RSS

KENCANA – Part 3 (END)

25 Oct

KENCANA

(Part 1; Part 2)

Oleh: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Kim Junsu

 

Hari itu adalah hari kepulangan Kencana ke Indonesia. Pagi-pagi sekali aboji dan eomoni-nya sudah sibuk akan mengantarkan Kencana ke bandara. Berbagai macam oleh-oleh memenuhi bagasi mobil keluarga itu. Koper Kencana sendiri hanya ada 2, sedang oleh-olehnya sampai 1 koper dan 2 kardus.

“Eomonim, jangan nangis lagi dong, Kencana pasti bakal kemari lagi kalau bisa… Aboji, emang eomoni selalu gini ya kalo ngelepas ‘anak angkat’-nya?” Rajuk Kencana sambil beralih dari menenangkan host mom-nya ke sang host dad.

Kang-ssi, sang aboji yang memang pendiam, hanya mengangkat bahu sambil menggelengkan kepalanya. Kencana menghela napas, bingung.

“Aboji harus jagain eomoni ya, jangan kebanyakan pulang malam lagi… Kencana senang sekali bisa jadi anak aboji dan eomoni biar cuma 6 bulan, Kencana pasti akan kembali kesini kalau bisa… Eomoni, saranghaeyo.” Kata Kencana sambil mencium pipi host mom-nya.

“Eomoni do saranghae.” Jawab sang eomoni sambil balik mencium pipi Kencana dan memeluknya lagi, masih sambil berlinang air mata.

“Aboji,” Kencana beralih pada host dad-nya, ia memeluk pria berperawakan tinggi itu erat. Mereka memang tidak begitu dekat seperti hubungannya dengan sang eomoni, tapi Kencana tahu sekali, ia dapat merasakannya, bahwa ayah angkatnya itu diam-diam menyayanginya, dan seluruh siswa-siswa lain yang pernah menjadi anak angkatnya. Sang ayah juga balik memeluknya erat, tanpa kata-kata. Kencana hanya tertawa kecil merasakan kecanggungan ayahnya. Ia memang siswa wanita pertama yang diterima pasangan paruh baya itu untuk homestay di kediaman mereka, selama 5 tahun mereka mengabdikan diri sebagai host parents bagi pelajar-pelajar asing.

“Eomoni, aboji, annyeong!” Seru Kencana sambil mendorong trolinya menjauh dan melambai-lambaikan tangan pada pasangan tersebut lama, sampai akhirnya menatap ke depan lagi. Ia tidak berani mengharapkan yang lebih baik dari pengalamannya selama berada di negara ini. Cita, cinta, semua berjalan lebih baik dari yang ia harapkan.

Nilai-nilai kuliahnya terbilang sangat baik, mengesampingkan gangguan-gangguan yang didapatnya dari seseorang—jangan sebut nama atau ia akan mulai menangis lagi—selama bersekolah di sini. Kehidupan penuh cinta didapatnya dari sang host parents yang memang tidak memiliki seorang anak sehingga seluruh kasih hanya tercurah padanya dalam waktu 6 bulan ini. Dan Junsu, ya, ia tak mungkin terus berusaha mengabaikan nama ini muncul di pikirannya. Dasar, mengapa dia selalu ada baik dalam kehidupan cita maupun cintanya?

Ah, Junsu. Saat ini dia pasti sedang siap-siap untuk perform mingguan di acara musik itu. Padahal Kencana ingin sekali diantar di hari terakhirnya di Korea ini… Tapi tidak boleh, tidak boleh! Kencana menggelengkan kepalanya. Iapun kemudian tersenyum. Cukuplah Junsu meneleponnya sebelum berangkat ke bandara ini, karena terkadang cinta memang harus mau menunggu…

 

***

 

Flashback

“What you??” Kencana menatap Junsu dengan pandangan tak percaya. Ia tak percaya dengan pendengarannya. Benarkah barusan Junsu memintanya untuk m-mar—

“MARRY me, Kencana.” Ulang Junsu sungguh-sungguh. “Well, bukan sekarang, biarpun aku sangat ingin. Someday, ketika keadaan lebih baik. Ketika semua hal mendukung kita. Ketika tak ada lagi penghalang that could do us part, status, pekerjaanku, grupku, budaya kita… but I will, Kencana. Aku akan menemukanmu dan sekali lagi memintamu menikahiku.” Junsu mengenggam tangan Kencana lebih erat, kini dengan kedua tangannya.

“Jadi maukah kamu, someday, menikahiku? Akankah kamu menungguku, Kencana?”

Kencana terdiam sebentar, tapi kemudian…

“Nan… molla (Aku… ga tau).” Ia kembali bersandar ke tembok dan menerawang langit-langit tanpa melepas genggaman Junsu pada sebelah tangannya.

Sinar mata Junsu seketika redup, tapi ia berusaha tersenyum, “Gwaench—”

“Nan mollayo (Aku ga tau), betapa bodohnya aku kalau aku menolakmu.” Kencana tiba-tiba berbalik dan meletakkan sebelah tangannya yang bebas ke atas tangan Junsu. “Ne, Junsu. Ne, I will.”

Junsu terdiam sebentar dalam tunduknya, lalu…

“HAHAHA!” Ia tertawa lebar. “Aku barusan bercanda, Kencana.”

“W-What??” Kencana menyelipkan sebelah rambutnya ke belakang telinga, hal selalu ia lakukan jika sedang nyaris kesal.

“I was kidding.  Aku ga akan menikahimu.” Katanya sambil masih tak mampu menahan tawa.

Kencana speechless.

Junsu melirik Kencana sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Oh oh oh, lihat dirimu! Ya, mianhae. No, I wasn’t kidding you. Neowa jeongmal jeongmal jeongmal gyeorhonhagoshipeoyo (aku betul betul betul mau menikahimu).” Junsu menyelipkan bagian lain rambut Kencana yang masih terurai ke belakang telinga Kencana yang satunya.

Kencana menggelembungkan kedua pipinya kesal. “Uuuhh, nappeun nappeun nappeun namja (jahat jahat jahat)!” Omelnya sambil memukul-mukul dada Junsu. Junsu menariknya ke pelukannya.

“Ya, it was YOU who put a prank on me first.” Ingatnya sambil mengelus-elus rambut ikal Kencana. Kencana tersenyum dalam pelukan Junsu.

“Mian.” Katanya pelan. Junsu ikut tersenyum.

“Let’s get married, then!”

“Someday.” Tambah kencana yang diikuti tawa mereka berdua. Masih dengan duduk bersandar ke dinding, Kencana dan Junsu menatap langit-langit apartemen 2 lantai itu sambil bergandengan tangan. Kencana meletakkan kepalanya di bahu Junsu.

Tuhan, aku mohon, jangan pernah biarkan aku mengingkari janji ini… -Junsu

Tuhan sayang, tolong jaga hati kami hanya untuk satu sama lain… –Kencana

 

***

 

Epilog

Indonesia

Kencana mendengarkan iPodnya sambil senyum-senyum sendiri. Wah, ia menyesal tidak dari dulu mengenal dunia KPop, dulu ia memilih pertukaran ke Korea hanya karena ingin melihat negeri asal neneknya, siapa sangka kalau di akhir ternyata yang paling menarik hatinya adalah musik? Salahkan Junsu, saudara-saudara. Karena semuanya bermula hanya dari sebuah lagu…

“Picture of You.”

“Ne?” tanya Kencana.

“Lagu yang pernah aku nyanyikan untukmu ketika kita piknik disini terakhir kali,” ia mengedarkan pandangannya ke halaman luas host house Kencana, kemudian mengeluarkan satu kopi album Mirotic dari dalam tasnya, yang nantinya akan menjadi album K-Pop perdana yang dimiliki Kencana. “…lagu itu terinspirasi olehmu, aku memasukkannya ke album terbaru kami, dan kuberi judul Picture of You. Dengarkanlah.”

 

END

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 25, 2010 in DBSK

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: