RSS

MIROTIC

28 Apr

MIROTIC

(Bahasa version; English version)

by: Lolita Choi

Starring: DBSK Yoochun


“Huaaa… Hyung, ga bisa dan ga mau…” rengek Changmin sambil menarik-narik kaos Yoochun. Yoochun menghela napas, mulai lagi deh tingkah bocahnya, pikirnya sambil menatap si maknae.

“Abis mau gimana dong? Ga bisanya tuh kenapa sih?” tanyanya dengan nada agak tinggi, yah, biarpun sepertinya dia sudah tau alasannya…

“Malu…”

Tuh kan.

AARRGHH! Yoochun mengacak-acak rambutnya sendiri. Kenapa adik seperguruannya ini polos banget sih?

“Saranghaneun Changmin-ah, lagu ini bagus banget lho, ditambah dance kita pasti jadi bestselling dimana-mana deh… Mau coba ya?” bujuknya lebih halus. Kalau bukan gara-gara dipercaya semua orang buat ngedidik bocah ini menyanyikan upcoming single mereka dengan perasaan—mengingat track record-nya sebagai penakluk wanita yang hobi flirting, pasti dari tadi udah dia cubitin dongsaeng kesayangannya ini.

Mirotic. Itulah judul lagu yang ditolak mentah-mentah oleh Changmin. Memang sih liriknya sedikit provokatif, tapi berani jamin ga vulgar deh! Yoochun helpless. Changmin melihat ekspresi hyungnya itu. Kesian Chunnie Hyung… pikirnya.

“Ya udah mau, tapi jangan diburu-buru cepet bisa ya…”

Neon na leul won he (You want me),

Neon naege bba jeo (You’ve fallen for me),

Neon naege mi cheo (You’re crazy for me),

Neon… neon… (You’re… you’re…)” Changmin lagi-lagi tak mampu meneruskan nyanyiannya, untuk ke-8 kalinya.

Yoochun nyaris gila. “Changminnie! Aduuhh… ini mau sampe kapan sih? Reff aja ga lewat-lewat ah!”

“Huaa… Hyung-ah, kenapa liriknya harus begitu sih?” Changmin manyun.

“Ini kan nandain kita yang mulai grow up tau, agak-agak ‘nakal’ dikit kenapa sih? Uda ah, ulang lagi cepetan,

Neon naui no ye (You’re my slave)…”

“Neon naui no ye…” ulang Changmin datar.

Yoochun meledak, “Shim Changmin!!”

“Uhh… Aku break dulu ya Hyung, dadaahh!!” Changmin buru-buru kabur dari studio kosong itu sambil membawa jaketnya. Dia berlari menuju spot favoritnya di gedung SM Entertainment ini, atap. Seperti Sanchai di serial Meteor Garden, Changmin juga hobi meneriakkan unek-uneknya dari atap sini (lebih tepatnya dia memang terinspirasi Sanchai). Dia juga suka latihan nyanyi, dance, ataupun nulis lagu dan mengerjakan tugas kampusnya disini sendirian, biar lebih fokus katanya.

Tapi kali ini sepertinya dia keduluan orang lain. Seorang wanita cantik sedang berdiri sendirian sambil berpegang pada pagar atap. Dilihat dari raut wajahnya, usianya mungkin sekitar 22-23 tahun. Dia menyanyi, bukan lagu yang Changmin kenal tapi harus ia akui lagu dan suara wanita itu indah sekali. Rambut hitam sepunggungnya berayun lembut terhembus angin.

Seperti sadar sedang diperhatikan, wanita itu menghentikan nyanyiannya dan menoleh ke arah Changmin.

“An-Annyeong…” Changmin menyapa grogi.

Wanita itu tersenyum, “Annyeong.”

Cantik… pikir Changmin. Tapi kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. Apaan sih, fokus nyanyi, nyanyi, nyanyi!

Wanita itu menatap Changmin yang sibuk geleng-geleng kepala. “Ada apa?”

“A-Aniyo… Noona penyanyi SME juga?” tanya Changmin mengalihkan pembicaraan.

Wanita itu tersenyum lagi, “Iya, tapi dulu. Kamu juga?”

“Ne.” jawab Changmin sambil berjalan mendekat. “Suara noona bagus deh, suka latihan di sini juga? Kenapa ga nyanyi lagi? Nama noona siapa?”

Wanita itu tertawa mendengar bombardir pertanyaan Changmin. “Kamu hobi ngomong ya?”

“Iya, hobi makan juga.” Jawab Changmin cepat sambil tersenyum bangga.

Wanita itu berusaha menahan tawanya yang sepertinya akan meledak, “Hmph, kamu polos banget ya… umm…”

“Changmin, Shim Changmin.” katanya. “Iya, Chunnie Hyung juga bilang gitu… Joongie Hyung, Yunho Hyung, Junsu Hyung, semua nyuruh Chunnie Hyung ngajarin aku cara nyanyiin lagu ini dengan mood yang bener pasti gara-gara mereka nganggep aku polos banget juga ya… Emang jelas banget ya??” curhatnya desperate.

Wanita itu sebenarnya ingin tertawa, tapi alih-alih melakukannya, dia malah menatap Changmin dengan lembut, “Kamu lagi ada kesulitan nyanyi? Kenapa? Ayo coba cerita, siapa tau biarpun mungkin ga bisa bantu banyak, kamu bakal lega karena udah ngeluarin unek-unek kamu…”

Changmin menatap balik wanita itu. Ga nyangka kalo akhirnya dia bisa mengeluarkan unek-uneknya dengan cara yang lebih halus daripada teriak-teriakan ga jelas dari atas atap.

***

“Noona!” Changmin melambaikan tangannya cepat ke arah wanita itu. Ia menoleh. Angin memainkan rok dari terusan putih selututnya hingga bergelombang. Hari ini mereka janjian ketemu di atap buat latihan nyanyi. Entah kenapa Changmin merasa lebih ‘lepas’ berlatih dengannya daripada dengan Yoochun, makanya dia memaksa wanita ini menemaninya berlatih menyanyi, sekadar untuk menyanyikan bagian hyung-hyungnya di lagu itu.

“Ini, draft lagunya. Flow-nya begini,” kata Changmin sambil menyerahkan kertas draft lagunya dan menggumamkan irama lagu itu.

“Oh, iya-iya ngerti.” Wanita itu mengangguk. “Jadi, mau coba sekarang?”

Changmin mengangguk pasti. Mari kita coba!

Si jak eun dal gum ha ge pyeong beom ha ge na eh ge kkeul lyeo (The start is sweet, a common attraction),

Eon jae na geu let deus ee meon jeo mar eul geul eo wa (Approaching me, you said it would always be this way)…

Alih-alih melanjutkan dengan menyanyikan bagiannya, Changmin terdiam.

Wanita itu mengerutkan keningnya, “Kenapa? Kok ga nyanyi? Bagian kamu nih.”

“Nyanyian noona persis Joongie Hyung! Feeling itu… Passionate feeling-nya dapet banget! Curang, kan aku yang mau belajar kok malah noona yang bisa sih??” Changmin cemberut.

Wanita itu tertawa. “Hahaha, makanya kamu juga harus bisa dong, jangan mau kalah sama aku… OK?”

“IYA! Harus bisa! HWAITING!!” teriak Changmin berapi-api.

“Ya udah coba lagi ya…”

Dan sejak itu mereka rutin latihan menyanyi di atap setiap hari. Dalam waktu singkat nyanyian Changmin makin baik dan dia mulai mendapatkan feel lagu tersebut. Rekaman pun dapat dirampungkan dengan sempurna. Hal ini memang menimbulkan keheranan tapi sekaligus kelegaan di antara hyung-hyungnya. Dan yang mendapat pujian tentu Yoochun.

“Hebat! Ga sia-sia DBSK’s Cassanova turun tangan mengatasi penyakit ‘polos akut’ Changminnie!” puji Junsu pada Yoochun. Yoochun tersenyum bangga.

“Siapa bilang aku akhirnya bisa berkat Chunnie Hyung?” Changmin yang tiba-tiba masuk memprotes pujian tersebut.

“Ya! Apa maksudmu bocah? Jadi kamu mau bilang kalo aku ga punya andil gitu, heh?” omel Yoochun sambil memeluk leher Changmin dan menjitak kepalanya dengan tangan satunya. Yunho, Jaejoong, dan Junsu tertawa.

“Aduh, aduh, iya iya Chunnie Hyung punya andil!” teriak Changmin sambil melepaskan diri dari lengan Yoochun. “—tapi sedikit.” lanjutnya sambil mencubit kedua pipi Yoochun dan segera kabur. Mereka pun kejar-kejaran selama 10 menit sampai akhirnya kembali ke ruang rias stasiun TV itu dengan keringat dimana-mana.

“Aiihh~ Minnie, Chunnie, mandi dulu di shower sebelah toilet dulu sana, idola kok keringat dimana-mana gitu sih bo…” protes make-up artist mereka yang gemulai.

“Ntar aja ya Hyung—“ jawab Changmin yang segera disela dengan gelengan sang make-up artist. ”Iya iya, ntar aja ya Noona, ada yang mau aku ceritain dulu ke hyung-hyung aku… Masih satu jam lagi kan?” pinta Changmin manja sambil langsung beralih ke saudara-saudaranya.

“Hyung-ah! Kayaknya… kayaknya… aku… Kayaknya aku jatuh cinta deh!” curhat Changmin, bersemangat sekaligus malu-malu—kombinasi yang aneh. Hyung-hyungnya menatapnya excited, akhirnya dia puber juga, pikir mereka.

“Ooohh, pantesan dia bisa cepet ‘nangkep’ lagu ini… Ternyata bener ini bukan berkat kamu Yoochun-ah.” Komentar Jaejoong sambil senyum-senyum menatap Yoochun yang pissed off.

“Iyaa, Joongie Hyung, ini semua karena noona!” Changmin mengiyakan dengan masih bersemangat.

“Noona? Siapa namanya? Ketemu dimana? Umur berapa?” berondong Yunho si leader khawatir. Bisa gawat kalau media tau bocah ini pacaran dengan wanita yang lebih tua.

“Park Jiwon. Namanya aja cantik kan? Dia dulu penyanyi SME juga Hyung, umurnya sebaya Joongie Hyung kayaknya. Aku ketemu di kantor kok.” Jelas Changmin dengan mata berbinar-binar. Hyungnya geleng-geleng kepala. Sampai saat ini baru sekali mereka menemukan Changmin membicarakan sesuatu sampai berbinar-binar seperti ini, yaitu ketika pulang dari mencicipi cake sepuasnya di toko kue baru milik salah satu artis SME. Jelas sekali adik kecil mereka benar-benar menyukai wanita ini.

Yunho, Jaejoong, dan Junsu menoleh ke arah Yoochun. Dia kan udah kenalan dengan semua gadis-gadis SME, pasti bisa memberi komentar singkat apa mereka harus setuju atau tidak.

“Park Jiwon? Ga kenal tapi kayaknya pernah denger…” komentar Yoochun sambil mengingat-ingat.

“Dia resign? Pindah ke agensi mana?” tanya Yunho.

“Engga, dia ga nerusin nyanyi katanya, ga tau kenapa… Kadang-kadang suka ke kantor cuma buat ngobatin kangen aja, nyanyi sebentar di ‘atap aku’.” terang Changmin, hyung-hyungnya memang menamakan tempat itu sebagai ‘atap Changmin’ karena hanya Changmin yang suka kesana sendirian.

“Aku jamin kalian pasti suka sama dia deh.” tambah Changmin seraya menutup pembicaraan dan berlari setengah meloncat-loncat ke arah shower di dekat toilet. Sepeninggalnya, kakak-kakaknya langsung berunding seru.

“Kata aku sih biarin aja deh, kesian anak baru puber gitu…” kata Junsu.

“Bukan masalah baru puber atau gimana, tapi punya affair sama wanita yang lebih tua image-nya ga bagus banget tau?” sela Yunho. Sebagai leader dia tentu bertanggung jawab atas citra grup ini…

“Ya, Yoochunnie! Udah ingat belum?” tanya Jaejoong. Yoochun masih memejamkan matanya erat sambil mengingat-ingat. Park Jiwon, Park Jiwon…

“Park Jiwon!” teriak Yoochun. Seketika semua mata memandangnya. “Aku inget, dia sunbae kita, terakhir aku denger setahun sebelum kita debut, dia mau debut solo tapi entah kenapa ga jadi, sekarang ga ada kabarnya lagi…”

“Cantik?” tanya Junsu. Silly question yang ga perlu dijawab menurut Yoochun. Ya cantiklah!

“Terus gimana dong?”tanya Jaejoong.

Hello? Ada teknologi yang namanya internet, gitu… Carilah di situs kantor. Udah ya aku mau mandi dulu nih.” Ujar Yoochun sambil meninggalkan ruang rias itu.

Junsu si gadget freak langsung mengeluarkan laptopnya dari dalam tas. Mereka pun membuka situs SM Entertainment dan berhasil tembus ke arsip pre-debut artists. Setahun sebelum mereka debut berarti sekitar tahun 2002-2003 ya? Klik sana, klik sini, akhirnya mereka berhasil menemukan biodata Park Jiwon.

“Wah cantik…” adalah komentar pertama Junsu begitu melihat foto Park Jiwon.

Scroll disitu coba—“ baru saja Yunho memberi instruksi pada Junsu, tiba-tiba manager mereka masuk. Junsu pun cepat-cepat menutup laptopnya, bisa gawat kalau mereka ketauan mengobrak-abrik arsip kantor.

”Ya! Kalian uda siap? Mana Yoochun dan Changmin?”

“Lagi mandi dulu Hyung, tadi mereka keringetan…” jawab Yunho.

“Bilang cepetan, setengah jam lagi on air lho.” Suruh si manager yang dijawab anggukan mereka bertiga.

Setelah sang manager keluar, mereka kembali berancang-ancang membuka lagi laptop Junsu ketika…

“Hyung-ah…!” sapa Changmin ceria sambil memasuki ruang rias. Ia duduk dihadapan Junsu, yang buru-buru menutup laptopnya lagi.

“Udah besok lagi aja.” Kata Yunho putus asa sambil menepuk pundak Junsu.

“Apanya yang besok lagi? Apanya Hyung, apanya??” tanya Changmin cerewet yang langsung dibungkam oleh tangan Jaejoong.

***

So let us see…” kata Yoochun yang berkutat dengan laptop Junsu sambil menjulurkan lidahnya sedikit, tanda dia sangat bersemangat mengorek info tentang mantan sunbae mereka itu keesokan harinya di kantor. Yunho, Jaejoong dan Junsu tumpuk-tumpukan demi memandangi layar 14” itu.

Name                                      : Jiwon Park

Place, Date of Birth           : Seoul, 20-04-1981

“Apaan, ini sih ga ada sebaya-sebayanya sama Jaejoong-ah…” komentar Yunho.

“Eh eh, coba liat itu!” seru Jaejoong sambil menunjuk ke bagian bawah biodata itu. Seketika mereka semua ternganga. “Jadi ini kenapa proyek albumnya batal… Terus Changmin??” mereka saling bertukar pandang ngeri.

Deceased                              : 13-10-2002 (car accident)

“Jiwon Noona!” panggil Changmin ceria sambil membawa 2 kaleng Diet Coke. Hari ini mereka janjian bertemu di atap lagi. Changmin menyerahkan salah satu kaleng Coke itu kepada Jiwon.

“Jeongmal gamsahamnida, Park Jiwon-ssi…” kata Changmin sambil membungkuk dalam. Jiwon tersenyum.

“Sama-sama. Kamu emang pinter kok.” Jawab Jiwon sambil mengelus-elus rambut Changmin. Changmin tersenyum senang. “Nah, Changminnie, sekarang aku harus pergi. Urusanku udah selesai disini… Annyeonghikyeseyo…” Jiwon membungkuk dalam seraya beranjak pergi.

Changmin menahannya. “Ada… yang aku mau bilang sama Noona.”

Jiwon tersenyum, “Aku tau kok. Aku juga sayang sama Changmin. Tapi kita hidup di dunia yang berbeda…”

“Engga! Aku ga peduli Noona orang biasa dan aku selebritis, mereka ga punya hak ngelarang-larang aku!”

Jiwon ternganga dan merasa ingin tertawa sekaligus, “A-Aniyo, kamu salah kira…”

“Mwo? Tapi Yunho Hyung selalu bilang begitu…” kata Changmin bingung.

“Aku mau cerita, tapi kamu ga boleh kaget. Janji?”

Changmin melangkah masuk ke studio dance berisi kakak-kakak kesayangannya itu. Ia segera disambut oleh Yunho yang langsung menyongsongnya.

“Minnie, kamu dari mana? Ada yang mau kita kasih tau…”

Dan mereka pun duduk melingkar di lantai studio itu. Yunho mengambil alih tugas menjelaskan yang dibebankan adik-adiknya kepadanya, dengan kata-kata, “Hyung kan leader!”

Tak disangka, Changmin juga sudah mengetahui hal tersebut. Sekarang malah dia yang sedang menceritakan kembali kisah yang diceritakan hantu Jiwon padanya.

Aku dulu juga gadis yang pemalu, sama seperti kamu 2 minggu yang lalu. Tapi mereka semua bilang aku berbakat dan cantik, sehingga aku akhirnya memutuskan mengikuti saran mereka menjadi trainee disini. Setelah berusaha keras menghilangkan sifat pemaluku, akhirnya mereka menawariku proyek solo album. Aku senang sekali, tiap hari aku berlatih dan mempersiapkan segala sesuatunya sampai tengah malam, tapi aku ga pernah ngerasa capek. Mungkin ‘aku’ memang ga ngerasa capek, tapi ternyata tubuhku ga bisa dibohongi. Sehari sebelum rekaman yang aku nanti-nantikan, aku meninggal karena kecelakaan mobil yang kukendarai sambil mengantuk. Mungkin karena masih merasa ada yang ‘belum selesai’, jiwaku terus menetap disini. Sampai aku ketemu kamu, dan aku tersadar kamu lah hal itu. Kamu mirip dengan aku, sehingga aku merasa aku harus membantumu menghilangkan sifat pemalu dan menyanyikan lagu itu dengan baik. Kini aku sudah merasa puas, aku sudah membantumu dan membantu diriku sendiri, sehingga aku siap untuk pergi. Sekarang kamu yang harus membantuku, terus pertahankan nyanyianmu, karena kamu berbakat…”

“Kok aku merinding ya?” komen Junsu yang langsung digeplak oleh Yunho.

“Minnie, sabar ya…” kata Jaejoong sambil mengelus-elus punggung Changmin.

Changmin tersenyum, “Engga apa-apa kok, lagipula kata Yunho Hyung juga kita kan belom boleh pacaran…”

“Tapi bocah ini kasian sekali sih, cinta pertamanya ternyata hantu! Ampun deh…” ledek Yoochun.

Changmin menatapnya. “Yoochun Hyung, Jiwon Noona dibelakang kamu lho…” katanya dengan suara datar.

“AAAA…!! Shim Changmin, Shim Changmin! Don’t you dare…” ancam Yoochun sambil bersembunyi di balik pundak Yunho. Changmin tertawa-tawa, tapi yang lain juga menatapnya ngeri.

Changmin menyadari tatapan hyung-hyungnya itu. “Aigoo, ga ada Hyung… Jiwon Noona uda pergi dengan tenang sekarang… Tadi tuh bercanda kok, bercanda…” katanya sambil tertawa. Junsu, Jaejoong, Yunho, dan Yoochun pun menghela napas lega.

Tapi sebenarnya, ada bagian terakhir percakapannya dengan Jiwon yang tidak diceritakan Changmin pada hyung-hyungnya;

Noona tau ga? Judul lain Mirotic itu ‘Jumon’ (Magic Spell), dan buat aku, kehadiran Noona itu adalah ‘jumon’ yang udah menyulap aku jadi sekarang ini, Changmin yang lebih percaya diri dalam bernyanyi. Aku sayang Noona.”

Dan kalimat terakhir yang akan dikatakan Jiwon adalah kalimat yang amat berarti bagi Changmin yang ingin ia simpan sendiri, kalimat yang menyatakan kalau cinta pertama Changmin tidaklah bertepuk sebelah tangan, kalimat yang dapat membuat Changmin tetap tersenyum setelah Jiwon meninggalkannya…

Aku juga sayang kamu, sayang sekali sama kamu, Changmin-ah…

***

Advertisements
 
10 Comments

Posted by on April 28, 2010 in DBSK

 

Tags: , ,

10 responses to “MIROTIC

  1. Q_B

    November 30, 2010 at 1:07 pm

    wawwww~~~~ critanya bagussss,,,
    minnie sekarang emank udah gede,,, >,<

     
    • lolita309

      November 30, 2010 at 1:17 pm

      gomawo^^

      iya nih, rasanya kangen juga sama minnie yang dulu ><

       
  2. Jaejaeebee

    November 30, 2010 at 9:26 pm

    Kereen, minnie hampir pacaran sama hantu :DD
    nice fanfic..
    Aku suka baca fanfic kamu, ide ceritanya bagus bgt, salam kenal ya *bow*

     
    • lolita309

      December 1, 2010 at 11:10 am

      huaa aku seneng daeh kalo kamu suka^^

      iyaaa salam kenal juga yaa, gomawo uda mau mampir kesini, mampir lagi yaa 🙂

       
  3. babyhae

    January 1, 2011 at 6:04 pm

    ceritanya bagus….author, masuk tipe family person ya?? hampir semua ff yang kubaca pasti kekeluargaan *kayak PPKN* wkwkwk,,,,tapi kalo baca jadi seneng gitu…

     
    • lolita309

      January 1, 2011 at 6:10 pm

      Hahaha, gomawo, saya emang hobi bgt bikin cerita yang fokusnya keluarga, karena di mata saya ya mereka udah kayak keluarga gitu kan hehe
      ^^

       
  4. Oepieck

    January 27, 2011 at 10:35 am

    OMO!! So sweet sekali onnie ini kalo bikin cerita. Sayang ya Jiwoo itu hantu…
    ngakak pas hyung”.a mikir: “akhirnya dia puber juga”.. kakaka~

     
  5. chaeky

    February 25, 2011 at 3:55 pm

    kasihan changmin, first lovenya miris banget, sini sama aku aja XD

     
  6. ReDe

    March 23, 2011 at 12:34 pm

    keren bangeeett chingu… baguusss… >.<

     
  7. amelee

    February 15, 2012 at 6:41 pm

    efeknya malah pengen nyubitin pipi minnie, ya ampuuun X3

    salam ya, baru komen dan baru mampir (mungkin) 😀 *senyumpepsodent*

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: