RSS

Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 1

11 Jun

Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 1

By: Lolita Choi

Starring: SJ Kyuhyun

 

Chaerin menerima hasil ujian matematikanya dengan jantung berdebar-debar. Akankah kali ini dia berhasil? Dia berdoa sebelum membuka kertas yang kini dipeluknya erat-erat itu. Tuhan, minimal diatas 50 ya? Please…

SRET! Baru sempat berancang-ancang membuka kertas itu, tiba-tiba seseorang sudah merebutnya dari kedua tangan Chaerin.

“Ckckck, 38? Ya, Seo Chaerin, seingatku terakhir kali kau bilang, pacarmu itu mahasiswa dan pemenang olimpiade matematika Korea kan? Kenapa dia tidak mengajarimu sih?”

“Choi Seowon!!” Teriak Chaerin sambil merebut kembali kertas hasil ujiannya dan memberi pandangan marah pada musuh bebuyutannya itu. “Iya, pacarku memang mahasiswa dan dia pernah menang olimpiade matematika Korea, terus apa urusanmu, hah?!”

“Mana buktinya? Apa dia tidak memperhatikanmu sampai-sampai pacarnya selalu dapat nilai jelek di bidang yang ia kuasai tapi dia tidak peduli? Atau jangan-jangan… kamu yang berbohong?” Sindir Seowon menyebalkan.

Muka Chaerin merah padam. “Aku-TIDAK-bohong!!” Teriaknya di depan muka Seowon. “Dia… sibuk! Sekali!” Lanjutnya.

“Oh ya? Sesibuk apa sih mahasiswa itu? Hah?”

“Ya… Ya sibuk!” Jawab Chaerin sambil berpikir keras. Tidak mungkin dia mengatakan apa yang dikerjakan pacarnya sampai ia sesibuk itu, karena… “Apa untungnya aku memberi tahu kesibukan pacarku sendiri pada orang macam kamu! Minggir!”

Ia pergi meninggalkan Seowon sambil meremas kertas ujiannya. Choi Seowon, Choi Seowon…!! Menyebalkan sekali!!! Pacarku memang mahasiswa yang pernah memenangi olimpiade matematika Korea! Hobi di waktu senggangnya bahkan mengerjakan soal-soal matematika (selain bermain game). Dan aku TIDAK berbohong! Masalahnya dia memang selalu sibuk, terlalu sibuk, karena dia…

Tiba-tiba ponsel Chaerin berbunyi. LoveKyu calling.

Chaerin mengangkatnya. “Aku benci kamu.”

“Ya, apa-apaan ini, kenapa teleponku disambut dengan kata-kata seperti itu?” Protes suara pria di seberang sana. Si mahasiswa pemenang olimpiade matematika. Pacarnya. Cho Kyuhyun. Anggota boyband terpopuler Korea saat ini, Super Junior.

“Abis… Aku benci aku benci aku benci! Huhuhu…” Chaerin berjalan di lorong lantai 3 high school-nya itu dengan sebelah tangan memegang ponsel di dekat telinga dan sebelah lagi di dahinya, siap-siap jika nanti tangisnya pecah juga.

Di seberang sana, Kyuhyun tersenyum. Sepertinya dia bisa menebak apa yang terjadi. “Wae? Tentang aku lagi?”

Chaerin mengangguk, tapi ia tidak bersuara sedikitpun.

“Iya kan? Mianhaeyo, aku selalu bikin kamu susah ya…” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Chaerin tetap membisu.

“Besok di Seoul Award, jadi partner aku ya…” Pinta kyuhyun pelan.

Chaerin memotong cepat, “Engga, engga!! Aku sendiri kan yang ga mau go public… Aku ga mau nyusahin kamu. Bukan salah kamu, aku yang egois kok… Aku yang harusnya ngertiin kamu…”

“It’s fine to go public, nae sarang.” Sergah Kyuhyun. Chaerin menggeleng cepat sambil menggigit bibirnya. Dia ga mau lagi…

Di seberang sana, Kyuhyun hanya mendengar kesunyian. Maka, “Oke, aku free nih, nanti pulang sekolah aku jemput ya.”

Senyum Chaerin seketika merekah. “Ne, ne, nae sarang.”

“Saranghaeyo, nae sarang.” Tutup Kyuhyun, dan sedetik kemudian sambungan pun terputus.

Chaerin mengunci ponsel touchscreen-nya dan menghela napas lelah. Ya, dia sebetulnya lelah sekali hidup seperti ini… Memiliki pacar yang serba bisa, tampan, pintar, idola papan atas… Kyuhyun seolah tak terjangkau olehnya. Maka ia mati-matian belajar matematika, bidang yang paling dikuasai Kyuhyun hanya demi terlihat ‘sejajar’ di matanya sendiri—karena Kyuhyun sebetulnya tidak pernah mempermasalahkan apapun kekurangan Chaerin—setidaknya dalam satu bidang saja. Tapi apa daya, berusaha mati-matian pun dia tetap tak mampu menjangkau Kyuhyun…

***

Mobil berwarna silver itu parkir satu blok sebelum Gainan High School terletak. Chaerin berlari kecil sambil menoleh kanan-kiri, memastikan tak ada orang yang memperhatikannya, dan segera masuk ke kursi penumpang mobil itu.

“Oppa,” panggil Chaerin kepada pria yang duduk di kursi pengemudi mobil tipe city car itu. Tidak ada respon. “Oppa,” panggil Chaerin lagi sambil menarik sweater yang dikenakan pria itu pelan.

“BWAA!” Kyuhyun menoleh dengan memakai topeng dengan lidah terjulur yang menyeramkan.

“Kyaa!!” Teriak Chaerin kaget. “OPPA!!” Omel Chaerin sambil melepaskan topeng yang dipakai Kyuhyun dan mencubit pinggang pacarnya itu bertubi-tubi.

Kyuhyun tertawa sambil menangkis cubitan-cubitan Chaerin. Senang sekali rasanya melihat pacarnya ini setelah sekian lama…

Chaerin memperhatikan ekspresi Kyuhyun yang tiba-tiba berubah menjadi senyum lembut. “Wae, oppa?”

“Aniyo, aku kangen banget sama kamu.” Jawab Kyuhyun yang diiringi pelukan mesra ke tubuh Chaerin yang masih bingung. Tapi kemudian gadis itu ikut tersenyum juga.

“So do I, I missed you a lot.” Kata Chaerin sambil memeluk Kyuhyun lebih erat. Sudah sebulan lebih mereka tidak bertemu sama sekali, karena 3 minggu Kyuhyun berada di Cina untuk promo Super Junior M, sedang begitu kembali ia sudah harus disibukkan dengan jadwal-jadwal Super Junior lainnya.

“Jadi hari ini Tuan Putri mau kemana?” Tanya Kyuhyun sok formal sambil memegang kemudi dan mulai menyalakan mobilnya. Chaerin tertawa, Kyuhyun memang selalu mampu menaikkan mood-nya dengan sifat jail dan humorisnya itu…

“Wherever our ‘PrinceKyu’ want me to go.” Jawabnya dengan menyebut panggilan yang diberikan fans Kyuhyun di luar sana sambil tertawa kecil. Kyuhyun mengernyit.

“Nyindir… Kalo cemburu bilang aja, nae sarang.” Goda Kyuhyun balik sambil mengecup bibir Chaerin cepat dan segera menjalankan mobilnya. Chaerin speechless.

***

Gadis itu menyalakan api lewat lighter yang ada di tangannya sambil memainkan rambut panjang Chaerin yang tergerai.

“Siap?” Tanyanya. Dan api kecil itu mulai membakar rambut Chaerin dari bawah seperti sumbu yang dinyalakan.

***

“AAA!!” Chaerin terbangun dari tidurnya dan menyadari ia masih berada di dalam mobil Kyuhyun. Hari itu ternyata kekasihnya benar-benar sedang free sehingga bisa mengajaknya main sampai malam. Napas Chaerin memburu akibat mimpi tersebut. Kenapa kenangan itu muncul lagi??

Kyuhyun menatap Chaerin khawatir setelah memberhentikan mobilnya mendadak. “Kenapa? Kamu ga apa-apa?”

“Aku mimpi… Kejadian setahun lalu…” Jawab Chaerin takut. “Kenapa? Jangan-jangan bakal ada… Aku takut…” Teriak Chaerin histeris.

“Ya, ya, gwenchana, gwenchana…” Tenang Kyuhyun sambil mendekap kepala Chaerin di dadanya. “Mereka uda nerima balasannya, mereka ga akan bisa nyakitin kamu lagi… Harasseo? Kamu pasti cuma kecapean. Tidur lagi, ya? Nanti kalo uda sampe rumah kamu, aku bangunin.”

Chaerin menggeleng dalam pelukan Kyuhyun. “Andweyo, biar begini dulu aja, boleh kan? Karena aku ga tau akan makan waktu berapa lama sampai aku ketemu kamu lagi…” Katanya sambil mempererat pelukannya ke tubuh Kyuhyun. Kyuhyun merasakan bagai ada tamparan keras di wajahnya.

“Maaf, dulu maupun sekarang aku ga pernah ada untuk kamu…” Ucapnya pelan, nyaris tak terdengar.

***

“Wah, majalah baru ya? Super Junior Special Edition!” Seru salah satu teman sekelas Chaerin. Seketika berbondong-bondong siswi-siswi kelas 1A itu segera mengerubungi si pemilik majalah. Seruan-seruan seperti: “Wah, itu kan harus pesen ya?”, “Mahal sekali, full color sih!”, “Aku ga sanggup belinya… T.T” dan lain-lain pun terdengar.

Chaerin tidak termasuk dalam gerombolan gadis-gadis itu, bahkan bisa dibilang ia satu-satunya siswi kelas itu yang tidak mengerubungi si pemilik majalah tadi. Dia malah sibuk menulis-nulis di buku hariannya. Hal ini menarik perhatian Seowon. Sudah lama ia memperhatikan anak baru yang juga diam-diam menjadi incaran kawan-kawan pria sekelasnya ini. Gadis cantik yang sangat tenang.

“Ga ikutan?” Tanyanya sambil memutar bangku milik meja di hadapan Chaerin yang kemudian didudukinya dan menunjuk rubungan gadis-gadis di belakang dengan jempolnya.

Chaerin menggeleng.

“Baguslah, aku kira semua gadis suka Super Junior.”

“Suka kok.” Jawab Chaerin sambil bangkit dari kursinya dan menuju gerombolan siswi 1A yang masih mengerubuti majalah ‘istimewa’ tersebut. Terdengar seruan, “Ya, Chaerin! Ayo gabung, kamu suka siapa di SuJu?”

Chaerin hanya tersenyum sambil terus berjalan menghampiri teman-temannya.

Seowon mencibir dari belakang, “Cih, aku kira dia berbeda.”

“Selamat datang! Seneng deh kamu mau gabung.”

“Iya, kita pikir kamu ga akan pernah tertarik bergaul dengan kita, ternyata gara-gara SuJu kita bisa bareng-bareng juga.”

“Kamu suka siapa di SuJu? Ayo bilang, biar kita semua ‘saingan’ sehat.” Tanya seorang temannya lagi yang diiringi anggukan gadis-gadis yang lain.

Chaerin tersenyum malu mendengar pertanyaan teman-temannya. Mungkin mereka hanya merasa aneh karena baru pertama kalinya sejak pindah ke sekolah ini, Chaerin menunjukkan ketertarikannya pada dunia per-boyband-an.

Akhirnya Chaerin menunjuk foto Kyuhyun di majalah itu dengan malu-malu. Seketika teman-temannya tertawa.

“Wah, tambah satu lagi… Dengan ini jelas ya chingu, 5 orang Kyuhyun, 3 orang Siwon, 2 Donghae, 2 Eunhyuk, 1 Heechul, dan 1 Leeteuk. Ga boleh ada iri-irian dan rebutan ‘suami’ masing-masing. Saingan sehat. Harasseo?”

“Yaah, yang lain enak cuma sendiri, berdua… Masa kita satu Kyu oppa dibagi 5? T.T” protes salah seorang temannya yang diiringi tawa keras yang lain, tak terkecuali Chaerin. Ia senang sekali akhirnya bisa tertawa lepas dengan teman-temannya, karena semenjak pindah ia selalu memilih untuk bergaul seminim mungkin agar hubungannya dengan Kyuhyun tidak ketahuan publik. Maaf ya, nae sarang, aku ternyata memang butuh teman…

Seowon mendekat dengan tampang penasaran. Apa bagusnya sih ‘orang itu’ dan teman-temannya sampai gadis-gadis sebegitu tergila-gilanya?

Seowon merebut dan melihat sekilas cover majalah itu, “Cowok-cowok aneh ini apa bagusnya sih? Sok keren padahal penampilan kayak cewek. Jangan-jangan mereka doyannya juga sesama cowo lagi.” sindirnya sinis sambil menjatuhkan majalah itu lagi dengan segera ke atas meja. Semua mata pun langsung tertuju ke arahnya, menatap tajam. Seseorang sudah siap mencaci ketika sebuah tangan menahannya. Chaerin.

“YA, Choi Seowon! Apa sih masalahmu? Merasa terganggu karena kalah pamor? Jangan sombong hanya karena kamu populer di kalangan sunbae! Kamu kalah—JAUH—sama mereka!” teriak Chaerin ke arah Seowon yang sudah berjalan memunggunginya. Jangan pernah menjelek-jelekkan Kyuhyun! Teriaknya dalam hati. Semua orang kontan tersentak mendengar perkataan Chaerin, lebih karena terkejut bahwa ternyata gadis yang cenderung tenang ini mampu berkata keras terhadap orang lain. Seowon berhenti berjalan dan membalikkan badan.

“Jangan bandingkan aku dengan dia!” ucapnya tegas dan lantang.

“CHOI SEOWON!!”

Seowon menatap si sumber teringatnya ia akan awal permusuhannya dengan Chaerin tadi. Lagi-lagi ayahnya mengungkit-ungkit kelakuan ‘orang itu’ dan melampiaskannya padanya.

“Aboji, aku ulangi, jangan pernah bandingkan aku dengan dia! Aku selalu menurut apa kata Aboji kan? Jadi tolong, lupakan Hyung jika Aboji sudah membencinya! Aboji selalu membandingkan aku dengannya karena sebetulnya Aboji masih menginginkan dia yang meneruskan perusahaan ini kan??”

“Seowon—“

Seowon menahan perkataan umma-nya yang sudah bersiap melerai. Semua sudah cukup!

“Akuilah, Aboji. Agar aku menyerah. Karena aku selalu berusaha agar bisa menjadi pewaris yang baik bagi keluarga ini, tapi apapun yang aku lakukan selalu kurang di mata Aboji. Choi Siwon memang selalu jadi yang terbaik, tapi dia sudah memilih jalannya! Jadi bisakah Aboji menerima aku apa adanya? Aku bosan selalu berada dalam bayang-bayangnya sejak kecil!!!” teriak Seowon sambil berbalik dan mengambil mantelnya lalu keluar dengan membanting pintu.

Seowon berjalan sambil menendang kerikil di sepanjang jalan yang dilaluinya. Sudah 2 tahun sejak sang kakak berulah dengan menolak menjadi pewaris keluarga dan memutuskan masuk ke dunia entertainment. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi artis, hal yang selalu dicemooh ayahnya dengan mengatakan artis adalah pekerjaan bodoh yang hanya bersifat sementara. Ketika akhirnya Siwon meninggalkan rumah, Seowon berpikir bahwa tidak akan ada lagi orang yang bisa dibanding-bandingkan dengannya. Tapi ternyata ia salah, ayahnya malah semakin menjadi dengan selalu meluapkan kemarahannya atas kelakuan Siwon padanya.

Sejak kecil semua orang memang selalu membanding-bandingkannya dengan sang kakak. Siwon yang tampan, Siwon yang pintar bermain musik, Siwon yang jago olahraga. Untung saja umur mereka berbeda 4 tahun sehingga hubungan persaudaraan mereka hanya terlihat ketika mereka berada dalam 1 elementary school. Setelahnya, Seowon selalu meminta bersekolah di junior dan senior high yang berbeda dengan almamater Siwon agar tidak ada lagi yang bisa mengungkit-ungkit kelebihan Siwon di hadapannya. Maka itu dia murka sekali ketika setengah tahun yang lalu Chaerin yang notabene anak baru berani merendahkannya demi Siwon dan teman-teman se-grup ‘sok keren’-nya itu.

Ah, sudah setengah tahun ya? Seowon tiba-tiba tersenyum sendiri. Dia sebetulnya sudah sejak lama sadar kalau permusuhan mereka hanya salah paham, karena Chaerin sendiri hanya berusaha membela idolanya, tanpa ada niat sedikit pun membandingkan Seowon dengan Siwon—tahu mereka bersaudara saja tidak. Tapi akhirnya ia menikmati juga bermusuhan dengan gadis cantik itu, dan menggodanya sudah jadi kepuasaan pribadi rutin Seowon. Ia sama sekali tidak ada niat mengakhiri permusuhan ini.

***

“Seo Chaerin, kamu ada masalah dalam pelajaran matematika?” tanya wali kelas yang memanggilnya ke ruang guru di jam istirahat itu. Chaerin hanya bisa menunduk sambil sesekali melirik kartu hasil ujiannya di atas meja sang guru. Straight Ds selama kelas 1 dan ujian pertama di kelas 2-nya minggu lalu. Aigoo…

“Choi Seowon. Saya sudah meminta dia menjadi tutor kamu sampai ujian tengah semester nanti. Semoga dia bisa membantu mengatasi problem matematika kamu ini ya.”

Chaerin terbelalak, “HAH, siapa, Seonsaeng-nim?”

Sang wali kelas menatap Chaerin bingung, “Choi Seowon. Ada apa? Dia juara umum tahun lalu kan? Jadi saya yakin dia pasti bisa membantu kamu. Semangat ya.” jawabnya sambil menepuk bahu Chaerin dan beranjak pergi. Chaerin melongo.

MWOYA?? SIAPA yang akan jadi tutor matematikanya?? CHOI SEOWON??! Aish… Chaerin meniup poninya dengan kesal.

Ia baru saja menutup pintu ruang guru setelah keluar ketika sesosok tinggi menabraknya.

“Choi Seowon!” teriaknya sambil menengadah demi melihat wajah orang yang menabraknya ini.

Seowon tersenyum, “Sudah siap? Kita belajar mulai sore ini.”

Sepulang sekolah, Chaerin sudah bersiap-siap pulang dengan memasukkan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas ketika sebuah suara menegurnya.

“Mau kemana? Belajar!” Seowon meletakkan tasnya di bangku milik meja di depan Chaerin dan menyampirkan jas seragamnya di sandarannya. Chaerin terduduk lesu sambil memelototi Seowon.

“Wae? Ga suka? Kamu kira aku suka harus buang-buang waktu ngajarin orang yang otaknya bebal kayak kamu? Jadi terima sajalah. Nah, sekarang kita mulai dari bab yang bakal diujiankan saja. Bab 3, cepat dibuka.” Suruh Seowon galak.

Chaerin menurutinya dengan terpaksa, maka ia mengambil buku lambat-lambat.

“Ga usah buang-buang waktu deh! Urusanku bukan hanya jadi tutor kamu, tau!” omel Seowon sambil merebut buku Chaerin dan membukakan bab yang dimaksud. “Ini baru dibahas tadi, ada yang kamu ga ngerti?”

Chaerin ragu-ragu menjawabnya, ada sih… Tapi kemudian ia menggeleng.

Sebelah alis Seowon terangkat tanda menyangsikan, “Yakin?”

Chaerin mengangguk.

“Oke. Kalau begitu coba kerjakan latihan yang ini.” Ia merujuk pada 5 soal pertama di bab tersebut. Chaerin menatap Seowon terkejut. Anak ini serius ya?

“Wae?” tanya Seowon setelah menyaksikan ekspresi Chaerin.

“Aniyo.” Jawab Chaerin gengsi sambil cepat-cepat mengambil buku tulis dan pensil mekaniknya. Ia membaca soal nomor 1 dalam hati. Apa ini ya? Aduh, ini tipe soal yang dia tidak mengerti… Kenapa tadi di kelas dia tidak bertanya sih? Aigoo…

“Waktu habis.” Seowon menekan tombol stopwatch di ponselnya dan menghampiri Chaerin yang terbengong-bengong.

“Kamu ga bilang kalo pake waktu!!”

“Ya, kalo ga pake waktu, sampai besok juga 5 soal ini saja ga akan selesai!” jawabnya sambil meraih buku tulis Chaerin. “Salah semua.”

“Kamu bahkan belom ada 10 detik liat jawaban aku!”

“Ga perlu. Liat ini, bahkan dasar pemfaktoran pun belum kamu pahami. Ini bisa kamu sederhanakan dulu, kemudian… Lalu dipindah ruas… Nah, lebih mudah kan?”

Chaerin mengangguk-angguk sambil sesekali ternganga karena ke-simpel-an cara yang diberikan Seowon. Benar-benar pantas dia menjadi juara umum sekolah.

“Udah ngerti?”

Chaerin mengangguk mantap. Seowon pun kembali menunjuk soal-soal untuk dikerjakan dan kali ini, Chaerin mampu menjawab betul lebih dari setengah jumlah soal yang diberikan. Mereka belajar dengan serius sampai tak menyadari bahwa matahari telah tenggelam di ufuk barat. Dan akhirnya,

“Oke, hari ini sekian dulu. Oh ya, kamu tau ga? Kekurangan kamu itu cuma karena kamu malu bertanya. Kamu selalu berharap orang lain memberi umpan terlebih dulu, dan itu penghambat dalam belajar. So please omit it. Harasseo?”

Chaerin mengangguk paham sambil tersenyum tulus menatap Seowon. “Gomawoyo…”

Cantik! puji Seowon dalam hati. Refleks, Seowon perlahan menunduk dan mencium bibir Chaerin. Mereka sejenak terpaku, tapi kemudian,

PLAKK!! Tamparan keras mendarat di pipi Seowon.

“Choi Seowon! Beraninya kamu…” teriak Chaerin sambil mengusap bibirnya keras dengan punggung tangan, merasa jijik. Ia segera membereskan peralatan belajarnya dan pergi dengan perasaan marah. Murka! Ia murka sekali! Sampai-sampai ia tidak menyadari salah satu barang terpentingnya, yang bahkan tidak pernah ia pinjamkan pada siapapun, tertinggal di mejanya.

Seowon bersender di pinggiran meja Chaerin sambil mengelus-elus pipinya kirinya. Kejadian tadi memang tidak disengaja, tapi ia tidak menyesal sedikitpun biarpun harus menerima bayaran tamparan ini. Dia bahkan tidak peduli pada kenyataan bahwa Chaerin sudah punya pacar. Ya, si ‘mahasiswa olimpiade’ itu. Tanpa sengaja ia menoleh ke meja Chaerin dan menemukan sesuatu.

Ponsel? Seowon meraih ponsel touchscreen itu. Tadinya ia sudah akan berlari mengejar Chaerin untuk mengembalikan ponsel ini, tapi akhirnya ia mengurungkan niatnya. Tiba-tiba ia jadi ingin melihat isi ponsel serba pink itu. Jadi… kembalikan besok juga bisa, katanya dalam hati.

Sambil berjalan pulang Seowon mencoba membuka ponsel Chaerin yang ternyata dikunci password. Cih, anak ini ternyata betul-betul misterius, pikirnya. Ia bahkan tidak bisa menebak kata kunci ponsel ini. Seowon pun mempercepat langkahnya sampai rumah. Ia segera berlari menuju kamar pribadinya, membuka laptop, dan memasukkan memory card ponsel Chaerin ke dalamnya.

Poems? Judul salah satu folder di dalam memory card ponsel Chaerin langsung menarik perhatiannya. Whoa, dia suka nulis puisi… dalam bahasa Inggris pula! Seowon makin tertarik melihat sisi lain Chaerin dari isi memory card-nya. Apa lagi ya… ah, PICTURE!

Anak ini terorganisir sekali sih, Seowon geleng-geleng kepala melihat folder-folder yang membagi foto-foto Chaerin sesuai kategorinya. Friends, Family, Pets, Me, dan… Nae Sarang? Seowon membuka folder terakhir dengan perasaan was-was. Akhirnya ia akan melihat wajah ‘rivalnya’ ini untuk pertama kalinya. Dan betul, folder itu penuh dengan foto-foto Chaerin dengan seorang namja tampan. Seowon berusaha keras menahan perasaan ingin menonjok monitor yang menampilkan foto-foto itu. Sepertinya mereka sudah bersama sejak Chaerin masih berada di junior high, karena ada foto yang sepertinya diambil di hari kelulusannya, Chaerin mengenakan seragam JHS-nya memegang buket bunga sambil bersandar di bahu sang namja yang mengenakan seragam SHS.

Eh, tapi rasanya dia pernah melihat wajah pria ini… Seowon segera berlari ke rak CD-nya di sudut kamar. Dimana dia letakkan CD itu? Ah, ini dia! Dan perasaannya benar, pria itu terlalu tampan untuk hanya menjadi orang biasa…

Seowon meletakkan kembali CD album terbaru Super Junior yang baru saja dikirimkan Siwon itu di raknya. Aku memegang kuncianmu, Seo Chaerin…

***

“Kamu Seo Chaerin?” Tanya sunbae yang memanggilnya ke dalam laboratorium kosong itu. Di belakangnya berdiri 3 orang lagi sunbae-nya dengan senyum sinis.

“N-Ne,” jawab Chaerin, tidak mampu mengangkat wajahnya. Ada apa ini??

“Haha, jadi dia.” Seru seorang sunbae yang berdiri di belakang. Chaerin sendiri belum melihat sunbae-nya ini satu per satu, lebih tepatnya tidak bisa karena ruang yang cukup gelap tidak memungkinkannya untuk itu.

“Ya, miin-a (pretty girl), apa kamu ga ingin tau kenapa kamu kami minta kesini?” Tanya sunbae yang berdiri tepat di hadapan Chaerin sinis. Orang ini yang tadi menanyakan namanya. Sepertinya ia pemimpin di kelompok ini.

Chaerin mengangguk ragu. Dia baru saja menginjakkan kaki sebagai siswa kelas 1 di high school ini, kapan ia pernah berbuat salah pada mereka?

“Cho Kyuhyun.” Jawab si sunbae menyebut nama orang yang baru saja menjadi kekasihnya itu. Chaerin tersentak. Memang dia pernah dengar kalau di high school ini, pacarnya itu termasuk populer tapi dia tidak menyangka itu akan membawanya dalam masalah seperti ini!

“Kenapa diam? Sudah 3 bulan ini sejak kami dengar Kyu Sunbae memacari siswi Junior High, kami menunggu kedatanganmu karena kami yakin kamu juga akan masuk ke sekolah ini mengikuti Kyu Sunbae. Dengar, tugasmu mudah, cukup kamu tinggalkan dia, dan kami juga akan meninggalkanmu. Harasseo?”

Sisi lain dalam diri Chaerin memberontak. Kenapa? Kenapa juga aku harus meninggalkan dia cuma demi gadis-gadis ini? Semudah itu?

Akhirnya Chaerin menggeleng. Dan sepertinya gadis-gadis itu kaget akan responnya.

“Ah, jadi mau melawan? Baik, baik.” Kata si sunbae pemimpin itu lagi. Ia mengambil sebuah lighter dari saku roknya, kemudian menyalakannya.

“Siap?”

 

(to be continued)
Advertisements
 
4 Comments

Posted by on June 11, 2010 in Super Junior

 

Tags: , , ,

4 responses to “Among You, Me, Your Boyfriend, and My Brother – Part 1

  1. wiehj

    July 9, 2011 at 6:26 pm

    inii sbnernya lead cast nya sapa yah?? saewon ato kyu??
    inginnya sih am saewon hahhhahaa
    baguss!! aq bru sempet nihh baca ff mu yg lama2 hehehhe 😀
    komennya skaligus di part ending ff yahh cingu ^^ :p

     
    • lolita309

      July 13, 2011 at 10:35 pm

      lead cast nya emang seowon, makanya judulnya juga gitu^^

      hehe, makasi yaaa uda nyempetin bacaa *bow*

      sipp, makasi sayang uda komen 😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: