RSS

Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 3 (END)

16 Nov

AMONG YOU, ME, YOUR BOYFRIEND, AND MY BROTHER – Part 3 [END]

(Part 1; Part 2)

by: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: SJ Kyuhyun


“Siwonnie hyungie??!” teriak Kyuhyun di pertama kalinya mereka bertemu setelah skandal waktu itu. Chaerin baru saja menceritakan kejadian tadi malam yang juga membuat ketiga anak keluarga Choi dan Seo memberi reaksi yang sama dengan Kyuhyun saat ini begitu mendengar pengumuman yang begitu menggemparkan tersebut.

“Ssssstt,” Chaerin langsung membekap mulut Kyuhyun dengan kedua telapak tangannya. Untung di restoran Jepang ini Chaerin bersikeras ingin ruangan privat sebagai tempat bertemu mereka, jadi biarpun mungkin teriakan Kyuhyun tadi sedikit menarik perhatian, tidak akan ada yang bisa melihat pacarnya itu disini.

Kyuhyun menyingkirkan tangan Chaerin dari mulutnya, “Menurutmu aku bisa diam mendengar pacarku dijodohkan dengan orang lain?? Dan Siwonnie hyung bahkan bukan orang lain untukku!’ teriak Kyuhyun lagi.

Chaerin kini meletakkan telunjuknya di bibir Kyuhyun, mencoba menenangkannya kembali. “The good news is, Siwon-ssi tahu aku pacar kamu, nae sarang.” Terang Chaerin tenang. Kyuhyun menghela napas lega. “Setelah pengumuman itu, Siwon-ssi aboji (Siwon’s dad) menyuruhnya mengajakku berjalan-jalan di taman rumahnya… Yaa, ‘usaha pendekatan’ seperti itulah. Di saat itu Siwon-ssi bilang kalau ia mengenaliku, dari infotainment dan majalah-majalah yang membahas kita. Dan ia juga meminta maaf karena sepertinya ia akan menolak perjodohan ini, biarpun itu berarti ia harus bertentangan dengan ayahnya lagi. Such a gentleman, Siwon-ssi is.”

Kyuhyun mengangguk-angguk. Ia tidak merasa cemburu walau barusan Chaerin terang-terangan memuji Siwon di depannya, karena ia sendiri juga mengakui hal itu…

“The bad news is,” Chaerin kembali melanjutkan kalimatnya. “aku sepertinya akan menerima perjodohan ini.”

Sumpit dan mangkuk nasi Kyuhyun langsung terlepas dari tangannya begitu mendengar hal tersebut. “M-Mwo? Mworago?? (What? What did you say??)”

“Aku bilang, aku sepertinya akan menerima perjodohan itu.” Jawab Chaerin tenang. Ia mencoba menatap mata Kyuhyun biarpun hatinya terasa sakit. “Maksudku, kenapa aku harus menolaknya? Seperti yang aku bilang tadi, Siwon-ssi adalah seorang gentleman, tampan, dan… yah, tanpa Super Junior pun ia akan tetap kaya. Betul-betul—“

“Kamu berbohong, Seo Chaerin.” Kyuhyun meremas pergelangan tangan kekasihnya. Ia menatap Chaerin dengan pandangan marah.

“Aku tidak.” Jawab Chaerin tegas sambil mencoba menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun. Tidak bisa.

“Try better, nae sarang. Kecuali kamu lupa kalau aku telah mengenalmu seumur hidupmu.” Tantang Kyuhyun. Chaerin menunduk, ia menggigit bibirnya, menyadari hal tersebut benar adanya.

Tapi ia menguatkan hatinya dan menatap Kyuhyun lagi, “Bagaimana jika aku bilang, aku kurang pantas untukmu? Aku tidak cantik, aku—“

“Kamu cantik, lanjut.” Potong Kyuhyun. Ia hanya ingin menyampaikan itu saja dan mempersilakan Chaerin kembali melanjutkan menjelek-jelekkan dirinya sendiri—yang nantinya pasti akan ia tepis juga.

Chaerin tersenyum sinis, “Kenyataannya, di mata para fangirl, NO ONE is pretty enough to be with you, Cho Kyuhyun. TIDAK ADA ORANG BIASA yang cukup cantik untuk bersama dengan seorang Super Junior Kyuhyun!”

Chaerin bangkit dari duduk bersimpuhnya dan segera meninggalkan ruangan bertatami tersebut. Ia tidak ingin berlama-lama dan membiarkan perasaannya pada Kyuhyun menarik kembali semua kata-kata yang telah ia ucapkan. Dalam hati ia meyakinkan diri, bahwa Choi Siwon-lah masa depannya.

Di lain tempat, tepatnya di kafe langganan keluarga Choi tempat kedua kakak-beradik keluarga itu bertemu beberapa waktu yang lalu, Seowon melangkah terburu-buru menuju seorang waitress yang sepertinya baru selesai mencatat pesanan sepasang tamu di tempat itu. Ia menarik siku gadis itu keras, “Ikut aku!” katanya.

Seowon menariknya ke kantor manajer operasional kafe tersebut. Ia membuka pintu ruangan itu dengan kasar dan menemukan sang manajer yang langsung memandangnya dengan bingung.

“Ah, Choi Seowon-ssi, ada apa ini?” sapanya sambil berdiri dari duduknya untuk menyambut salah satu putra dari keluarga pelanggan setia kafenya itu.

Seowon mendorong waitress yang ketakutan sampai tak mampu berucap apa-apa itu ke sofa kecil yang terdapat di ruangan tersebut dan menjabat uluran tangan sang manajer, “Manajer Oh, privasi adalah hal yang dijunjung tinggi oleh kafe ini, betul?” tanyanya sinis.

“Y-Ye, tentu saja. Itulah mengapa keluarga Anda setia dengan kafe ini, bukan?” jawab sang manajer dengan bingung. Ada apa sebenarnya?

“Geureom (If that so), pelayan ini telah melanggar privasi saya dengan membuka laptop pribadi saya,” Seowon menunjukkan laptop hitamnya yang berada dalam tas jinjing kepada manajer itu, “dan lebih parahnya lagi, menyebarkan isinya kepada publik dengan TIDAK bertanggung jawab.”

Manajer Oh menatap karyawannya dan Seowon bergantian, sepertinya ia mulai dapat meraba kasus ini. Ia mempersilakan Seowon duduk di sofa yang terpisah, sementara ia duduk di sebelah si pelayan yang masih ketakutan, dan menanyakan kronologi kejadian itu kepada Seowon.

“Sekitar seminggu yang lalu, laptop saya tidak sengaja tertinggal di kafe ini, dan saya baru menyadarinya ketika malam sehingga laptop ini baru saya ambil keesokan harinya.” Seowon membuka pengaduannya. “Ketika itu, pelayan inilah yang mengembalikan laptop saya, ia juga mengaku sebagai orang yang menemukan laptop ini dan menyimpankannya. Saya tidak berpikiran apa-apa dan malah berterimakasih. Beberapa langkah setelah saya pergi, saya mendengarnya menerima telepon dan berbicara tentang berita besar, imbalan, infotainment, hal-hal semacam itu. Saya masih tidak punya pikiran buruk sampai ketika kemarin saya mulai menghubung-hubungkan kejadian ini dengan hal yang sangat tidak menyenangkan untuk saya, yang terjadi setelah itu.” Seowon mengambil jeda untuk menarik napas. “Intinya, saya yakin karyawan Anda telah menyebarkan salah satu materi dalam laptop saya—yang Anda tidak perlu tahu apa itu—yang jelas-jelas merupakan privasi saya, kepada berbagai pihak dengan semena-mena dan sangat tidak bertanggung jawab. Mohon kebijakan Anda.” Tutupnya.

“Benar begitu, Kang Hyechan?” sang manajer menatap karyawannya. Gadis itu menggeleng cepat sambil masih meringkuk ketakutan.

“Pembohong!” bentak Seowon yang sampai berdiri dari sofa karena teramat kesal. Tangannya terangkat seperti akan memukul pelayan itu.

“Aaaa! Ah, y-ye, betul saya yang melakukannya, saya tidak sengaja melihatnya ketika ingin mencari foto kakak Anda. Saya sedang butuh uang, dan saya pikir akan bisa menemukan foto pribadinya di laptop itu untuk dijual ke majalah-majalah. Tetapi saya malah menemukan foto-foto yang lain itu, saya hanya sedang butuh uang, sungguh, Choi-ssi, Manajer Oh…” jelas si pelayan dengan cepat karena ketakutan. Ia terus menunduk dan terdengar seperti akan menangis.

Seowon menekan kembali tombol record di ponselnya. Sebenarnya diam-diam sedari tadi ia telah merekam seluruh percakapan mereka sejak ia menarik gadis pelayan itu ke kantor manajer ini. Ia menatap sang manajer, “Saya percayakan pada Anda, Manajer Oh.” Katanya sambil meninggalkan kantor itu.

Tujuan selanjutnya: menemui Chaerin!

Seowon mengeluarkan ponselnya dan men-dial nomor gadis itu. Mudah-mudahan ia sudah mau mengangkat teleponnya, harap Seowon.

“Ne,” jawab Chaerin.

“Terima kasih sebelumnya sudah mau mengangkat teleponku, ada yang ingin aku tunjukkan padamu. Kita bisa ketemu?” tanyanya sok formal.

“Apa itu?”

“Bukti kalau bukan aku yang menyebarkan foto skandalmu ke publik.” Jawab Seowon dengan senyum lebar. Ia bangga sekali akan berhasil membersihkan nama baiknya.

“Tidak perlu,” balas Chaerin cepat. “Aku dan Kyuhyun sudah berakhir. Biarkan saja berita itu.”

Seowon tidak mempercayai pendengarannya, “Hah? Betulkah?” jadi aku punya kesempatan mendapatkanmu, kan? lanjutnya dalam hati. “Wah, sayang sekali. Kenapa?” tanyanya berpura-pura prihatin, padahal dalam hatinya menari-nari.

“Aku akan bertunangan dengan kakakmu, ingat?”

Seketika senyum Seowon lenyap. Dia tidak pernah berpikir kalau Chaerin akan menerima perjodohan itu. Saingannya kini lebih berat dari Cho Kyuhyun, karena ia adalah Choi Siwon, kakak kandungnya sendiri, yang memang selalu unggul darinya dalam segala bidang. Aaargh~ kalau tahu begini lebih baik Kyuhyun itu saja saingannya!

***

Chaerin kembali masuk sekolah setelah Kyuhyun membuat pernyataan pada pers tentang skandal mereka. Dalam pernyataannya itu, ia mengakui bahwa memang sejak SMA ia menjalin hubungan dengan seorang gadis, namun kini mereka sudah resmi putus. Nama Chaerin sempat disebut-sebut oleh para wartawan, tapi Kyuhyun memilih meninggalkan para wartawan itu tanpa menjawab.

Di sekolah sendiri, para siswi masih memandang Chaerin lekat-lekat tiap mereka berpapasan. Chaerin risih sekali. Di kelasnya hal yang sama juga terjadi. Seakan ada aura aneh antara Chaerin dan kawan-kawan wanitanya, padahal dulu mereka terbilang akrab. Seowon dan siswa-siswa pria lainnya yang tidak mengerti apa yang terjadi juga jadi ikut merasa risih dengan hal itu.

“Ada apa sih antara kalian?” Seowon yang sudah sangat merasa terganggu memberanikan diri bertanya.

“Girls,” jawab Chaerin singkat. “Aaahh, aku tidak punya teman lagi, deh…”

“Dan kenapa kamu tidak memulai percakapan?”

“I have, believe me. Tapi mereka mengacuhkan aku… Ya sudahlah, aku biasa sendirian juga—tidak, sih.”

Seowon menghela napas, “Girls. Bahkan seorang gadis saja sulit memahami ‘sejenisnya’. Jujur, kamu ingin mereka kembali, kan?” Chaerin mengangguk-angguk. “Then go for it, put more effort. Teman yang baik akan mengerti.” Sarannya sembari langsung meninggalkan Chaerin dan pemikirannya sendiri.

“Girls, aku mau bicara.” Chaerin akhirnya kembali memberanikan diri menghampiri kawan-kawannya di koridor ketika mereka pulang sekolah. Gadis-gadis itu menatap Chaerin sebentar, lalu kembali berbalik pergi. “Gajima (Don’t go).” Chaerin kembali buka suara. Teman-temannya menghentikan langkah mereka.

“Mianhae, jeongmal mianhae (Sorry, I’m so sorry). Maaf aku menyembunyikannya selama ini, tapi ya, aku pernah berpacaran dengan Kyuhyun, tapi sekarang kami sudah benar-benar putus jadi kalian tidak perlu khawatir… Aku hanya ingin punya teman, sungguh, dan aku tahu semua akan memusuhi dan selalu menilaiku jika aku menceritakan hal ini. Aku betul-betul ingin kalian kembali…” ia menunduk agar tidak kelihatan jika airmata mulai menetes di pipinya. Tiba-tiba ia merasakan seseorang memegang sebelah pundaknya. Chaerin mengangkat wajahnya.

“Memusuhi? Memangnya kamu anggap kami apa?” Shinae, salah satu dari kawan sekelas Chaerin memandangnya dengan tatapan marah. Tapi kemudian ia tersenyum, “Teman tidak akan melakukan hal seperti itu, apa kamu lupa janji kita? Kita akan saingan sehat untuk mendapatkan oppadeul (oppas), dan kamu tidak melakukan apapun yang melanggar peraturan tersebut… Tapi kamu bahkan tidak mau terbuka dengan kami, sampai kami sendiri yang harus mengetahui ini. Itulah masalah sebenarnya, kami kecewa denganmu, apa arti kami selama ini untukmu?  Memang sedikit menyakitkan, tapi kami pasti akan mendukung bila ada salah satu dari kita yang betul-betul mendapatkan salah satu oppa, ya kan?”

Tangis Chaerin semakin deras mendengar pernyataan teman-temannya yang mengiyakan hal tersebut. Tapi ia segera menghapus airmatanya dan tersenyum, “Gomawoyo… Tenang, kami betul-betul sudah berakhir kok.”

“Babo (Foolish),” Mina, salah satu temannya juga, berkata sambil mengacak-acak rambut Chaerin. Chaerin tertawa. “Kita akan tetap berteman biarpun kamu kembali berpacaran dengannya. Arasseo (understand)?”

“Em.” Chaerin mengangguk pasti seraya memeluk gadis-gadisnya. “Saranghae, chingu-ya (Love you, friends)…”

***

Bila dicari orang yang paling gusar mendekati hari pertunangan Chaerin, ia adalah Seowon. Selama ini ia berusaha tetap cool di hadapan gadis itu, padahal di rumah ia bolak-balik menghadap ayahnya, menelepon Siwon, bahkan menemui Kyuhyun hanya demi menggagalkan rencana pertunangan ini. Ia tidak rela, sungguh, tapi rasanya sudah tidak ada lagi yang mampu menghalangi ayahnya melaksanakan keinginan ‘sucinya’ itu, apalagi setelah Chaerin sendiri menerima perjodohan ini. Maka itu, biarpun sebetulnya Siwon menolak, tetap saja ia juga tidak mampu berkata apa-apa di hadapan ayahnya. Ia hanya mampu meminta maaf berkali-kali kepada Kyuhyun yang tiap kali juga selalu berkata, “Gwaenchana, jinjja (It’s okay, really)”, yang justru makin membuat Siwon merasa bersalah…

“Aku tanya sekali lagi, Chaerin-ssi. Kamu yakin?” Siwon menghampiri Chaerin di ruang tidur tamu di rumahnya. Sehari sebelum pertunangan ini Chaerin sekeluarga memang dipaksa menginap di kediaman keluarga Choi demi mempermudah jalannya acara.

“Mianhae, Siwon-ssi.” Chaerin hanya mampu menunduk menanggapi pertanyaan Siwon.

Siwon menepuk pundak Chaerin pelan, “Gwaenchana. Baiklah, kita bertemu satu jam lagi di bawah ya. Umm… aku mengundang Kyuhyunnie, tidak apa-apa kan?”

Chaerin langsung mendongak dan menatap Siwon yang sudah berada di ambang pintu, tapi kemudian ia menunduk lagi, “Ah, ye, gwaenchana.” Dan Siwon pun meninggalkan kamar itu.

“Aish, ‘gwaenchana, gwaenchana’, kenapa sih kalian semua selalu mengatakan hal itu?” Seowon yang sudah lengkap dengan jasnya memasuki kamar Chaerin begitu Siwon keluar. “Aku bosan sekali mendengarnya! Aku tahu, bukan ini yang kalian bertiga inginkan, tapi kalian selalu bilang ‘gwaenchana, gwaenchana’ seakan tidak ada apa-apa. Bikin muak saja!”

Chaerin menatapnya kesal, “Cukup deh, cepat atau lambat kita akan jadi saudara, jadi kita butuh gencatan senjata.”

“Bagaimana kalau aku tidak mau? Seo Chaerin, kamu tahu kan kalau selama ini aku menyukaimu? Aku tidak akan tahan jika harus bersaudara denganmu! Oh, jebal (please), kamu sendiri juga tahu bukan ini yang kamu inginkan!” Seowon berlutut dan menggenggam tangan Chaerin yang duduk di pinggir tempat tidurnya. “Ini kesempatan terakhir, Seo Chaerin, kamu tidak perlu mengkhawatirkan ayahku, itu urusan kami. Ah, sudahlah, silakan kalian bicara sendiri.” ia keluar sebentar dan menarik seseorang masuk bersamanya. Kyuhyun!

“Nae sarang.” Kyuhyun masih menyapanya dengan panggilan kesayangan mereka. Tanpa sadar Chaerin menitikkan airmata. “Jujur, aku masih tidak mampu dan tidak akan mampu melupakan kebersamaan kita, dan aku yakin kamu juga seperti itu. Kita pernah mengalami hal yang lebih besar daripada skandal ini, ingat ketika kamu tiba-tiba menghilang setelah kejadian di high school? Kita bisa mengatasinya, kan? Sunggguh, aku betul-betul trauma kehilangan kamu setelah kejadian itu. Lagipula, apa kamu tidak kasihan pada Siwon Hyung? Ia tidak tahu apa-apa, tapi terpaksa harus bertunangan dengan gadis sepertimu.” Katanya bercanda.

Chaerin tertawa kecil dalam tangisnya, ia mengangguk. Kyuhyun menghampiri dan memeluknya.

“Jadi, siap go public? Sungguh, aku tak tahan terus kucing-kucingan dari fans dan wartawan seperti ini. Mengenai fans, tenang saja, serahkan padaku. Mereka sebetulnya baik-baik kok, yah, mereka hanya hobi… menilai orang. Hehehe,”

Chaerin tersenyum dan melepas pelukan Kyuhyun, “Choi Seowon, masuklah. Aku tahu dari tadi kamu mencuri dengar. Dasar tak tahu sopan santun.”

Seowon keluar dari persembunyiannya di balik dinding kamar Chaerin di rumah itu sambil cengengesan.

“Gomawoyo… Tapi… katamu kamu menyukaiku, kenapa kamu membantu kami?” tanya Chaerin.

“Babo, menurutmu aku tega merebut tunangan kakakku? Jika kamu dengan orang lain, aku tidak akan segan-segan melakukannya, namaku Seowon bukan tanpa alasan.” jawab Seowon enteng. “Oh ya, kamu belum lupa ciuman kita, kan?”

Kyuhyun langsung menatap Chaerin, minta penjelasan.

“Choi Seowon, mau kubunuh, ya??” teriak Chaerin. “Itu kecelakaan, sungguh.” Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan sungguh-sungguh. Kyuhyun mengusap-usap rambutnya sambil tersenyum. Ia percaya pada Chaerin.

“Jadi, siap menghadap orangtua kita?” tanya Seowon. Chaerin mengangguk pasti setelah menghela napasnya. Kyuhyun mengenggam tangan Chaerin lebih erat, ia akan ikut melakukan pengakuan ini.

“Choi-ssi, joisonghamnida (I am sorry).” Kata Chaerin sambil membungkuk dalam di hadapan kedua orangtua Seowon.

“Seo-ssi, joisonghamnida.” Kali ini Kyuhyun yang menyampaikan permintaan maafnya pada kedua orangtua Chaerin juga dengan membungkuk dalam. Siwon dan Seowon langsung mengambil tempat di sisi Kyuhyun dan Chaerin, dan ikut membungkuk juga.

Kedua orangtua Chaerin juga Mrs. Choi menatap keempat anak yang masih membungkuk itu dengan bingung. Mereka semua kemudian memandang Choi-ssi yang masih diam seribu bahasa. Tapi kemudian, pria itu maju satu langkah dan mengelus punggung Chaerin. Chaerin menegakkan tubuhnya perlahan.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian, tapi aku telah menganggapmu putri sendiri sejak pertama bertemu denganmu, Chaerin-ah. Dan aku adalah tipe ayah yang akan menuruti segala keinginan putriku selama itu baik untuknya, jika aku memiliki seorang putri. Kali ini aku menuruti keinginan kalian, tapi hukumannya, kalian harus memikirkan nasib tamu-tamu kita yang sudah menunggu di bawah, aku tidak ingin kehilangan muka dengan mengatakan bahwa acara ini batal.” Katanya sambil menatap keempat anak itu bergantian, lalu berbalik meninggalkan mereka.

“Bagaimana jika kita ganti menjadi acara peresmian Seowon sebagai pewaris keluarga Choi?” tiba-tiba Siwon buka suara. Ayahnya langsung berbalik menatapnya. Siwon menghampiri dan merangkulnya. “Ayolah, aboji. Aku yakin Seowonnie lebih baik dariku, lihat saja nilai-nilai sekolahnya selama ini.”

“Ia juara umum di sekolah kami, Choi-ssi.” Tambah Chaerin sambil menatap Seowon. Pemuda itu menunduk malu, ia tidak pernah menyombongkan diri di depan ayahnya.

“Lagipula,” tambah Siwon lagi. “Seorang seniman sepertiku tidak akan cocok memimpin perusahaan, aboji. Bisa-bisa semua karyawan aboji kabur karena gaya memimpinku yang nyentrik.” Katanya yang disambut tawa yang lainnya. “Seowon akan menjadi pemimpin yang sangat berdedikasi bagi perusahaan nantinya, aboji. Aku bahkan bisa merasakan itu sekarang.”

Choi-ssi terlihat berpikir keras, “Aah, baiklah, baiklah. Aku betul-betul kalah telak oleh kalian hari ini. Apa yang bisa aku katakan lagi jika kamu betul-betul sudah menolak mentah-mentah perusahaan ini, Siwon-ah.” Ia beralih kepada Seowon. “Mari kita turun Choi Seowon, kita perkenalkan kamu pada tamu-tamu dan relasi aboji di bawah.”

Chaerin, Kyuhyun, dan Siwon saling bertukar senyum. Mereka buru-buru menghampiri kedua orangtua Chaerin dan ibu Siwon, dan mengajak mereka ikut turun ke bawah. Siwon tak lupa menyuruh salah seorang pembantu menurunkan kata-kata ‘Siwon-Chaerin’ pada tulisan ‘Congratulations, Siwon-Chaerin’ dan segera memesan tulisan ‘Choi Seowon’ sebagai gantinya.

Chukhahae (congrats), Seowonnie. Semoga ini dapat mengganti semua perlakuan yang kamu terima sejak kecil karena keberadaan Hyung…

***

EPILOG

“Umma, lihat anting yang baru aku beli kemarin? Aduuh, sebentar lagi Kyuhyun datang, gawat, gawat!” Chaerin berlari mondar-mandir, naik-turun di dalam rumahnya sendiri demi mencari anting yang sengaja dibelinya demi menghadiri event penting ini.

Hari ini, untuk pertama kalinya mereka akan datang berdua ke sebuah peluncuran ponsel keluaran terbaru yang mengundang Kyuhyun sebagai pengisi acaranya. Karena itu Chaerin sampai rela membeli dress, sepatu, dan aksesoris baru demi menunjang penampilannya hari ini, ia ingin terlihat pantas sebagai kekasih seorang Kyuhyun.

“Whoa, kalau seperti ini sih sepertinya aku yang bakal dapat review buruk bersandingan denganmu.” Ujar Kyuhyun begitu melihat Chaerin yang menyapanya di ruang tamu. Chaerin tersipu dan mencubit pinggang Kyuhyun pelan.

“Baiklah, Seo-ssi, kami pergi dulu.” Pamit Kyuhyun pada ayah Chaerin yang kebetulan melewati ruang tamu. Ayah Chaerin menoleh dengan kaget, tapi kemudian ia menjawab, “Oh, annyeonghikyeseyo (go safely), Kyuhyun-ah.”

Chaerin dan Kyuhyun saling berpandangan. Setelah pertunangan Chaerin gagal, jangankan memanggil dengan akrab seperti tadi, ia bahkan tidak pernah menoleh jika Kyuhyun datang ke rumah.

“Apa itu pertanda baik?” tanya Kyuhyun. Chaerin mengangkat bahunya.

Esok paginya, Chaerin diam-diam mengambil bagian entertainment dari koran pagi ayahnya. Ia tersenyum begitu melihat salah satu kolom di halaman pertama bagian itu:

SUPER JUNIOR KYUHYUN BACKS TO HIS EX

Seo Chaerin, As Pretty As A Celebrity

***

END

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on November 16, 2010 in Super Junior

 

Tags: , ,

4 responses to “Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 3 (END)

  1. Iwang~

    January 26, 2011 at 5:21 pm

    ngng..
    selalu suka ama gaya penulisan, alur, bahasa.a author..
    tapi untuk crita.a yang ini kyaknya dah bnyak yg make ya..hehehe…
    jdi mudah ketebak..mian..

    tpi suka bnget ama yg the series…lope-lope bnget dah..hehe

     
    • lolita309

      July 13, 2011 at 10:43 pm

      maaf yaa baru bales^^

      hehe, namanya juga waktu nulis ini masih muda, masih ababil kkkk~ *beladiri #PLAK :p

      makasi, makasi makasi,,,, i heart youu iwang-ssi! 😀

      baca terus karya aku yaa^^

       
  2. wiehj

    July 9, 2011 at 6:56 pm

    hmmp, jdinya am kyu jugaaa.. pdhal lebi seru klu am saewon hahahhahaah
    bagusss critanyaa, gilak abis dee am bakar rambut sgala..
    cewe freak ntu yg ampe nekat nglakuin hal kayak gt cman karena gag suka idola skolahan pacaran -___-
    tpiii untung nya hepi end!! 😀

     
    • lolita309

      July 13, 2011 at 11:19 pm

      iyaalah ama kyu… kan doi artis <– jawaban macam apa ini? -__- ;p

      iya tuh, parah banget, pantes lah sampe dilaporin polisi 🙂

      iyaaa happy end! jaman dulu saya belom hobi bikin yang sad end-sad end… hehe 😀

      makasi wie uda bacaa^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: