RSS

OPPA, MWOL HAGO ISSEO?

05 May

OPPA, MWOL HAGO ISSEO? (OPPA, WHAT R U DOING?)

By: Lolita Choi

Starring: DBSK Yunho


Yunho tersenyum sinis melihat SMS di ponsel pribadinya. Kalimat ini lagi, nomor ini lagi. Setiap hari, 3 kali sehari masing-masing selalu tepat pukul 9 pagi, 1 siang, dan 8 malam. Dan sekarang uda masuk seminggu sejak itu. Heran, dapet nomor pribadi dia dari mana sih?

Yunho pernah membalas, sekali di hari kedua. Kebetulan lagi nganggur aja dan dia pikir mungkin salah satu trainee SME (sedikit yang tau nomor ponsel pribadi dia kan?). Saat itu Yunho memang senang karena ada yang perhatian. Tapi kalo uda keterlaluan gini sih namanya teror!

“Lagi, Hyung?” Changmin yang baru keluar dari kamarnya menangkap tampang kesal hyung jangkungnya ini.

“Hm.” Jawab Yunho singkat. “Apa aku ganti nomor aja kali ya?”

“Andweyo… By the way selain dia ada SMS dari nomor ga dikenal lain ga?”

“Engga sih, pokoknya nomornya selalu sama, pertanyaannya sama, selain itu (untungnya) sih ga ada yang aneh-aneh lain yang SMS aku.”

Good then.” simpul Changmin. Muka Yunho menyiratkan tanda tanya; waeyo? “Ya itu artinya biarpun dia tau ini beneran Hyung, secara Hyung pernah bales sekali, dia ga nyebar-nyebar ke orang lain kan? Mungkin dia emang cuma bener-bener pengen tau tiap aktivitas Hyung kali. Hahaha…”

Yunho manggut-manggut. “Hey maknae, bisa mikir jernih juga kamu.”

Changmin bingung harus ngerespon seneng apa kesel. Itu maksudnya sindiran bukan sih?

***

Seminggu sudah berlalu lagi. Gadis—dia memanggil Yunho dengan oppa, dapat disimpulkan dia perempuan dan pasti lebih muda darinya—itu masih setia dengan rutinitasnya biarpun dengan intensitas yang mulai berkurang, kini tinggal sehari sekali jam 8 malam. Baguslah, pikir Yunho. Bukannya sombong, tapi keadaan emang lagi sulit buat DBSK saat ini, dan ‘teror’ seperti ini malah akan memperburuknya saja! Setelah terpecah dalam formasi 2-3, sepertinya para anggota DBSK malah makin diforsir untuk disalurkan ke bidang-bidang lain. Changmin sibuk drama, sedang dirinya sering diundang talkshow kesana-kemari, belum lagi sebagai tim pengajar SM Training juga. Kadang-kadang dia sempat berpikir, apa seharusnya dia ikuti jejak Jaejoong, Yoochun, dan Junsu? Andwe! Dia leader, harus ada seseorang yang menunggu saudara-saudaranya itu kembali ke sini. Dan siapa juga yang bakal jaga Changmin kalo dia pergi?

Tapi seringkali sepulang kerja, Yunho merasa seperti sudah tak tahan lagi. Capek, kesal, dia rindu bercanda dengan saudara-saudaranya itu di apartemen ini. Tak ada lagi orang yang bisa diajak ngobrol karena Changmin selalu pulang lebih malam dari dirinya. Kasihan Changmin, padahal dia lebih muda, kenapa orang-orang itu mengatur jadwal tanpa memikirkan kondisi adiknya itu sih?

Tepat di saat itu, ponsel Yunho berbunyi, SMS.

Oppa, mwol hago isseo?

Yunho tertawa. Ah ya tentu saja, ini jam 8 malam ya? Merasa sangat kesepian saat itu, Yunho tanpa berpikir pun membalas,

Baru sampe rumah, gomawo udah perhatian. :)”

Dia tidak berpikir untuk membalas lagi apapun balasan ‘gadis misterius’ itu, tapi SMS yang masuk kemudian membuatnya berubah pikiran.

Yunho oppa, orang lain ga akan tau apa yang oppa rasa kalau oppa ga bilang…”

Dalam hatinya sebetulnya Yunho meraaa tertampar oleh kata-kata tersebut. Ya, selama ini jika kesal dan lelah seperti sekarang, Yunho selalu menyimpannya sendiri. Dia marah karena merasa diforsir, tapi ia tidak pernah mencoba membela haknya di hadapan manajemennya. Yunho seketika merasa bodoh sekali. Kenapa orang lain bahkan lebih mengenal dia daripada dirinya sendiri sih?

“Ya, gomawo lagi udah ngingetin. Terus dukung aku ya. :)”

***

Rasanya sudah lama sekali sejak Yunho dan Changmin terakhir bisa ngobrol lama, saling tuker pikiran, bahkan curhat-curhatan. Padahal di kota ini mereka masing-masing hanya tinggal punya satu sama lain setelah Jaejoong, Yoochun, dan Junsu pergi. Tapi rasanya semenjak mereka terpaksa ‘pecah’ seperti ini, segalanya menjadi ga sama lagi, mereka seperti punya jarak dan mulai kaku ketika harus berkomunikasi, termasuk antara Yunho dan Changmin yang padahal tinggal seatap. Yunho kangen Changmin… Kangen mereka semua. Apa mereka juga merasakan yang sama?

Bukan berarti Yunho tidak pernah menyalurkan kerinduan itu pada adik-adiknya, karena mereka tentu tetap saling memberi kabar satu sama lain, tapi ya itu saja, tidak lebih. Mereka tidak lagi leluasa mengobrol, karena tiap kali ingin tiba-tiba menelepon atau SMS hanya sekedar untuk mengobrol, pikiran yang terlintas di kepala mereka masing-masing adalah: ganggu ga ya? Dan akhirnya niat itupun terurungkan. Selalu itu yang terjadi sampai akhirnya komunikasi mereka pun amat terbatas seperti sekarang…

“Oppa, mwol hago isseo?”

Yunho membaca SMS di ponselnya dan tertawa sampai mengeluarkan air mata. Antara merasa lucu karena bisa-bisanya SMS ini selalu muncul ketika dia membutuhkan seseorang, dan miris karena dia mengaharapkan SMS ini datang dari salah satu adik DBSK-nya…

Oke, sekarang dia ga bisa ‘sok artis’ lagi yang ga mau jawab SMS ini, dia harus menjawabnya karena dia memang membutuhkannya… Membutuhkan orang ini, siapapun itu, yang telah membuka matanya bahwa di luar sana masih ada orang yang peduli pada apa yang dia lakukan.

“Lagi makan, sepi nih Changmin belum pulang. :(“

Yunho menebak-nebak kira-kira apa yang akan dibalas oleh gadis ini. Mampukah ia kembali membantu Yunho melakukan apa yang seharusnya ia lakukan?

“Oppa, terus semangat dan saling dukung ya, karena Changmin oppa pasti juga ngerasain hal yang sama…”

Yunho kembali tercengang. Gadis ini bahkan tau dia sedang meragukan perasaan Changmin…

“Menurutmu begitu?”

“Ya. Bersabar dan semua pasti akan kembali seperti semula. Di saat seperti ini kita cuma bisa percaya, kan? :)”

Yunho tersenyum. Dia bahkan sama sekali tidak mengenal pengirim SMS ini, tapi rasanya mereka sudah bersahabat bertahun-tahun… Pengertian sekali.

Sejak itu Yunho tak pernah lagi ragu membalas SMS gadis misterius ini. Bahkan bisa dibilang, kini tiap hari pukul 8 malam adalah saat-saat yang selalu ditunggu Yunho, biarpun dia selalu menyangkalnya. Ia tidak lagi murung dan lebih mampu mengatasi rasa rindunya pada adik-adik DBSK-nya, terutama Changmin. Komunikasi mereka pun mulai kembali membaik. Tapi di saat segalanya mulai kembali seperti semula, tiba-tiba Changmin mengabarkan kalau dia mendadak harus pergi ke Thailand selama sebulan, untuk bekerja.

“Kok mendadak sekali sih?” Tanya Yunho.

“Iya, maaf ya Hyung, aku baru bilang… Aku juga baru taunya seminggu yang lalu soalnya… Trus sibuk sana-sini jadi baru sempet bilang sekarang… Mian,” jelas Changmin sambil menunduk. Ia sebetulnya sedih sekali harus meninggalkan kakak yang tinggal satu-satunya ini, apalagi untuk sebulan.

“Ya udahlah, hati-hati aja kamu disana. Jangan jalan-jalan sendirian biarpun kamu uda sering ke Thailand, dan jangan sampe dikibulin orang. Harasseo?” Peringat Yunho sambil mengacak-acak rambut si bungsu.

“Y-Ya, Hyung, aku kan uda 22, kok kayak nasehatin anak TK gitu sih.” Protes Changmin sambil merengut. Tapi kemudian ia tertawa senang. “Tapi gamsahamnida, Hyung-ah. Aku pasti bakal kangen banget sama Hyung. Changmin sayang Yunho Hyung.” Lanjutnya sambil memeluk Yunho erat. Yunho menepuk-nepuk punggung Changmin, matanya mulai panas karena air mata yang minta dikeluarkan. Ah, rasanya hari ini dia jadi melankolis sekali, sih…

Esoknya, sekali lagi Changmin berpamitan pada Yunho yang tak bisa mengantarnya ke sampai bandara.

“Ga ada yang ketinggalan kan? Bawa uang? Paspor? Kopermu uda dikasi name tag? Kacamata, sunglasses, topi?” Sebut Yunho satu per satu. Changmin geleng-geleng kepala.

“All set, Hyung. Kenchanayo.” Jawab Changmin sambil menepuk-nepuk lengan Yunho. Yunho tersenyum malu. Dia sampai lupa adik kecilnya sudah sebesar ini…

“Jaga diri ya. Sebulan lho, awas kalo ga ada kabar!” Ancam Yunho. Changmin tertawa, dan segera memeluk Yunho lagi untuk terakhir kalinya sebelum berangkat.

BLAM! Pintu ditutup. Yunho jatuh terduduk di sofa. Belum apa-apa aja dia udah mulai kangen sama adik kecilnya itu. Ah, tapi dia harus bisa! Ayo lupakan dan hanya pikirkan kerja, kerja, kerja!! Yunho menyemangati dirinya sendiri seraya bangkit dari sofa. Dia berhenti di depan kamar Changmin. Aduuh, nanti aja deh masuk-masuk kamarnya kalo uda kangen banget! Pikir Yunho sambil berlalu dan siap-siap berangkat kerja.

Sementara itu di bandara, Changmin sibuk mengaduk-aduk sling bag-nya. Tidak merasa cukup, ia mulai menumpahkan seluruh isi tasnya di kursi tunggu bandara itu. Mana? Mana? Wajahnya mulai terlihat panik. Aduh, sepertinya dia telah sukses meninggalkan ponselnya yang satu lagi di apartemen…

***

Sudah 2 minggu berlalu sejak Changmin pergi ke Thailand. Sepertinya bocah itu sibuk sekali sampai hanya baru mengabarinya sebanyak 2 kali. Lihat saja kalau pulang nanti bocah, pikir Yunho sambil juga membayangkan apa yang akan ia lakukan pada si maknae. Cubit, jitak, atau main kelitikan seperti biasa? Yunho tertawa. Untungnya dia juga sedang sibuk-sibuknya kerja jadi begitu pulang dia biasanya akan langsung tertidur sebelum sempat memikirkan Changmin.

Tapi hari ini rasanya beda, tiba-tiba ia kangen sekali dengan adiknya itu sehingga malam ini Yunho memutuskan untuk tidur di kamar Changmin. Begitu masuk, semerbak coklat langsung tercium oleh Yunho. Kamar Changmin memang selalu wangi coklat, makanan kesukaan Changmin. Bukan hanya karena banyaknya coklat yang ia ‘timbun’ di kamar itu, tapi juga karena saking sukanya dengan coklat, parfum sehari-hari Changmin juga beraroma coklat, yang masih tercium sisa-sisanya sejak terakhir dipakai Changmin sebelum pergi.

Yunho menyapukan tangannya ke seluruh barang-barang Changmin seperti ingin merasakan kehadirannya adiknya di situ. Meja belajar Changmin, di dindingnya penuh memo-memo penyemangat. Yunho membayangkan adiknya belajar sepulang bekerja sambil melihat memo-memo ini, dan ia tersenyum salut. Tapi kemudian perhatian Yunho teralih ke sebuah ponsel di atas textbook tebal Changmin. Dia beli ponsel baru? Dasar, pasti dia ngikutin jejak Junsu yang gadget freak dan mulai apa, mau koleksi ponsel? Yunho tertawa pahit, ah, dia kangen sekali Changmin…

Hari-hari berikutnya, Yunho kembali disibukkan oleh pekerjaannya sehingga ia tak lagi terlarut-larut memikirkan Changmin yang semakin sedikit kabarnya. Ia bahkan lupa bahwa sudah lama juga si ‘gadis misterius’-nya tak lagi menanyakan apa yang sedang ia lakukan via SMS rutin seperti biasanya. Tapi akhirnya Yunho mulai bosan juga hidup sendirian di apartemen seluas ini. Ironis, padahal sewaktu hidup berlima, mereka bahkan sampai harus berbagi kamar maupun bergantian tidur di sofa. Maklum, apartemen ini hanya memiliki 3 kamar tidur. Tapi kini rasanya sepi sekali…

Akhirnya ia tersadar juga kalau ‘gadis misterius’-nya juga menghilang tanpa kabar. Apa ini, apa iya dirinya merasa ‘kehilangan’? Atau ia hanya sekadar ‘membutuhkannya’ di saat-saat yang berat tanpa seorangpun ada untuknya seperti saat ini? Tak ingin mengakui alasan pertama, Yunho pun sepakat dengan alasan kedua. Sepertinya begitu, dia pasti hanya merasa butuh teman sekarang, kalau semua baik-baik saja dia pasti tidak lagi ‘membutuhkan’ gadis ini. Tapi kenapa saat ini dia ingin sekali menelepon gadis ini dan menanyakan kenapa ia tak lagi meng-SMS-nya??

Yunho memutar-mutar ponselnya. Haruskah ia menelepon gadis ini? Salah, pertanyaannya seharusnya adalah: inginkah ia menelepon gadis ini? Tapi dia kan seorang idola, kenapa dia harus pusing begini hanya karena seorang gadis yang bahkan tidak ia ketahui rupanya? Sukakah…?

Ani, ani, ani. Yunho menggelengkan kepalanya kencang-kencang. Ah, sudahlah. Jika gadis itu memang ga mau SMS dia lagi, ya sudah. Kenapa jadi dia yang repot sih? Pikir Yunho sambil melempar ponselnya ke sofa di belakangnya dan pergi tidur.

Esoknya, Yunho sibuk mencari-cari ponselnya yang ia lempar ke sofa semalam. Dia yakin kemarin dia melemparnya ke sekitar sini… Tapi kenapa sekarang ga ada?

Sepertinya cara satu-satunya adalah dengan menelepon ponselnya itu. Dia teringat ponsel baru Changmin yang ada di kamar adiknya itu. Changminnie, pinjam ponselmu sebentar ya. Pinta Yunho dalam hati. Ia mengambil ponsel di atas meja belajar Changmin itu, menyalakannya, dan segera men-dial nomor ponselnya sendiri. Berhasil! Yunho mendengar bunyi ringtone ponselnya dan segera mencari sambil terus menghubunginya dengan ponsel Changmin di dekat telinganya.

Nah, ini dia! Ternyata terselip di pinggir pegangan sofa… Yunho tersenyum lega sambil mengambil ponselnya dari situ. Tapi… Apa ini yang tertera sebagai caller ID di ponselnya? Mysterious Girl calling? Ia segera menurunkan ponsel Changmin yang sedari tadi ia dekatkan di telinganya, kemudian menatapnya bergantian dengan ponselnya sendiri yang layarnya masih berkedip-kedip karena panggilan masuk. Jadi selama ini, ‘gadis misterius’-nya itu adalah… CHANGMIN??

***

“Hyung-ah, aku pulaang…!” Sapa Changmin ceria sambil menutup pintu di belakangnya. Tak ada jawaban. “Hyungie… Oleh-oleh manisan mangga Thailand kesukaan Hyung loh…” Lanjutnya lagi. Masih tak ada jawaban.

“Hyung? Yunho Hyung?” Panggil Changmin sambil melongok kamar Yunho. Ga ada juga. Mungkin lagi keluar kali, pikirnya sambil menuju pintu kamarnya dan membukanya.

“OMO!” Teriak Changmin begitu melihat sesosok pria duduk mematung di pinggir ranjangnya. Yunho. “Aigoo, Hyung. Tau ngagetin ga?” Protes Changmin sambil meletakkan koper dan menaruh slig bag-nya di atas meja belajar. Tapi kemudian ia memeluk Yunho erat.

“Uuhh, kangen banget sama Hyung… Sombong deh semingguan ini SMS aku ga pernah dibales.” Changmin sok manyun sambil menatap wajah Yunho yang masih terlihat keras. “Hyung… Kenapa?” Tanyanya sambil memegang kedua pipi Yunho.

“Kamu senang, udah mempermainkan aku, ya Shim Changmin!” Bentak Yunho. Changmin tersentak. Ada apa ini?

Yunho mengangkat ponsel baru Changmin. Changmin kembali tersentak.

“Hy-Hyung… Itu…”

“Apa?!” Bentak Yunho lagi. “Buat apa, Shim Changmin! Apa kamu udah kekurangan mainan sampe leader-mu sendiri kamu jadikan mainan, hah?!”

“Selama ini aku memang selalu maafin kamu kalo kamu iseng dan lain-lain karena aku menganggap kamu sebagai adikku sendiri, adik bungsuku… Tapi apa yang kamu lakukan sekarang sudah betul-betul keterlaluan, Shim Changmin. Kamu—“

“Hyung!” Changmin memotong dengan keras. Matanya mulai terasa panas. “Hyung sendiri ngerasa kan kalo kita udah ga sama lagi sejak hyung-hyung lain pergi?? Aku bingung tiap kali mau ngobrol sama Hyung, aku kangen Hyung, tapi aku sibuk, Hyung sibuk. Padahal aku ga punya siapa-siapa lagi di sini selain Hyung…

“Aku selalu perhatiin Hyung yang selalu pura-pura kuat nahan semuanya sendirian, padahal aku juga mau, Hyung, dibagi kesepian bareng-bareng, diajak tuker pikiran… Tapi aku yakin Hyung ga bakal ngebagi kesusahan sama aku kan? Makanya aku coba jadi orang lain, dan ternyata aku benar kan? Hyung mau berbagi dengan ‘orang itu’ dan bukan aku!” Changmin tidak ingin mengangkat wajahnya. Matanya dipejamkan erat-erat demi menahan air mata yang siap tumpah.

“Tapi buat aku ga apa-apa, setidaknya akhirnya aku tau perasaan Hyung, aku tetap seneng karena bisa tuker pikiran dengan Hyung biarpun sebagai orang lain…” ucap Changmin melambat.

Yunho bangkit dan segera memeluk adik kesayangannya itu. Akhirnya tangis Changmin pecah juga. Ia memukul-mukul punggung Yunho yang ada di pelukannya dengan air mata mengalir deras di pipinya. Yunho membiarkannya dan malah memeluknya lebih erat. Biarlah adiknya melampiaskan emosinya sampai puas, dia pantas melakukannya. Aku yang selalu menganggap Changmin tidak perlu mengerti kesusahanku, ternyata telah salah besar… Pikir Yunho. Akhirnya sedikit demi sedikit tangis Changmin mereda dan tubuhnya mulai rileks. Yunho mengusap peluh dan airmata di wajah adiknya.

“Mianhae… Jeongmal mianhae, saranghaneun Changminnie… Hyung selama ini ga pernah ngerti perasaan kamu yang khawatir sama Hyung… Gomawo, jeongmal gomawo… Mulai sekarang kita harus selalu utarain semua yang kita rasain ya? Ga ada rahasia lagi. Arasseo?” Yunho menatap Changmin sambil tersenyum dan menghapus titik airmata terakhir di pelupuk mata Changmin. Changmin mengangguk lalu memeluk Yunho lagi.

Yunho tiba-tiba melepas pelukan Changmin. “Tapi masih ada satu yang belum kamu jelasin ke aku.”

Changmin menatap Hyung-nya penuh tanda tanya. Apa lagi?

“Kenapa kamu harus pura-pura jadi cewek? Aku… Aku nyaris naksir kamu tau ga!” Bentak Yunho sambil blushing. Changmin awalnya melongo, tapi kemudian ia tertawa geli sekali sampai memegangi perutnya dan baru berhenti setelah sadar Yunho tengah memelototinya.

“Hahaha, ampun Hyung…” Changmin masih tak sanggup menahan tawa gelinya. “Abisnya… Kalo aku ngaku cowok bakal tambah gawat lagi dong? Masa Hyung…” Changmin menatap Yunho sambil bergidik geli. “By the way, ‘Oppa, mwol hago isseo?’” tambah Changmin dengan suara dimanis-manisin seperti cewek. Yunho mendelik tajam.

“YA!! Shim Changmin!!” Teriak Yunho sambil berlari mengejar Changmin yang baru saja berlari kabur sambil tertawa nakal. Yunho ikut tertawa. Sudah lama sekali rasanya merasa lepas seperti ini… Dan ini akan terus berlanjut. Yunho janji, hubungannya dengan Changmin akan terus berlanjut seperti ini. Saranghaeyo, nae saranghaneun dongsaeng…

***

a9b842d34907a1399d211e29c2ac24b0

Advertisements
 
10 Comments

Posted by on May 5, 2010 in DBSK

 

Tags: , , ,

10 responses to “OPPA, MWOL HAGO ISSEO?

  1. wulan

    November 12, 2010 at 11:43 am

    hikss… huhuhuhuweeeeee…. sumpah… so sweet……. aq sampe mewekkk huwaaaaaa…. kangen sama mereka semuaa… kangen liat mereka semua… huwaaaa….. keren banget deh ni cerita nya :’) hiks….

     
    • lolitastories

      November 13, 2010 at 12:25 am

      waaa makasi yaa… jangan nangis cupcupcup~ *pelukwulan*
      hehe, iya aku juga kangen banget sama mereka… unyu unyu~ T.T
      apalagi kesannya dibalik berkibarnya JYJ sekarang, Yunho-Changmin malah jadi ga kliatan… 😥
      aku jarang ketemu cassie, jadi salam kenal yaa^^

       
  2. Oepieck

    January 27, 2011 at 10:19 am

    onnie… so sweet… jeongmal!
    si changmin pinter ya? yunho juga gampang aja diboongin. kekeke~
    tapi dengan begitu, mereka bisa saling berbagi!
    onnie daebak deh!

     
    • lolita309

      July 13, 2011 at 10:11 pm

      waaa, maaf baru bales sekarang… makasi yaa sayang pujiannya^^

      hehe, jadi pada dasarnya, changmin yg pinter apa yuno yang oon? *ups 😛

      dan seperti biasa… terima kasih udah baca dan komen 😀

       
  3. ms.o

    July 8, 2011 at 2:54 am

    hiyaaaa,,eonni,,,aki nangis bacanya nih,,,miris,,,riss,,ris,ris,,
    huweeeeeeeeeeeeeeee,,,,changmin oppa…ternyata,,gitu ya yg ada di pikiran mereka, niatnya sih g mau jadi beban,tapi akhirnya diemnya itu yg jadi beban,,

     
    • lolita309

      July 8, 2011 at 8:36 am

      huaaa cupcupcup..

      iya nih, dulu bikinnya waktu mereka masih vakum, masih masa2 perpecahan jd lebih nancep 😥

      makasi sayang uda baca^^

       
  4. wiehj

    July 9, 2011 at 6:05 pm

    LOL tnyta si mysterious girl nya ntu changmin hahhahaha
    kocag skaligus sedih nii ff
    jd imagine dee, prasaan asli mreka kayak gini kali yah pas bru awal2 pecah 2-3 member gtu..
    ngrasa sepi, ad yg kurang.. dorm yg byasa ditinggali 5org skrg cman 2org yg tinggal, dorm yg byasa rame am obrolan candaan 5org skrg jd sepi gt suasana nya…
    ahhhhh, sedihhhh T,T mau nangis rasanya klu inget2 mreka lagiii 😥

     
    • lolita309

      July 13, 2011 at 10:39 pm

      iyaa ngebayangin perasaan mereka aja sedih lho… coba aja rumah kita kalau ditinggal pergi ortu-kakak-adek, kan sepi.. huhuhu

      uhuuu, aku juga selalu sedih tiap inget2 mereka lagi, sampe kapan juga buat aku tvxq ya 5, ga ada formasi 2-3 :’)

      makasi sayaang uda baca^^

       
  5. Lietha

    July 19, 2011 at 8:30 pm

    aku nyesek baca endingnya . terharu T^T
    tapi lucu juga pas bayangin changmin bilang ‘Oppa, mwol hago isseo?’
    :DDD

     
    • lolita309

      July 31, 2011 at 9:31 am

      huhu, sedih yah. apalagi kemaren JJ sempet ngetwit kangen mereka berdua… T.T

      makasi sayang uda baca^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: