RSS

SUNGMIN’S STORY

01 May

 

Fanfic ini aku tulis setelah baca diary entry-nya our Sungmin yang bilang kalo dengan sangat menyesal dia berniat mencarikan ‘orangtua’ yang lebih baik buat dua ‘babies’-nya Hyaku dan Sen. Dia merasa selama ini kurang bisa menjadi ‘appa’ yang baik karena kesibukannya dan berharap Hyaku dan Sen bisa mendapatkan orangtua yang lebih baik, yang bakal lebih sering bersama mereka…

 

Sungmin’s Story

By: Lolita Choi

Starring: SJ Sungmin

69b0a38fb8282db81af91351a76dd9c5

Sungmin menekan tombol ‘submit’ di blog pribadinya. Dia menghela napas berat. Akhirnya dia melakukannya juga… Ia lalu menatap Hyaku dan Sen yang sedang tertidur di keranjang mereka berdua. Maafin appa ya, Hyaku, Sen…

Terus terang Sungmin sendiri sebetulnya masih bingung apakah idenya memasang ‘sayembara’ di blog itu tepat atau tidak. Dia sih yakin, belum ada 10 menit pun pasti ratusan applicants sudah memenuhi board di blognya itu. Tapi masalahnya, yakinkah ia mempercayakan babies kesayangannya pada orang yang notabene ga dia kenal? Atau mungkin ketidakyakinan ini memang hanya karena dia masih berat melepas Hyaku dan Sen…

Tapi dia harus melakukannya. Demi Hyaku, Sen, dan penghuni lain rumah ini. Ya, dia tidak tinggal sendirian disini, maka dia ga boleh hanya mementingkan keinginannya sendiri. Apalagi Kyuhyun kemarin sudah sampai masuk RS karena asmanya kambuh. Dan dokter bilang memang orang dengan penyakit asma sebaiknya tidak berdekatan dengan binatang berbulu halus, seperti Hyaku dan Sen…

Akhirnya Sungmin beranjak dari depan komputer. Sebaiknya dia berjalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikirannya. Sungmin memakai jaket, topi pet, dan meraih iPhone-nya. Sepertinya main ayunan sambil dengerin musik di taman asik juga. Ia meraih handsfree ponselnya dan segera pergi keluar.

Malam sudah cukup larut sehingga tidak banyak orang berada di taman, yang justru menguntungkan bagi Sungmin. Dia memang bukanlah tipe orang yang suka dengan keramaian, hal yang agak aneh bagi orang yang sudah bertahun-tahun jadi idola seperti dirinya. Tapi memang itulah sifatnya yang sebenarnya. Ia segera duduk dia ayunan dan mengayun-ayunkan dirinya sendiri sambil menikmati malam itu dan musik klasik dari ponselnya.

BUKK! Sebuah bola mengenai kaki Sungmin pelan. Ia menoleh. Seorang bocah lelaki berusia sekitar 3 tahun dengan ransel kecil di punggung sedang berlari-lari ke arahnya.

“Hyung, mianhaeyo…” kata bocah itu polos sambil memungut bolanya. Sungmin hanya mengangguk pelan. Kenapa ada anak kecil berkeliaran malam-malam begini? pikirnya. Bocah itu tidak lupa membungkuk cepat sebelum berlari meninggalkan Sungmin.

Sungmin sudah kembali menikmati musik dan sunyinya taman di malam hari ini ketika ia mendengar derap kaki kecil bocah lelaki itu lagi. Ia sedang menggiring bola sepaknya ke arah lapangan rumput di hadapan ayunan yang Sungmin naiki. Di belakangnya berjalan seorang wanita yang kelihatannya berumur sekitar 23-24 tahun-an. Anak itu menghentikan kegiatannya bermain bola dan menatap wanita itu.

“Umma, malam ini kita tidur dimana? Aku udah kenyang, sekarang aku ngantuk…” kata anak itu sambil mengusap-usap matanya.

Wanita itu berjongkok demi menyamakan ukurannya dengan si kecil. “Tunggu ya sayang, sebentar lagi Ye-eun ahjumma bakal jemput kita, kamu inget Ye-eun ahjumma kan?” katanya lembut sambil mengusap rambut anak itu.

“Ehm.” Anak itu mengangguk cepat. Sementara itu Sungmin sudah beranjak dari ayunan dan bersiap pulang. Ia tidak berminat menemani ibu dan anak ini menunggu orang di taman.

“Umma, kapan kita mau beli kittens? Kita pasti pelihara kitten kan?” tanya anak itu sambil menggenggam bagian bahu kemeja ibunya. Wanita itu hanya tersenyum. “Pasti kan?” desak anak itu lagi.

Wanita itu kembali tersenyum. “Iya, kita pasti pelihara kitten.” jawabnya. “Tapi kamu inget cerita anjing Hachiko kan? Anjing yang setia tidak akan didapatkan pemilik yang mencarinya, tapi harus anjing itu sendiri yang menemukan pemiliknya… Begitu juga kucing. Kamu pasti pengen punya kucing yang setia kan? Makanya kamu harus mau menunggu sampai kitten kamu nanti menemukan kamu…” katanya lembut. Sungmin yang sudah berjalan beberapa meter langsung menghentikan langkahnya. Ia juga suka sekali dengan pesan moral cerita Hachiko itu!

“Ehm. Arassimnida.” Anak itu mengangguk mengerti sambil tersenyum riang. Seketika Sungmin merasa anak itu pasti akan menjaga Hyaku dan Sen dengan baik…

***

Hari itu Kyuhyun yang baru keluar dari RS betul-betul dimanja seluruh penghuni rumah itu. Leeteuk membawa rollcake yang kelihatan enak sekali, Eunhyuk rela meminjamkan PSP-nya sampai Kyu puas, dan Siwon membelikan beberapa kaset game Nintendo Wii terbaru untuk Kyuhyun.

Sungmin sendiri masih terbengong-bengong di hadapan komputer. 33,856 applicants? Dalam 2 hari?? Dia mengecek ulang postingan blognya, ingin memastikan bahwa ia mencantumkan kata-kata ‘Seoul city only’. Betul, dia mencantumkan kata-kata itu kok. Bagaimana mungkin dia bisa memilih 1 dari sebanyak ini pengirim?? (Sungmin tidak ingin memisahkan Hyaku dan Sen, sehingga dia mencari orang yang bisa merawat keduanya)

“Ya, Sungmin-ah! Tolong balikin piring ini ke tetangga sebelah dong. Rumah kuno itu. Baik sekali sih tetangga baru masih menyimpan tradisi berkenalan dengan kue.” pinta Leeteuk sambil menyodorkan sebuah piring oval kehadapan Sungmin.

“Ini bukannya piring rollcake itu? Kirain Hyung yang bawa…” kata Sungmin yang dijawab gelengan halus Leeteuk. Sungmin segera mengambil piring tersebut dan memakai sepatunya. Ia berjalan keluar dan tiba di pekarangan rumah mungil ala Korea itu. Rumah ini sudah lama kosong, bahkan Sungmin dan member Super Junior lain sering menjadikannya arena bermain mereka sendiri. Tapi kini rumput-rumput liar yang dulu berada di sana-sini sudah banyak menghilang dan sepertinya akan segera hilang seluruhnya, karena bocah kecil yang sepertinya anak pemilik baru rumah itu dan sedari tadi berjongkok membelakangi Sungmin, sedang mencabuti rumput-rumput liar itu dengan bersemangat.

Sungmin rasanya ingin tertawa sekaligus ingin mencoba juga mencabuti rumput dengan semangat seperti anak itu. Terlahir di keluarga yang bisa dibilang berada membuat Sungmin nyaris tidak pernah perlu membantu apapun di rumahnya. Apa iya mencabut rumput semenarik itu?

“Annyeonghaseyo…” sapanya. Bocah kecil itu menoleh. Sungmin mengerutkan keningnya. Rasanya wajah anak ini familiar… Tapi siapa?

“Annyeonghaseyo…” jawab bocah itu malu-malu sambil memperhatikan wajah Sungmin. “Hyung ayunan ya?”

Ya tentu saja! Anak ini bocah dengan bola yang waktu itu… “Ne, annyeong!” sapa Sungmin lagi. Anak itu tersenyum malu-malu.

“Ada siapa, Yoonjae?” tanya sebuah suara dari dalam rumah yang perlahan terdengar mendekat. Bocah itu—yang pastinya bernama Yoonjae—berlari mendekati pintu masuk rumah itu dan membukanya. Ia memeluk kaki seorang wanita yang tergopoh-gopoh keluar dari pintu itu, ibunya.

“An-Annyeonghaseyo…” sapa Sungmin gugup ketika melihat ibu Yoonjae yang terburu-buru melepas celemeknya. Ini orang yang sama dengan waktu itu? Ternyata masih muda sekali… pikir Sungmin. Ibu Yoonjae menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

“Ini, mau ngembaliin piring… Kuenya enak, jeongmal gamsahamnida…” kata Sungmin sambil membungkuk dalam.

“N-Ne.” jawab ibu Yoonjae. “Eh… mau minum teh dulu? Tapi rumahnya masih berantakan… Ada kue juga kok.” ajaknya yang dijawab gelengan halus Sungmin.

“Ga usah repot-repot kok, mau buru-buru. Annyeonghikaseyo…” jawab Sungmin sambil undur diri. Ibu Yoonjae yang masih sangat muda itu mengangguk maklum.

“Annyeonghikyeseyo…”

Sungmin langsung berlari ke kamarnya sekeluarnya dari gerbang rumah itu. Ada apa ini, ada apa ini? Kenapa dia deg-degan?? AAARRGHH!!

***

Sungmin bangun terlalu pagi hari itu. Sambil menguap ia mengambil ponselnya dan melihat jam. Jam 7. Ketika menuju kulkas untuk mencari minum, Sungmin melihat Hyaku dan Sen juga sudah terbangun seperti dirinya. Maka tanpa pikir panjang Sungmin memakai hoodie-nya dan menggendong Hyaku dan Sen. Mereka siap untuk jalan pagi!

Baru berjalan sebentar dari rumah, Hyaku dan Sen sudah rewel tanpa sebab sehingga Sungmin terpaksa menurunkan mereka dari gendongannya. Tapi kemudian Sungmin melihat sebabnya… seorang bocah kecil berlari-lari dari arah yang berlawanan, Yoonjae.

Kittens, kittens!” teriaknya senang dan kemudian berjongkok sambil mengelus-elus Hyaku dan Sen yang terlihat senang juga. “Umma, Sungmin Hyung punya kittens!” teriaknya lagi sambil memanggil-manggil umma-nya untuk segera mendekat.

“Annyeonghaseyo…” sapa ibu Yoonjae sambil menganggukkan kepala ketika sudah berada di hadapan Sungmin. Sungmin membalasnya dengan juga menganggukkan kepala.

“Hyung, siapa namanya?” tanya Yoonjae sambil masih berinteraksi dengan kittens milik Sungmin. Ia terlihat senang sekali.

“Yang itu Hyaku, yang itu Sen.” Jawab Sungmin sambil menunjuk masing-masing kitten-nya sesuai nama.

“Hyaku dan Sen ya…” ulang Yoonjae lucu. “Hyaku, Sen!”

“MEOW~” jawab Hyaku dan Sen nyaring. Yoonjae tersenyum puas.

“Sungmin-ssi mau kemana?” tanya ibu Yoonjae mengalihkan perhatian Sungmin.

“Oh… cuma pengen ajak mereka main keluar aja kok. Main di dalam terus soalnya,” Jawab Sungmin sambil melirik Hyaku dan Sen yang sedang sibuk main lompat-lompatan dengan Yoonjae. “Yoonjae-umma sendiri, keliatannya baru pulang ya?”

Ibu Yoonjae tersenyum sambil mengangkat barang-barang belanjaannya. “Iya nih, abis dari pasar.”

“Sungmin hyung, main ke rumah aku yuk, aku mau main sama Hyaku dan Sen…” Pinta Yoonjae sambil menarik-narik celana kargo Sungmin. “Boleh kan umma?” Lanjutnya sambil beralih ke ibunya.

“Iya, boleh. Oh iya, Sungmin-ssi uda sarapan? Sekalian aja bareng di rumah…” Ajak ibu Yoonjae.

“Eh? Boleh?” Sungmin ragu-ragu.

“Ya bolehlah. Kita malah seneng ada yang nemenin, ya Yoonjae? Maklum tiap hari cuma berdua, Sungmin-ssi.” Jawab ibu Yoonjae malu-malu.

Sungmin mengangguk. “Oke, deh. Jalan sekarang?”

“Hyung, aku gendong Sen, hyung gendong Hyaku ya…” Kata Yoonjae sambil menyerahkan Hyaku dan memeluk Sen. Sungmin tersenyum sambil mengambil Hyaku dari tangan Yoonjae.

***

Sungmin duduk bersila sambil menggenggam cangkir tehnya yang berada diatas meja berkaki pendek itu. Baru saja ia membantu ibu Yoonjae membereskan bekas sarapan mereka bertiga tadi. Yoonjae sendiri sedang bermain bersama Hyaku dan Sen di halaman. Pandangan Sungmin berkeliling ke seantero rumah mungil yang mengingatkannya pada hangat rumah keluarganya itu. Betapa dia suka sekali dengan arsitektur Korea asli seperti ini…

“Sungmin-ssi.” Panggil ibu Yoonjae. “Kenapa?”

“Eh… Engga apa-apa kok. Jadi kangen rumah kalo liat rumah tradisional Korea gini.” Jawab Sungmin malu-malu.

“Oh ya? Emang rumah keluarganya Sungmin-ssi ada dimana?”

“Di Seoul juga sih, tapi saking sibuknya jadi jarang pulang kecuali penting banget…” Jawab Sungmin sedih. Ia mencoba mengalihkan pembicaraan, dan teringat ketika pertama melihat Yoonjae dan ibunya di taman. Sepertinya sebelumnya mereka tidak punya tempat tinggal tetap… “Yoonjae-umma, asalnya dari mana?”

“Dari Seoul juga. Hehehe,” jawab ibu Yoonjae malu. “Tapi semenjak nikah jadi ikut suami dan ga tinggal bareng orangtua lagi sampai sekarang appa-nya Yoonjae uda ga ada…” Lanjutnya sambil tersenyum kecil.

Sungmin hanya mengangguk maklum, tapi sebetulnya banyak sekali yang ingin ia tanyakan pada wanita di hadapannya ini…

Ibu Yoonjae menangkap ekspresi Sungmin. “Pasti Sungmin-ssi lagi mikir kenapa aku milih pindah kesini dan bukan pulang ke rumah orangtuaku ya?”

Sungmin yang merasa pikirannya ditebak hanya mengangguk. Sepertinya mereka sebaya tapi kenapa Sungmin merasa seperti  anak-anak saja di hadapan wanita ini sih?

“Aku menikah dengan appa-nya Yoonjae tanpa persetujuan orang tuaku. Komikal sekali sih, aku yang seorang putri keluarga berada bertemu dengan karyawan ayahku sendiri dan menjalin cinta. Aku baru saja merayakan ulang tahunku yang ke-19 ketika tersadar kalau aku sedang mengandung Yoonjae. Tidak mendapat persetujuan, kamipun memilih memulai hidup baru berdua, bersama dengan bayi yang aku kandung. Kami bertiga hidup bahagia biarpun seadanya, dan berjanji akan terus bersama selamanya.” Ibu Yoonjae berhenti sejenak untuk menyeruput tehnya.

“Tapi takdir berkehendak lain. Sebulan yang lalu appa-nya Yoonjae meninggal karena kecelakaan kerja. Kami berdua pun kehilangan tempat tinggal dan terpaksa hidup berpindah-pindah dari tempat satu teman ke teman yang lain karena harga diriku yang begitu tinggi ternyata tidak mengizinkan aku kembali ke orangtuaku. Di rumah temanpun, izin kami hanya untuk menumpang tidur malam. Selebihnya, setiap hari sampai malam tiba, aku harus bisa meyakinkan Yoonjae bahwa hari itu kami memang akan bermain seharian di luar, dan bukan karena tidak punya rumah. Maka aku mulai mengajaknya piknik, bermain di taman kota, berkeliling naik kereta dalam kota, dan lain-lain yang tidak memerlukan banyak biaya tapi menyenangkan dan bisa berlangsung seharian. Saat itu keuanganku memang sangat terbatas, apalagi aku tidak bekerja dan hanya menggunakan tabungan peninggalan appa-nya Yoonjae yang juga tidak banyak.

“20 hari berlalu, aku mulai kehabisan akal menghadapi kewajibanku mengajak Yoonjae pergi seharian. Aku hampir gila, tapi ternyata salah seorang sahabatku telah menceritakan kisahku kepada bosnya. Ia menawarkanku pekerjaan menjaga salah satu rumahnya yang sudah lama dia tinggalkan. Aku juga tentu akan dibayar untuk pekerjaan ini. Dari situlah aku bertemu rumah ini, juga kamu, saudara-saudaramu, dan penghuni-penghuni lain lingkungan ini…” tutupnya sambil tetap tersenyum meskipun terlihat pahit. Tapi seketika ia mengubah mimik wajahnya menjadi kembali ceria.

“Dan pesan moralnya adalah, berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Ngerti kan maksudnya?” katanya sambil tertawa kecil, yang masih terlihat pahit di mata Sungmin.

Sungmin mengangguk-angguk, tapi hatinya seperti teriris mendengar kata demi kata ibu Yoonjae dan tawa pahitnya. Wanita ini hanya mencoba menghibur dirinya sendiri, padahal dia tau pasti kalau dia sudah melewati saat-saat yang terlalu berat untuk wanita yang baru memulai usia 20-an seperti dirinya!

Bermacam-macam perasaan campur aduk di hati Sungmin. Dia tak mengerti, tapi saat ini rasanya ia ingin segera meninggalkan rumah ini. Apa di sudut hatinya, ia melihat bayangan ayah Yoonjae yang seharusnya berada bertiga di rumah itu bersama Yoonjae dan ibunya, dan bukan dirinya?

“Hyaku, Sen…” Panggil Sungmin setelah berpamitan pada ibu Yoonjae. Yoonjae yang sedang bermain dengan Hyaku dan Sen di halaman rumahnya segera menghampiri Sungmin sambil menggendong Hyaku dan Sen.

Sungmin mengambil dua babies-nya dari gendongan Yoonjae. Tapi diluar kebiasaan, Hyaku dan Sen meronta-ronta dan mulai mencakar-cakar lengan Sungmin. Sungmin berusaha menenangkan mereka, tapi Hyaku dan Sen malah melompat dari gendongannya dan berlari ke belakang kaki Yoonjae.

Yoonjae berjongkok dan menggendong Hyaku dan Sen ke dalam pelukannya, “Umma, kalo kayak gini udah berarti kittens-nya yang nemuin aku belum?” Tanya Yoonjae polos. Sungmin pun tersadar, Hyaku dan Sen kini sudah menemukan pemilik barunya…

***

Malam itu Sungmin kembali membuka blognya.

APPA BARU HYAKU DAN SEN:

BAE YOONJAE

Post picture.

Submit.

***

Apakah Sungmin betul-betul menyukai ibu Yoonjae? Jika ya, akankah mereka bersama? Tapi bagaimana tanggapan member yang lain atas hubungan mereka? Dan bagaimana kelanjutan hubungan ibu Yoonjae dengan keluarganya??

(to be continued kalo sempet) XD

Advertisements
 
11 Comments

Posted by on May 1, 2010 in Super Junior

 

Tags: , , , ,

11 responses to “SUNGMIN’S STORY

  1. chrisnagustyani

    March 26, 2011 at 10:11 pm

    mian ya bongkar2 ff lama nyonya~

    hmm, tema ceritanya unik, boleh gak nagih sekuelnya? *tunjuk2katatobecontinued*
    dsempet-sempetin aja ya nyah (?) hahaha

     
    • lolita309

      March 27, 2011 at 1:47 am

      Jia ilaaah.. Dia jadi keterusan manggil saya nyonyah (?) Hahaha iya ini lagi ditulis, uda berbulan2 tapi ga maju2 tulisannya, mandek gitu rasanya otak saya T.T

      Ditunggu aja yaaa, makasi uda baca XD

      Pada Sab, 26 Mar 2011 22:11 WIB

       
  2. chrisnagustyani

    March 27, 2011 at 10:52 am

    kekeke~ enak aja gt rasanya manggil eon nyonyah (?)

    iya ni, saya juga ska bkin ff, tapi tiba2 aja mandek d pertengahan, alhasil t calon2 ff cuma dibiarkan terlantar di draft laptop hahaha *curcol*

    oh iya nyah (?) maksudku eon :p don’t call me oppa kpan lanjut? Udh pnasaran tgkat dewa ni, jangan sampe aku pindah profesi dari reader jadi fanfic collector (?) *plesetandebtcollector* nyahahahaha

     
    • lolita309

      March 28, 2011 at 12:20 pm

      persis, persis…!! sepertinya itu memang dilema semua author *pundung*

      kapan yaaa? hehe mudah2an secepatnya ya^^

      kenalan dong, aku panggil kamu siapa? 🙂

       
  3. chrisnagustyani

    April 3, 2011 at 12:42 am

    haha mian bru aku bls skrg nyah…

    Tapi ff eon keren2, kalo ff ku mah, biasanya kalo udh mandek, trus aku lanjutin lg yg ada malah feelnya gak dapat…

    *bow* Chrisna imnida, 18 taun, bini sahnya Kyuhyun (oke, sangsikan hal yg trakhr). Enaknya panggil Cizz aja eon… Mannasseo bangapseumnida^^

     
  4. lolita309

    April 4, 2011 at 3:26 pm

    iya gapapa ko ;D

    hehe, gomawo… iya aku juga sering gitu kok, ga usah dipaksain lanjut kalo emang lg mandek, takutnya ya gt feel-nya jadi ga dapet. Santai2 dulu aja, kalo dapet ide langsung ketik deh^^

    Halo cizzie, lola imnida, istri sahnya siwon menurut KUA pulogebang (loh? :p) bangawoyo juga sayang 😀

     
  5. chrisnagustyani

    April 4, 2011 at 4:58 pm

    iya sh, mslhnya kalo aku udh mandek artinya mandek bgt udh, hahahaha cuman krna udh janji ma tmen bwt bkinn ff, usaha dh buat nyelesain hahaha

    cizzie? I like that! 😀 btw, bangawoyo apaan artinya nyah? #gubrakk

     
  6. lolita309

    April 5, 2011 at 9:08 am

    jiahhh kurang gaul nih anak #plakk :p

    bangawoyo itu sama kayak bangapseumnida (senang bertemu/senang berkenalan), tapi less polite aja… 😀

    hooo… gt toh… yang penting sekarang temennya seneng ga? kalo temennya seneng2 aja sm ceritanya ya yowes… hahaha 🙂

     
  7. chrisnagustyani

    April 5, 2011 at 1:48 pm

    maklum aja nyah, jadi kpoplovers juga baru2 aja… -__________-

    iya, anehnya temen aku mpe nangis bacanya (?) tapi emang temeenkunya aja yg cengeng hahahah

     
  8. Lietha

    July 19, 2011 at 9:59 pm

    kyaa =A=
    aku jg mau jadi Eommanya Hyaku & Sen /ditampol
    ada sekuelnya nggak, onni?

     
    • lolita309

      July 31, 2011 at 10:51 am

      huehe, maunya^^ tapi sampe sekarang aku juga ga tau tuh siapa akhirnya yang mewarisi (?) si hyaku sama sen dr sungmin…

      sekuelnya? ada sih… tp uda berbulan2 mandek huhuhuh *pundung*

      makasi sayang uda baca^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: