RSS

Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 2

21 Jul

Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 2

(Part 1)

By: Lolita Choi

Starring: SJ Kyuhyun


Siwon berhenti menyeruput minumannya, “Kyuhyun? Mungkin sekitar 20 tahun. Kenapa? Jelas tuaan dia daripada kamu. Makanya aku bilang aku tetep paling sayang kamu, Seowon-ah.”

Seowon tidak menggubris pernyataan sayang sang kakak, “Dia banyak fans-nya, Hyung?”

“Huh? Banyakan aku sih, hahaha, tapi ya, lumayan banyak. Suaranya bagus sih, dia juga pintar. Pokoknya kalau ada yang bilang boyband seperti kami cuma mengandalkan tampang, itu bukan dia banget deh.”

“Sehebat itu?”

“Ehm. Kuliahnya juga lancar, padahal umurnya 2 tahunan di bawah kami, hyung-hyungnya, tapi sekarang kita ada di semester yang sama. Hahaha,” tawa Siwon. Seowon mengangguk-angguk dan segera mengalihkan pembicaraan. Cukup informasi hari ini, mendengarnya saja bikin sakit telinga. Ga Chaerin ga kakaknya sendiri, semua sepertinya menganggap si Kyuhyun-Kyuhyun ini sebegitu istimewanya.

Perbincangan dua putra keluarga Choi itupun berlangsung sekitar 2 jam, ngalor-ngidul ke berbagai topik meskipun sedikit kekakuan diantara mereka masih terasa disana-sini. Siwon yang tidak tau maksud lain adiknya di balik pertemuan ini pun mengkhirinya dengan senyum bahagia, merasa sang adik sudah kembali menyayanginya dengan mau mengajaknya bertemu lebih dulu. Dan sebelum pergi, ia tak lupa menitipkan sepucuk suratnya untuk sang ibu. Siwon dan Seowon pun berpisah jalan di depan kafe itu.

***

Hari itu mimpi buruk bagi Chaerin. Truly a nightmare, mimpi buruk yang menjadi nyata. Ia terbangun dengan bunyi telepon yang silih berganti dari kawan-kawan wanitanya, semua bertanya apa berita itu benar? Berita apa?? Chaerin sama sekali tidak mengerti…

Semua baru jelas ketika ia menemukan koran pagi ayahnya yang sepertinya belum tersentuh. Kali ini ia tidak peduli dengan birokrasi membaca koran di rumah ini. Bagaimana mungkin dia masih peduli jika headline bagian hiburan koran tersebut adalah dirinya??

SUPER JUNIOR KYUHYUN, DATING SINCE HIGHSCHOOL WITH A COMMONER??

Tidak kurang ada 5 foto pribadi Chaerin dan Kyuhyun terpampang di halaman depan koran itu; foto wisuda SMP-nya, foto terakhir mereka ketika jalan-jalan kemarin dulu, dan foto-foto iseng mereka lainnya, semua adalah foto yang ada di dalam memory card ponselnya. Biarpun bagian mata Chaerin ditutupi persegi hitam di tiap fotonya sebagai sensor, tetap saja itu JELAS SEKALI dirinya. Lutut Chaerin terasa lemas, tapi giginya bergemeretak penuh amarah. Choi Seowon… ini sudah keterlaluan!!!

Tiba-tiba ponsel Chaerin berbunyi. Kyuhyun.

“Nae sarang? Kamu ga apa-apa kan?”

“Kamu?” Chaerin balik bertanya, mendengar ribut-ribut di seberang telepon.

“Aku…” Kyuhyun menggantung jawabannya, sambil melihat ke sekeliling yang dipenuhi wartawan. Mereka seperti siap menerkamnya kapanpun. Untung ada bodyguard-bodyguard itu, pikirnya. “…gwaenchanayo.” Lanjutnya sambil tersenyum. Ia mempercepat langkahnya dan melompat masuk ke Alphard putih yang telah siap sedia di halaman apartemen. Di dalam sudah duduk Siwon dan Sungmin yang memang tadi berjalan di depannya.

“Mian…” kata Chaerin pelan.

“Ya, gwaenchana…” hibur Kyuhyun cepat. “Cepat atau lambat kita pasti go public kan? Lagipula, AKU yang seharusnya minta maaf, setelah ini hari-hari kamu akan sedikit sulit sampai berita ini mereda. Tapi aku akan mencoba agar secepatnya berita ini hilang, pasti. Saranghanda (love you).”

Chaerin hanya terdiam.

“Chaerin-ah,” panggil Kyuhyun setelah mendengar kesunyian dari ponselnya.

“Mian…”

“It’s OKAY, Seo Chaerin.” tegas Kyuhyun. Ia sebetulnya mengerti perasaan Chaerin, tapi dia sendiri juga mengalami banyak tekanan karena berita ini… “Aku… sampaikan maafku pada aboji dan eomoni. Aku pasti menghubungi kamu lagi secepatnya. Saranghanda, nae sarang.” Tutup Kyuhyun sambil mematikan ponselnya dan melempar gadget itu ke belakang mobil. Ia betul-betul ingin tenang untuk sementara.

“Pacarmu?” tanya Sungmin sambil mencoba mengipasi roommate-nya yang terlihat galau itu dengan kedua tangannya. Tidak berhasil.

“Eng.” Jawab Kyuhyun singkat. Tiba-tiba matanya menangkap sosok Siwon di jok depan yang sedang melamun sambil memandangi sebuah amplop putih, amplop yang diterimanya tadi pagi dari manajer hyung. “Siwonnie hyung?” panggilnya.

“Aku diundang makan malam oleh ayahku, untuk pertama kalinya selama dua tahun ini.” Racau Siwon.

Sungmin dan Kyuhyun saling berpandangan sebelum akhirnya kembali menatap Siwon, “Terus? Bagus, kan?”

“Aku senang sekali.” Jawab Siwon. Airmata sekilas terlihat menitik di sudut matanya.

***

“Pergilah berbelanja pakaian dengan umma-mu, Chaerin-ah.” Suruh Seo-ssi, ayah Chaerin, pada anaknya yang masih terlihat murung sejak affair-nya dengan Kyuhyun tersebar di media. Sudah dua hari berlalu sejak itu, dan sejak itu pula Chaerin ‘meliburkan diri’ dari sekolah dan menolak menjawab telepon semua orang kecuali Kyuhyun. Komentar-komentar dan posting-posting netizens yang tak sengaja ia lihat ketika membuka internet telah membuka kembali trauma di masa awal high school-nya. Ternyata ini arti semua mimpi-mimpi tentang kejadian buruk yang menimpanya itu…

Saat itu Chaerin baru saja resmi menjadi siswa junior di Hannam High School, sekolah yang sama yang juga didatangi Kyuhyun. Kyuhyun sendiri adalah anak dari tetangganya sekaligus teman bermainnya sejak kecil, yang sudah menganggap Chaerin seperti adiknya sendiri. Hubungan mereka pun makin lama berkembang menjadi sesuatu yang spesial, dan merekapun resmi berpacaran tiga bulan sebelum kelulusan Chaerin dari Junior High. Sejak awal Chaerin memang berencana melanjutkan sekolah di tempat Kyuhyun meskipun ia tahu passing grade disana sangat tinggi. Kerja keras Chaerin terbayarkan dan ia pun berhasil masuk Hannam.

Sayangnya, Kyuhyun merupakan siswa ‘idola’ di Hannam High dengan fans yang terbilang ‘ganas’, bahkan sebelum ia menjadi trainee SM Entertainment. Fans-fans posesif Kyuhyun itulah yang menyebabkan trauma berkepanjangan Chaerin. Mereka dengan sengaja membakar rambut panjang Chaerin dan segera menyiramnya dengan air tepat sebelum api itu membakar kulit kepala Chaerin dan menghasilkan masalah yang lebih besar. Semua hanya karena Chaerin berpacaran dengan Kyuhyun. Saat itu Kyuhyun duduk di grade tiga dan sedang sibuk-sibuknya dengan ujian juga training SME sehingga jarang berada di sekolah. Ia pun baru mengetahui kejadian ini ketika suatu hari mendapati rumah Chaerin telah kosong karena penghuninya telah pindah entah kemana.

Orangtua Chaerin mengutus pengacara demi mengurus tuntutan mereka atas pelaku penganiyayaan Chaerin. Siswi-siswi itupun dikeluarkan dari sekolah dan dimasukkan ke penjara wanita dan anak-anak. Pengacara keluarga Seo menolak memberi tahukan keberadaan Chaerin dan orangtuanya, tapi Kyuhyun yang merasa bersalah tetap bersikeras mencari Chaerin. Pencarian itu membuahkan hasil karena setengah tahun kemudian, Kyuhyun akhirnya berhasil menemukan Chaerin di kota kecil yang terletak agak jauh dari Seoul. Ia mengenakan seragam sekolah, tapi dengan rambut yang kini di atas bahu dan tubuh yang jauh lebih kurus dari setengah tahun yang lalu. Ia mengaku baru saja kembali bersekolah seminggu yang lalu, setelah menjalani pemulihan mental dan fisiknya yang sangat drop sejak kejadian itu. Awalnya Chaerin menolak kembali ke pelukan Kyuhyun, tapi perhatian Kyuhyun yang terus ia curahkan semenjak mereka bertemu kembali pun meluluhkan hatinya…

“Sirheo (I don’t want to).” Jawab Chaerin masih dengan memeluk kakinya yang dinaikkan di atas sofa.

“Appa sudah memberi tahu sejak awal bahwa Cho Kyuhyun tidak akan membawa kebaikan untukmu. Sekarang cepat pergi dengan umma-mu, cari pakaian yang bagus karena malam ini kita ada undangan makan malam. Itu perintah!” teriak sang ayah.

Chaerin menatap pria paruh baya itu sesaat dengan mata yang terhalangi helai-helai rambutnya yang berantakan sebelum menurunkan kakinya dari atas sofa, dan menyeretnya ke lantai dua dimana kamarnya berada.

Cho Kyuhyun tidak akan membawa kebaikan untukmu.

Betulkah?

Sementara itu di kediaman keluarga Choi…

Sang nyonya rumah sedang sibuk merangkai bunga yang akan dijadikan pajangan di acara makan malam nanti ketika ia melihat putra keduanya melewatinya begitu saja setelah pulang sekolah.

“Seowon-ah.”

Seowon menoleh, “Ah, umma.” Ia memang betul-betul tidak menyadari keberadaan ibunya tadi, pikirannya masih tertuju pada siswa tutor kesayangannya, Chaerin, yang sedang terlibat skandal, dua hari tidak masuk sekolah, juga tidak menjawab teleponnya sama sekali. Kasihan sekali anak itu…

“Cepat siap-siap, sebentar lagi tamu kita datang.” Suruh Mrs. Choi lembut. Seowon mengangguk sekenanya dan segera bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.

“Ah, Seowonnie,” panggilan sang ibu kembali menghentikan langkah Seowon. “surat untuk kakakmu, tentang makan malam hari ini, sudah kamu sampaikan?”

“Oh, ye,” jawabnya sambil menunjuk ke arah pintu utama dengan acuh dan kemudian kembali berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya.

Sang ibu menoleh ke arah pintu masuk dan segera menutup mulutnya karena terkejut akan kehadiran anak sulung kebanggaannya di rumah itu. Siwon yang bersandar di pintu tersenyum menatap wanita yang paling dicintainya sambil mengacungkan buket bunga lili yang dibawanya. Lili adalah bunga favorit sang ibu.

“Siwonnie!” teriak Mrs. Choi seraya menghampiri putranya dengan tangan terbuka. Siwon melakukan hal yang sama.

“Umma, apa kabar? Aku kangen sekali,” sapa Siwon sambil memeluk ibunya erat. Sang ibu tidak dapat berkata apa-apa lagi karena terlalu sibuk dengan tangisnya, dan Siwon menyadari hal itu. “Umma, jangan nangis dong.” Pintanya. Ia lalu melepas pelukannya dan menatap sang ibu dengan senyum khasnya.

Mrs. Choi ikut tersenyum melihatnya, ia mencubit pipi lelaki itu gemas “Ga berubah kamu, Siwonnie.”

Siwon tertawa mendengar perkataan ibunya. Ia bahagia sekali bisa kembali menginjakkan kakinya di rumah ini tanpa harus sembunyi-sembunyi seperti yang selama ini ia lakukan hanya demi melihat keadaan orang-orang tersayangnya…

***

“Seo Chaerin??”

“Eh? CHOI SEOWON???” teriak Chaerin terkejut melihat orang yang paling ia benci saat ini berdiri di hadapannya. Keluarga Seo baru saja sampai di kediaman keluarga Choi dan disambut di ruang tamu ketika dua teman sekolah yang penuh intrik ini bertemu. Seketika seluruh anggota keluarga Choi berdiri demi menengahi ribut-ribut yang terjadi antar kedua anak itu. Mrs. Seo juga segera menarik putrinya demi menyuruhnya menjaga sikap di rumah ini.

“Wah wah, kalian sudah saling kenal?” tanya Choi-ssi sambil merangkul Seowon dan tersenyum pada Chaerin.

“Teman sekolah.” Jawab Seowon sopan.

“Musuh,” bisik Chaerin ke arah kedua orangtuanya. Seo-ssi segera menepuk punggungnya keras.

“Choi Sajang-nim, perkenalkan, ini istri saya Shin Yoobin, dan putri saya, Seo Chaerin.” kata Seo-ssi yang diikuti bungkuk hormat dari sang istri dan Chaerin.

Choi-ssi mengangguk-angguk sambil tetap tersenyum, “Mannaseo bangabseumnida (Nice to meet you),” katanya. Masih dengan merangkul Seowon, ia menyuruh istri dan putra sulungnya untuk ikut maju ke sebelahnya. “Nah… Seo-ssi, mari saya perkenalkan, ini putra kedua saya, Choi Seowon. Istri saya, dan itu putra sulung saya, Choi Siwon.”

Chaerin refleks mendongak setelah mendengar nama tersebut. Dan ia memang betul Choi Siwon. Mulut Chaerin terperangah saking kagetnya. Ya, ia Choi Siwon yang itu

Seowon memperhatikan gerak-gerik Chaerin dengan wajah kesal. Apa-apaan sih anak itu, sebegitu senangnyakah bertemu seorang Choi Siwon sampai mulutnya terbuka lebar seperti itu? pikirnya.

Siwon diam-diam menatap Chaerin lekat. Ia mengenal gadis ini… Akan tetapi ia tidak akan mencoba buka suara. Ia tidak ingin merusak makan malam resmi pertama bersama keluarganya setelah dua tahun ini.

“Baiklah, mari kita menuju ruang makan.” Ajak Mrs. Choi anggun. Choi-ssi mengangguk dan segera mengajak keluarga Seo mengikuti langkah mereka menyusuri foyer yang menghubungkan ruang tamu dan ruang makan. Seowon mencoba menjajarkan langkahnya dengan Chaerin.

“Ponselmu hilang lagi?” bisik Seowon. Chaerin membuang mukanya dan berjalan lebih cepat. Seowon ikut berpindah mengikuti arah wajah Chaerin. “Ya, aku turut prihatin tentang skandalmu—“

“Shut. Up.” Chaerin memotong kalimat Seowon dengan tegas tetapi tetap pelan.

“Y-Ya, apa salahku? Kenapa kamu menghindariku?”

Chaerin menghentikan langkahnya, “Jangan berakting bodoh di hadapanku.” Katanya pelan sebelum kembali meneruskan langkahnya yang sudah mendekati ruang makan. Chaerin sudah akan mengitari meja makan untuk duduk di tengah-tengah orangtuanya yang memang berada di sisi lain meja itu ketika Seowon menahan tangannya.

“Kamu duduk disini.” Kata  Seowon pelan seraya mendudukkan Chaerin dengan paksa di kursi di sebelahnya. “Seo-ssi, tidak apa-apa kan Chaerin duduk disini? Kami mau bicara… PR. Ya, Chaerin kan sudah dua hari tidak masuk… Banyak PR yang dia lewatkan.” Alibinya dengan sopan pada kedua orangtua Chaerin yang terbingung-bingung dengan sikapnya. Ayah Chaerin ragu apalagi setelah melihat gelengan kencang putri kesayangannya, tapi kemudian ia tersenyum.

“Ah, ye, gwaenchana (it’s okay).”

Siwon yang tempatnya diambil Chaerin pun tak ambil pusing dan segera pindah ke kursi disebelah gadis itu. Otomatis Chaerin duduk terapit Siwon dan Seowon, dengan ayah dan ibu Chaerin berada di seberang mereka. Mr. dan Mrs. Choi yang masing-masing berada di ujung meja berkursi delapan itu tersenyum simpul melihat formasi duduk anak-anak mereka. Si tuan rumah pun dengan resmi memulai acara makan malam tersebut.

“I didn’t do that—jika kamu berpikir aku yang menyebarkan foto-foto itu.” Seowon kembali memulai pembicaraan lewat bisikannya pada Chaerin yang sedang meminum air putihnya setelah menyantap makanan pembuka malam itu. Yang diajak bicara hanya membisu.

“Ya! Kamu tidak berpikir aku yang melakukannya kan?”

Chaerin menoleh, ia membuka tas tangannya. “Ini ponselku,” katanya pelan sambil mengeluarkan benda pink itu. “tidak hilang, tidak pernah terlepas sedetikpun dari jangkauanku semenjak hari kamu mengambilnya.”

Perlahan Seowon kembali pada menu main course-nya, tetapi pikirannya tetap memproses kalimat Chaerin barusan. Ponsel gadis itu baik-baik saja, berarti tersangka utama memang hanya tinggal dirinya, kan… “Ottoke (how)… argh!” Seowon menjerit tertahan seperti teringat sesuatu. “That waitress… how dare…” geram Seowon.

“Seo Chaer—“

Tingtingting!

Seketika semua orang menoleh ke arah sumber suara, tidak terkecuali Seowon yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya untuk Chaerin. Choi-ssi menatap keluarga dan tamu-tamunya dengan senyum lebar setelah meletakkan kembali pisau kue yang barusan ia pakai untuk membunyikan gelas tadi.

“Baiklah, selagi menunggu hidangan penutup, mari kita sedikit membicarakan mengenai diadakannya acara makan malam kedua keluarga kali ini.”

Kedua pasang orangtua saling bertukar senyum begitu mendengar pernyataan tersebut, sementara ketiga anak berpura-pura mendengarkan dan memasang senyum artifisial. Pasti masalah pekerjaan lagi, pikir mereka.

“Seo-ssi, Anda sudah memberitahu Chaerin-ah?” tanya Choi-ssi pada ayah Chaerin.

Eng? Chaerin lekas mendongak begitu namanya disebut-sebut.

“Ah, belum, Sajang-nim. Biar ini menjadi kejutan.” Jawab ayah Chaerin malu-malu. Ada apa sih ini?

Choi-ssi tertawa mendengar pengakuan ayah Chaerin, “Wah wah, baiklah. Bagaimana jika saya yang menyampaikan? Semua setuju?” tanyanya yang dijawab anggukan pasti semua orangtua disana. Anak-anak semakin bingung dengan kelakuan orangtua mereka. Choi-ssi kembali mengumbar senyumnya, seperti sudah tidak tahan ingin sekali mengabarkan berita yang di kepalanya pasti akan menyenangkan semua pihak ini. “Jadi, kami semua… Mr. dan Mrs. Seo, juga aboji dan umma,” ia menoleh kepada sang istri, “sudah memutuskan bahwa kami akan menjalin tali kekeluargaan yang lebih erat antara keluarga Choi dan keluarga Seo, dengan menjodohkan putra-putri kami, Seo Chaerin dan Choi… Siwon.”

(to be continued)

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on July 21, 2010 in Super Junior

 

Tags: , ,

One response to “Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: