Appa, kapan pulang??” pagi-pagi sekali, ketika keluar kamarnya untuk minum, Mirae menemukan ayahnya tiba-tiba sudah membaca koran dengan santainya di ruang makan.

“Dini hari tadi. Kemarin tepat setelah kamu telepon, bos Appa bilang Appa ternyata udah boleh pulang, udah dibeliin tiket kereta malam segala. Ya udah Appa pulang, lagipula udah kangen juga sama kamu. Sini sini, aigoo~ baru ditinggal 5 hari, kayaknya Yoon Mirae udah tambah cantik aja deh.” Goda ayah Mirae.

Mirae menahan-nahan untuk tidak terbang dipuji ayahnya yang terhitung ‘duren—duda keren—‘ itu. “Iih, apaan sih, udah ah aku mau mandi, mau telat nih.” Katanya sambil berlari ke kamarnya lagi.

“Berangkatnya bareng ga??” teriak sang ayah dari tempatnya duduk.

“Bisa? Tumben.” Jawab Mirae singkat.

“Soalnya nanti malem Appa pulang telat lagi…”

Hhh~ Mirae menghela napas, sudah tahu kalau pasti semua ada harganya, berangkat bareng ditukar kesempatan makan malam bersama. Tapi ia tersenyum, tak apa, yang penting appa kesayangannya sudah pulang…

***

Mirae suka sekali sama Super Junior. SUKAAAA SEKALI, terutama terhadap sang leader Eeteuk. Dan sebentar lagi mereka akan konser, sedangkan tabungan Mirae belum cukup biarpun ia sudah menabung sejak tahun baru, tahu sendiri tiket SuperShow mahalnya minta ampun *author curhat, tabungan setaun abis buat nonton SS2 di Malay T.T*. Mau minta ayahnya, yang ada nanti malah dilarang nonton, tahu sendiri juga SuperShow selesainya malem banget *curhat lagi*, dan ayahnya adalah ayah paling overprotektif sedunia. Di sekolah, Mirae tambah stress kalau mendengar teman-temannya yang sudah membeli tiket, buat spanduk, dan sebagainya, MUPENG! Makanya, semakin dekat konser itu, Mirae juga semakin sensi kalau sudah ada temannya yang mulai ‘menyenggol-nyenggol’ masalah SuperShow.

Tiba-tiba siku Mirae menyenggol tas sekolahnya sendiri yang ia letakkan di atas meja, dan plukk! Sebuah buku terjatuh.

“Diary? Sejak kapan aku bawa-bawa diary ke sekolah?” Mirae bingung sendiri. “Ah, tapi… pas banget. Diary, aku curhat ya,

“Mau nonton SuperShow, huhu…

Eh, oh iya, kamu belum tahu SuperShow itu apa ya? Itu konsernya grup favorit aku, Super Junior.

Tapi tiketnya mahal sekali… tidak terjangkau kantong pelajar seperti aku lah, biarpun memang sesuai sama servicenya, sih…

Haah~ andai tiba-tiba ada orang ngasih aku tiket SuperShow cuma-cuma… Agak tak mungkin sih tapinya—

“Mirae-ya!” tiba-tiba seseorang mengetuk mejanya ketika Mirae sedang asik menulis. Mirae kenal betul suara itu, sahabat kentalnya sejak playgroup, Ji Eun.

“Hm?” Mirae menggumam, masih melanjutkan ‘curhatannya’ di diary barunya itu.

“SuShow—“

“Dilarang ngomongin SuShow di depan Yoon Mirae.” Potongnya pada gadis cantik yang—sayangnya—tomboy itu.

“Oh, yaudah, padahal tadinya aku mau ngajakin kamu nonton bareng, kakakku tau-tau ga bisa ikutan padahal tiketnya udah dibeli. Aku kasih orang aja deh—“

“Ne??? Andwae, andwae, andwae, ANDWAE!” sela Mirae cepat begitu mendengar perkataan temannya itu. Ia memegang ujung rok Ji Eun dan menolak melepasnya sampai Ji Eun menoleh ke arahnya lagi.

Ji Eun akhirnya menoleh, “Makanya kalo orang ngomong itu dengerin dulu…”

“Hehehe, ye, Go Ji Eun Agassi~ Eh, tapi kita beneran nonton SuShow bareng kan? Omona~ Gomapseumnida, Go Agassi, jeongmal gomapseumnida…” Mirae nyengir. Ji Eun mencibir, anak ini kalau ada maunya aja, panggil-panggil ‘Agassi’. *geleng-geleng*

Yaaayy, SuShow!!

***

Eeteuk suka sekali berlari. Ya, lari. Karena ia merasa sangat bebas dengan berlari, apalagi jika ia sedang banyak pikiran, berlari melepaskannya dari segala rasa stress-nya itu. Makanya, dia lebih memilih berlari daripada naik kendaraan jika memang memungkinkan, seperti kali ini. Pemotretan kali ini mengambil tempat yang tidak terlalu jauh dari dorm-nya, yang berarti ia sebetulnya tidak perlu naik mobil kesana. Apalagi dia lumayan familiar dengan wilayah ini, secara ini masih termasuk lingkungan tempat tinggalnya kan?

Tapi ia juga sadar kalau hobinya ini memang hanya bisa disalurkan di waktu-waktu yang mendukung, seperti subuh hari, ketika kebanyakan orang masih terlelap dalam tidurnya, atau ketika hujan, dimana para pengguna jalan masing-masing sibuk dengan caranya sendiri menghindari hujan, dan tidak akan terlalu memperhatikan pengguna jalan yang lain. Dan kebetulan jadwalnya kali ini memenuhi syarat waktu yang pertama.

Pemotretan kali ini mulai pukul 8, jadi sejak subuh Eeteuk sudah siap ‘menyalurkan’ hobinya: lari. Ia memakai topi dan jaket baseball-nya, juga masker. Menyandang tas olahraganya, ia tak lupa mengecup dahi roommate yang sudah ia anggap anak(?)nya sendiri, Donghae, yang masih tertidur sebelum pergi. Sampai hari ini sih belum ada orang yang pernah memergokinya dengan hobinya ini, dan ia sangat PD kalau ia masih akan dapat mempertahankan itu hari ini.

Eeteuk meninggalkan dorm-nya dengan hati riang. Matahari bahkan belum terbit benar. Ia berhenti, memejamkan matanya, dan menghirup udara pagi ini dalam-dalam seakan ia tidak akan bisa lagi menikmatinya esok hari. Ia baru saja mulai berlari lagi dengan kecepatan maksimum ketika tiba-tiba menabrak seorang gadis berseragam yang sedang berjalan dari arah yang berlawanan, dengan sebuah buku dan pulpen di masing-masing tangannya. Eeteuk langsung panik. Fangirl?? Gawat!

 

Akhirnya Mirae menyadari juga kalau sepertinya ada yang aneh dengan diary barunya itu. Hanya kebetulan, atau memang setiap ia menuliskan apa yang inginkan, diary itu akan mengabulkannya?

Sejak kasus kepulangan ayahnya yang tiba-tiba, tiket SuShow gratisan, nilai ulangan bahasa Perancis-nya yang membaik, sampai gurunya yang tiba-tiba tidak bisa mengajar karena sakit pasca ia curhat di diary-nya jika andai saja pelajaran itu kosong hari itu…

Mirae tiba-tiba aja kepikiran hal ini pas bangun tidur. Ia sampai ga bisa tidur lagi gara-gara penasarannya, padahal ini masih jauuuh banget dari jam masuk sekolahnya. Ia harus mengetesnya. Harus! Tapi, keinginan apalagi ya? Jika diary ini betul-betul ajaib, berarti keinginannya juga harus yang versi daebak! Umm…

Umm…

Mirae masih sibuk berpikir bahkan di jalan menuju sekolahnya. Di rumah buntu ide, makanya siapa tahu sembari menghirup udara segar ia juga bisa dapat ilham. Ia sengaja berjalan lambat-lambat, masih jam segini juga. Dia ga berniat bantuin penjaga sekolah nyapu-nyapu sekolahan dulu kok. Umm… apa yang harus ia tulis ya kali ini??

Aha! Mirae segera memencet pulpennya dan mulai menulis.

Dear Diary, kamu tahu kan aku suka banget sama Super Junior’s leader Eeteuk? Malah sepertinya nyaris seluruh tulisan aku tentang Super Junior ada dianya ya. Selama ini aku hanya bisa lihat dia via media-media. Jadi penasaran, aslinya dia sebetulnya seperti apa ya? Biarpun mustahil, rasanya aku ingin bertemu dengannya…

Baru saja Mirae memberi titik terakhir di tulisannya, ia merasakan seseorang menabrak tubuhnya keras sampai terjatuh.

 

<TBC>

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on December 2, 2010 in Super Junior

 

Tags: , ,

8 responses to “Diary of The Future (Mirae’s Diary) – Part 1

  1. Oepieck

    December 10, 2010 at 11:11 pm

    Lagi penasaran baca.a tau2 tbc!
    Aduh, sumpah ini kalo g buruan dipost lanjutan.a bisa mati penasaran ini aku.*PLAKK!!

    Btw, tumben leeteuk bisa bngun pagi, kan dia susah mbangunin.a. Apa jgan2 kalo dia pulang dari lari2 dia langsung tidur gitu y? Trus d bngunin susah gara” capek. *argh! Saya mulai ngayal yang enggak”.

    Semangat ya onnie! Hwaiting!

     
  2. lolita309

    December 12, 2010 at 12:05 pm

    Emg si eeteuk kebo yaa? Malah gatau aku hahaha
    Stau aku yg kebo di suju tuh heechul. Kirain kalo leader bangunnya jg paling pagi #plakk

    Hehe, makasi saeng^^

     
  3. Oepieck

    December 12, 2010 at 6:16 pm

    Masama onnie! ^^

    Iya kan onn, orng heechul yg kasar itu mbangunin leeteuk gak bisa.
    Awalnya aku ngira.a juga leeteuk member paling rajin, apalagi habis nntn SJ Show yg di thailand. Tpi member lain ternyata setuju klo leeteuk itu member pling kebo.
    Kyak.a don’t judge a book from the cover itu emank bener y? Kekeke~
    Eh, kok malah ngomongin si leader y?

     
  4. lolita309

    December 12, 2010 at 6:24 pm

    Hahaha, biarin, orangnya jg bentar lagi wamil wkwkw *digorok teukbiased*

    Eh saeng, mau add ym km dong, di accept ya.. Ufi_mutual kan? 🙂

     
  5. oepieck

    December 13, 2010 at 6:32 pm

    udah aku accept onnie, makasih! ^^

     
  6. babyhae

    December 30, 2010 at 1:54 pm

    miaannn,,,baru sempet mampir lagi^^

    wahhh,,,pasti seneng banget bisa dapet diary begitu *mupeng* hehehehe

    seperti biasa, suka banget sama cara nyeritain detailnya^^

     
    • lolita309

      December 30, 2010 at 2:24 pm

      iyaa gapapa ko sayang 🙂

      hehe, asik kali ya? gomawo sayang pujiannya^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: